
...Lima bulan kemudian......
Kini hari-hari sudah terlewati, sudah lima bulan lamanya kini Queena masih menetap berada di negara prancis atau di negara orang, dan tidak ada niatan untuk kembali pulang ke negaranya yaitu negara los angeles! Dan sudah lima bulan juga semenjak kepergian Queena kini Alvaro sudah sembuh dan sudah seperti sedia kala.
Bahkan Kini, Alvaro sudah kembali mengambil tanggung jawab atas perusahaannya dan perusahaan milik Queena! Hanya saja... semenjak Queena pergi darinya, Alvaro kini kembali menjadi pria datar dan dingin bak tembok yang terbuat dari es balok melebihi sebelumnya. Bahkan Alvaro hanya akan membalas kata-kata singkat dan jawaban-jawaban singkat saja jika ada seseorang yang tengah berbicara padanya! Alvaro bahkan kini lebih menyukai menyendiri didalam kamarnya, kamar dimana tempat dirinya dan Queena tinggal itu.
Selama lima bulan terakhir ini Alvaro tidak henti-hentinya mencari keberadaan Queena, begitu juga dengan anak buah Atmadja dan Williams. Yang ikut serta mencari keberadaan Queena yang masih belum ditemukan dimana keberadaan-nya sekarang. Karena negara orang sangat luas makanya tidak semudah itu mereka menemukan Queena. Apalagi dengan Queena yang jarang keluar dari apartemen nya.
Sedangkan untuk Mira, kini wanita tersebut tengah bersembunyi sebaik-baiknya untuk menghindari anak buah Dirga Grup, Tara Grup, At-dja Grup dan Wi-ams Grup agar tidak tertangkap dengan mereka semua! Bahkan Mira bersembunyi membawa orang-orang terdekatnya seperti Amanda dan ibunya. Agar nanti ketika ia tertangkap ia bisa mengkambing hitamkan salah satu diantara keduanya entah itu Mara ibu kandungnya atau Amanda.
...Prancis...
...22;00...
"Sudah lima bulan aku berada di negara orang! Tapi... Mengapa aku masih tidak bisa melupakan Varo sedikitpun" Gumam Queena dengan memandang pemandangan kota dari balkon kamarnya.
"Bagaimana kabarmu suamiku? Apa kau baik-baik saja disana? apa tubuhmu sudah sangat sehat sekarang" Tanya Queena kepada dirinya sendiri.
"Aku berharap kau baik-baik saja dan tidak pernah terjadi apa-apa denganmu, setelah kepergianku ini!" Kata Queena dengan tersenyum kecut sambil memandangi kota cahaya dari atas balkon kamarnya yang berada dilantai tujuh.
"Kakak" Panggil Seseorang.
"Ada apa? Mengapa kau baru pulang... Tidak biasanya kau pulang selarut ini?" Tanya Queena dengan berjalan mendekat kearah seseorang tersebut.
"Maafkan aku kakak. Tadi dijalan sangat macet dan tadi juga ada sedikit kendala saat di rumah sakit!Makanya aku hari ini pulang dengan sangat larut" Jelas seseorang tersebut dengan duduk disofa tepat Queena duduk saat ini.
"Huuuffff... Dengarkan kakak Lauren, lain kali jika kau akan pulang terlambat seperti ini... Kau harus menghubungi kakak terlebih dahulu! Dan katakan kondisimu agar kakak bisa tenang dan tidak cemas terhadapmu" Ujar Queena kepada aeseorang tersebut yang bernama Lauren.
"Baiklah ka, maafkan aku... Aku tidak akan mengulanginya lagi, hingga membuatmu cemas terhadapku" Kata Lauren dengan memeluk tubuh Queena walau agak sedikit kesusahan karena adanya perut Queena yang sudah menonjol keluar dan tidak rata seperti sebelumnya.
"Baiklah, sekarang kau bersihkan tubuhmu! Kakak akan menunggumu diatas kasur" Tutur Queena kepada Lauren dan itupun diangguki oleh Lauren.
"Hmmmm, baiklah ka" Jawab Lauren lalu pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...*****...
...Lauren Adilla Putri Kusuma...
...Visual Lauren:...
Lauren Adilla Putri Kusuma yang biasa dipanggil Lauren adalah adik angkat Queena yang ia ambil dari panti asuhan yang berada di negara prancis. Lauren sendiri memiliki sifat yang Ceria, Periang, Jahil, Lucu, dan Ngeselin. Umur Lauren saat ini sedang menginjak 19 Tahun sama seperti Sesillia yang berumur 19 tahun.
...Karan Alexander...
...Visual Karan:...
Karan Alexander yang biasa dipanggil Karan adalah sahabat baik dari Queena yang berasal dari Australia, Karan sendiri memiliki sifat yang Ceria, Periang, Baik hati, Jahil dan murah senyum. Dan umur Karan saat ini adalah 25 Tahun berbeda dengan Alvaro yang sudah berumur 27 tahun dan David yang berumur 26.
Queena dan Alvaro memiliki selisih umur 6 Tahun sedangkan David dan Sesillia memiliki selisih umur 7 tahun.
...*****...
...Flashback...
...Dua hari setelah Queena berada di prancis......
"Huuuffff... Sepertinya aku harus membeli beberapa kebutuhan untuk diriku" Kata Queena dengan menghela nafasnya dan membuangnya dengan kasar.
"Baiklah, tidak masalah. Lagi pula aku belum berkeliling di sekitar sini" Ujar Queena lalu bergegas untuk pergi membeli beberapa kebutuhannya dan tidak lupa ia memakai masker agar tidak ada yang bisa mengenalinya.
Queena sangat yakin bahwa suaminya itu pasti tengah mencarinya dengan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan dirinya begitu juga dengan keluarganya. Makanya oleh sebab itu dirinya harus memakai masker agar menutupi wajahnya.
...Skippppp......
"Est-il vrai que vous êtes Miss Queena?" Tanya Supir Taksi yang telah dipesan oleh Queena.
...(Apa benar anda nona Queena?)...
"correct" Jawab Queena singkat lalu langsung saja masuk kedalam Mobil.
...(Benar)...
"Puis-je savoir où voulez-vous aller, mademoiselle?" Tanya Supir Taksi tersebut kepada Queena.
...(Bolehkan saya tau anda ingin pergi kemana nona?)...
"Pouvez-vous m'emmener au centre commercial?" Tanya balik Queena yang diangguki oleh Supir Taksi Tersebut.
...(Bisakah anda mengantar saya ke mall?)...
...(Tentu saja nona)...
Setelah Itupun akhirnya hening kembali, tapi ketika Queena tidak sengaja melihat sebuah panti asuhan tiba-tiba saja Queena menyuruh supir taksi tersebut untuk memberhentikan laju mobilnya.
"Pouvez-vous me déposer ici une seconde?" Tanya Queena dengan memberhentikan laju Mobil Taksi-nya.
...(Bisakah anda menurunkan saya sebentar disini?)...
"Bien sur Mademoiselle" Jawab Supir Taksi tersebut.
...(Tentu saja Nona)...
Setelah mobilnya berhenti, Queena langsung saja buru-buru keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi didalam sana. Karena ia melihat seperti ada seseorang yang sedang bertengkar.
...Panti Asuhan...
"Va! Je ne veux plus te revoir dans mon orphelinat!" Teriak Seseorang kepada salah satu Gadis Cantik yang tengah terduduk dibawah dengan menangis.
...(Pergilah! aku tidak ingin melihatmu di rumah pantiku lagi!)...
"Mère, pourquoi me déranges-tu ? hikssss..." Tanya Gadis cantik tersebut yang tengah menangis, dengan menatap seseorang yang tengah marah kepadanya yang diduga adalah ibu panti dari panti asuhan tersebut.
...(Ibu, mengapa kau mengusirku? hikssss...)...
"Parce que tu me déranges toujours!! de vous petit jusqu'à ce que vous grandissiez comme ça!!." Jawab Ibu Panti tersebut dengan Marah.
...(Karena kau selalu menyusahkan-ku! dari kau kecil hingga kau tumbuh besar seperti ini!)...
"Ne t'ai-je jamais dérangé Mère ? hikssss... hikssss... je ne t'ai jamais rien demandé?" Tanya gadis cantik tersebut dengan terisak, gadis cantik tersebut adalah Lauren Adilla Putri Kusuma.
...(Bukankah aku tidak pernah menyusahkan dirimu ibu? hiksss... hiksss... bukankah selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu?)...
"Tu ne m'as vraiment jamais rien demandé! parce que vous pouvez le faire vous-même, n'est-ce pas? tout ce que je veux, mais... ta présence est un problème pour mon orphelinat et moi!" Balas Ibu Panti tersebut dengan menatap wajah Lauren dengan tatapan marah.
...(Kau memang tidak pernah meminta apapun dariku! karena kau bisa mengabulkannya sendiri bukan? apapun yang kau inginkan, tapi... kehadiranmu adalah sebuah masalah bagi panti miliku dan diriku!)...
"Maman je t'en prie! s'il te plaît, ne me jette pas dehors... hikssss... hikssss... où devrais-je vivre si ce n'est dans un orphelinat?." Ujar Lauren dengan memegangi kaki Ibu Panti tersebut untuk meminta izin agar ia tidak di usir dari rumah panti.
...(Ibu aku mohon padamu! tolong jangan mengusirku... hikssss... hikssss... dimana aku harus tinggal jika bukan di rumah panti?)...
"Va! Je ne veux pas te revoir" Bentak ibu panti tersebut kepada Lauren hingga mendorong Lauren agar jauh darinya.
...(Pergilah! aku tidak ingin melihatmu kembali)...
"Mère! Je t'en supplie!! s'il vous plaît ne me poursuivez pas hikssss... hikssss..." Teriak Lauren dengan mengejar Ibu Panti yang sudah masuk kedalam Rumah panti dan menguncinya.
...(Ibu! Ku mohon padamu!! tolong jangan mengusriku hikssss... hikssss...)...
"Hé, viens avec moi!" Celetuk seseorang siapa lagi jika bukan Queena yang sedari tadi sudah melihat pertengkaran antara Lauren dan ibu panti tersebut.
...(Hei, ikutlah denganku!)...
"Hikssss... Qui êtes vous?" Tanya Lauren dengan menatap wajah Queena dengan wajah yang penuh dengan air mata.
...(Hikssss... Kamu siapa?)...
"Je m'appelle Queena, vous pouvez m'appeler Anna! Viens avec moi et reste avec moi... Veux-tu?" Jawab Queena dengan membuka Maskernya untuk memperlihatkan Wajahnya agar Lauren tidak merasa bahwa dirinya ingin berniat jahat terhadapnya.
...(Namaku Queena, kau bisa memanggilku Anna! Ikutlah bersamaku dan tinggallah bersamaku... apa kau mau?)...
"Grand frère" Panggil Lauren, lalu tiba-tiba saja berlari memeluk tubuh Queena hingga membuat Queena terkejut setengah mati dibuatnya.
...(Kakak)...
"Viens avec moi tu veux?" Tanya kembali Queena kepada Lauren yang kini tengah memeluknya.
...(Ikutlah denganku apa kau mau?)...
"Bien sûr, hikssss... merci." Balas Lauren dengan Tersenyum bahagia karena ada orang yang mau memberikannya tempat tinggal baru. Walaupun dirinya belum mengenal Queena.
...(Tentu saja, hikssss... terima kasih)...
"Hmmmm, viens avec moi" Ajak Queena dengan menggandeng lengan Lauren yang kini tengah menatap rumah panti tersebut dengan berkaca-kaca.
...(Hmmmm, mari ikut denganku)...
"D'accord, mon frère" Ucap Lauren dengan membalas Ajakan dari Queena.
...(Baiklah, kakak)...