My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Malam yang tertunda



...Kamar Alqueen...



Setelah Alvaro berada di kamarnya. Alvaro'pun langsung saja membawa Queena kedalam kamar mandi dan menaruh tubuh Queena secara perlahan di bathtub kamar mandinya, untuk membersihkan tubuh Queena yang telah basah kuyup akibat ulahnya yang membawa Queena keluar mansion di tengah hujan yang begitu deras ditambah dengan adanya sebuah petir.


"Hikssss..."


"Hikssss... Al, jangan tinggalkan aku" Pinta Queena dengan menarik lengan Alvaro agar tidak kembali pergi.


"Queena dengarkan aku... Kau habis terkena Air hujan, jadi kau harus mandi! Aku tidak akan meninggalkan dirimu, karena aku akan menemani'mu mandi..." Ujar Alvaro dengan meyakinkan Queena agar Queena tidak perlu kembali merasa takut.


"Hikssss... Jangan menghukum'ku kembali seperti tadi! hikssss... aku sangat takut" Lirih Queena dengan menatap manik mata Alvaro.


"Tidaakkk... Aku berjanji padamu aku tidak akan pernah kembali menghukum'mu seperti tadi" Balas Alvaro lalu perlahan-lahan membuka seluruh pakaian Queena yang sedang Queena kenakan saat ini, agar ia lebih mudah untuk membersihkan tubuh Queena.


...Deggg Deggg Deggg...


Suara detak jantung Alvaro yang berdetak sangat kencangnya'pun mampu membuat Alvaro salah tingkah, begitu juga dengan Queena. Tanpa sadar keduanya merona hingga membuang wajah mereka masing-masing ke-sembarang arah karena terlalu malu untuk melihat wajah satu sama lain.


"Ak--u... Aku.." Ucap Queena gugup.


'Ada apa dengan jantung'ku?' Batin Queena.


'Apa aku mulai menyukai Queena? Tapi bagaimana dengan Angel?' Batin Alvaro.


"Aku akan memandikan'mu dengan air hangat saja" Kata Alvaro yang memecah keheningan.


"Hmmmm" Dehem Queena dengan mengangguk kecil.


Dengan perlahan Alvaro mengguyur tubuh Queena dengan air hangat dan tidak lupa ia menggosok seluruh tubuh Queena bahkan punggung Queena. Dengan secara perlahan dan itupun mampu membuat Queena menutup kedua matanya akibat sentuhan atau sensasi yang Alvaro berikan kepadanya.


'Sial! Sepertinya aku mulai teran*sang dengan tubuh Queena... Karena bagaimana'pun juga aku ini laki-laki normal' Batin Alvaro.


"Al, apa kau tidak papa?" Tanya Queena yang mendengar suara samar-samar dari Alvaro.


"Tidak!" Jawab Alvaro cepat.


...Skippppp......


...15 menit kemudian......


Setelah selesai memandikan Queena, Alvaro langsung saja membawa Queena keluar dan mendudukkan Queena diatas ranjang dengan hanya memakai handuk kimono saja.


"Terimakasih" Ucap Queena tersenyum manis lalu tanpa sadar ia memberikan sebuah ciuman tepat dibibir Alvaro.


...Cuuuppp...


Alvaro yang mendapat ciuman dari Queena tepat di bibirnya kini malah menjadi diam mematung, karena saking terkejutnya ia di buat oleh tingkah Queena, yang secara tiba-tiba saja menciumnya dan tanpa sadar Queena telah membangunkan benda berharga miliknya itu. Yang berada dibawah.


Setengah kesadaran'nya tadi pada saat membantu Queena membersihkan tubuhnya, ia menahan sebuah gejolak yang amat besar. Bahkan sampai saat ini masih menahan gejolak rangsangan tersebut, tapi Queena dengan mudahnya menerabas kesadarannya.


'Ckk! kau yang memulai Queena jadi jangan salahkan aku' Batin Alvaro.


...Cuuuppp...


"Ahhhhhh!!" Suara ******* yang lolos begitu saja dari mulut Queena hingga membuat Alvaro kini mulai menjadi lebih tera*gsang dibuatnya.


'Aku sah untukmu dan kau sah untukku, kau istriku dan ini adalah hak ku!' Batin Alvaro.


Perlahan Alvaro'pun mulai menidurkan tubuh Queena sambil melepas ikat tali handuk kimono Queena. lalu.. setelah terlepas Alvaro'pun langsung saja menarik handuk kimono tersebut dan membuangnya ke-sembarang arah.


"Alvaro..." Panggil Queena dengan pelan.


"Kau yang memulainya jadi jangan salahkan aku" Bisik Alvaro lalu kembali memberikan sebuah kecupan di setiap tubuh Queena tanpa ada yang terlewatkan sedikit'pun.


Setelah puas menciumi seluruh tubuh Queena kini Alvaro'pun memulai aksinya, dengan langsung membuka seluruh pakaian'nya dan membuat'nya ke-sembarang arah sama seperti tadi... dan setelah itu iapun langsung memulai apa yang seharusnya ia lakukan pada saat malam pernikahan waktu itu. Malam pernikahan yang tertunda.


"Argh! Al, sakit..." Rintihan Queena dengan menggenggam seprai dengan begitu kuat, karena ia merasakan sesuatu telah masuk kedalam dirinya.


"Sial!"


"Kenapa sempit sekali" Gumam Alvaro yang terus berusaha memasukkan sesuatu kedalam diri Queena.


"Al, sakit" Lirih Queena.


Alvaro yang mendengar Queena mengatakan sakit langsung saja berhenti sejenak, dan mulai melanjutkan kembali aksinya ketika Queena sudah tidak lagi merintih kesakitan.


Suara-suara yang keluar begitu saja dari kedua sepasang itu, malam pertama yang seharusnya di lakukan pada saat pesta pernikahan selesai. Kini malah terlaksana setelah satu bulan lamanya dan bisa dikatakan ini malam pertama yang tertunda antara Alvaro dan Queena.


Dengan hujan yang sangat deras dan lampu yang mati dikamar Alqueen, kini kedua pasangan itu tengah menikmati momen-momen yang luar biasa, dengan ditemani hujan yang deras dan suara-suara yang beradu merdu satu sama lain.


"Al"


Setelah tiga jam lamanya bermain diatas ranjang kini Alvaro dan Queena'pun akhirnya lelah. Dan seketika Alvaro'pun ambruk disamping Queena.


"Terimakasih" Lirih Alvaro dengan pelan lalu mulai memejamkan kedua matanya karena terlalu lelah akibat aktivitas malamnya ini bersama dengan Queena.


Queena tidak mendengar ucapan terimakasih dari Alvaro karena dirinya lebih dulu memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi.


'Terimakasih... Karena kau telah memberikan'ku mahkota milik'mu yang selama ini telah kau jaga untuk'ku Queena... Sepertinya... hatiku memang benar telah mencintaimu Queena. Hingga aku sendiri tidak bisa percaya dengan hatiku bahkan diriku' Batin Alvaro dengan memeluk tubuh Queena yang kini tak ada sehelai benang'pun ditubuhnya.


'Seberapa keras dan seberapa kuat aku menolak dirimu, tetap saja hatiku memang memilihmu' Batin Alvaro.


'Aku akan tetap selalu mencintaimu, Angel... Dimana'pun kau berada saat ini, Tapi... aku juga telah jatuh cinta dengan istriku. Jangan salahkan aku karena telah membagi cintaku terhadap'mu Angel, karena bagaimana'pun juga Queena adalah istriku! Istri sah'ku! Dan aku menarik seluruh perkataan'ku yang pernah aku katakan kepada Queena pada hari ini. Mulai hari ini Queena adalah milikku untuk selamanya, tidak ada yang boleh memilikinya selain diriku!.' Batin Alvaro kembali.


"Aku mencintaimu" Bisik Alvaro lalu mencium puncak kepala Queena dan setelah itu iapun mulai menutup kedua matanya.


***


"Tidak ada yang pernah tau! Bahwa ucapan yang pernah kita lontarkan kepada orang lain bisa berbalik kepada diri kita sendiri. Seperti ucapan kebencian terhadap seseorang... justru bisa berbalik dengan ungkapan atau ucapan rasa cinta, memang benar kata seseorang. Setelah A dan B itu C yang artinya Benci menjadi Cinta... Kadang, kita sendiri tidak pernah percaya dengan kata itu! tapi... Suatu saat nanti kalian pasti akan merasakan'nya sama sepertiku. Kata yang pernah aku yngkapkan justru kini malah ditarik kembali olehku, memalukan. Hahahaha..."


_Alvaro Kenan Dirgantara 🥀.