
...Kamar Alan...
Kini Queena tengah menemani sang putra kecilnya untuk tidur kembali, karena tadi Alan sempat terbangun dari tidur nya akibat ulah nya dan sang suami yang berisik.
...Ceklekkkk...
Suara pintu kamar Alan pun terbuka dengan perlahan dan menampakkan wajah Alvaro sang suami, lalu kemudian Alvaro pun perlahan masuk kedalam kamar sang putra dengan mendekatkan dirinya ke arah sang istri yang kini tengah menatap nya.
"Alan sudah tidur kembali?" Tanya Alvaro pelan.
"Hmmmm, seperti yang kau lihat" Jawab Queena dengan pelan juga sambil membuang pandangan nya ke arah wajah sang putra karena Queena saat ini sedang tidak ingin melihat wajah Alvaro.
"Kembalilah ke kamar. Ada yang aku ingin katakan padamu" Pinta Alvaro.
"Kau duluan lah, aku akan menyusul mu nanti setelah aku memastikan bahwa Alan benar-benar telah kembali tertidur" Titah Queena.
"Hmmmm, baik" Jawab Alvaro lalu perlahan mendekatkan dirinya kepada sang putra dan setelah itu Alvaro pun memberikan satu ciuman manis untuk sang putra sambil berbisik mengatakan sesuatu.
...Cuppppp...
"Maafkan daddy sayang" Bisik Alvaro pelan lalu setelah itu kembali pergi ke kamarnya.
...Ceklekkkk...
"Maafkan aku! Hari ini aku sedang tidak ingin bersama mu, karena aku ingin kau menenangkan dirimu terlebih dahulu sama hal nya seperti diriku" Gumam Queena pelan dengan menatap pintu kamar sang putra yang sudah tertutup rapat kembali.
...*****...
...Kamar Brianna...
...Tokkkkk tokkkkk tokkkkk...
...Ceklekkkk...
"Mommy?" Panggil Brianna dengan mengerutkan keningnya menatap wajah cantik sang mommy.
"Boleh mommy masuk?" Tanya Queena dengan membalas tatapan wajah sang putri.
"Tentu saja mommy, masuklah" Jawab Brianna dengan tersenyum manis sambil mempersilahkan sang mommy untuk masuk.
Setelah Queena masuk diikuti oleh Brianna, Queena pun langsung saja memeluk sang putri dengan erat setelah berada didalam kamar sang putri, hingga membuat sang putri terkejut akan perbuatan sang mommy yang mana tiba-tiba saja sang mommy memeluk tubuh nya dengan erat.
"Mommy ada apa? Mengapa kau tiba-tiba memeluk ku" Tanya Brianna dengan kebingungan.
"Tidak apa, mommy hanya ingin memeluk mu saja. Sudah lama mommy tidak memeluk mu seperti ini" Jawab Queena pelan sambil perlahan melepaskan pelukannya.
"Mengapa kau masih belum tidur?" Tanya Queena dengan menatap manik mata sang putri.
"Aku masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan, makanya aku masih belum tertidur. Jika pekerjaan ku sudah selesai aku baru akan tidur" Balas Brianna dengan terduduk disofa miliknya diikuti oleh sang mommy tentunya.
"Birkan mommy membantu mu, agar kau bisa tertidur dengan cepat. Berikan pada mommy" Ujar Queena dengan meminta.
"Tidak perlu mommy. Ini sudah mau selesai, Sebaiknya kau tidurlah duluan bersama daddy" Tutur Brianna.
"Tidak apa! Mari mommy bantu, jangan meremehkan mommy hanya mentang-mentang urusan kedokteran mommy tidak bisa melakukan nya. Mommy nakal-nakal juga pernah belajar ilmu kedokteran bersama aunty mu, Yaaa! Walau mommy pernah pingsan ketika melihat proses pembedahan tubuh manusia didalam hendphone aunty mu" Kata Queena yang berhasil membuat sang putri tertawa dengan geli nya.
"Hahahaha benarkah?" Tawa Brianna dengan geli sambil bertanya kepada sang mommy.
"Tentu saja, kau tidak percaya? Kau boleh tanyakan sendiri kepada aunty mu. Tapi.... Sebaiknya tidak usah karena nantinya aunty mu itu akan meledek mommy kembali seperti sebelum nya" Terang Queena dengan tersenyum manis.
"Mommy" Panggil Brianna.
"Hmmmm?" Dehem Queena.
"Jangan meminta maaf kepada mommy, kau tidak melakukan kesalah kepada mommy jadi jangan pernah meminta maaf jika kau tidak berbuat salah. Mommy tau apa yang kau rasakan saat ini" Jawab Queena.
"Tapi daddy--"
"Daddy mu hanya sedang kelelahan saja, makanya ia seperti tadi. Lupakan saja tentang daddy mu yang terpenting sekarang adalah kau harus berusaha" Ujar Queena.
"Berusaha untuk apa?" Tanya Brianna dengan mengerutkan keningnya kecil.
"Berusaha mencari jalan yang terbaik untuk dirimu, kali ini mommy dan daddy tidak akan pernah ikut turun tangan dalam masalah hidup mu lagi, karena kau sudah dewasa mommy dan daddy yakin kau pasti bisa menjalankan kehidupan mu dengan baik. Sekarang mommy dan daddy hanya bisa mendukung mu saja. Dan kau sekarang harus bisa berusaha sendiri dalam hidupmu, karena dunia mu sekarang adalah milikmu sepenuhnya" Jelas Queena dengan memberikan sebuah nasehat kepada sang putri.
"Terimakasih mommy"
"Kembalilah pada Austin jika memang kau benar-benar masih mencintai nya, tutup kuping mu rapat-rapat dan jangan dengarkan apa yang orang-orang katakan diluar sana mengenai dirimu. Ambil yang baik dan buang yang jauh, lakukan apa yang menurut hatimu baik dan lakukan sebaliknya" Tutur Queena kembali.
"Bagaimana dengan daddy? Mommy, aku takut daddy tidak akan kembali merestui hubungan antara aku dan Austin karena perbuatan Austin yang pernah di lakukan dulu kepadaku" Tanya Brianna dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.
"Mommy akan berbicara baik-baik dengan daddy mu. Kau tidak perlu khawatir, yang terpenting adalah kau harus menyuruh Austin untuk berusaha memenangkan hati daddy mu dan juga kakak ketiga mu yaitu Arianna, karena kakak ketiga mu sama seperti daddy mu saat ini" Pungkas Queena yang diangguki oleh sang putri.
"Baik. Terimakasih mommy, aku menyayangimu" Kata Brianna dengan memeluk tubuh sang mommy sambil tersenyum dengan manis.
"Sama-sama sayang, sekarang pekerjaan mu sudah mommy selesaikan. Kau sudah bisa tidur sekarang" Tutur Queena.
"Ah? Benarkah?"
"Coba lihat ini, apakah ada yang salah?" Titah Queena dengan menyuruh sang putri kembali mengecek pekerjaan dirinya yang mana telah diselesaikan oleh sang mommy.
"Benar-benar sudah selesai, mommy rupanya kau memang bisa mengerjakan pekerjaan ini? Ini luar biasa mommy" Puji Brianna yang terkejut akan kepintaran sang mommy.
"Kau terlalu meremehkan mommy mu ini" Bangga Queena dengan memanyunkan bibirnya.
"Hahahaha... Tidak, tidak, kata siapa"
"Sudahlah, pergi tidur sekarang"
"Baik ratu"
"Ck, kau ini"
...*****...
"Kau baik-baik saja daddy?" Tanya Alkenzie kepada sang daddy yang mana kini tengah terduduk diruang tamu dengan perasaan yang tidak bisa ditebak.
"Hmmmm"
"Kau sedang bertengkar dengan mommy?" Tanya Alkenzie kembali dengan terududuk disamping sang daddy sambil memegangi laptop miliknya.
"Salah satunya" Jawab Alvaro singkat sambil menyandarkan kepalanya ke sofa.
"Apa alasannya?"
"Kau tidak perlu tau, cukup kau pikirkan urusan kantor dan urusan pribadi mu saja" Ujar Alvaro dengan menatap malas putra satunya itu yang mana tingkat kepo nya itu sama seperti sang aunty dan mendiang sang mommy (Alea dan Maura).
"Baiklah-baiklah. Aku tidak akan mempertanyakan apapun lagi kepadamu, tuan arogan" Ledek Alkenzie kepada daddy nya itu.
"Andres Anderson. Ku bunuh kau nanti" Gumam Alvaro pelan dengan menekan setiap kata yang ia ucapkan tadi.
"Andres Anderson?" Lirih pelan Alkenzie yang mana tidak sengaja mendengar nama yang diucapkan oleh Alvaro tadi.
'Owhh, rupanya si tuan arogan ini tengah marah-marah tidak jelas sampai-sampai mencari keributan sama mommy karena dirinya tengah cemburu oleh seseorang. Hahahaha... Jika aku tambahkan sedikit bumbu merica kedalam nya ini pasti akan sangat seru' Batin Alkenzie.
...Author: Anak durhaka, bukannya bantu mommy and daddy nya baikan malah mau di tambahin penyedap cita rasa emosi dari daddy nya😭🙏🏻....