My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Ending dari segalanya



...Grepppp...


"Hikssss... Cucuku hikssss..." Tangis Kiana dengan berhamburan memeluk tubuh Queena.


"Grendma" Lirih Queena dengan sekuat tenaga untuk tidak menangis.


"Dari mana saja kau nakk hikssss... Tidakkah kau tau bahwa kami sangat mengkhawatirkanmu hikssss... Jangan pernah pergi jauh dari kami lagi..." Isak Kiana dengan mengeratkan pelukannya.


"Grendma, jangan menangis... Maafkan aku. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi" Ucap Queena dengan lirih.


"Mengapa kau sangat nakal... Hikssss... Kau pergi tanpa berpamitan dengan kami hikssss... Bahkan kau tidak pernah memberikan kabar kepada kami hikssss... hikssss..." Kata Kiana dengan terus memeluk tubuh Queena.


"Maafkan aku... Aku tau grendma! Aku sudah salah" Kata Queena pelan.


"Cucuku" Panggil Zian dengan ikut berhamburan memeluk Queena.


"Grendpa" Panggil Queena lirih.


"Jangan pernah tinggalkan suamimu dan keluargamu kembali. Tau kah kau seberapa khawatirnya kami terhadapmu pada saat itu" Ujar Zian.


"Aku tau, dan aku tidak akan mengulanginya kembali" Balas Queena dengan tersenyum sendu.


"Jangan pernah pergi-pergi lagi seperti anak kecil, hikssss... hikssss..." Ingat Kiana dengan melepaskan pelukannya begitu juga dengan Zian.


"Hmmmm" Dehem Queena dengan mengangguk kecil.


...Grepppp...


"Uncle, Aunty" Panggil Queena kepada Zayyann dan Alea yang tiba-tiba saja memeluknya tanpa sepengetahuan nya hingga membuatnya terkejut setengah mati.


"Jangan pergi kembali..." Kata Zayyann dan Alea secara bersamaan.


"Tidak akan lagi" Balas Queena dengan tersenyum sendu.


"Kau berjanji? Jika kau berjanji bisa kah kau menepatinya dan tidak mengingkarinya lagi" Ujar Zayyann dengan melepaskan pelukannya bersamaan dengan Alea sang istri.


"Hmmmm" Dehem Queena kembali dengan mengangguk pelan.


"Mommy" Panggil Queena lirih.


...Grepppp...


"Hikssss... Maafkan mommy hikssss... Kau pasti pergi karena mommy bukan? Hikssss..." Tangis Maura dengan memeluk tubuh Queena sangat-sangat erat dari yang lainnya.


"Mommy, aku pergi bukan karenamu... Tapi itu karena kemauanku sendiri" Balas Queena dengan Melepaskan pelukannya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak itu pasti karena mommy hikssss... hikssss..." Isak Maura dengan Menggelangkan kepalanya.


"Shutttt... Sudah, jangan menangis... Lihatlah... Cucu-cucumu sedang melihatmu" Bisik Queena pelan dengan tersenyum kecil.


"Hiksss... Ini karenamu" Jawab Maura dengan tertawa kecil lalu mulai menghapus air matanya.


"Hmmmm.... Aunty dimana Aldo?" Tanya Queena dnegan melihat kearah sekitarnya.


"Aku disini aunty" Sahut Aldo dengan lirih menatap wajah Queena dengan berkaca-kaca.


"Aldo" Panggil Queena dengan merentangkan kedua tangannya, untuk meminta Aldo agar memeluknya.


"Aku marah kepadamu aunty" Ujar Aldo dengan berpura-pura marah terhadap Queena sambil menatap wajah Queena dengan tatapan berkaca-kaca. Tapi perkataan'nya tak sesuai dengan tindakannya.


...Grepppp...


"Hikssss... Auntyyyy hikssss... hikssss..." Tangis Aldo keras karena dirinya benar-benar merindukan sosok dari Queena.


"Aku marah padamu hikssss..."


Selama Queena tidak bersamanya, Aldo menjadi banyak diam dan tidak pernah jahil kembali kepada siapapun. Bahkan ketika Aldo mengetahui bahwa Queena pergi saat itu... Iapun menangis dengan kerasnya dan meminta kepada Alea untuk menemaninya pergi mencari Queena. Hingga kini... usianya sepuluh tahun ia baru bisa kembali memeluk tubuh Queena dan menangis kembali didalam dekapan Queena. Sama seperti ketika ia berusia lima tahun.... Ketika dirinya tengah ingin menangis dan mengeluh maka ia akan mencari Queena untuk meminjam pelukannya... Tapi ketika Queena pergi.... Iapun hanya bisa menangis didalam kamarnya saja sampai Alea sang mommy datang dan menidurkannya... Untuk tidak menangis.


Dan kali ini, akhirnya Aldo bisa kembali memeluk tubuh Queena dengan erat... Air matanya yang tidak pernah keluar lagi kini mulai keluar kembali dengan derasnya! Hingga membuat baju Queena basah dibuatnya... Tapi Queena tidak mempermasalahkan hal tersebut. Kali ini Aldo benar-benar ingin menangis sejadi-jadinya untuk mengeluarkan kesediannya selama ini... Ia tidak peduli dengan semuanya terutama sang mommy dan sang daddy yaitu Zayyann dan Alea. Bahkan ia juga tidak peduli dengan keponakan-keponakan kecilnya saat ini... Karena yang terpenting sekarang adalah dirinya yang hanya ingin menangis didalam pelukan Queena.


"Al... Jangan menangis hikssss... Jika kau menangis maka aunty akan menangis juga" Lirih Queena pelan dengan kini mulai ikut menangis karena melihat keponakannya yaitu Aldo tengah menangis dengan sejadi-jadinya di dalam pelukannya itu.


"Biarkan aku menangis..."


"Hikssss... hikssss... Sudah cukup aku menahannya selama ini hikssss... Kali ini. Biarkan aku mengeluarkannya hikssss..." Isak Aldo dengan mengeratkan pelukannya.


"Kalau begitu... menangislahh hikssss... Aunty tidak akan mengehentikanmu! hikssss..." Tangis Queena.


"Hikssss... hikssss... Aku merindukanmu!Sangat-sangat merindukanmu hikssss... Jangan pernah pergi lagi... hikssss... Karena jika kau pergi. Dimana tempat untuk aku ingin bercerita dan menangis selain dirimu" Lirih Aldo dengan terisak.


"Kau Laki-laki Al... Sudah sepantasnya kau memang tidak menangis" Balas Queena dengan menghapus air mata Aldo.


"Apakah Laki-laki tidak boleh menangis sama seperti wanita? Hikssss... Apakah ketika hatiku sedang merasa tidak baik aku tidak boleh menangis? Hikssss... Karena aku laki-laki?" Tanya Aldo yang kini mulai terlihat seperti dulu.


"Hahahaha... Aldoku kembali, tentu saja boleh" Tawa Queena dengan bahagia.


"Kakak" Lirih Sesillia dengan berhamburan memeluk tubuh Queena juga.


"Menyingkirlahh" Kata Aldo dengan ketus yang kini mulai menghapus air matanya dibantu dengan Queena.


"Biarkan aku memeluk kakakku sebentar" Kata Sesillia pelan.


"Sudah-sudah jangan bertengkar. Kalian ini sudah dewasa... Apakah kalian akan terus bertengkar seperti dulu? Hmmmm" Relai Queena dengan bertanya.


"Bila Aldo tidak memulainya, maka aku tidak akan membalasnya" Jawab Sesillia dengan melepaskan pelukannya lalu mulai menatap sinis kearah Aldo.


"Kondisikan bola matamu... Bila tidak ingin aku keluarkan" Sinis Aldo dengan membalas tatapan tajam dari Sesillia.


"Al..." Panggil Queena dengan menggelengkan kepalanya.


"Maafkan aku" Kata Aldo.


"Putra kita kembali" Lirih Alea dengan bersandar di bahu Zayyann.


"Hmmmm, akhirnya ia mau kembali berbicara seperti dulu" Balas Zayyann pelan.


"Alzie, Aria apa kalian sudah mengenal mereka semua?" Tanya Queena dengan menatap wajah sang Putri.


"Sudah mommy" Jawab keduanya dengan mengangguk kecil.


"Dannn..."


"Pufftt"


Alvaro ingin tertawa ketika melihat dan mendengar jawaban dari putra pertamanya itu, tapi ia tahan.


"Bria, juga belum mommy" Balas Brianna juga.


"Maka berkenalanlahh" Celetuk Alvaro dengan menatap wajah sang putra dan sang putri.


"Hahahah... Kau tidak perlu bangun dari tempat tidurmu baby. Kau cukup duduk dan tanyakan saja" Tutur David dengan tertawa kecil karena melihat Brianna yang berusaha untuk melepaskan jarum infusnya dan berniat untuk turun dari ranjangnya.


"Mommy" Panggil Brianna dengan pelan.


"Hahahaha... Biar mommy bantu. Mereka itu keluarga mommy dan daddy... Ini adalah mommy nya daddy namanya Maura, Bria dan Alzo kalian harus memanggilnya omah. Dan disebelahnya ada kakek dan nenek mommy, namanya Kiana dan Zian... Kalian harus memanggilnya grendpa dan grendma sama seperti mommy memanggil mereka" Jelas Queena kepada putra dan putrinya.


"Lalu yang disana, mereka berdua adalah aunty dan uncle mommy... Namanya Zayyann dan Alea kalian juga harus memanggilnya dengan sebutan yang mommy katakan tadi! Lalu... Dia adalah adik mommy juga sama seperti aunty Lauren... Namanya Sesillia!istri dari uncle David kalian mengerti harus harus memanggilnya apa bukan? Dan disebelah mommy saat ini adalah paman kecil kalian namanya Aldo, Panggilan Ia paman kecil. Mengerti sayang" Terang Queena kembali.


"Mengerti" Jawab keduanya dengan kompak.


"Baguslah! Kalau kalian sudah mengerti" Kata Queena dengan bahagia.


"Lauren? Siapa dia nakk?" Tanya Kiana kepada Queena.


"Dia adik angkatku grendma. Yang selalu bersamaku dalam lima tahun ini dan menemaniku serta menjagaku ketika aku berada di negara orang... Namanya Lauren Adilla Putri Kusuma. Nama itu aku yang memberikannya" Jawab Queena.


"Bolehkan kami bertemu dengannya?" Tanya Alea yang penasaran akan Lauren.


"Tentu saja, tapi saat ini... Ia sedang bekerja dan ia juga harus mengurus beberapa dokumen perpindahannya jesini" Balas Queena.


"Bekerja? Apa pekerjaaan... Bila ia ingin ia bisa bekerja di perusahaan Kusuma saja" Tanya Zayyann.


"Tidak yncle, Ia tidak mengerti tentang perusahaan sama sekali. Saat itu aku juga sudah menawarkannya tapi ia tidak mau... Karena ia lebih memilih ingin menjadi seorang dokter" Jelas Queena yang diangguki oleh Semuanya.


"Dokter umum?" Tanya Alea.


"Bukan... Dokter ahli bedah" Kata Queena.


"Owhh..."


"Alzo" Panggil Zian kepada Alkenzo, dan Alkenzo yang merasa namanya dipanggil langsung saja mencari asal suara lalu kemudian menatap wajah Zian.


"Ada apa grendpa?" Tanya Alkenzo dengan menatap wajah Zian dengan tatapan sedikit datar.


"Grendpa ingin memelukmu, apa boleh?" Tanya Zian kembali.


Alkenzo yang mendapatkan pertanyaan dari Zian pun seketika menjadi diam, dan tak lama kemudian iapun mengangguk kecil sambil tersenyum kecil.


...Grepppp...


"Ohh, Cicitku... Kau sangat imut" Puji Zian dengan perlahan melepaskan pelukannya lalu mengacak pelan rambut milik Alkenzo.


"Terimakasih grendpa" Balas Alkenzo.


"Biarkan grendma memelukmu jugaa" Ujar Kiana dengan memeluk tubuh Alkenzo juga.


"Biarkan aku juga memeluknya" Sahut Maura dengan mengambil alih tubuh Alkenzo.


"Mommy, apakah kakak Alzo tidak akan marah? Bila semua orang ingin memeluknya secara bergantian?" Bisik Alkenzie kepada Queena.


"Hanya untuk hari ini... Aku tidak mempermasalahkannya" Celetuk Alkenzo karen mendengar bisikan Alkenzie kepada sang Mommy.


...Author: Sudah author katakan:) bahwa Alkenzo menuruni setiap sifat dari Alvaro dan tidak ada yang tidak dituruni oleh Alvaro kepada Alkenzo....


"Kalau begitu, uncle juga akan memelukmu" Ucap Zayyann yang ikut mengambil alih tubuh Alkenzo secara bergantian.


"Berikan padaku! Aku juga ingin memeluk keponakanku ini" Kata Alea dengan mengambil alih Alkenzo dari pelukan Zayyann suaminya itu.


"Mommy, berikan keponakan kecilku padaku... aku ingin memeluknya juga" Ujar Aldo dengan mengambil alih Alkenzo dari sang Mommy lalu memeluknya dengan erat.


"Ckk! Berikan padaku... aku ingin memeluk keponakanku juga" Kata Sesillia dengan merebut Alkenzo dari Aldo.


Alkenzo-pun hanya bisa pasrah yang kini dirinya tengah di perebutkan oleh seluruh keluarganya yang lain... Begitu juga dengan Brianna yang secara bergantian diperebutkan oleh semua orang. sedangkan Alvaro dan Queena yang melihat drama tersebut hanya bisa tersenyum manis melihatnya.


Kebahagiaan yang lama sudah tidak dilihatnya kini akhirnya kembali ia lihat, dimana ia bisa melihat kembali senyuman dan tawa semua orang yang ia sayang... Ada sedikit rasa menyesal karena Queena pernah menuruti permintaan dari wanita yang sudah gila. Dimana dirinya harus pergi untuk selama-lamanya tapi... pada akhirnya dirinya kembali dengan membawa keempat anaknya.


Dan setelah sekian lama... akhirnya.... Alvaro bisa kembali bersama dengan wanita yang amat sangat ia cintai... Dimana wanita tersebut adalah wanita yang sudah melahirkan keempat buah hati kecilnya itu kedunia! Semua rintangan dalam hubungannya dengan Queena kini sudah terselesaikan semuanya... Rintangan apapun itu ia sudah rasakan dan ia lewati dengan penuh kesabaran dan waktu... hingga akhirnya kini... iapun bisa merasakan sebuah kedamaian dan keharmonisan rumah tangga.


Anak yang selama ini ia nanti-nanti kini sudah lahir ke-dunia, walau tanpanya tapi ia sangat bahagia karena bisa melihat putra-putrinya saat ini. Walau berkali-kali Janji yang sudah dibuat oleh Queena diingkari... tapi Alvaro masih mau menerima Queena disisinya denhan kembali memberikan sebuah janji kepada Queena kepada dirinya.


Tidak tau apakah Queena akan mengingkari janjinya kembali atau tidak... tapi... Queena sudah bersumpah dihadapan suaminya dan putrinya saat itu dengan disaksikan oleh tuhan! bahwa ia kembali berjanji untuk tidak akan pernah mengulangi kesalahannya. Bahkan kesalahan dengan cara pergi menjauh dari suaminya dan keluarganya....


Dan kini pada akhirnya... Queena dan Alvaro kembali membuat janji suci dihadapan tuhan dan semua orang... Sebuah janji suci dan sumpah kini mereka lontarkan dihadapan seluruh dunia... Dengan rasa kedamaian dan keharmonisan, semua orang kembali menyaksikan pernikahan antara Alvaro dan Queena kembali setelah kedua kalinya... Dimana pernikahan saat ini, putra-putrinya ikut serta dalam acara tersebut.


...*****...


"Queena Angelina Dirgantara, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus." Ucap Alvaro dengan lantangnya kembali mengucapkan janji suci.


"Alvaro Kenan Dirgantara, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus." Balas Queena tak kalah lantangnya dari sang suami.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal dan tanpa akhir. atas dasar itu cincin ini kembali menyatukan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih kristus dalam kehidupan rumah tangga; Dan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir" Ucap pendeta yang sama.


"Queena Angelina Dirgantara, cincin ini aku berikan kembali kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaanku untukmu" Kata Alvaro lalu mulai kembali memasangkan sebuah cincin di jari manis Queena untuk kesekian kalinya dan itupun dilanjutkan kembali oleh Queena tentunya untuk kesekian kalinya.


"Alvaro Kenan Dirgantara, cincin ini aku berikan kembali kepadamu sebagai lambang Cinta dan kasih Kesetiaanku untukmu" Balas Queena kembali dengan memasangkan Cincin Pernikahan kepada Alvaro untuk kesekian kalinya juga.


Suara tepuk tangan yang pernah ia dengar dihari pernikahannya saat itu... kini kembali ia rasakan. Dengan penuh kebahagiaan tidak seperti saat itu,


keempat anak-anaknya bahkan ikut serta dalam merayakan pernikahannya tersebut dengan senyuman manis yang melekat dibibir mungil mereka masing-masing.


"Aku mencintaimu, terimakasih sudah mau menungguku kembali" Bisik Queena dengan tersenyum bahagia.


"Terimakasih kembali, karena kau sudah mau bertahan denganku dan mau melahirkan keempat buah hati kecilku" Balas Alvaro dengan mencium kembali Queena.


"Ini adalah awal yang sebenarnya" Ucap Alvaro.


"Dan ini adalah akhir dari segalanya" Balas Queena dengan menempelkan keningnya ke kening Alvaro lalu mereka berdua-pun tersenyum bahagia.


...~TAMAT~...


...Terimakasih buat yang selalu support Author 🤗 Author Sayang kalian♡♡...