My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kedatangan keluarga Atmadja



...Author: Sedikit penjelasan mengenai penyakit Gonore:...


Penyakit Gonore atau yang disebut juga dengan kencing nanah adalah suatu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae atau Gonococcus. Bakteri tersebut berbahaya karena dapat menyerang bagian *****, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan ******), mata, dan tenggorokan.


Gonore paling sering menular melalui hubungan ****, seperti melakukan **** oral atau anal, menggunakan mainan **** yang terkontaminasi, dan berhubungan **** tanpa menggunakan ****** atau tidak dilapisi dengan ****** baru tiap digunakan. Selain itu, Wanita yang terinfeksi penyakit menular seksual ini juga bisa menularkannya pada bayi saat Pasca melahirkannya.


Faktornya:


-Memiliki banyak pasangan ****.


-Berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki banyak pasangan seksual.


-Memiliki infeksi menular seksual lainnya.


-Pernah terdiagnosis oleh gonore sebelumnya.


Dalam banyak kasus, infeksi gonore sering tidak menimbulkan gejala. Itulah sebabnya pengidap gonore sering tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi. Namun, bila menimbulkan gejala, umumnya, gonore ditandai dengan rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari ****** atau *****. Itulah mengapa penyakit ini dikenal juga dengan sebutan kencing nanah.


...Author: Segitu saja yang Author tau:) kita lanjut lagi!....


...*****...


...Cafe,K...


"Kau kenapa?" Tanya Sesillia pada David karena sedari tadi David melamun entah sedang melakukan apa.


"Tidak ada! Aku hanya merasa bersalah saja pada Alvaro" Jawab David dengan tersenyum kecil.


"Merasa bersalah?"


"Hmmm, tadi Alvaro menyuruhku untuk mencari tau latar belakang Mira" Kata David.


"Mira?"


"Kakak angkat ka Queena"


"Ahhh, iya aku ingat sekarang! Lalu?" Ucap Sesillia.


"Huuffff, lalu aku menceritakan tentang latar belakang Mira dan bagaimana Mira dan kakak ipar Queena menjadi musuh. Tapi ada beberapa cerita yang aku tidak ceritakan mengenai kakak ipar Queena kepada Alvaro, karena aku sangat yakin bahwa kakak ipar Queena masih belum memberitahukan kepada Alvaro tentang identitasnya" Balas David dengan menghela nafasnya dengan berat.


"Kau tidak menyebut nama kecil ka Queena pada kakak ipar Alvaro kan sayang?" Tanya Sesillia penasaran.


"Tentu saja tidak! Jika aku menyebut nama Angel kemungkinan besar Alvaro langsung mengetahui tentang kebenaran kakak ipar Queena bukan? Oleh sebab itu aku menjadi merasa bersalah" Ujar David.


"Sudahlah sayang, aku yakin ka Queena pasti akan menceritakan tentang identitasnya kepada kakak ipar Alvaro nanti" Tutur Sesillia dengan tersenyum manis.


"Hmmm, kau benar sebaiknya aku tidak ikut campur dalam hal rumah tangga Alvaro maupun kakak ipar Queena, tapi seharusnya aku membahas tentang rumah tangga kita buat nanti" Terang David dengan tersenyum jahil.


"Kau!"


"Hahahaha, Lihatlah kau sangat lucu jika merona seperti ini" Tawa David.


"Ishh, diamlah"


...Dretttt... Dretttt......


"Siapa?" Tanya David.


"Aunty Alea"


"Angkatlah"


"Hmmm"


...Callon...


'Halo sayang' Sapa diseberang sana.


'Halo juga aunty, ada apa?'


'Bagaimana kabarmu?'


'aku baik aunty, bagaimana denganmu?'


'Dangat baik, apa benar yang dikatakan Aldo? Bahwa aku akan menikah dalam waktu satu minggu lagi?'


'Itu benar aunty, maaf aku lupa memberitahumu'


'Tidak masalah, Aunty turut senang mendengarnya... ohh yaa Sesillia'


'Iya aunty?'


'Aunty dan semua ingin pergi ke LA sekarang, bisakah kau menjemput kami nanti? Dan satu lagi kau tidak boleh memberi tahu tentang keberadaan kami nanti pada Queena'


'Baik aunty, aku pasti tidak akan memberi tahu kepada ka Queena mengenai kalian'


'Terima kasih sayang, kalau begitu aunty tutup dulu telponnya. Sampai bertemu kembali di bandara nanti'


'Berhati-hatilah aunty'


'Iyaa sayang terimakasih'


'Iya aunty'


Tut.


"Ada apa?" Tanya David penasaran.


"Owhh, yasudah sebaiknya kita pergi berbelanja saja" Ajak David.


"Belanja apa?"


"Cincin buat pernikahan kita nanti"


"Baiklah"


...*****...


...Malam harinyaaa......


...Callon....


'Halo Sesillia' Sapa diseberang sana yang tak lain adalah Alea.


'Iyaa aunty? Apa kau sudah sampai di bandara?'


'Hmmm, jemput lah kami bersama nakk David sekarang'


'Baik aunty'


'Baiklah, aunty menunggu kalian'


'Siap aunty'


Tut.


"Siapa Nakk?" Tanya Silsila dengan menatap putrinya itu karena habis mendapatkan telpon entah dari siapa.


"Dari aunty Alea, mah" Jawab Sesillia dengan tersenyum kecil.


"Mereka ada disini?" Tanya Gani yang ikut penasaran.


"Hm-hm"


"Kalau begitu kau bersiaplah nakk! Kami akan ikut denganmu" Tutur Gani yang disetujui oleh Silsila.


"Benar nakk! Kami juga akan ikut menyambut mereka" Celetuk Silsila.


"Baiklah, kalau begitu aku bersiap terlebih dahulu" Balas Sesillia lalu pergi menuju ke kamarnya untuk bersiap.


...Beberapa menit kemudian......


"Sayang? Sejak kapan kau berada disini?" Tanya Sesillia yang baru turun dari kamarnya.


"Baru saja, apa kau sudah siap? Sebaiknya kita cepat-cepat ke bandara. Karena keluarga Atmadja sudah menunggu kita sedari tadi" Tutur David yang diangguki oleh Sesillia, Silsila begitu juga Gani.


"Hmmm, kau benar nakk/sayang" Jawab mereka bertiga serempak, lalu tidak membuang waktu lagi merekapun pergi menuju bandara.


...*****...


...Bandara...


"Auntyyyyyyyy!!" Teriak Sesillia dengan berlari menuju kearah keluarga Atmadja yang sudah menunggunya sedari tadi.


Semua pengunjung yang berada didalam bandara-pun seketika memandang kearah asal teriakkan itu, siapa lagi jika bukan suara teriakan Sesillia yang menggelar seperti geledek itu di seluruh isi bandara.


"Lihatlah kelakuan putrimu" Lirih pelan Silsila dengan menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


"Dia juga putrimu mah" Ucap Gani membenarkan.


"Iyaa, dia putriku" Balas Silsila.


...Grepppp...


"Al!! Aku merindukanmu..." Ucap Sesillia dengan memeluk si kecil Aldo yang tengah berdiri diam.


"Kau berteriak memanggil aunty, tapi kau datang malah memeluk putraku Aldo! Kau ini" Kesal Alea terhadap keponakannya yang satu ini.


"Hehehehe, maaf aunty. Aaaaaaa aku juga merindukanmu" Kata Sesillia dengan melepas pelukannya lalu bergantian memeluk Alea.


"Kau tidak merindukan kami nakk?" Celetuk Kiana dengan memanyunkan bibirnya.


"Tentu saja! Tentu saja aku merindukanmu juga Grendma, Grendpa dan uncle Zayyann" Ujar Sesillia dengan memeluk seluruh keluarga Atmadja.


"Tumben kau merindukanku?" Sahut Aldo dengan melipatkan kedua lengannya di dada karena tidak biasanya Sesillia mengatakan kata 'Rindu' pada dirinya.


"Tidak bolehkah?" Tanya Sesillia dengan nada sedikit kesal, karena ia sebenarnya tidak sengaja mengatakan bahwa dirinya merindukan Aldo padahal jelas-jelas ia ingin Aldo tidak mengetahuinya bahwa ia merindukan makhluk kecil itu.


"Boleh, hanya aneh saja" Jawab Aldo dengan santai.


"Sudah-sudah sebaiknya kita pergi sekarang, atau kalian ingin menginap disini" Relai Zayyann.


"Baiklah"


...*****...


...Hi all....


...Maaf yaa, karena Author baru bisa Up kembali setelah beberapa hari ini Author libur. Mohon dimaklumi karena Author sedang Pengayaan dan juga Author sedang banyak urusan jadi tidak sempat buat Up novel. Tapi sekarang Author sudah kembali🤗....


...Thanks buat Semua yang masih setia menunggu Author, Author Sayang kalian🥰🌹....


...See you another day🥀....