My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Koma




..."Cincin pertama yang ia berikan kepadaku, akan selalu aku jaga sampai nafas terakhirku. Tidak akan pernah ada cincin yang bisa menggantikan cincin pemberian darinya, ini memang hanya sebuah cincin biasa. Tapi bagiku ini adalah cincin yang sangat amat luar biasa, terimakasih! Terimakasih karena kau sudah memberikan benda yang sangat amat berharga untukku. Kenzo kekasihku aku mencintaimu, I love you♡"...


...(Al) Kenzo Keano Putra Dirgantara 🖤...


...🖤(Z) Anitha Zayna Alzea...


"Jadi aku... Hahh. Ak--aku... h-hiksss... hikssss... Aku Anitha? Tap-i..." Isak Zanitha.


"Ini kotak cincin nya? Hikssss... Jadi aku adalah Anitha?! Hah... Hah..." Gumam Zanitha dengan nada tak percaya setelah melihat semua isi kotak yang berada di dalamnya.



..."First kiss ku, Kenzo ini sangatlah nakal! Ia mencuri ciuman pertamaku tanpa aku ketahui dan aku sadari. Aku ingin menuntutnya, tapi aku tidak bisa! Karena... Karena aku memang benar-benar tidak bisa. Hahhhh.... Pria nakal itu aku pasti akan menghukum nya suatu hari nanti dan pasti akan terjadi, aku tidak akan pernah peduli jika ia akan marah kepadaku nantinya tapi yang jelas aku akan bisa menghukum nya bukan? Hahahaha! Kenzo yang nakal tunggulah pembalasan dariku"...


...(Al) Kenzo Keano Putra Dirgantara 🖤...


...🖤 (Z) Anitha Zayna Alzea...


"Haaaaaa... Haaaaaa hikssss... hikssss.."


"Hikssss... Anitha. Rupanya adalah aku" Histeris Zanitha dengan mengacak-acak seluruh isi dalam kotak tersebut.


Rupanya kotak tersebut berisi semua foto-foto dan semua kenangan dari Anitha dan Kenzo atau lebih tepatnya lagi adalah Zanitha dan Alkenzo, bahkan bukan hanya sebuah foto tapi juga sebuah cincin dan sebuah perhiasan turun temurun dari keluarga dirgantara yang mana perhiasan tersebut berbentuk kalung dan anting. Sama seperti Queena dan Sesillia yang dapat perhiasan keluarga dirgantara tersebut. Mereka dapat karena mereka adalah menantu dari keluarga dirgantara.


"Awsss! Kepalaku..."


"Ini... Ini sangat sakit" Rintih Zanitha dengan memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


"ARGHHHHHH!!"


"Sakit. Kepalaku, arghhhhhh"


"Taniaaaa!!" Teriak Zanitha dengan memanggil nama Tania.


"Taniaaaa!!"


"H-hiksss... hikssss... Sakit! Tania hikssss..." Tangis Zanitha dengan terus memegangi kepalanya sambil berusaha berjalan menuju keluar dari kamarnya.


"Hikssss... hikssss... Sakit" Rintih Zanitha kembali.


"Darah?" Gumam Zanitha pelan yang kini tengah panik karena hidung serta matanya mengeluarkan darah, bahkan perlahan mulutnya pun mengeluarkan darah sedikit demi sedikit.


...Ceklekkkk...


"Tania!! Taniaaaa hikssss.... Shetttt, sak--kit in--ini menyakit--kan. Ta-tania" Lirih Zanitha pelan hingga terjatuh akibat menahan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.


...Bruuukkkk...


"Ta-tania"


"Sak--sakit hikssss... Kepa-laku sak--kit, sang'sangat-sangat hikssss...." Lirih Zanitha pelan yang kini terkapar lemas tak berdaya di depan pintu kamarnya.


Karena tidak kuasa kembali menahan rasa sakitnya, Akhirnya Zanitha pun pingsan dan tidak sadarkan diri! Dengan bersimpah darah dimana-mana dan darah tersebut keluar dari hidung, mata serta mulutnya.


"Zeaaaaa!!" Teriak Tania yang baru saja datang dari arah dapur karena dirinya baru saja selesai membuat makanan untuk Zea tapi ketika ia ingin membawa makanan tersebut ia justru malah melihat Zea yang terbaring tidak sadarkan diri didepan pintu kamarnya dengan dikelilingi darah disekitarnya.


...PRAAANGGGG...


Saking terkejutnya, Tania sampai melepaskan piring yang berisi makanan untuk Zea ditangannya hingga terjatuh kelantai dan pecah. Dengan perasaan yang takut dan cemas Tania pun berlari mendekat kearah Zanitha.


"Hikssss... hikssss... Zea bertahanlah aku akan membawamu kerumah sakit sekarang" Isak Tania dengan langsung mengeluarkan hendphone genggam miliknya dan langsung saja menekan nomor ambulance untuk membantunya membawa Zanitha kerumah sakit.


...*****...


"Kakakkkk!!" Teriak Arianna dengan memanggil-manggil sang kakak, entah kakak yang mana yang ia panggil. Alkenzo atau Alkenzie.


"Aria, ada apa?" Tanya Queena dengan terburu-buru menghampiri Arianna sang putri yang mana kini tengah meneriaki sang kakak.


"Kakakkkk. Kakakkkk!!" Teriak Arianna dengan terus memanggil-manggil sang kakak, tanpa mau menjawab pertanyaan dari sang mommy.


"Aria, ada apa? Mengapa kau berteriak-teriak?" Sahut Alvaro dengan ikut terburu-buru turun dari atas dan langsung bertanya kepada sang putri.


"Daddy, di mana kakak?" Tanya balik Arianna dengan nada panik.


"Kau ini kenapa nak?" Kata Queena dengan keheranan menatap wajah sang putri.


"Kakakkkk"


"Kakakkkk keluar lahhhhh!!" Teriak kembali Arianna dengan menggelegar hingga membuat, Zayyann, Alea, dan Aldo yang tengah berkumpul di belakang mansion terburu-buru menghampiri dirinya.


Tapi bukan hanya keluarga Atmadja saja, Sesillia, David, Shaka, Alan serta Alkenzo dan Alkenzie pun terburu-buru juga ikut keluar dan turun dari anak tangga karena mendengar teriakkan dan panggilan dari Arianna.


"Arianna!!" Panggil Alkenzo dan Alkenzie secara bersamaan.


"Kakakkk!! Kakak kau harus pergi kerumah sakit denganku sekarang" Ajak Arianna dengan menarik pergelangan tangan Alkenzo.


"Berhenti" Titah Alkenzo dingin.


"Apa yang terjadi sebenarnya dengan mu?" Tanya Alkenzo dengan menatap wajah Arianna keheranan.


"Kakak ikutlah denganku. Tidak ada waktu lagi, ikutlah denganku sekarang kerumah sakit" Pinta Arianna dengan nada sedikit tinggi.


"Aria sayang, sebenarnya apa yang terjadi nak? Mengapa kau berteriak-teriak memanggil kakak mu? Lalu setelah itu kau memaksa kakak mu untuk ikut denganmu ke rumah sakit" Tanya Alea dengan lembut.


"Kakak Anitha" Ucap Arianna.


"Apa yang terjadi?" Tanya Alkenzo cepat.


"Aunty Lauren dan Brianna baru saja pergi menuju rumah sakit karena mendapat panggilan bahwa kakak Anitha masuk kerumah sakit dengan kondisi yang parah! Hidung, mulut serta matanya mengeluarkan darah sedari tadi. Tidak atau apa penyebabnya dan mengapa kakak Anitha bisa seperti itu, tapi yang jelas saat ini kakak Anitha sedang berada diruang operasi" Jelas Arianna.


"Kakak Anitha saat ini tengah kritis, keadaan nya sangatlah parah. Ia sudah tidak sadarkan diri dari beberapa menit yang lalu... Hingga membuatnya kini dalam kondisi koma" Cerita Arianna dengan kembali menjelaskan perihal kondisi Zanitha.


"Apaaa?"


"Haaaaaa?"


"Apaaaaaaa?"


"Aku akan kerumah sakit sekarang" Kata Alkenzo lalu pergi begitu saja dengan berlari menuju garasi mobil untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana.


"Mari kita semua kerumah sakit sekarang" Ajak Zayyann kepada semuanya dan itupun dibalas anggukan kepala oleh semuanya, Baik Alvaro maupun Queena.


'Tuhan! Janganlah kau ambil kembali putriku, jangan biarkan terjadi apa-apa dengannya. Aku tidak ingin melihat putra ku Alkenzo seperti dulu' Batin Queena.


'Bantulah kami tuhan! Jangan biarkan kakak ku kembali merasakan kehilangan wanita yang ia cintai. Sudah cukup beberapa tahun ini kau menyembunyikan tentang wanita nya, sekarang aku mohon janganlah lagi' Batin Arianna.


'Keponakan ku yang malang, yang kuatlah nak! Aunty pasti akan membantu Anitha wanita mu untuk bisa kembali sembuh seperti sedia kala. Aunty akan berusaha sekuat tenaga membantu dirimu nak' Batin Alea.