
Akhirnya Queena, Zayyann, Alvaro dan Aldopun selesai dengan aktifitas makannya dan bahkan Zayyann sudah pergi kembali ke perusahaan aak cabang Atmadja Grup yang berada di LA, begitu juga dengan Alvaro yang sudah pergi kembali Ke perusahaan Kusuma Grup. Dan untuk Aldo dan Queena... Mereka berdua sekarang tengah duduk santai diruang tamu.
"Aunty aku bosan" Kata Aldo dengan nada lesuh.
"Kau mau keluar?" Tanya Queena.
"Boleh, tapi kemana?" Jawab Aldo dengan antusias.
"Bagaimana jika kita pergi ke danau? Sepertinya mereka ingin pergi kesana" Ucap Queena dengan menunjuk kearah perut ratanya.
"Baiklah! Lagi pula aku juga ingin melihat danau yang sering kau ceritakan itu aunty" Balas Aldo dengan tersenyum manis hingga memperlihatkan gigi putihnya yang rapih itu.
"Baiklah, kalau begitu mari kita bersiap" Ajak Queena yang diangguki Aldo.
"Siap aunty"
...Skippppp......
...Danau...
Queena dan Aldo pun akhirnya sampai ketempat yang tadi mereka sebutkan yaitu danau, Aldo pun sangat antusias melihatnya hingga turun duluan dari mobil sebelum Queena.
"Al, kau meninggalkan aunty" Teriak Queena dengan berjalan mendekat kearah Aldo yang tengah berdiri ditepi danau.
"Aunty, disini udaranya sangat segar! Aku suka" Kata Aldo dengan merentangkan kedua tangannya untuk merasakan udara segar yang ada di danau tersebut.
"Kau benar Al, makanya aunty sangat suka ketempat ini! Menurut aunty ini tempat yang indah yang pernah aunty temui di negara ini" Tutur Queena dengan duduk diatas rerumputan yang hijau tanpa alas tikar.
"Aunty, apa kau membawa cemilan?" Tanya Aldo.
"Tentu saja, kau ambillah didalam mobil! Aunty ingin disini" Titah Queena kepada Aldo, tanpa menjawab kembali Aldo pun langsung pergi menuju mobil milik Queena untuk mengambil cemilan yang dibawa olehnya.
"Al! Apa sudah?" Teriak Queena.
"Yaa, Aunty!" Jawab Aldo dengan berteriak kembali.
Akhirnya Aldo pun kembali dengan membawa cemilan yang sudah di siapkan oleh Queena tadi, setelah itu mereka berdua pun bersantai dengan tenang sambil menikmati pemandangan didepannya.
...*****...
...Sisi lain......
...Apartemen...
"Kau ingin kemana Manda?" Tanya Mira yang tengah duduk santai hingga tidak sengaja melihat Amanda yang berniat ingin pergi.
"Tentu saja, ke perusahaan dirgantara company! untuk menemui calon suamiku" Jawab Mira dengan bangganya mengakui bahwa Alvaro adalah calon suaminya.
"Cihh, yaa pergilah! Aku juga ingin pergi" Kata Mira dengan berdiri dari tempat duduknya.
"Kau ingin pergi juga? Kemana" Tanya Amanda dengan penasaran.
"Untuk mencari udara segar saja, aku bosan disini terus-menerus" Balas Mira.
"Owhh, yasudah kalau begitu aku pergi duluan" Pamit Amanda lalu pergi menuju ke perusahaan dirgantara company.
Amanda tidak tau bahwa Alvaro sedang tidak berada di perusahaannya! Karena Alvaro tidak memberitahukan kepada Amanda tentang dirinya yang tengah pindah untuk sementara di perusahaan kusuma.
Lagi pula untuk apa juga Alvaro memberi tahukan tentang dirinya yang sementar tidak akan berada di perusahaannya! Dan akan berada di perusahaan kusuma grup untuk waktu yang cukup lama.
"Yaa, berhati-hatilah" Balas Mira.
Setelah itupun Amanda tidak terlihat lagi, dan tak lama kemudian iapun juga akan pergi untuk mencari udara segar. Saat hendak membuka pintu apartemen milik Amanda, Mira terkejut dengan apa yang ia lihat didepannya.
"Apa apa nakk? Ibu datang kesini hanya untuk membawakan makanan kesukaanmu, saat kecil kau menyukainya bukan?" Kata orang tersebut yang tak lain adalah Mara.
"Bawa saja makanan ini kembali! Aku tidak menginginkannya" Ketus Mira yang bersiap untuk menutup pintunya kembali tapi tertahan oleh tangan Mara.
"Tunggu nakk! Kau boleh membenci ibu, tapi setidaknya kau bisa kan menerima pemberian dari ibu? Kau tau ibu memasak ini dengan penuh kasih sayang. Jadi ibu mohon terimalah" Tutur Mara dengan wajah sendu.
"Kali Ini saja nakk" Pinta Mara.
Mira yang melihat wajah sendu ibunya pun menjadi tidak tega, Karena bagaimana pun juga wanita yang di depannya saat ini adalah ibu kandungnya. Ibu yang melahirkannya, ibu yang pernah merawatnya ketika dirinya kecil, dan Ibu yang selalu menjaganya dulu.
Tapi rasa tidak tega terhadap ibunya itu disembunyikan oleh Mira, karena ia tidak mau bahwa Mara ibu kandungnya itu mengira bahwa dirinya masih menyayanginya.
"Apa setelah aku menerimanya kau akan pergi dari sini?" Tanya Mira.
"Yaa, nakk! Asalkan kau mengambilnya dan memakannya... Ibu akan pergi dari sini" Balas Mara dengan cepat.
"Baik, berikan itu padaku" Pinta Mira dan dengan cepat Mara memberikan makanan yang ia masak khusus untuk putrinya itu.
"Ini, nakk"
"Sudah bukan? Kau bisa pergi" Ujar Mira.
...Cuppppp...
"Baik nakk! Kalau begitu Ini pamit pulang terlebih dahulu... Kau makanlah dan habiskan ini" Pamit Mara dengan mencium kening Mira tanpa aba-aba lalu iapun pergi.
...Ceklekkkk...
"Ini... Tidak! Tidak boleh, kau tidak boleh tersentuh dengannya hanya karena ciuman ini" Kata Mira dengan memegangi keningnya yang tadi habis dicium oleh Mara.
"Tapi... hikssss... Aku merindukan ini... hikssss... Mulutku mengatakan bahwa aku membencinya, tapi hatiku mengatakan bahwa aku masih mencintainya hikssss..." Isak Mira dengan terduduk dilantai dan dibelakang pintu.
"Apa yang harus aku lakukan... Hikssss... Apa, aku bingung dengan semua ini! hikssss... aku tidak mengerti semua ini" Tangisnya dengan memandang ransel kecil makanan yang diberikan oleh Mara.
Dengan perlahan Mira pun menghapus air matanya dan dengan perlahan ia membuka ransel kecil tersebut, dan seketika mirapl pun menangis dengan histeris karena melihat apa yang dimasak oleh Mara untuknya.
"Hikssss... hikssss..."
"Ini... hikssss... Mengapa? Mengapa kau masih mengingat makanan kesukaanku hikssss... Mengapa kau tidak melupakannya... Hikssss... Mengapa" Isak Mira dengan perlahan mencicipi makanan tersebut.
"Hikssss... Bahkan rasa masakanmu masih sama seperti dulu hikssss... Bahkan kau menghiasinya seperti saat itu, mengapa kau tidak melupakannya... hikssss..." Lirih Mira yang tak bisa membendung air matanya yang terus saja keluar dari pelupuk matanya.
...*****...
"Ibu yakin kau pasti akan memaafkan ibu nakk! Kau masih menyayangi ibu, walau kau tidak mau mengungkapkannya kepada ibu ataupun hatimu" Ucap Mara dengan memandang bangunan tinggi yang tak lain adalah apartemen milik Amanda.
"Ibu akan merubah dirimu nakk, nerubah dirimu menjadi lebih baik, ibu akan membuatmu menjadi Mira kecilnya ibu dulu" Gumamnya dengan tersenyum manis.
"Dan suatu hari nanti, Ibu pasti akan membantumu dan menemanimu untuk menebus semua dosa-dosamu terhadap keluarga kusuma! Terutama untuk orang tua angkatmu dan putrinya. Nona kusuma, Itu pasti akan terjadi nakk! Sama seperti Ibu yang telah menebus dosa-dosa ibu dulu. Sekarang hanya dosa Ibu kepadamu yang belum ibu jalankan! Tapi sekarang Ibu akan menjalankannya dan memperbaiki hubungan Kita lagi nakk" Kata Mara dengan perlahan berjalan untuk meninggalkan apartemen milik amanda.
"Ibu mencintaimu"
"Tidak peduli berapa usiamu Mira, ibu akan tetap menjadikanmu dan menganggapmu sebagai bayi perempuan kesayangan ibu" Gumam Mara lalu pergi dengan senyuman manis yang terus saja melekat di bibirnya.
...*****...
..."Aku tidak ingin putriku mengikuti jejakku. Aku ingin mereka mengambil jalan di sampingku dan melangkah lebih jauh lagi dari apa yang pernah aku bayangkan"...
..._Mara Renataš„....