My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Sebuah kenyataan



"Mengapa kau mengizinkan Queena untuk memelihara seekor macan, Al? Kenapa kau tidak melarangnya? Kau tau bukan aku sangat takut dengan seekor macan" Tanya Amanda dengan melontarkan pertanyaan secara bertubi-tubi terhadap Alvaro.


"Jika kau takut dengan seekor macan lebih baik kau pulanglah ke apartemen'mu, dan tidak usah pindah tinggal disini" Ketus Alvaro lalu pergi begitu saja meninggalkan Amanda, dengan membawa laptopnya sama halnya seperti Queena tadi.


"Al, kau ingin kemana?" Tanya kembali Amanda dengan sedikit berteriak.


"Kamar" Jawab Alvaro singkat.


"Al!"


"Lalu... bagaimana denganku?" Kata Amanda yang langsung berlari mendekat kearah Alvaro sambil menyeret kopernya itu.


"Pilih saja kamar yang kau inginkan, sesuai dengan selera'mu" Ujar Alvaro kepada Queena.


"Al" Panggil Amanda.


"Alvaro!" Panggil kembali Amanda kepada Alvaro tapi hasilnya tetap seperti tadi, yaitu tidak ada jawaban dari Alvaro sama sekali.


"Ishh... ini semua gara-gara Queenaaa!" Gumam Amanda dengan kesal lalu pergi mencari kamar untuk dirinya sendiri.


...Kamar Alqueen...



"Hahahaha... aku yakin pasti Amanda sangat ketakutan saat didekati oleh'mu, bukankah begitu Anvaa?" Tawa Queena dengan senang'nya sambil mengelus-elus bulu lembut milik Anvaa.


"Ohh... Anvaa... kau sangatlat hebat, karena kau sudah membantuku maka besok aku akan membelikan-mu daging yang sangat banyak, apa kau suka?" Tanya Queena dengan berjongkok menyeimbangi dirinya dengan Anvaa, lalu Queena'pun kini mulai memeluk tubuh Anvaa karena saking gemasnya dengan Anvaa.


...Goarrrrr...


"Aaaaa! Kau memang yang paling Imut Anvaaaa" Gemas Queena yang geregetan kepada Anvaa.


"Ekhemmm" Dehem Seseorang.


"A--l... Al... See-seja-k kapan kau berdiri di pintu?." Tanya Queena dengan gelagapan karena ia tidak tau bahwa Alvaro mendengar percakapan'nya tadi dengan Anvaa atau tidaknya.


...Glekkkk...


'Mampus saja kau Queenaaa, tamatlah riwayatmu. Kau ceroboh! kau pasti akan terkena hukuman dari si monster gila ini sekarang, akuu sangat yakin jika Alvaro tadi mendengar percakapan'ku dengan Anvaa soal mengerjai Amanda tadi' Batin Queena dengan bersusah payah menelan salivah'nya karena terkejut melihat Alvaro yang berdiri didepan pintu kamarnya, sambil memegang laptop di lengannya dan sambil menatap dirinya dengan tatapan datar.


"Jadi... Kau yang menyuruh Anvaa untuk mengerjai Amanda tadi? Hmmmm?" Tanya Alvaro dengan perlahan berjalan menuju tempat dimana Queena berdiri.


"Tii--dak... Akk-u.. aku tidak pernah menyuruh Anvaa untuk mengerjai Amandaaa, bukan begitu Anvaa?" Elak Queena dengan mengedipkan salah satu matanya pada Anvaa, ibarat sebuah kode dari Queena untuk Anvaa. Anvaa'pun yang melihat Queena mengedipkan matanya hanya bisa diam sambil menatap saja karena ia tidak tau apa arti kedipan sebelah mata dari Queena.


"Anvaa kenapa kau diam" Bisik Queena kepada Anvaa yang hanya terlihat diam sambil menatapnya saja, saat Queena berbisik pada Anvaa tadi Alvaro masih bisa mendengarnya. Karena bagaimana'pun juga telinga Alvaro sangatlah Tajam.


"Lihat... Kau sudah ketahuan berbohong Queena!!Bahkan Anvaa hanya diam saja, Hmmmm... karena kau sudah menyuruh Anvaa untuk menjahili Amanda. Maka kau harus menerima hukuman dariku Queena karena telah berani menggangu Amanda" Ujar Alvaro yang tersenyum devil, entahlah apa arti dari senyumannya itu bahkan Queena dibuat merinding seketika dibuat oleh Alvaro.


"Sudah mau mengaku rupanya... Aku mewakili Amanda untuk menghukum'mu kau tau bukan bahwa Amanda adalah kekasih'ku maka aku akan mewakili Amanda untuk memberikanmu hukuman" Tutur Alvaro kepada Queena yang mengaku bahwa Amanda adalah kekasihnya.


Saat Queena mendengar perkataan dari Alvaro bahwa Amanda adalah ke kasihnya, ada sedikit rasa sakit di dalam hatinya, karena Alvaro mengakui Amanda adalah sebagai kekasihnya.


"Baiklah, aku akan menerima hukuman darimu atas apa yang aku lakukan pada Amanda" Ucap Queena dengan pasrah lalu pergi begitu saja dengan membawa Anvaa bersamanya.


"Kau ingin kemana?" Tanya Alvaro yang kebingungan karena Queena tiba-tiba saja menerima hukuman darinya begitu saja padahal Alvaro berfikir bahwa Queena pasti akan mati-matian menolak hukuman yang akan di berikannya pada Queena nanti.


'Ada apa dengan Queena?' Batin Alvaro.


"Queena" Panggil Alvaro.


"Aku hanya ingin mengantar Anvaa kedalam kamarnya" Jawab singkat yang keluar dari mulut Queena. Hingga membuat Alvaro mengerutkan keningnya karena merasa aneh dengan sikap Queena yang berubah secara tiba-tiba.


...*****...


'Apakah kau sudah bisa melupakan Angel, Al?' Batin Queena.


"Aku sangat berharap kau bisa melupakan diriku yang sebagai Angel, Varo... Agar kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari diriku. Tidak peduli seberapa aku mencintaimu tapi yang jelas aku ingin kau berbahagia dengan wanita yang benar-benar menyayangi'mu dan menjagamu dengan baik! Bukan seperti diriku yang sebagai Angel yang hanya bisa menyakiti dirimu" Lirih pelan Queena dengan tersenyum kecut lalu buru-buru menghapus Air matanya yang tiba-tiba keluar dari pelupuk matanya.


'Aku akan terus selalu mencintaimu Varo... Hingga nafas terakhirku! Walau sangat berat untuk'ku melupakan dirimu tapi aku akan berusaha semampu'ku. Agar aku nantinya tidak akan pernah menyakitimu kembali!' Batin Queena.


...*****...


...Mansion Dirgantara...



"Apakah Angel bahagia dengan pernikahan'nya bersama dengan Alvaro? Aku takut keputusanku untuk menyatukan kembali mereka malah membuat keduanya terluka!" Kata Maura yang tengah duduk santai di atas sofa ruang tamu.


"Maafkan mommy Al, maafkan mommy yang tidak bisa memberitahukan kebenarannya padamu bahwa Queena adalah Angel! Dua orang yang sama hanya berbeda nama saja" Lirih Maura dengan memandang foto pernikahan Alvaro dan Queena.


"Suatu hari nanti... pasti kau akan tau kebenarannya Al, bahwa Angel yang selama ini kau cari-cari sebenarnya sangatlah dekat dengan dirimu! Bahkan impian'mu saat kau kecil untuk menikahi Angel sebenarnya sudah terpenuhi Al... hanya saja kau tidak bisa mengenalinya... Bahwa Angel adalah istrimu Queena yang selama ini kau benci kehadiran'nya Al..


Maafkan mommy yang tidak bisa memberitahukan ini semua padamu tapi mommy akan terus berdoa agar Queena mau mengakui dirinya yang sebenarnya bahwa ia adalah Angel!" Kata Maura dengan mencium bingkai foto pernikahan Alvaro dan Queena.


"Jadi Queena adalah Angel? Cinta masa kecilnya Alvaro? Mommy!" Sahut seseorang yang tidak sengaja mendengar semua ucapan Maura tadi. Yang mengatakan bahwa Angel dan Queena adalah orang yang sama dengan hanya berbeda nama saja, dan sebenarnya keinginan Alvaro sudah terpenuhi yang ingin Angel menjadi istrinya.


Bahkan seseorang itu juga mendengar semua yang Maura katakan dari Awal hingga akhir, David bahkan kini tidak menyangka dengan apa yang Maura


katakan barusan. Bahkan David kini ada rasa sedikit kecewa kepada Maura karena tidak memberi tahukan kepada Alvaro tenang jati diri Queena yang sebenarnya adalah Angel, Angel... Kekasih kecilnya itu atau lebih tepatnya cinta masa kecilnya.


...Praaanggg...