My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Lamaran



...Malam harinya......


...Mansion Kusuma...



...Kamar Queena...



"Bagaimana ini mungkin? mengapa hanya sebuah tato tidak bisa dihilangkan!? aku tidak boleh menyerah. Aku harus mencoba kembali untuk menghilangkannya dengan cara apalagi... semua sudah kucoba tapi tetap saja tato ini tidak bisa hilang" Bingung Queena sambil menatap bintang-bintang di langit dari balkon kamarnya.


Yaa, jadi setelah mendengar ucapan Sesillia bahwa tato lambang keluarga dirgantara itu tidak mungkin bisa hilang. Queena'pun tidak percaya hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghapus tato tersebut dan dengan semua cara yang ia lakukan tetap saja ia tidak bisa menghilangkan tato tersebut, entah bagaimana caranya agar tato tersebut hilang dari tubuhnya.


"Apakah ini takdir...? jika ia mengapa takdir selalu mempermainkan diriku... Aku lelah!! bisakah aku istirahat sebentar dengan dunia" Lirih Queena lalu mulai memejamkan kedua matanya.


"Bundaaaa... Ayahhhh...." Panggil Queena.


...Hufuuuuuuuuu.......


"Apa kalian ada disini?" Tanya Queena yang masih menutup kedua matanya karena merasakan seperti ada kehadiran sosok kedua orang tuanya.


"Jangan pernah berbicara seperti itu naaakk" Ujar Zia yang datang bersama dengan Albert setelah mendengar ucapan sang putri Queena tadi.


"Tapi... aku lelah bunda bisakah aku ikut kalian saja?" Lirih Queena yang masih setia menutup kedua matanya agar kedua orang tuanya yaitu Zia dan Albert tidak pergi.


"Tidak bisa nakk... Belum saatnya kau ikut bersama dengan kami" Terang Albert tersenyum manis menatap wajah cantik sang putri yang tengah menutup kedua matanya.


"Apakah aku bisa membuka mataku? Mengapa setiap kali aku ingin berbicara dengan kalian aku harus menutup kedua mataku, Ayah? Bunda" Tanya Queena penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Zia dan Albert.


"Jika kau membuka kedua matamu kami akan pergi nakk!" Jawab Albert dengan jujur.


"Apa hanya itu saja?"


"Hmm, iya nakk"


"Tidurlah naaakkk, ini sudah sangat malam, bunda dan ayah akan pergi! dan jangan takut Bunda dan Ayah selalu melindungi'mu dengan dari atas langit" Pinta Zia dengan mengelus rambut panjang sang putri Queena walaupun tembus tapi Queena dapat merasakannya.


"Baik bunda, ayah aku mencintai kalian. Selamat malam" Balas Queena dengan tersenyum manis lalu kemudian mulai membuka kedua matanya kembali lalu setelah itu iapun pergi beranjak menuju tempat tidur miliknya.


...*****...


...Keesokkan harinya......


"Ka Queena" Panggil Sesillia yang kini tengah membangunkan Queena yang masih terlelap dalam mimpinya.


"Emmmmmm, ada apa Sesillia?" Tanya Queena dengan suara khas bangun tidur dan masih setia menutup kedua matanya.


"Ka, di bawah ada mommy maura dan putranya tuan Alvaro" Kata Sesillia.


"Ohh, mommy dan varo... Tunggu apaaa!? Alvaro dan Mommy? Sesillia Putri Kusuma jangan bercanda ini masih pagi." Jawab Queena dengan terkejut hingga terduduk di atas kasurnya dan itupun juga mengagetkan Sesillia tentunya.


"Aku serius ka, aku tidak sedang bercanda dan lagi untuk apa aku bercanda jika ini menyangkut hal yang penting" Tutur Sesillia dengan menunjukan wajah keseriusan'nya.


"Apa yang penting?"


"Baiklah, kau tunggu kakak dibawah dan temani mereka terlebih dahulu. Kakak akan mandi sebentar" Ujar Queena diangguki Sesillia.


...15menit kemudian......


...Tak...


...Tak...


...Tak...


"Maaf tante karena sudah menunggu lama" Ucap sopan Queena yang memanggil Maura tante, karena ada Alvaro tapi jika Queena sedang tidak dengan Alvaro ataupun David maka ia akan memanggil Maura dengan panggilan Mommy.


"Tidak apa nakk!" Jawab Maura dengan tersenyum manis.


"Boleh anna tau, mengapa tante pagi-pagi datang ke mansion anna?" Tanya Queena penasaran karena tiba-tiba saja Maura datang ke mansion'nya begitu pagi-pagi tanpa memberi tahunya lebih dahulu.


"Kita tunggu sebentar lagi nak, karena ada seseorang yang masih belum datang" Balas Maura yang membuat Queena dilanda penasaran.


Dan tidak lama kemudian terdengarlah suara decitan mobil dari arah luar, Queena'pun langsung saja menatap kearah pintu masuk kediamannya karena penasaran siapa yang akan datang dan siapa yang sedang di tunggu.


...Tak...


...Tak...


...Tak...


"Mereka?"


"Mommy!!" Teriak Aldo sambil berlari karena melihat siapa yang datang. Yuupss yang datang tak lain adalah Alea, Zayyann, Kiana serta Zian, Keluarga atmadja.


"Anak mommy" Kata Alea memeluk tubuh mungil sang putra yaitu Aldo.


"Grendpa? Grendma? Uncle? Aunty? Kalian mengapa kemari? Bahkan kalian tidak memberitahu diriku terlebih dahulu bahwa kalian akan datang" Tanya Queena yang terkejut karena melihat siapa yang datang.


"Kita akan membicarakannya nanti Queena, sekarang kita duduk dulu" Tutur Zayyann yang diangguki oleh Queena dan yang lainnya tentunya.


"Bisa kita mulai" Tanya Zian.


"Mulai?"


"Baik, nakkk kedatangan tante disini dengan memanggil keluargamu karena anak tante Alvaro ingin melamar'mu" Ujar Maura membuat Queena kembali tersentak kaget hingga Queena membulatkan kedua matanya.


'Mommy, beneran ingin menikahi ku dengan Varo? Ohh tidakkk... saat ini aku tidak mempunyai kata-kata sekarang untuk menolak karena ini terlalu mendadak' Batin Queena sambil bersusah payah menelan Salivahnya.


"Apa kau menerimanya nakk?" Tanya Maura menatap Queena yang diam membisu sedari tadi entahlah Maura hanya takut Queena menolak lamarannya karena jika Queena menolak maka ia tidak ada pilihan lain selain memberi tahu yang sebenarnya pada putranya Alvaro bahwa Queena adalah Angel.


"Jawablah nakk, kami akan menerima apapun keputusanmu" Ujar Zian meyakinkan cucu pertamanya itu Queena.


"Aku..."


"Aku... Aku..."


"Aku... aku menerimanya tante" Jawab Queena sambil memejamkan kedua matanya dan sambil meremas bajunya dengan sekuat mungkin.


Semua orang yang berada disana'pun yang mendengar jawaban Queena menjadi sangat bahagia terutama Maura dan keluarga besar Atmaja, tetapi berbeda dengan Alvaro dan Queena.


'Aku terpaksa harus menerima lamaran ini jika aku menolak, kemungkinan Mommy pasti memberitahukan pada Varo yang sebenarnya! apalagi disini ada grendpa dan grendma beserta keluarga uncle Zayyann. Aku tidak akan bisa menutupinya lagi jadi aku terpaksa harus menerima lamaran ini' Batin Queena.


'Kenapa Queena menerima lamaran dariku? Tapi mengapa Queena seperti terpaksa menerima lamaran ini sama sepertiku? apa mommy juga mengancamnya agar ia menerima lamaran ini?' Batin Alvaro yang bertanya-tanya perihal lamaran pernikahan darinya lebih tepatnya sihh Maura.


"Aunty turut senang mendengarnya sayang" Tutur Alea sambil memeluk tubuh Queena dengar erat karena saking bahagianya.


"Keponakan uncle akan segera menikah uncle sangat senang mendengarnya" Tutur Zayyann tersenyum manis pada Queena dan justru malah dibalas senyuman kecut dari Queena.


"Hmm, paman, bibi, apa aku boleh berbicara sebentar dengan Queena?" Tanya Alvaro pada Zian dan Kiana.


"Silahkan naaakk, dan... panggil saja grendpa dan grendma sama sepeti Queena untuk kedepan'nya" Jawab Zian diangguki Kiana.


"Baik" Jawab Alvaro lalu pergi bersama dengan Queena entah akan kemana, karena sekarang Alvaro tengah ingin berbicara empat mata dengan Queena yang terpaska menerimaan lamaran yang ia berikan untuknya. Dan ia juga ingin tau apa alasan sebenarnya Queena menerima lamaran darinya itu.


Ancaman yang diberikan oleh Maura kepada Alvaro-pun akhirnya berguna dan bisa membuat Alvaro menjadi nurut kepadanya! bahkan begitu juga dengan Queena yang diancam oleh Maura untuk menerima putranya itu. Alvaro Kenan Dirgantara putra semata wayangnya!! pewaris tunggal dari Dirgantara Company.