
...Keesokan harinya......
...Meja makan...
"Morning All" Ucap Queena dengan menyapa seluruh anggota keluarga yang mana sudah terduduk dengan rapih di meja makan.
"Morning to" Balas seluruh anggota dengan tersenyum manis, tak lama datanglah kembali Alvaro dengan wajah datar dan dingin nya.
Alvaro datang ke meja makan dengan memasang raut wajah kesal, sambil mengeluarkan aura dingin nya di pagi hari yang cerah saat ini. Hingga lagi-lagi membuat seluruh anggota yang lainnya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Alvaro yang masih seperti anak muda berbeda dengan Queena.
"Alzie" Panggil Alvaro dingin dengan menatap tajam wajah sang putra.
"Hmmmm? Ada apa daddy" Tanya Alkenzie dengan tersenyum manis sambil berputar-putar tidak tau apa-apa.
"Habis selesai makan kau tidak boleh pergi ke kantor, tapi pergilah ke kandang Anva dan keluarga kecil nya. Bersihkan kandang nya hari ini" Titah Alvaro.
"Uhukkk... Uhukkk.... Uhukkk" Batuk Alkenzie yang mana terkejut dengan apa yang sang daddy katakan saat ini, karena dirinya kini disuruh membersihkan rumah atau lebih tepatnya kandang milik Anva dan keluarga kecil nya yang terdapat tidak jauh dari taman belakang mansion.
"Pelan-pelan lah nak" Ujar Queena dengan lembut.
"Tidak perlu dengarkan daddy mu, hari ini perusahaan Kusuma Grup akan melakukan meeting penting. Jadi kau pergilah dan lakukan meeting saja, biar mommy yang membersihkan kandang Anva karena Anva milik mommy. Bukan milik siapapun, jadi mommy yang harus bertanggung jawab atas kebersihan kandang nya" Terang Queena dengan menatap malas wajah sang suami.
"Baiklah mommy" Balas Alkenzie dengan diam-diam tersenyum bahagia sambil kembali melanjutkan makanan nya.
"Tidak! Ia harus melakukan apa yang aku suruh, ini hukuman nya kau tidak boleh ikut campur" Tolak cepat Alvaro yang mana tidak setuju dengan perkataan dari Queena.
"Apa kau sudah selesai makan nya sayang? Jika sudah cepatlah pergi. Jangan dengarkan perkataan siapapun saat ini, kau harus mendengarkan perkataan mommy saja hari ini" Tegas Queena kembali.
"Hal nakal apa yang kau lakukan?" Tanya Alkenzo kepada Alkenzie dengan datar sambil menaikkan satu alisnya.
Alkenzo bertanya seperti itu karena ia tau, bahwa kembaran nya itu pasti habis melakukan sesuatu hal yang nakal. Hingga membuat kedua orang tuanya seperti barusan, bertengkar dan saling tidak ingin mengalah.
"Hanya memprovokasi daddy saja" Bisik Alkenzie dengan pelan sambil tersenyum manis dan memainkan kedua alisnya.
"Pergilah sekarang, karena kau sudah selesai makan. Jika kau terus berlama-lama disini maka daddy akan bertambah marah terhadap mu" Ujar Alkenzo yang aman tengah membantu sang kembaran untuk keluar dari hukuman sang daddy.
"Baiklah"
"Mommy, aku sudah akan berangkat" Ucap Alkenzie dengan berpamitan kepada sang mommy.
"Baiklah, mari mommy antar" Tutur Queena dengan mengangguk kecil.
"Baik"
"Aku pamit pergi duluan, daddy aku pamit" Pamit Alkenzie kembali kepada semuanya khususnya sang daddy.
"Anna!!" Panggil Alvaro.
"Alzie cepatlah" Tutur Queena.
"Baik mommy"
...*****...
...Dirgantara Company...
"Kirimkan berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan ku ke mansion, berikan berkas-berkas itu kepada daddy ku saja. Aku masih ada urusan dan masih belum bisa menangani perushaan saat ini" Titah Alvaro kepada Dion sekertaris-nya itu.
"Baik tuan tapi...." Jawab Dion terjeda.
"Ada apa?" Tanya Alkenzo dengan menaikkan satu alisnya menatap wajah tampan Dion.
"Bolehkan anda menanda tangani berkas ini terlebih dahulu? Karena berkas ini hanya membutuhkan tanda tangan anda dan bukan tuan besar. Anda bisa melihat dan membacanya sendiri jika anda tidak percaya tuan" Pinta Dion dengan memberikan satu berkas penting kepada Alkenzo.
"Ini, ambilah" Ucap Alkenzo dengan kembali memberikan berkas tersebut kepada Dion.
"Baik, terimakasih tuan" Balas Dion dengan menunduk hormat.
"Hmmmm" Dehem Alkenzo lalu mulai melangkahkan kakinya untuk kembali pergi menuju rumah sakit, Karena dirinya ingin menjenguk sang kekasih kecil nya itu. Ketika baru dua langkah. Tiba-tiba saja hendphone genggam miliknya berbunyi dan mengambilkan nama sang "My Daddy" di atas layarnya itu dengan cepat Alkenzo pun menjawab telpon tersebut.
"Daddy?"
...Callon...
My Daddy 📞: Halo
^^^Alkenzo: Yes daddy? Ada apa^^^
My Daddy 📞: Hari ini daddy akan pergi melakukan meeting di luar, kau sekarang urus kan berkas-berkas yang berada di kantor hari ini
^^^Alkenzo: Tapi daddy, hari ini aku ingin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Anitha^^^
My Daddy 📞: Urusan perusahaan kali ini lebih penting Alzo. Kau bisa menjenguk kekasih mu nanti ketika kau sudah mengurus perusahaan. Saat ini perusahaan sudah berbalik nama menjadi punya mu, jadi kau sebagai pemilik nya harus selalu mengurus perusahaan
^^^Alkenzo: Baiklah, aku akan mengurus perusahaan sekarang^^^
My Daddy 📞: Yasudah, kalau begitu daddy tutup telpon nya
^^^Alkenzo: Hmmmm^^^
Tut.
"Ada apa tuan? Mengapa anda tidak jadi pergi?" Tanya Dion dengan kebingungan menatap Alkenzo yang mana tidak jadi pergi dan kembali duduk di kursi kebesaran nya itu.
"Hari ini daddy ku sedang sibuk dengan urusan yang lain, jadi sekarang perushaan akan kembali diurus dengan ku. Berikan seluruh berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan ku sekarang" Jelas Alkenzo dengan datar yang diangguki oleh Dion kecil.
"Ini tuan, sisanya akan saya bawa kemari. Karena sisa berkas-berkas yang lainnya masih berada di ruangan saya tuan" Ujar Dion dengan terburu-buru pergi menuju ke ruangan nya setelah mendapat perintah dari Alkenzo.
"Baik, aegera ambil. Saya akan menyelesaikan semua berkas-berkas tersebut hari ini" Titah Alkenzo.
"Siap tuan"
Setelah melihat Dion pergi, Alkenzo pun langsung saja mengerjakan pekerjaan kantornya itu dengan terburu-buru tapi teliti disetiap berkas yang ia kerjakan, karena pada dasarnya ia ingin cepat-cepat pergi mengunjungi Zanitha yang masih berada dirumah sakit. Karena hari ini, ia memang belum menjenguk Anitha sekali pun karena urusan nya itu.
'Aku harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan ini, jika aku bisa menyelesaikan berkas ini dengan cepat! Aku pasti akan bisa menjenguk Anitha dengan cepat pula. Anitha tunggu aku' Batin Alkenzo.
...Tiga jam kemudian.......
"Ck! Sial" Gerutu Alkenzo dengan kesal.
"Tuan?"
"Mengapa berkas-berkas ini semakin banyak? Dan tidak kelar-kelar. Aku masih ada urusan yang penting" Kesal Alkenzo dengan mengacak-acak dokumen kantornya itu.
"Tuan, bolehkah saya tau? Anda ada urusan apa" Tanya Dion dengan hati-hati.
"Aku harus menjenguk seseorang di rumah sakit saat ini, tapi karena berkas sialan ini aku jadi harus menunda nya" Jawab Alkenzo.
"Tuan, bagaimana jika kita bawa saja berkas ini kerumah sakit? Dan anda bisa menjenguk seseorang yang anda katakan. Sekaligus anda bisa menjaga orang tersebut sambil anda mengerjakan dokumen-dokumen ini" Tutur Dion kepada Alkenzo.
"Mengapa kau tidak mengatakan dari tadi. Kalau begitu bantu aku bereskan berkas dan dokumen-dokumen sialan ini" Kata Alkenzo.
'Bahkan anda tidak memberitahu saya sebelumnya, bagaimana bisa saya tau jika urusan penting yang anda katakan adalah menjenguk serta menjaga seseorang yang berada dirumah sakit' Batin Dion.
'Benar-benar duplikat tuan besar' Batin Dion kembali.