My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Penjagaan mansion



...Mansion Alqueen...



"Tuan" Panggil Ray dengan membukakan pintu mobil untuk Alvaro yang masih setia menggendong tubuh Queena.


"Pergi"


"Perintahkan mereka semua untuk mengelilingi mansion! Jangan biarkan siapapun keluar masuk sembarangan, dan katakan bahwa aku tidak menerima tamu hari ini" Titah Alvaro dengan datar kepada Ray.


"Baik tuan" Jawab Ray dengan hormat, lalu iapun mulai memerintahkan kepada anak buah dirga grup dan tara Grup yang tadi sempat ikut mengiringi mobil Alvaro.


"Kalian semua..."


"Pergilahhh, dan menyebar ke setiap sudut mansion. Ber-jagalah! Ini perintah dari tuan besar" Teriak Ray dengan memberikan perintah kepada anak buat dirga dan tara grup.


"Siap tuan" Jawab seluruhnya secara kompak, lalu. setelah itu mereka-pun mulai pergi ke setiap sudut mansion Alqueen untuk berjaga-jaga.


Sedangkan Alvaro... Ia kini masuk kedalam untuk membawa Queena masuk begitu juga dengan David, Ray dan Rey yang ikut serta dengannya.


...Kamar Alqueen...



Alvaro-pun akhirnya sampai didalam kamarnya... Lalu... dengan perlahan iapun mulai membaringkan tubuh Queena secara hati-hati lalu mulai menyelimuti tubuh Queena agar tidak kedinginan.


Setelah selesai, Alvaro-pun keluar dan masuk kedalam ruang kerja miliknya yang terdapat di mansion Alqueen dan ruang kerjanya itu bersebelahan dengan kamar miliknya.


"Ray, Rey dan kau David ikut denganku" Titah Alvaro kepada ketiganya.


"Baik" Jawab Ketiganya secara bersamaan.


...Ruangan Alvaro...


"David" Panggil Alvaro.


"Iyaa tuan" Jawab David dengan formal karena bagaimana pun juga Alvaro adalah atasannya, David memang selalu memanggil Alvaro dengan kata 'Tuan' jika itu menyangkut pekerjaaan jika tidak ia akan memanggil Alvaro dengan sebutan nama saja, seperti hari-hari biasanya saja.


"Retes CCTV yang berada didalam ruangan-ku, lobby kantor, dan CCTV yang ada di jalan! Jika sudah... kirim rekaman itu kedalam flashdisk ini jadikan satu rekaman itu... Agar aku bisa memberikannya kepada Anna" Ujar Alvaro dengan wajah datarnya.


"Baik" Balas David lalu mulai mengutak-atik laptop miliknya sesuai arahan Alvaro tadi.


"Kalian berdua" Panggil Alvaro kembali.


"Iyaa tuan" Jawab keduanya.


"Mulai hari ini... Kalian berdua harus mengawal kemanapun nyonya muda pergi. Lindungi nyonya muda diamana pun ia berada... Kalian berdua harus selalu berada disampingnya jika nyonya muda sedang tidak bersamaku, kalian mengerti" Tutur Alvaro kepada Ray dan Rey.


"Mengerti tuan" Balas keduanya.


"Bagaimana? Apa sudah David" Tanya Alvaro kepada David.


"Sebentar lagi tuan" Kata David.


"Hmmmm" Dehem Alvaro.


...*****...


...Mansion Williams...



"Mama!!" Teriak Sesillia dengan berlari mencari keberadaan Silsila di mansion miliknya yang kini tengah ramai oleh keluarga Atmadja beserta yang lainnya, makanya tadi mansion Alqueen sangatlat sepi.


"Nakk! Jangan berteriak-teriak" Ujar Gani dengan menasihati putrinya itu, yang kini terus saja berlarian mencari keberadaan Silsila.


"Papa... Dimana mama?" Tanya Sesillia dengan menatap wajah Gani serius.


"Ada apa kau mencari mama nakk?" Sahut seseorang yang baru saja datang bersama dengan Maura dan Kiana di belakangnya.


"Mama! Grendma! Mommy! Lihatlah ini" Ujar Sesillia dengan memberikan hendphone genggam miliknya kepada Silsila.


"Ada apa nakk" Tanya Maura yang kebingungan.


"Lihat saja mommy" Tutur Sesillia.


"Ini..."


"Anna! Bagaimana keadaannya sekarang" Tanya Silsila, Kiana, dan Maura secara bersamaan kepada Sesillia. Karena mereka baru saja melihat berita panas yang kini tengah trending topik pembicaraan.


"Ada apa?" Tanya Gani dengan penasaran.


"Lihatlah" Tutur Silsila dengan memperlihatkan berita tentang Amanda di layar hendphone milik Sesillia.


"Amanda... Model nomor 1 itu?" Tanya kembali Gani.


"Benar"


"Lalu... Bagaimana keadaan Queena dan Alvaro saat ini" Tanya Gani lagi-lagi dengan bertanya kembali karena ikut merasakan khawatir terhadap Queena dan Alvaro.


"Sebaiknya kita tidak perlu berbicara kembali! Lebih baik kita langsung saja pergi ke mansion Anna dan Alvaro sekarang untuk menyaksikan keadaan mereka saat ini" Ujar Maura yang diangguki oleh semuanya.


"Sesillia" Panggil SilsilaIyaa.


"Iyaa ma" Jawab Sesillia.


"Panggilakan aunty Alea, dan Aldo untuk ikut dengan Kita sekarang, mereka sedang berada diatas" Ujar Silsila kepada Sesillia.


"Baik ma" Balas Sesillia lalu iapun langsung saja pergi menuju ke lantai atas untuk memanggil Alea dan Aldo yang tengah berada diatas.


Sedangkan Zayyann dan Zian... Mereka juga belum tau mengenai kabar tentang Amanda yang berniat untuk naik keatas ranjang Alvaro. Karena mereka berdua kini tengah melakukan meeting bersama dengan klien mereka.


...Skippppp......


...Luar gerbang mansion Alqueen......


"Kenapa begitu banyak penjaga diluar" Gumam Maura dengan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri mengenai anak buah dirga grup dan tara grup yang kini tengah berjaga-jaga.


...Tinnn... Tinnn......


"Kenapa mereka tidak ingin membukakan pintu Gerbangnya!!" Kesal Gani yang terus saja me-nelakson mobilnya.


...Tokkkkk... Tokkkkk......


"Tuan" Panggil salah satu anak buah tara grup yang tengah mengetuk pintu kaca mobil milik Gani, lalu... Gani-pun langsung saja menurunkan kaca mobilnya.


"Kenapa kalian tidak ingin membukakan kami pintu gerbangnya" Tanya Gani yang langsung bertanya kepada salah satu anak buah tara frup itu.


"Maaf tuan... Bolehkan saya tau siapa anda" Tanya anak buah tara grup kepada Gani.


"Saya Gani Williams... Orang tua angkat dari Anna. Nyonya muda kalian" Jawab Gani.


"Kalau begitu maaf tuan... Karena anda tidak diperbolehkan untuk berkunjung hari ini, bukan hanya anda. Tapi semua orang" Ujar anak buah tara grup itu.


"Kenapa begitu... Kami ingin menemui putri kami sekarang" Kesal Gani.


"Mohon maaf sekali lagi tuan... Tapi... Tuan besar telah memberikan kami sebuah perintah untuk tidak menerima siapapun untuk saat ini! Jika Tuan memaksa... Tuan bisa menghubungi tuan besar untuk memberikan perintah kepada kami agar kami bisa membukakan pintu gerbang kepada anda" Kata anak buat tara grup tersebut dengan hormat.


"Katakan epada tuan besar kalian bahwa saya, mommy nya berada didepan" Sahut Maura dengan menurunkan kaca mobilnya.


"Nyonya besar" Sapa anak buah tara grup itu.


"Cepat kalian beritahu putraku sekarang! Bahwa mommy-nya saat ini sedang berada diluar" Titah Maura kepada anak buah tara grup itu.


"Baik nyonya besar" Jawab anak buah tara grup tersebut dengan hormat kepada Maura.


...Dretttt... Dretttt......


'Halo tuan' Ucap anak buah tara grup yang kini menelpon Alvaro atas perintah dari Maura.


'Ada apa?' Jawab disebrang sana yaitu Alvaro dengan nada datar dan dingin.


'Tuan... Saya ingin menyampaikan bahwa nyonya besar kini tengah berada diluar gerbang mansion...!!.'


'Biarkan nyonya besar masuk... Apa nyonya besar membawa orang lain?''


'Iyaa tuan'


'Siapa saja... Jika itu bermarga Atmadja dan Williams biarkan mereka masuk! Jika bukan... Jangan berikan mereka masuk. Kau mengerti'


'Mengerti tuan'


'Hmmm'


Tut.