
...Dirgantara Company...
Setelah perdebatan antara Alvaro dan Queena tentang meeting bersama dengan perusahaan Mangga Crop. Akhirnya Alvaro memutuskan untuk pergi meeting dengan memasang wajah yang masih setia kesal bahkan tidak segan-segan ia melampiaskan kekesalan'nya itu kepada orang lain.
...Tokkkkk tokkkkk tokkkkk...
"Masuk"
"Al, hari ini kita akan melakukan meeting bersama dengan perusahaan Mangga Crop, dan perusahaan kaka ipar. Yaitu perusahaan Kusuma Grup" Kata David yang kini tengah menyampaikan jadwal kantor hari ini Kepada Alvaro.
"Aku sudah tau" Ketus Alvaro dengan memandangi bingkai foto Queena yang berada diatas mejanya.
"Kita Akan melakukan meeting di perusahaan kusuma Grup siang Ini" Kata David kembali.
"Hmmm" Dehem Alvaro.
'Ada apa dengan Alvaro hari ini? Tidak biasanya ia bersikap dingin denganku? Tunggu dulu... Apa aku tidak salah lihat' Batin David.
"Al" Panggil David.
"Hmmmm" Dehem Alvaro.
"Al" Panggil David kembali.
"Hmmmm"
"Alvaro" Panggil David lagi-lagi.
"Ada apa, David!" Kesal Alvaro lalu menatap tajam kearah David dan mulai menaruh kembali bingkai foto Queena diatas meja kerjanya.
"Ada apa dengan lehermu?" Tanya David dengan tersenyum mengejek.
"Ada apa dengan leherku memangnya?" Tanya balik Alvaro yang membuat David kesal terhadapnya.
"Al, aku bertanya padamu... mengapa kau malah bertanya balik denganku!" Geram David.
"Aku tidak tau" Balas Alvaro singkat.
"Lihatlah" Tutur David dengan memberikkan hendphone'nya agar Alvaro bisa berkaca, Yaa... walau tidak jelas.
"Hanya sebuah tanda kepemilikan saja... Ada apa? Apa kau ingin juga sepertiku? Hmmm? Maka cepatlah menikah" Ejek Alvaro dengan bangga'nya memperlihatkan jejak lehernya yang terdapat tanda kepemilikan yang dibuat oleh Queena tadi malam.
"Apa amanda yang melakukannya? Atau kakak ipar?" Tanya David yang memang tau bahwa Amanda tinggal bersama dengan Alvaro dan Queena.
"Tentu saja istriku, bodoh" Ketus Alvaro.
"Wowwww"
"Sejak kapan kau mulai mencintai kakak ipar Queena... Al?" Tanya David dengan antusiasnya karena terkejut dengan jawaban yang Alvaro berikan.
"Bukan urusanmu" Ketus kembali Alvaro.
"Hahahaha"
"Ada yang sedang jatuh cinta tapi malu mengatakan'nya, hadehhh. Dasar orang tua jaman sekarang" Ledek David lalu pergi keluar dengan tatapan mengejeknya.
"David! Kemari kau!" Teriak Alvaro yang kesal terhadap David karena mengejeknya orang tua.
"Hahahaha" Tawa David yang mendengar teriakkan Alvaro dari dalam.
"Lanjutkan pekerjaaan kalian dan jangan menatapku seperti itu" Ketus David yang merasa ia menjadi pusat perhatian dari seluruh para karyawan dirgantara company saat ini.
"Baik tuan" Jawab Semua karyawan serentak.
...*****...
...Siang harinya......
...Kusuma Grup...
Semua karyawan Kusuma Grup tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depannya saat ini, Alvaro? Yups... jadi Alvaro benar datang ke perusahaan Queena sendiri. Tanpa David di samping'nya, entah mengapa Alvaro tiba-tiba saja datang ke perusahaan Kusuma Grup secara mendadak dan tiba-tiba tanpa ada sesuatu. Alvaro datang bukan untuk melakukan meeting karena memang belum waktunya untuk melakukan meeting, ia justru datan ke perusahaan Kusuma Grup hanya untuk bertemu dengan Queena saja, istrinya itu.
...-Hey lihatlah, bukankah itu CEO dari perusahaan Dirgantara Company?...
...-Bukankah, tuan Alvaro sangatlah tampan?...
...-Tuan Alvaro bukan hanya tampan tapi aangat-sangat tampan...
...-Kenapa tuan Alvaro datang ke perusahaan Kusuma Grup?...
...-Aku juga tidak tau...
...-Apakah tuan Alvaro ingin bertemu nona Queena?...
...-Sepertinya begitu...
...-Aku sangat iri melihatnya...
Alvaro yang mendengar bisikan-bisikan dari para karyawan Kusuma Grup'pun hanya bisa diam saja, karena yang dikatakan karyawan tersebut memang ada benarnya juga.
"Permisi, tuan" Sapa sekertaris Queena dengan hormat.
"Hmmm" Dehem Alvaro seketika berhenti melangkahkan kakinya karena mendengar seseorang sedang memanggilnya.
"Maaf tuan, kalau boleh saya tau anda kemari mencari siapa?" Tanya sekertaris Queena itu yang bernama Rio.
"Istriku" Jawab singkat Alvaro yang membuat seluruh karyawan Kusuma Grup tidak sengaja mendengar Alvaro menyebut 'Istriku' menjadi terkejut pasalnya selama ini. Tidak ada berita bahwa tuan besar dari keluarga Dirgantara menikah! Yaa, walau ketika Alvaro dan Queena menikah ada wartawan tapi tetap saja, Alvaro menekan wartawan tersebut. Karena belum waktunya publik tau tentang pernikahan'nya itu pada saat itu.
"Istri? Boleh saya tau namanya tuan? Agar saya bisa membantu anda untuk bertemu dengan istri anda?" Ujar sekertaris Rio dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, sebenarnya Rio sangatlah tidak suka dengan kehadiran Alvaro di perusahaan Kusuma Grup saat ini, bisa dikatakan bahwa Rio menyukai atasannya, jadi ia sangat sensitif jika seseorang berniat ingin menemui atasannya. Apalagi jika itu pria-pria tampan! atasannya yaitu adalah Queena, dan Alvaro bisa melihat itu dengan jelas dari kedua mata Rio dan raut wajah Rio yang tengah menunjukkan ketidak suka'an nya ia terhadap dirinya.
Sebenarnya sedari tadi Rio mengajak ngobrol dengan Alvaro hanya untuk menghentikan langkah Alvaro saja, agar tidak bertemu dengan Queena. Karena memang selama ini Rio selalu seperti itu jika ada di rektur dari perusahaan lain yang ingin bertemu Queena, Rio sangatlah terobsesi oleh Queena tapi Queena tidak menyadari hal itu.
"Pergilah, biar aku saja yang mencari istriku" Titah Alvaro dengan menyuruh Rio pergi.
"Maafkan saya tuan, tapi anda tidak--" Ucap Rio tapi terlebih dahulu terpotong oleh Alvaro.
"Kau hanya sekertaris beraninya kau melarangku untuk menemui istriku!" Geram Alvaro lalu mengeluarkan hendphone miliknya dan menekan nomor seseorang.
...Callon...
'Halo' Panggil Alvaro.
'Halo Al, ada apa?' Tanya seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Queena.
'Kau dimana?'
'Di kantor, ada apa?'
'Turun kebawah sekarang! Karena aku berada dibawah...'
'Haa? Sejak kapan kau berada di perusahaan'ku, Al?'
'Jangan banyak bertanya Queena... Atau kau akan melihat keributan nanti!'
'Ya-ya baiklah? Aku akan turun ke bawah sekarang'
'Jangan lama'
'Iyaa, Al'
Tut.
"Maaf tuan, jika tidak ada yang berkepentingan lagi sebaiknya anda--" Kata Rio yang lagi-lagi di potong pembicaraan'nya oleh Alvaro.
"Kau ingin mengusirku? Apa kau tidak tau siapa diriku? Nyali-mu sangat besar rupanya!" Sinis Alvaro pada Rio.
"Saya tau anda tuan" Jawab Rio.
"Benarkah?" Tanya Alvaro dengan menaikkan satu alisnya.
"Benar, tuan"
"Maka dari itu menyingkir'lah dari hadapanku atau aku akan membuat kau kehilangan pekerjaan'mu!" Ancam Alvaro yang tidak main-main dengan ucapan'nya.
'Cihh, sombong sekali dia... Kau pikir aku takut denganmu. Hehhhh, aku tidak akan takut dengan ancaman'mu! Tidak ada yang boleh mendekati my baby Queena'ku selain diriku!' Batin Rio.
Rio sekertaris pribadi milik Queena itu sebenarnya sangatlat rerobsesi dengan wajah xantik Queena, bahkan saat pertama kali Rio melihat Queena Rio sendiri sudah langsung bertekad untuk mendapatkan Queena, tanpa sepengetahuan Queena. Dan tanpa kesadaran Queena terhadap Rio... Yang Queena tau Rio adalah sekertaris pribadi miliknya yang sama seperti yang lainnya, tapi nyatanya Queena salah.