My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Berita kehamilan



"Huuuffff, lagi? Permintaan mu selalu saja aneh-aneh. Aku merasa kau ini sedang sakit! Mari... Kira pergi ke dokter sekarang" Kata Alkenzo dengan menghela nafasnya kasar, lalu... Kemudian menarik pergelangan tangan sang istri untuk membawa sang istri pergi ke rumah sakit.


"Alzo, bukankah aunty dan adik mu ada? Mengapa kau ingin pergi ke rumah sakit jika disini ada dua dokter?" Tutur Queena dengan bertanya-tanya.


"Ck! Aku lupa, baiklah... Aunty, Bria, karena kalian ada disini aku minta tolong kepada kalian untuk memeriksa istriku" Pinta Alkenzo kepada Lauren dan Brianna.


"Tunggu sebentar kakak" Kata Brianna lalu pergi ke dalam kamarnya untuk mencari sesuatu.


"Kemarilah Anitha! Biar aunty periksa denyut nadi tanganmu" Titah Lauren kepada Zanitha dan dengan cepat Zanitha'pun mengangguk patuh dan duduk disamping Lauren sang aunty.


"Berikan tanganmu" Pinta Lauren dengan meminta tangan Zenitha dan Zanitha'pun kembali patuh akan permintaan dan perintah dari Lauren.


Ketika Lauren mengecek denyut nadi tangan milik Zenitha, tiba-tiba saja raut wajah Lauren berubah dan mampu membuat Alkenzo mengerutkan keningnya dan menunggu hasil pemeriksaan dari Lauren. Tanpa disadari Lauren'pun tersenyum kecil lalu kemudian menatap wajah Queena dan mengangguk kecil.


Queena yang mendapat anggukan kecil dan sebuah senyuman dari Lauren'pun seketika paham apa arti dari kode yang diberikan oleh Lauren sang adik kepadanya itu. Dan kemudian Queena pun ikut serta tersenyum hingga lagi dan lagi membuat Alkenzo mengerutkan keningnya dan menatap aneh interaksi antara sang mommy dan sang aunty itu.


"Aunty, apa benar? Kakak ipar..." Tanya Brianna yang baru saja datang dengan membawa sesuatu ditangan'nya.


"Sesuai prediksi kita, jawabannya "Yaa" kau tinggal memberikan nya benda itu dan menyuruh Anitha mengetes nya" Jawab Lauren dengan tersenyum bahagia.


"Mengapa kalian bertiga sangat aneh? Pertama-tama memberikan kode antar sesama lalu sekarang memberikan sebuah isyarat antar sesama pula. Sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku" Ujar Alkenzo dengan kebingungan.


"Kakak ipar, coba kau ambil ini. Lalu pergilah ke kamar mandi sekarang! Tata cara pemakaiannya ada dibelakang, kau bisa melihatnya sendiri jika sudah berikan padaku kembali" Tutur Brianna dengan memberikan sebuah benda aneh kepada Zanitha.


"Ini... Alat tes? Tes kehamilan" Gumam Zanitha dengan mengerukan keningnya.


Mendengar ucapan dari Zanitha, Seluruh keluarga pun kini diambang kebingungan hingga membuat mereka semua satu sama lain saling pandang! Dan menatap aneh wajah Brianna, Lauren serta Queena.


"Tes kehamilan?"


"Anitha hamil?"


"Hamil?"


"Iyaa" Jawab Lauren dan Brianna secara bersamaan.


"Apaa?"


"Hamil?"


"Tapi jika kalian ingin lebih ada bukti, maka tunggu Anitha menggunakan tes kehamilan ini. Agar kalian bisa melihat garis dua'nya" Kata Lauren yang di angguki oleh Brianna.


"Benar, Kakak ipar! Pergilah dan cobalah alat ini. Kami semua menunggu hasilnya" Tutur Brianna kepada Zanitha.


"Gunakanlah cepat, aku juga ingin melihat hasilnya" Sahut Alkenzo dengan antusias'nya.


"Hmmmm baiklah! Aku akan mencoba nya" Jawab Zanitha dengan tersenyum kecil lalu setelah itu iapun pergi menuju kamar mandi di ikuti oleh Alkenzo di belakangnya.


"Semoga bergaris dua" Gumam pelan Queena.


"Itu sudah pasti mommy, karena denyut nadinya juga sudah berbeda" Balas Brianna yang mana tak sengaja mendengar gumaman nya sang mommy.


...Mansion dirgantara...


...(Tengah hutan)...



"Kakak maafkan aku, kali ini aku tidak bisa hadir dalam perkumpulan keluarga. Aku harap kau bisa mengerti aku dan aku harap mommy dan daddy bisa terus menutupi diriku" Kata Arianna dengan pelan yang mana kini dirinya tengah terdiam di balkon kamarnya sambil menatap pepohonan yang ada didepannya saat ini.


"Huuuffff, aku tidak lari dalam masalah hanya saja aku tengah ingin menenangkan pikiran ku. Jika aku sudah lelah aku pasti akan keluar dari persembunyian ku ini dengan sendirinya" Ucap Arianna.


"Hahhhh"


...Flashback...


"Aku minta maaf padamu" Ucap seorang pria tampan kepada Arianna yang mana kini tengah meminta maaf sedalam-dalamnya terhadap Arianna.


Entah apa, masalah apa? Atau yang lainnya! Dan mengapa pria tampan tersebut meminta maaf kepada Arianna secara tiba-tiba. Tapi yang jelas saat ini Arianna tengah diambang kebingungan.


"Mengapa kau meminta maaf kepadaku? Bukankah kau tidak melakukan apapun kepadaku? Mengapa kau meminta maaf kepadaku" Tanya Arianna secara bertubi-tubi kepada pria tampan tersebut.


"Aku... Aku tidak sengaja bermalam dengan seorang wanita dan... Dan sekarang ia tengah mengandung anak ku. Tapi... Aku bersumpah saat itu aku tidak sadarkan diri dan ketika aku terbangun keesokan harinya aku masih mengenakan pakaian ku. Aku bersumpah bahwa se ingatku aku tidak---" Jelas laki-laki tersebut tapi terpotong oleh pertanyaan dari Arianna.


"Siapa wanita itu?" Tanya Arianna dengan lirih sambil menatap Arkanza dengan tatapan berkaca-kaca.


"Eli, musuh mu" Jawab Arkanza dengan pelan sambil menundukkan pandangannya ke bawah.


Arkanza? Yapsss, Siapa lagi jika bukan Arkanza kekasih nya itu. Selama ini Arianna dan Arkanza memang sudah bersama sebagai pasangan kekasih secara terbuka dan tanpa tertutup.


"Kau akan menikahinya?" Tanya Arianna kembali dengan tapa sadar menintikan air matanya.


"Tidak! Karena aku sudah berjanji bahwa aku akan menikahi mu dan bukan dia, kau tenang saja aku pasti akan bertanggung jawab kepada nya tapi hanya untuk calon anak ku tidak untuk nya" Balas Arkanza cepat.


"Aku kembalikan cincin pertunangan ini, dan mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tolong jadilah pria sejati! Nikahi dan bertanggung jawablah atas apa yang kau telah perbuat, jangan jadi pria pengecut... Aku mohon" Lirih Arianna dengan melepaskan sebuah cincin pertunangan dari Arkanza untuk'nya itu dan mulai mengembalikannya kembali kepada pemilik yang memberinya itu yang tak lain adalah Arkanza.


"Kau... Tidak! Tolong jangan seperti ini, aku mohon" Pinta Arkanza dengan cepat menggelangkan kepalanya.


"Bukankah kau selalu berkata bahwa kau ingin menjadi pria sejati? hikssss.... Maka kau harus berani bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Hikssss... Lupakan aku dan belajarlah menerima kehadiran buah hati mu dan Eli" Isak kecil Arianna dengan tersenyum pahit kepada Arkanza.


"Aku tetap akan bertanggung jawab kepada nya tapi bukan dengan menikahinya, aku mohon padamu! Tol--"


"Hari ini cukup sampai disini saja... Kanza terimakasih atas semua yang pernah kau berikan untukku. Aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah mengganggu hubungan mu dan Eli hikssss... Sekali lagi terimakasih" Tangis Arianna pelan lalu dengan cepat Arianna'pun pergi berlari memasuki mobilnya untuk segera pulang.


Melihat Arianna yang pergi begitu saja dengan mengembalikan sebuah cincin pemberian darinya, Arkanza'pun tidak tinggal diam. Ia langsung saja mengejar Arianna yang mana sudah pergi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Arianna maafkan aku" Lirih Arkanza pelan.


...Flashback off...