My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kekhawatiran Alea



...Sore harinya......


"Hoammm" Hamuai Queena yang baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya itu, lalu iapun mulai duduk dengan mata yang masih sedikit mengantuk.


"Jam berapa ini?" Tanyanya dengan melihat jam yang berada diatas nakas miliknya.


"17:00? Sudah Sore? Apakah aku tidur selama itu? Tapi.... Mengapa aku masih mengantuk?" Lirih Queena dengan keheranan.


"Sudah bangun?" Tanya seseorang yang sedari tadi menatap Queena, dengan terduduk di sebuah sofa yang terdapat di dalam kamar Queena, siapa lagi jika bukan Alvaro Kenan Dirgantara suaminya Queena.


"Hmmm" Dehem Queena yang belum sadar sepenuhnya.


"Tunggu... Bukankah aku berada di kamarku yang terdapat di Mansion Kusuma? Lalu mengapa aku mendengar suara Alvaro? Apa suara tadi sebuah halusinasiku saja?" Gumam Queena dengan bertanya-tanya pada dirinya sendiri dan tanpa disadari Queena, Alvaro mendengar gumamnya itu.


"Kau tidak berhalusinasi" Kata Alvaro lalu berjalan mendekati Queena, dan Queena yang mendengar ucapan Alvaro seketika mencari arah suaranya.


"A--l, Alvaro?" Panggil Queena gugup yang sudah sepenuhnya sadar.


"Kenapa? Terkejut kah?" Tanya Alvaro datar.


...Glekkkk...


'Sepertinya ada yang salah? Tapi apa... Apa aku membuat kesalahan lagi dengan Alvaro? nadanya sudah dingin seperti ini. Mungkin saya akan mendapatkan hadiah yang manis?' Batin Queena yang bertanya-tanya.


"Ke-kenapa kau bisa kemari? dan tau bahwa aku berada disini" Tanya Queena dengan tersenyum manis menatap wajah suaminya karena untuk menutupi kegugupannya.


"Tentu saja bisa"


"A--l... Kau terlalu dekat denganku, bi-bisakah kau mundur sedikit?" Ujar Queena yang mendorong pelan tubuh Alvaro karena Alvaro tengah menatapnya dengan tatapan tajam dan bahkan jarak diantara Alvaro dan Queena hanya dua inci saja.


"Jika aku tidak mau?" Tanya Alvaro yang semakin mendekatkan wajahnya kepada Queena hingga membuat Queena menjadi salah tingkah.


"Mengapa kau tidak menjawab telepon dariku? Hmmm, katakan" Kata Alvaro dengan nada dinginnya.


"Ka-karena... Karena..."


"Karena apa?"


"Karena aku pikir itu bukan kau Al!" Elak Queena dengan meyakinkan Alvaro.


"Apa kau tidak melihat nama yang tertera di layar ponselmu? Hmmm" Kata Alvaro dengan menunjukan senyuman devilnya.


"T-tidak! ak-aku... aku ti-tidak melihat, ka-karena aku pi-pikir It-itu bukan ka-u"


"Benarkah? Mengapa aku merasa kau sedang berbohong padaku?"


"Aku tidak berbohong" Elak cepat Queena.


"Lalu?.. Mengapa hendphonemu tiba-tiba tidak aktif?"


"Itu... Karena batrai gendphoneku habis, makanya hendphoneku tiba-tiba mati" Bohong Queena lagi.


"Kau berbohong" Bisik Alvaro ditelinga Queena hingga membuat Queena menjadi merinding dibuatnya.


"A-al."


"Hmm"


"Al, hentikan" Kata Queena karena telinganya di jilat kecil oleh Alvaro.


"Jika aku tidak mau?"


"A-al, ak-aku takut nanti Bi Ijah dengar"


"Dengar apa?"


"Al!"


"Bukankah kamarmu kedap suara? Dan lagi pintu kamarmu sudah aku kunci sejak awal aku masuk"


"Ke-kenapa kau kunci?."


"Karena... aku ingin menghukummu! Katakan hukuman apa yang kau inginkan? Hmm"


"Jika kau tidak bisa memilih apa hukumanmu, maka suamimu ini akan membantumu, bagaimana?"


"Tidak! Tidak perlu, Tidak perlu" Tolak cepat Queena dengan tersenyum kecil.


"Jadi..."


"Aku memilih...."


...*****...


...Australia...


"Mommy" Panggil bocah laki-laki tampan itu yang memanggil sang Mommy, siapa lagi jika bukan Aldo Putra Atmaja itu.


"Iyaa, Al ada apa?" Jawab Alea.


"Kapan kita pergi ke Los Angeles lagi? Aku sudah merindukan Aunty..." Tanya Aldo yang tengah Merindukan sang aunty saat ini. Bagaimanapun juga Aldo tidak pernah terpisah dari Queena dengan waktu yang lama.


"Aunty yang mana? Aunty Queena atau Aunty Sesillia?" Tanya balik Alea dengan tersenyum jahil kepada putranya. Padahal ia jelas tau Aunty mana yang putranya maksud.


"Tentu saja Aunty Queena! Mengapa aku harus merindukan Aunty centil itu? Aishhhh" Ketus Aldo dengan melipat kedua tangannya didada.


"Hahahaha, Benarkah? Mommy pikir kau bukan merindukan Aunty Queena tapi merindukan Aunty Sesillia! Tapi ternyata mommy salah" Kata Alea yang terkekeh geli.


"Ckk, Aku tidak merindukannya" Kesal Aldo lalu pergi begitu saja menuju kamarnya.


'Sebenarnya aku juga merindukan Aunty Sesillia, tapi... Ah sudahlah. Tidak ada gunanya aku mengakuinya' Batin Aldo.


"Kalian berdua memang selalu tidak akur satu sama lain, tapi sebenarnya kalian berdua saling menyayangi dan saling merindukan! Huuffff" Gumam Alea yang tersenyum manis.


"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Queena sekarang? Hmm, apa aku telpon saja? Sekarang jam 11:00 berarti di Los Angeles tepat jam 17:00" Kata Alea dengan melihat jam ditangannya untuk memastikan bahwa Queena pasti tidak sedang sibuk.


Jika di Australia Jam 11:00 maka di Los Angeles adalah jam 17:00, karena perbedaan waktu di los Angeles dan Australia terpaut hanya 19 jam, di Australia sekarang tengah jam 11:00 yang berarti di Australia sudah menunjukkan waktu siang hari! Dan untuk di Los Angeles sekarang tengah jam 17:00 yang berarti di Los Angeles sudah menunjukkan pukul sore hari. Maka dari itu Alea terlebih dahulu mengecek jam karena ia tidak ingin menggangu Queena nantinya jika ia secara tiba-tiba menelpon Queena. Australia lebih cepat dari Los angeles.


...Callon...


...Dreetttt... Dreetttt......


..."Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi--"...


Tut.


"Tidak biasanya nomoro Queena tidak Aktif? Ada apa sebenarnya? Tumben sekali! Apa... Apa sedang terjadi masalah disana?" Khawatir Alea terhadap Queena dengan sedikit mundur mandir tidak jelas.


"Aku akan menelpon kembali Queena" Ujar Alea yang menelpon kembali nomor telp Queena, karena dirinya kini dilanda penasaran, ia hanya takut jika terjadi apa-apa dengan Queena maka dari itu ia ingin memastikan kembali Queena dengan menelponnya.


...Dreetttt... Dreetttt......


..."Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi--"...


Tut.


"Kenapa aku menjadi gelisah! Tunggu... Jika Queena tidak aktif maka aku akan menelpon Alvaro saja, aku yakin Alvaro pasti tau dimana Queena saat ini. Atau mungkin saat ini mereka tengah bersama" Terang Alea.


"Yaa, aku harus menelpon Alvaro untuk memastikan bahwa Queena baik-baik saja" Tegas Alea lalu kembali memainkan hendphonenya untuk mencari nomor telpon Alvaro.


...Dreetttt... Dreetttt......


"Kenapa tidak diangkat" Gumam Alea dengan menggigit kukunya saking khawatirnya ia terhadap Queena.


"Berdering tapi tidak diangkat! Sebenarnya ada apa dengan mereka ini!" Kesal Alea yang kembali menelpon Alvaro.


...Dreetttt... Dreetttt......


"Ayok Alvaro, Aunty mohon angkat"


"Haishhh, mengapa ia tidak mengangkat telponnya" Geram Alea yang lagi-lagi kembali menelpon Alvaro.


...Dreetttt... Dreetttt......