
"David?" Panggil Alvaro dengan menatap wajah David yang mana kini tengah berjalan menuju dirinya.
"Kenapa?" Tanya David dengan menaikkan satu alisnya.
"Ngapain kau kemari?" Tanya balik Alvaro dengan datar sambil menatap malas wajah David.
"Mengapa? Tidak boleh kah"
"Tidak"
"Sama saja, kau dan putramu sama-sama membuatku kesal. Tidak bisa kah kau tidak membuat ku kesal sekali saja" Kesal David kepada Alvaro.
"Putraku yang mana? Alkenzo, Alkenzie atau Alan? Tidak mungkin kan putra kecilku?" Kata Alvaro dengan kembali menatap layar laptopnya.
"Alan. Putra kecil mu, karena ajaran mu ia tadi mengeluarkan kata-kata yang membuat ku kesal" Jawab David dengan terduduk disofa begitu saja.
"Alan?" Tanya Alvaro dengan menatap wajah David kebingungan.
"Memangnya apa yang ia katakan padamu hingga membuatmu kesal seperti ini?" Ucap Alvaro kembali bertanya.
"Pertama-tama ia mengatakan "Owhhh... Kira-kira apa yang membuat uncle David tertarik dengan kita? Hingga membuatnya harus membicarakan kita di dalam hati busuk nya?", lalu... Yang kedua "Bukankah itu papah mu uncle? Jika ia setan lalu kau apa yang sebagai putranya? Hmmm hahaha" Dan yang terakhir. "Yasudah kalau begitu mari kita sudahi kegiatan ini, biarkan uncle David yang melanjutkan. Itu pun jika uncle David tidak keberatan" Tiga perkataan nya yang masih terngiang-ngiang di otak ku" Cerita David dengan nada kesal nya.
"Luar biasa! Memang pantas menjadi putraku" Puji Alvaro dengan tersenyum bangga kepada Alan putra kecilnya itu yang mana masih berusia tiga tahun, Setelah mendengar cerita dari David Alvaro justru malah tersenyum manis.
"Kau!! Sama saja" Geram David.
"Sudahlah, jika kau datang kemari hanya untuk marah-marah tidak jelas sebaiknya kau pergi saja" Usir Alvaro.
"Ck, kau tinggal tenang bekerja saja! Biarkan aku disini. Tidak perlu mengusirku aku juga nanti bisa pergi sendiri" Ketus David.
"Terserah"
...*****...
...Siang harinya.......
"Zea" Panggil Liora.
"Emmm?"
"Mari kita pergi makan siang" Ajak Liora kepada Zanitha.
"Tunggu sebentar" Ucap Zanitha dengan tersenyum kecil.
'Tunggu... Mengapa kepalaku tiba-tiba terasa sakit? Sebenarnya... Ada apa denganku? Kepalaku' Batin Zanitha.
...Bruuukkkk...
"Zea!"
"Zea bangunlah kau kenapa? Zea sadarlah. Jangan menakuti ku" Kata Liora dengan siap menangkap tubuh Zanitha yang tiba-tiba saja jatuh pingsan.
"Jadi seperti itu, kau har--"
"Zea sadarlah"
"Ada apa itu?" Tanya Alkenzie yang tak sengaja melewati ruangan Zanitha dan Liora hingga membuat dirinya tanpa sangaja mendengar suara Liora yang terus meneriaki nama "Zea".
Jangan ditanya dimana para karyawan yang lainnya, jawaban nya mereka semua sudah pergi keluar untuk beristirahat. Begitu juga dengan Tania dan Zaza yang mana sudah pergi duluan dan menunggu Liora dan Zea si cafe,K.
"Zeaaa, sadarlah. Siapapun tolong bantu kami" Pinta Liora dengan panik.
"Ada apa ini? Mengapa kau berteriak?" Tanya Alkenzie dengan menatap wajah Liora.
"Tu--tuan, tuan tolong bantu sahabat saya, ia tiba-tiba saja pingsan" Pinta Liora kembali.
"Baiklah, siap--"
"Kakak Anitha" Gumam Alkenzie yang melihat siapa sahabat yang dimaksud Liora yang pingsan itu, ketika melihat Anitha atau lebih tepatnya Zanitha.
Alkenzie pun langsung saja terburu-buru membantu Zanitha yang mana kini tidak sadarkan diri, dengan cepat Alkenzie pun menggendong tubuh Zanitha kedalam gendongan nya dan setelah itu dengan cepat pula ia membawa Zanitha keruang medis yang berada di perusahaan nya.
...Cafe,K...
"Dimana Liora dan Zea? Mengapa mereka masih belum sampai juga" Tanya Tania kepada Zaza dengan nada khawatir dan cemas.
"Tidak tau, mungkinkah mereka masih ada pekerjaan yang tertunda? Jadi... Mereka masih belum sampai saat ini" Kata Zaza.
"Tidak tau yang jelas coba kau telpon Zea atau Liora, Agar kita bisa memastikan dirinya tidak popa" Ujar Zaza yang diangguki oleh Tania.
Setelah mendengar ujaran dari Zaza, Tania pun langsung saja mengeluarkan hendphone genggam miliknya dan setelah itu iapun langsung saja menekan nomor telpon milik Zea.
...Dretttt.... Dretttt.......
"Tidak diangkat" Lirih Tania pelan dengan kembali menelpon Zea karena dirinya masih penasaran.
...Dretttt... Dretttt......
Operator: Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif! Mohon lak--.
"Sekarang tidak aktif. Apa benar telah terjadi sesuatu dengan mereka? Karena perasaanku tidak enak saat ini" Tanya Tania kembali dengan cemas dan khawatir akan Zanitha.
"Coba kau telpon Liora, siapa tau Liora menjawab telpon darimu" Tutur Zaza kembali.
"Baiklah"
Mendengar perkataan Zaza, Tania pun kini kembali menghubungi nomor Liora dan bukan Zea. Kembali menunggu kini perasaan Tania kembali campur aduk begitu juga dengan Zaza yang tiba-tiba ikut merasa tidak enak perasaannya.
...Dretttt.... Dretttt......
...Dretttt... Dretttt.......
"Aktif tapi tidak diangkat" Ucap Tania pelan.
"Sekali lagi! Semoga kali ini ia mengangkat nya" Titah Zaza kembali.
...Dretttt... Dretttt......
...Callon...
"Dia Mengangkatnya" Kata Tania dengan tersenyum kecil.
Liora 📞: Halo
^^^Tania: Liora, Liora apa kau sedang bersama Zea? Apa kalian berdua baik-baik saja? Apa kalian^^^
Liora 📞: Zea pingsan, sekarang ia berada di ruang medis perusahaan. Maaf, karena membuat kalian menunggu disana
^^^Tania: Apaaa? Zea pingsan? Bagiamana... Bagiamana bisa? Bisa kau jelaskan kepadaku^^^
Liora 📞: Tidak tau, tapi yang jelas tiba-tiba saja Zea pingsan ketika aku ingin mengajak nya menyusul kalian. Tapi untungnya ia tidak terjatuh saat ia pingsan. Karena aku dengan cepat menahan dirinya untuk tidak terjatuh ke bawah
Liora 📞: Dan yang lebih untung nya, Zea telah dibantu oleh tuan Alkenzie untuk ke ruang medis. Dan saat ini... Kami berada diruang medis.
Liora 📞: Jika kalian khawatir, maka kemarilah
^^^Tania: Baik, aku akan segera langsung kesana. Aku ingin memastikan kondisi Zea sekarang, kau tunggulah aku dan jangan kemana-mana^^^
Liora 📞: Baik
^^^Tania: Aku tutup telponnya^^^
Liora 📞: Emmm
Tut.
"Zaza, apa kau ingin ikut denganku untuk memastikan kondisi Zea saat ini?" Tanya Tania.
"Aku akan ikut bersama mu, aku juga ingin memastikan kondisi Zea" Jawab cepat Zaza dengan mengangguk kecil kepalanya sebagai tanda setuju untuk ikut pergi bersama Tania.
"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi ketempat Liora dan Zea sekarang. Aku sudah tidak sabar untuk melihat mereka" Balas Tania dengan menarik pergelangan tangan Zaza, Lalu... Setelah itu mereka pun pergi.
"Tania. Bisakah kau tidak berlari?" Kata Zaza kepada Tania.
"Tidak bisa"
Kini Tania dan Zaza tengah berlari keluar cafe untuk pergi menemui Zea dan Liora yang masih berada diperusahan. Karena Zea, ia sekarang tengah pingsan dan tidak sadarkan diri yang entah karena apa, hingga membuat Tania dan Zaza kini kembali pulang menuju perusahaan untuk menemui mereka.
...*****...
...Deggggg...
^^^Unknown: Aku akan segera kesana. Pastikan bahwa ia baik-baik saja^^^