
Renata jelas tak mendengar suara hati dari pria tak di kenalnya sebab dia sibuk berteriak,panik dan takut belum lagi di pria misterius ini masih menggunakan helm full face nya.
"Tolong...Tolong.."Renata berteriak kencang dan heboh,berlari kesana-kemari mencari pertolongan.
Suara teriakan Renata yang begitu keras dan heboh,mampu menarik rasa penasaran warga sekitar.Tak ayal,hasil dari teriakan nya itu banyak mengundang warga sekitar datang menghampiri suara teriakan minta tolong dari seorang perempuan.
"Ada apa?".
Renata,menunjuk pria yang jatuh tertimpa motornya sendiri."Tolong,pria ini habis jatuh karena mengemudi dengan kecepatan tinggi".Jelas Renata,mengiba.
Warga sekitar meski terpaksa menolong pria yang katanya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi bisa di bilang kayak sedang balapan liar,mereka membantu pria itu dengan kata sindiran berbalut ceramah mengakhiri pertolongan mereka.
Motor sport pria itu di angkat oleh 3 hingga 4 pria dewasa karena beratnya yang cukup lumayan bila hanya di angkat oleh 2 orang pria dewasa.
Pria itu juga di bantu untuk pergi menjauh dari motor sport nya,menepi di pinggir jalanan yang sekarang tak sedikit orang yang berkerumun akibat teriakan Renata.
"Terimakasih mas,mbak".Renata mengucapkan rasa terimakasih nya pada warga yang mau membantunya.
"Sama-sama neng".Sahut warga, pandangan mereka mengarah pada laki-laki yang terkena musibah."Lain kali jangan ngebut,di kira ini sirkuit Mandalika.Ini jalanan umum bos, jangan arogan berkendara kalau gak mau terkena imbas nya". Nasehat warga pada pria pengguna helm full face sebelum beranjak pergi.
Renata, tersenyum getir."Hehe.. Sebenarnya itu karena aku".Kata Renata membatin.
"Sorry,aku mengorbankan mu".Kata Renata,menyengir kuda bak anak kecil.
Pria misterius itu,tak mau membalas ucapan Renata.Dia masih betah terduduk disana,sembari memegangi perutnya yang terasa sakit akibat ketiban motor sport nya.
Renata, melenggang pergi tanpa berkata lagi.Dia hampir lupa akan rutinitas nya yang sempat terganggu, beruntung dia ingat sebelum dia pada akhirnya harus terlambat lagi seperti kemarin dan berakhir di hina oleh big boss nya yang tak lain dan tak bukan adalah Deon Wilson.
"Shitt".Umpat pria itu,sembari melepas helm full face nya.
Sudah dia di jatuhkan,di fitnah,di tinggalin pula tanpa sepatah kata dari wanita yang bahkan tadi sempat memaksa ingin membuka helm full face nya.
"Apa itu keahlian mu, renata?",pergi tanpa penjelasan apalagi jejak sedikitpun ".Gerutu Deon.
Yah,pria misterius ini adalah Deon Wilson sengaja dia membuntuti renata menggunakan motor sport dan juga helm full face nya.Belajar dari pengalaman, tepatnya rumah sewa renata terdapat di gang sempit.Tak mungkin dia menggunakan mobil mewahnya di gang sempit padat penduduk.
Deon,berdiri sambil memegangi perutnya dan tangan kanan menenteng helm full face nya, menghampiri motor sport nya.
"Sulit mendapatkan hati mu, renata.Entah dengan cara apalagi?".Gerutu Deon.
Memang sulit mendapatkan hati yang bahkan dalam hatinya terdapat luka menganga dan bahkan luka itu masih ada.Kehadiran Deon seperti menabur garam di luka yang masih basah.Rasanya perih tak tertahankan.Begutulah yang di rasakan oleh Renata akan kehadiran Deon.