
...Mansion Alqueen...
"Bagiamana nakk? Apa kau sudah menemukan Anna... Katakan nakk" Tanya Maura kepada putranya Alvaro yang baru saja datang bersama dengan David dan Zayyann.
"Nakk... Dimana Anna? Apa dia baik-baik saja, apa kau sudah menemukannya..." Tanya Kiana yang ikut mempertanyakan tentang Queena kepada Alvaro yang sedari tadi hanya diam.
Alvaro diam bukan karena ia tidak bisa menemukan Queena, tapi justru ia hanya diam karena ia tengah khawatir sekaligus marah kepada Queena. Karena Queena pergi tanpa izin darinya terlebih dahulu. Hingga membuatnya hampir mati mencarinya, apalagi dengan kondisi Queena yang sekarang tengah mengandung bayi kembar empat.
Bayi yang selama ini ia nanti-nanti akan kehadirannya! tapi... Justru Queena malah pergi tanpa seizin darinya hingga membahayakan nyawanya dan nyawa calon anaknya. Itulah yang membuat Alvaro diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Maura maupun Kiana.
"Nakk" Panggil Maura dan Kiana bersamaan.
"....."
"Tuan" Panggil seseorang kepada Alvaro hingga membuat semua orang seketika menatap Orang itu.
"Dokter?"
"Untuk apa kau memanggilnya Al" Tanya Alea yang kini membuka suaranya.
"Tenanglah, Anna sekarang tengah menuju kesini... Mungkin sebentar lagi Anna akan sampai" Ujar Zayyann yang membuat semua orang malah semakin khawatir dan tidak tenang.
"Bagaimana kondisi keadaannya..." Tanya Zian.
"Anna baik--" Jawab Zayyann tapi terpotong oleh ucapan Alvaro.
"Tidak baik-baik saja" Potong Alvaro dengan nada dingin sambil menatap pintu mansion Alqueen yang sangat besar itu, karrna dirinya kini tengah menunggu sang istri.
"Apa maksudmu nakk... Tolong katakan dengan jelas kepada kami" Pinta Zian kepada Alvaro tapi justru Alvaro malah diam kembali dan tak menjawab kembali.
Sedangkan Maura? Ia sangat tau mengapa putranya itu menjadi seperti ini kembali, itu karena sang istrinya yaitu Queena berhasil memancing amarah dan kekhawatiran Alvaro putranya itu secara bersamaan, hingga membuatnya tidak lagi bertanya kepada putranya.
...Tinnn... Tinnn......
Bunyi klakson mobil milik seseorang yang datang untuk pertama kalian kalinya kedalam mansion Alqueen maupun area mansion Alqueen pun mampu mengundang rasa penasaran semua orang, dan semua orang yang mendengar suara klakson mobil-pun terburu-buru pergi keluar untuk melihat siapa yang datang. Karena ia sangat yakin bahwa yang datang adalah Queena dan Aldo, tak lupa dengan Alvaro. Alvaro lebih dulu pergi keluar setelah mendengar suara klakson mobil bahkan mobil yang sangat ia kenali itu.
"Tuan" Panggil Rey dan Ray bersamaan dengan menunduk hormat kepada Alvaro, Yupsss... Benar mobil yang datang itu adalah mobil milik Rey dan Ray yang pernah dibelikan oleh Alvaro untuknya.
Makanya ketika baru masuk kedalam area mansion Alqueen, Alvaro sudah lebih dulu keluar untuk menyambut sang istri dan keponakannya.
"Diaman?" Tanya Alvaro dengan dingin dan datar hingga membuat Ray dan Rey menjadi gugup seketika.
"Nyonya Muda berada didalam tuan, bersama dengan tuan muda kecil" Jawab keduanya secara kompak.
Lalu... semua orang yang mendengar jawaban dari Ray dan Rey-pun menjadi senang dan tidak sabar ingin bertemu dengan Queena bahkan Aldo, tapi ketika mereka melihat Alvaro menggendong tubuh Queena. Mereka semua-pun manjadi cemas bahkan terkejut ketika melihatnya, bagaimana tidak terkejut ketika melihat Queena yang tengah pingsan dengan eajah yang penuh dengan keringat bahkan tangannya terus saja memegangi perutnya itu dengan erat dan tak lupa wajahnya yang pucat seperti mayat hidup.
"Yaa tuhan!"
"Annaaa!!" Teriak Maura yang panik akan Queena yang masih pingsan dan kini tengah di gendong oleh Alvaro.
"Cucukuuu!!" Terkejut Kiana yang melihat Queena kini tengah pingsan sama seperti Maura tadi. Bahkan yang lainnya-pun sama seperti Maura dan Kiana.
Alvaro pun langsung saja membawa pergi Queena kedalam kamar miliknya, untuk memeriksa kondisi keadaan Queena saat ini! Karena dokter Vanessa sudah menunggunya di dalam kamar yang telah di perintahkan oleh Alvaro sebelum ia datang, bahkan David dan Zayyann pun tau akan hal itu.
...Kamar Alqueen...
...Beberapa menit kemudian......
"Bagaimana... Apakah Anna baik-baik saja, dan juga keempat bayiku" Tanya Alvaro kepada dokter Vanessa dengan sangat datar hingga membuat Vanessa berhati-hati ketika ingin menyampaikan sesuatu mengenai kondisi Queena.
"Bagaimana keadaan cucu saya dokter?" Tanya Kiana kepada Vanessa karena ia juga ikut khawatir akan kondisi cucu pertamanya itu, bukan hanya Alvaro, Maura dan Kiana saja tapi semua orang yang berada disana juga ikut khawatir terhadap kondisi Queena saat ini.
"Kondisi nyonya muda saat ini sangatlah lemah tuan! Dan sebaiknya nyonya muda dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mengenai kondisi keadaan nyonya muda dan kandungan nyonya muda" Jawab dokter Vanessa yang menyarankan untuk Queena dibawa kerumah sakit untuk memeriksa kondisinya secara detail lagi.
Karena sekarang dokter Vanessa tidak membawa peralatan untuk memeriksa kondisi Queena, karena peralatan yang Queena butuhkan itu adanya di rumah sakit dan tidak bisa dibawa oleh tas maupun yang lainnya. Hingga membuat Vanessa menyarankan untuk membawa Queena ke rumah sakit entah itu rumah sakit kusuma atau dirgantara tapi intinya rumah sakit.
"Kami akan membawa Anna kerumah sakit sekarang" Celetuk Zian yang langsung menyetujui saran dari Vanessa.
"Tapi.. Aku tidak setuju grendpa" Sahut Alvaro yang tidak setuju dengan ucapan Zian yang ingin membawa Queena ke rumah sakit.
"Apa maksudmu nakk" Tanya Maura yang kebingungan dengan ucapan putranya itu.
"Al, apa maksudmu" Tanya Alea juga kepada Alvaro.
"Nakk" Panggil Kiana.
"Ray, Rey" Panggil Alvaro tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Queena yang terlihat sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir didalam tubuhnya.
"Iyaa tuan" Jawab keduanya secara bersamaan karena mereka berdua memang masih berada di mansion Alqueen saat ini.
Alvaro belum menyuruh keduanya untuk pulang kembali kedalam markas Dirga Grup atau Tara Grup karena ia memang masih membutuhkan bantuan keduanya saat ini! Entah apa yang Alvaro ingin titah kepada keduanya.
"Kalian sudah tau bukan... Apa yang saya inginkan" Tanya Alvaro.
"Iyaa tuan" Balas kembali keduanya.
"Pergi... Dan laksanakan tugas kalian" Titah Alvaro kepada Ray dan Rey.
"Baik tuan, kalau begitu kami permisi" Izin Ray den Rey kembali dengan hormat, lalu mereka berdua-pun pergi untuk menjalankan tugas yang Alvaro berikan untuknya. Entah itu apa bahkan Author tidak tau:).
...*****...
...Ruang Medis...
Ruang ini adalah ruangan yang dimana sudah disiapkan khusus untuk Queena dari Alvaro, ketika pertama kali Queena dinyatakan telah mengandung bayi kembar miliknya itu, Alvaro pun langsung saja menyuruh para anak buahnya untuk membuat ruangan ini dan ruang ini bahkan sudah dilengkapi oleh semua peralatan medis oleh Alvaro. Bahkan Alvaro telah mengangkat dokter Vanessa untuk menjadi dokter pribadi Queena secara khusus tanpa sepengetahuan Queena, maupun yang lainnya. rermasuk mommy nya sendiri yaitu Maura.
Makanya ketika Zian menyetujui saran dari Vanessa iapun menolak, karena ia sudah membuat ruang medis didalam mansion miliknya ini secara khusus.
...*****...
...Haii;)...
...Sorry Author lupa up_-! karena Novel ini lagi di masa perbaikan, karena kata-katanya kebanyakan Typo:) Sayang banget sama kalian yang masih setia nunggu up Author ðŸ˜....
...Love you buat kalian Semua♡♡♡....