My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 21



Mendapatkan tatapan lekat Fahri pada dirinya membuat nya sedikit risih.Apalagi di ruangan itu dia wanita satu-satunya, diantara dua laki-laki.


Pikiran negatifnya tiba-tiba menyapa dirinya, menyadarkan dia untuk tetap waspada walau berada di tempat kerja dan dengan orang yang cukup di kenalnya.


"Kenapa?".Alek,mendekati renata.Bertanya tentang sikap nya yang mendadak menjauh.


"Gak papa".Jawab renata, sembari berlalu pergi.


"Re". Panggil Alek,tapi tak di hiraukan oleh renata.


"Kasihan ada yang di kacangin"Ledek Fahri.


Alek, melayangkan tatapan tajamnya pada sahabat tak tau diri nya."Huh,ganggu orang yang mau pedekate aja".Gerutu Alex, membuang mukanya ke sembarang arah.


"Kalau cinta,usahain dong.Jangan buat harapan palsu".


"Bagaimana caranya,sedang sikap nya seperti merpati?".


Fahri mendekat kearah Alek.Membisikkan beberapa kata di telinga Alek.Alek sampai bergidik, merasakan bulu roma nya yang berdiri seketika.


"Are you crazy?".Sentak Alek,menjauh dari Fahri.


"Hanya, dengan cara itu kau bisa menjinakkan merpati mu".


"Tak akan pernah dan tak akan aku coba usulan gila mu itu".Gertak Alek,sembari melengos pergi.


Tinggal lah Fahri yang menatap kepergian Alek sembari menggelengkan kepala."Di kasih tau,malah membentak".Gerutu Alek.


Renata memang terlalu pagi berangkat ke tempat kerjanya.Sengaja,agar dia bisa beristirahat dulu sejenak dari lari maraton nya yang menguras tenaga.


Kalau mungkin ada penghargaan karyawan teladan,Renata lah yang akan memenangkan nya.Selain,dia yang selalu pagi sampai,dia juga tak lupa membersihkan kursi,meja dan lain hal nya yang sekiranya di rasa kotor.Tak lupa dia juga menata ulang deretan kursi dan meja agar terlihat rapih dan enak di pandang.


"Iya, seperti wajah mu selalu enak di pandang".Celetuk Alek.


Renata,menoleh kearah belakang."Hah, ternyata dia lagi dia lagi".Keluh renata.


Yah,sedari tadi Alek selalu memperhatikan kegiatan renata,tak pernah jemu apalagi memandang wajah cantik nan ayu nya.


"Kalau bukan aku,siapa lagi?, hantu". Kelakar alek.


Renata, memutar bola matanya.Jengah dengan kelakuan Alek.Si raja gombal dan si playboy kelas kakap sudah unjuk kebolehannya.


"Hah,hantu aja takut lihat wajah kamu".Skakmat renata.


Bukan Alek namanya,jika dia tidak merasa sakit hati.Toh,dia sudah terbiasa dengan umpatan yang terlontar dari bibir manis renata.


"Jangan terlalu benci,ntar kamu jatuh cinta".Senyum seringai begitu jelas terlihat dari bibir Alek.


Renata, mencoba menjauhkan diri dari Alek yang tak pernah putus asa mendekati nya.Sedari dulu,dia selalu berusaha mendekatinya, dengan tujuan tertentu.


Mulut manis dan kata-kata bualan Alek tidak mempan bagi renata yang cuek dan pendiam.Diam,yah dia lebih memilih diam ketimbang meladeni ocehan Alek.


Sudah sedari tadi pula Alek terus mengoceh tak jelas.Sedang renata,memilih mengabaikan nya dengan mengerjakan yang sekiranya harus di kerjakan.


"Apa laki-laki gila itu tidak capek terus ngoceh tak jelas?".


"Bukan laki-laki gila namanya kalau berhenti mengoceh".Celetuk Alek.Menimpali ucapan renata.


Renata,tidak terkejut sama sekali dengan ucapan alek.Toh,dia memang sengaja menyindir Alek dengan suara sedikit di kencangkan, berharap orang yang di sindir nya sadar malah semakin menjadi saja dia.


Rasanya telinga renata panas mendengar kata bualan dan rayuan Alek yang di rasanya basi.