My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Pesan dari Queena



...Didalam Mobil...


"Siapa yang mengirim pesan padaku sebanyak ini?" Tanya Alvaro dengan mengerutkan keningnya.


Unknown📩:


Bagaimana kabarmu?


Unknown📩:


Lihatlah


Unknown📩:


Aku pasti tidak akan melupakan nama yang sudah kau buat untuk mereka


Unknown📩:


Sesuai dengan keinginanmu


Isi pesan tersebut yang didapatkan oleh Alvaro, entah siapa pengirimnya tapi yang jelas ia sangat yakin bahwa itu adalah istrinya.


"Anna!" Lirih pelan Alvaro yang kini tengah melihat sebuah Foto-foto yang dikirimkan oleh seseorang.


Foto-foto tersebut berisi hasil USG, Jenis kelamin, dan foto seseorang yang tengah membelakangi kamera, bahkan ada satu foto yang menunjukkan wajah sang pengrimnya dengan wajah tersenyum. Dan orang tersebut adalah Queena.


Unknown📩:


Karena beberapa hari lagi kau akan bertambah usia, maka aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu sebagai tanda hadiah dariku


Unknown📩:


Selamat tinggal♡


Isi pesan yang lainnya, tapi ketika membaca pesan terakhir... Alvaro mulai meneteskan air matanya. Karena ucapan makna dari Kata 'Selamat tinggal' adalah perpisahan, untuk pertemuan yang terakhir kalinya! Maka dari itu Alavro menangis ketika melihat sebuah pesan terakhir yang dikirimkan oleh Queena.


Apakah Queena benar-benar tidak akan kembali bersama dengan dirinya? Hingga... membuatnya harus mengirimkan sebuah pesan singkat tapi sangat bermakna tersebut?.


...Isi rekaman vidio yang dikirim oleh Queena kepada Alvaro....


"Bagaimana kabarmu suamiku? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Queena dengan tersenyum manis yang kini tengah duduk didepan sebuah piano.


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa ikut serta dalam merayakan ulang tahunmu nanti! Aku juga tidak bisa memberikan sebuah hadiah untukmu kali ini, tapi... Aku akan memberikan sebuah lagu saja sebagai hadiahku kepadamu! Aku harap... Kau menyukainya" Ucap Queena dengan tersenyum, lalu perlahan mulai memainkan piano-nya dengan jari-jari lentiknya itu.


Sudah menjadi kebiasaan Queena ketika sedang bermain piano adalah menutup kedua matanya, jangan heran dengan sikap Queena saat ini. Karena itu sudah ada ketika dirinya kecil.


...🥀Secret Love Song🥀...


...-When you hold me in the street...


...(Ketika kau memeluk-ku di jalanan)...


...-And you kiss me on the dance floor...


...(Dan kamu menciumku di lantai dansa)...


...-Wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't it be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tidak bisa seperti Itu? Karena aku milikmu)...


...-We keep behind closed doors...


...(Kita bersembunyi dibalik pintu yang tertutup)...


...-Every time I see you, I die a little more...


...(Setiap aku melihatmu, aku serasa mati)...


...-Stolen moments that we steal as the curtain falls...


...(Saat-saat yang kita curi ketika tirai di turunkan)...


...-It'll never be enough...


...(Tidak takkan pernah cukup)...


...-It's obvious you're meant for me...


...(Jelas sekali kau memang milikku)...


...-Every piece of you, it just fits perfectly...


...(Setiap bagian dirimu benar-benar sempurna)...


...-Every second, every thought, I'm in so deep...


...(Setiap detik, setiap pikiran, aku tenggelam begitu dalam)...


...-But I'll never show it on my face...


...(Tapi takkan pernah ku tunjukan didepan wajahku)...


...-Ohh, But we know this...


...(Ohh, kita tahu Itu)...


...-We got a love that is homeless...


...(Cinta diantara kita tidak memiliki tempat)...


...-Why can't you hold me in the street?...


...(Kenapa kau tidak bisa memelukku di jalanan?)...


...-Why can't I kiss you on the dance floor?...


...-I wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't we be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tak bisa seperti itu? Karena aku milikmu)...


...-When you're with him, do you call his name...


...(Saat kau bersamanya, apakah kau memanggil namanya)...


...-Like you do when you're with me? Does it feel the same?...


...(Seperti kau memanggil namaku saat kau bersamaku? Apakah rasanya sama?)...


...-Would you leave if I was ready to settle down?...


...(Akankah kau pergi jika aku siap hidup bersamamu?)...


...-Or would you play it safe and stay?...


...(Atau akankah kau bermain aman dan tetap disana?...


...-Boy, you know this...


...(Sayang, kamu tau Ini)...


...-We got a love that is homeless...


...(Cinta diantara kita tidak memiliki tempat)...


...-Why can't you hold me in the street?...


...(Kenapa kau tidak bisa memelukku di jalanan?)...


...-Why can't I kiss you on the dance floor?...


...-I wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't we be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tak bisa seperti itu? Karena aku milikmu)...


...-I don't wanna live love this away...


...(Aku tidak ingin cinta yang seperti Itu)...


...-I don't wanna hide us away...


...(Aku tidak ingin bersembunyi)...


...-I Wonder if it ever Will change...


...(Aku penasaran apakah ini akan berubah)...


...-I'm living for that day, someday...


...(Aku hidup untuk hari ini, suatu hari nanti)...


...-When you hold me in the street...


...(Ketika kau memeluk-ku di jalanan)...


...-And you kiss me on the dance floor...


...(Dan kamu menciumku di lantai dansa)...


...-I wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't we be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tak bisa seperti itu? Karena aku milikmu)...


...-Oowhhh...


...(Oowhhh)...


...-Why can't you hold me in the street?...


^^^(Kenapa kau tidak bisa memelukku di jalanan?)^^^


...-Why can't I kiss you on the dance floor?...


...-I wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't we be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tak bisa seperti itu? Karena aku milikmu)...


...-Why can't I say that I'm in love?...


...(Mengapa aku tidak bisa bilang bahwa aku jatuh cinta?)...


...-I wanna shout it from the rooftops...


...(Ingin kuteriakkan itu dari atas atap)...


...-I wish that it could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Why can't we be like that? Cause I'm yours...


...(Kenapa kita tak bisa seperti itu? Karena aku milikmu)...


...-Why can't we be like that?...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...-Wish we could be like that...


...(Andai kita bisa seperti itu)...


...*****...


"Kau membuatku menangis" Lirih Alvaro dengan menghapus air matanya.


"Apakah kau benar-benar tidak akan pernah kembali bersamaku lagi sayang? Hikssss... Bagaimana bisa kau seperti ini kepadaku" Tanya Alvaro dengan lirih.


"Maafkan aku atas apa yang pernah aku lakukan padamu dulu... Mungkinkah ini balasan yang diberikan tuhan untukku? Karena telah menyakitimu saat itu... Hehhh, sepertinya memang seperti itu" Ucap Alvaro dengan tersenyum kecut.


...Mansion Alqueen...



"Nakk" Panggil Maura kepada Alvaro yang baru saja pulang setelah beberapa jam lalu. Padahal jelas-jelas bahwa Alvaro putranya itulah lebih dulu pulang tapi nyatanya dirinyalah yang lebih dulu sampai di mansion.


Ohh, Yaa... Untuk Maura saat ini ia tidak kembali ke mansion dirgantara karena dirinya ingin menemani putranya terlebih dahulu sampai pada waktunya Queena pulang. Karena ia sangat yakin bahwa suatu hari nanti Queena putrinya akan kembali pulang ke mansion ini.


"Nakk! Mengapa wajahmu memerah? Apa... Apa kau habis menangis" Tanya Maura dengan khawatir terhadap kondisi putranya saat ini.


Saking khawatirnya dengan kondisi putranya, Maura-pun mendekati putranya dan mengelus wajah putranya itu yang kini tengah diam sambil menatap kosong sekitarnya! Karena saking khawatirnya Maura sampai melupakan kejadian tadi dimana dirinya telah dibuat takut oleh putranya Alvaro sendiri.


"Nakk" Panggil Maura kembali dengan lirih.


...Grepppp...


"Katakan pada mommy, ada apa denganmu?" Tanya Maura dengan memeluk erat tubuh putranya itu.


"Apakah dia tidak akan pernah kembali lagi? Apakah dia benar-benar akan pergi dariku untuk selamanya?" Tanya Alvaro dengan lirih tapi pandangannya masih tetap kosong.


"Apaa? Siapa... Apa yang kau katakan nakk?" Tanya Maura balik dengan menatap wajah putranya itu.


"Apaaaa... Apa maksudmu Queena nakk?" Tanya Maura kembali dengan sekuat tenaga menahan tangisnya.


Siapa yang tidak tahan untuk menangis, ketika melihat anak semata wayangnya menjadi seperti itu. Seorang ibu mana yang tidak menangis ketika melihat dunia kecilnya hancur seperti saat ini? Seorang ibu mana yang tega melihat putranya patah semangat seperti itu? Dengan berusaha sekuat tenaga untuk menahan isak tangisnya itu tidak mudah.


'Dosa apa yang telah aku perbuat dulu? Hingga putraku harus menanggung beban seberat ini? Anna... Dimana kau nakk! Pulanglah dan lihat kondisi suamimu ini. Mommy mohon nakk, pulanglah... Mommy tidak kuat melihat putra mommy seperti ini' Batin Maura.


"Mommy dia tidak akan kembali" Lirih Alvaro dengan membalas pelukan dari Maura. Lalu... Tak lama kemudian terdengarlah suara isak-kan kecil yang keluar dari mulut Alvaro.


"Hikssss... Dia tidak akan kembali mommy hikssss... Apa yang harus aku lakukan? Hikssss..." Isak Alvaro dengan mengeratkan pelukannya kembali, bahkan Maura bisa merasakan bahwa tubuh putranya kini tengah gemetar dengan begitu hebat.


"Jangan menangis nakk hikssss... Jangan menangis! Mommy tidak bisa melihatmu terus begini hikssss..." Pinta Maura dengan menangis, karena dirinya sudah tidak kuat lagi bila harus terus menahan isakkannya.


"Dia tidak akan kembali mommy hikssss... hikssss... Apa yang harus aku lakukan mommy? Aku menginginkannya" Tangis Alvaro.


"Mommy juga tidak tau nakk, apa yang harus mommy lakukan. Jika saja ada cara agar Queena mau pulang... Pasti nommy akan melakukannya apapun itu. Selagi kau tidak seperti ini hikssss..." Kata Maura dengan sekuat tenaga menghapus air mata putranya untuk kedua kalinya.


Untuk kedua kalinya Maura menghapus air mata Alvaro, pertama ketika suaminya yaitu Alvan Kenan Dirgantara telah dikabarkan meninggal Alvaro-pun menangis, dan dirinya yang berhasil memberhentikan Alvaro kecil ketika menangis. Dan dirinya juga yang berhasil menghapus air mata putranya itu untuk pertama kalinya, lalu... Sekarang putranya kembali menangis untuk kedua kalinya sama seperti dulu.


"Hikssss... Aku menginginkannya mommy hikssss... Bisakah kau mengatakan padanya untuk kembali denganku?" Tanya Alvaro yang terus saja mengeluarkan air matanya.


Alvaro sudah tidak bisa menahan dirinya kembali untuk tidak menangis, ia sudah tidak kuat dan tidak mampu menahan kembali isakan tangisnya yang selama ini ia pendam.


Untuk kedua kalinya setelah sekian lama ia kembali mengeluarkan air matanya di hadapan sang mommy. Ia sudah terlanjur lelah untuk semuanya, jika saat ini ada Queena. Mungkin ia hanya akan menangis di hadapan Queena dan bukan sang mommy, tapi sayangnya Queena pergi darinya. Entah kapan ia akan kembali.