My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kemarahan Alvaro



Setelah puas berjalan-jalan dan berkeliling kota losh angeles. Alea, Queena dan Kiana akhirnya pergi ke cafe dan cafe yang mereka kunjungi adalah Cafe,K yang tak lain adalah cafe milik Queena sendiri.


...Cafe,K...


"Grendma, apa kau ingin memesan sesuatu?" Tanya Queena pada Kiana yang terlihat lelah sehabis berkeliling.


"Grendma, ingin jus saja" Jawab Kiana diangguki Queena.


"Baiklah, aunty apa kau ingin memesan sesuatu?" Tanya Queena kepada Alea juga.


"Aunty ingin jus juga" Jawab Alea dengan diangguki Queena kembali. Setelah itu iapun langsung memanggil pelayan yang ada disitu dan tak lama pesanan mereka'pun sampai.


"Grendma, aunty, tunggu sebentar disini aku ingin pergi ke toilet sebentar" Izin Queena pada Kiana dan Alea karena ia ingin membuang air kecil terlebih dahulu.


"Cepatlah nakk" Ujar Kiana. Setelah itu Queena'pun langsung saja pergi menuju toilet.


"Mama, tunggu sebentar disini sepertinya aku ingin membuang air kecil juga" Pamit Alea yang diangguki Kiana. Setelah itu Alea'pun langsung pergi menyusul Queena.


...Toilet...


"Queena" Panggil seseorang yang tak lain adalah Alvaro, Yuupsss... dia adalah Alvaro. Yang mana tak sengaja juga berada di Cafe,K bersama dengan David yang baru saja selesai melakukan meeting dengan klien luarnya itu tapi David sekarang tengah menunggu diluar parkiran.


"Al? mengapa kau bisa berada disini juga? dan untuk apa kau malah mengunci pintunya? ini toilet wanita, bagaimana jika ada yang ingin masuk?" Tanya Queena pada Alvaro yang tiba-tiba saja masuk kedalam toilet wanita dan dengan gampangnya mengunci pintu toilet dari dalam.


"Tidak penting"


"Menapa kau tidak mengatakan apa yang aku perintahkan padamu waktu tadi?" Tanya Alvaro tanpa menjawab pertanyaan dari Queena dan malah menatap tajam kearah Queena tentunya.


"Bukankah aku sudah bilang padamu... Bahwa aku menyukaimu, jadi aku tidak bisa membatalkan pernikahan ini"Jawab Queena dengan tersenyum karena sebenarnya ia kini tengah menutupi keterkejutan'nya yang melihat Alvaro masuk kedalam toilet padahal jelas-jelas Ini adalah toilet wanita.


"Cihh, Ku peringatkan padamu sekali lagi Queena!! batalkan lamaran pernikahan dariku itu atau kau akan tau akibatnya" Ancam Alvaro dengan menatap tajam kearah Queena.


"Menapa bukan kau saja yang mengatakannya Al? Mengapa harus aku yang mengatakannya?" Tanya Queena pada Alvaro yang mana dirinya kini penasaran akan jawaban yang diberikan oleh Alvaro nantinya.


"Bukan urusanmu" Katus Alvaro.


"Jika kau tetap bersih keras untuk tidak menolak lamaran pernikahan ini... maka jangan salahkan aku jika nanti kau sudah menjadi istriku aku tidak akan pernah mengaggap kau sebagai istriku! dan kau harus ingat hari ini Queena" Kesal Alvaro lalu pergi begitu saja dengan menutup pintu toilet dengan kerasnya, bahkan ketika membukanya saja Alvaro seperti ingin mendobrak pintunya.


"Cihhh"


...Brraaakkkk...


"Maafkan aku Varo, aku tidak bisa menuruti perintah dari dirimu karena aku memang harus menerima lamaran ini atau mommy akan...." Gumam Queena dengan menatap pintu yang telah tertutup kencang akibat ulah Alvaro.


...Ceklekkk...


"Queena" Panggil Seseorang yang tak lain adalah Alea.


"Aunty? Aunty menapa kau kemari?" Tanya Queena dengan terkejut karena melihat Alea yang datang menyusulnya secara tiba-tiba.


'Apakah aunty Alea mendengarkan percakapan antara aku dan Varo barusan? Apa Aunty melihat semuany... Dan apa Aunty mendengar ucapan dari Varo tadi? Bagaimana ini....' Batin Queena yang mana merasa ketakutan karena Alea pasti mendengarkan percakapan antara dirinya dan juga Alvaro tadi.


"Aunty hanya khawatir saja denganmu makanya Aunty menyusulmu kesini, ada apa Queena? Kenapa kau seperti orang ketakutan?" Ucap Alea sambil bertanya pada Queena yang sedang ketakutan.


"Baiklah, apa kau sudah selesai Queena?" Tanya Alea kembali kepada Queena yang kini malah terbengong.


"Sudah aunty" Jawab Queena yang sadar kembali dari lamunannya.


"Yasudah.. kalau begitu kau pergi temani grendma terlebih dahulu karena Aunty ingin buang air kecil" Titah Alea pada Queena dan itupun diangguki oleh Queena.


"Baik Aunty." Balas Queena lalu buru-buru pergi dari Toilet menuju tempatnya kembali dimana Kiana kini tengah menunggunya sendiri.


Setelah itu Queena'pun pergi menuju ketempat yang terdapat Kiana tadi dengan pergi meninggalkan Alea yang masih berada didalam toilet karena perintah dari Alea sendiri.


...*****...


"Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian? Alvaro Kenan Dirgantara, sebenarnya apa yang terjadi padanya... menapa ia seperti tidak mengenal Angel kecilnya lebih tepatnya Queena? bukankah Queena cinta masa kecilnya? Ada yang tidak beres dengan Alvaro dan Queena saat ini" Gumam seseorang yang mendengar pertengkaran antara Queena dan Alvaro didalam toilet sebenarnya bukan mendengar tapi lebih tepatnya menguping.


"Jika Alvaro benar-benar ingin menyakiti Queena'ku disaat Queena sudah menjadi istrinya aku pasti tidak akan tinggal diam. Dan jika Queena sampai terluka sedikit saja maka aku akan menyalakan diriku sendiri atas apa yang terjadi pada Queena karena tidak memberitahukan kepada semuanya tentang apa yang terjadi antara Alvaro dan Queena" Lirih pelan seseorang tersebut yang tadi menguping pembicaraan antara Alvaro dan Queena.


"Tapi aku tidak bisa mengatakan ini semua pada yang lainnya!! karena aku masih harus mengumpulkan bukti yang jelas pada yang lainnya terlebih dahulu... baru aku bisa memberitahukan kepada semua" Ucap Orang tersebut.


...*****...


...Disisi Alvaro......


"Sial!" Geram Alvaro dengan memukul stir mobil miliknya. David? ia sudah izin kepada Alvaro tadi untuk pergi duluan ke perusahaan karena ada berkas yang harus ia ambil untuk meeting selanjutnya.


"Baiklah, jika kau memang tidak ingin membatalkan pernikahan ini maka jangan salahkan aku yang akan menyakitimu nantinya" Tekat Alvaro dengan tersenyum Devil.


"Hehhhh, Kita liat saja nanti Queena... seberapa besar kau bisa bertahan dengan pernikahan ini nantinya! Kau yang memulainya Queena dan kau harus mengakhirinya jugaa" Tegas Alvaro lalu menelpon seseorang.


...Callon...


'Halo, David aku ingin kau mengerahkan seluruh anak buahku untuk mencari keberadaan Angel'ku sekarang juga, jika perlu cari kelubang semut sekalipun' Titah Alvaro yang memerintah David dengan mengutus semua anak buah miliknya untuk mencari keberadaan Angel.


'Baiklah Al' Jawab diseberang sana.


'Dan ingat David kau tidak boleh memberitahukan pada Mommy tentang ini, jika kau menemukan sedikit saja informasi tentang Angel maka beritahu aku secepatnya kau mengerti!!.'


'Yaa Al, aku mengerti'


'Yasudah kalau begitu aku tutup telponnya'


'Hmmm, Baiklah'


Tut.


...*****...


"Ada apa sebenarnya dengan Alvaro? Tidak biasanya dia berbicara denganku dengan nada menahan amarahnya itu? biasanya ia selalu meledakkan amarahnya kepadaku? tapi... itu lebih bagus" Ucap David yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri perihal tentang Alvaro yang kini tengah menahan amarahnya dan tidak meledakkan amarahnya kepada dirinya itu.


"Sudahlah, sebaiknya aku kerjakan perintah dari si tuan Arogan dulu atau aku akan terkana amukannya nanti" gumamnya lalu menelpon anak buahnya itu.