My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: At-dja and Wi'ams



"Dimana kau sebenarnya... Mengapa kau meninggalkan diriku lagi, tidak cukup kah kau menambah luka di hatiku Anna" Gumam Alvaro sambil memandangi bingkai foto Queena.


"Kembalilah..."


"Mengapa kau pergi disaat aku tidak berdaya seperti ini... Mengapa Anna. Jika aku menemukan-mu maka aku tidak akan memaafkan-mu! Atas semua ini, beraninya kau pergi meninggalkan diriku" Kata Alvaro dengan mata berkaca-kaca.


Ingin sekali rasanya Alvaro pergi untuk mencari keberadaan Queena sendiri! Tapi apalah dayanya yang kini kondisi fisiknya kian masih lemah! Pasca operasi itu... Jika bukan karena Mira. Mungkin dirinya tidak seperti ini yang tengah lemah tak berdaya sedikitpun...


Bergerak sedikit saja mampu mengeluarkan sakit yang begitu luar biasa di dadanya... Entah berapa lama ia harus seperti orang bodoh yang hanya bisa diam dan memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari istrinya itu....


Kecewa, Marah, Kesal itu semua bercampur aduk yang kini ia rasakan! Ia ingin marah dan berteriak kepada istrinya, Ia ingin mengatakan bahwa dirinya kecewa terhadap istrinya, ia ingin mengeluarkan kekesalannya kepada istrinya... Tapi itu semua tidak bisa, apa yang ia harus lakukan dengan keadaan fisik yang lemah seperti ini? Tidak ada bukan? Yang hanya ia bisa hanyalah diam seperti orang bodoh! Tidak bisa melakukan apapun seperti biasanya...


Iya frustasi dengan keadaan saat ini... Istrinya telah pergi dengan membawa empat calon anak-nya. Dan dirinya kini hanya bisa berbaring, dan terduduk saja tidak bisa yang lainnya.


Ia ingin menangis dan mengeluh... Tapi tidak bisa, ia hanya mempu untuk memendam-nya saja! Karena tempat ia bersandar untuk menceritakan keluh kesahnya sedang pergi jauh darinya.


"Aku mohon pulanglah" Lirih Alvaro.


...Dretttt... Dretttt......


Tidak Diketahui:📩


Apa kau sudah bangun suamiku?


Tidak Diketahui:📩


Maafkan aku...


*∅*Pesan telah dihapus


"Anna" Gumam Alvaro yang terlebih dahulu sudah melihat isi pesan dari seseorang yang tidak diketahui.


Tapi Alvaro yakin bahwa itu adalah Queena karena pesan pertama terdapat kata 'Suamiku' Queena mungkin tidak tau bahwa Alvaro telah Sadar dari koma-nya! Mungkin ia berfikir bahwa auaminya itu masih koma hingga membuat ia mengirimkan sebuah pesan tapi setelah terkirim ia langsung menghapusnya.


"Apa ini kau? Aku akan coba menelpon-mu" Kata Alvaro lalu buru-buru menyalin nomor tersebut dan setelah disalin ia langsung saja menelpon nomor tersebut yang memungkinkan itu adalah Queena.


...Dretttt... Dretttt......


"Aku mohon angkatlah! Bukankah saat itu kau mengatakan bahwa kau merindukan-ku... Merindukan suaraku... Dan merindukan pelukanku? Jadi kumohon angkatlah" Ucap Alvaro pelan


...Dretttt... Dretttt......


"Anna, angkatlah"


...*****...


...Paris...


...Apartemen Queena...


"Disini sudah akan malam, dan pasti disana sudah akan pagi... Apakah Varo sudah sadar dari koma-nya?" Gumam kecil Queena dengan memandangi kota cahaya dari jendela apartemen miliknya itu.


"Aku merindukanmu..."


"Aku ingin kembali... Tapi aku tidak bisa, maafkan aku karena telah membuatmu kecewa untuk kesekian kalinya" Lirih Queena pelan lalu berjalan mengambil sebuh bingkai foto yang dimana terdapat sebuah foto dirinya dan Alvaro.


"Aku ingin kembali kedalam pelukanmu! Aku ingin kembali mendengar suaramu... Aku ingin hikssss... Tidakkk! Tidak boleh... Kau tidak boleh seperti ini Anna. Kau tidak boleh menangis, kasihan anak-anakmu jika kau selalu saja menangis... Kau harus kuat. Jika bukan demi dirimu maka demi anak-anakmu. Kau pasti bisa menjalani ini semua" Kata Queena dengan menghapus air matanya.


"Aku tidak tau kau sudah sadar apa belum Varo. Tapi... Aku disini akan selalu berdoa agar kau baik-baik saja disana" Ujar Queena lalu meletakkan kembali bingkai fotonya dan berjalan mendekat kearah ranjang-nya sambil memainkan hendphone genggam miliknya.


^^^Suami Tampanku♡:📨^^^


^^^Apa kau sudah bangun suamiku?^^^


^^^Suami Tampanku♡:📨^^^


^^^Maafkan aku...^^^


"Apa yang kau lakukan Anna. Kau tidak boleh seperti ini" Gumam Queena lalu buru-buru menghapus pesan-nya yang ia sudah kirim ke nomor suaminya itu.


^^^*∅Pe****san Telah Dihapus***^^^


"Huuuffff... Sebaiknya aku beristirahat saja" Tutur Queena lalu menarik selimutnya dan membaringkan tubuhnya untuk menuju alam mimpi.


Tapi ketika ingin pergi menuju alam mimpi tiba-tiba saja hendphone miliknya berdering dengan sangat kerasnya... Dan itupun mampu membuat Queena terkejut setelah melihat nama yang tertera didalamnya yaitu nama 'Suami Tampanku♡'.


...Dretttt... Dretttt......


"Bagaimana mungkin... Tunggu, apakah Varo sudah sadar dari komanya? Apakah ini benar-benar dirinya?" Gumam Queena dengan bertanya-tanya.


"Apa jangan-jangan... Apa jangan-jangan Alvaro memang sudah sadar dari komanya lalu... Pesan yang aku kirimkan padanya. Apa ia sudah melihatnya?" Tanya Queena dengan kebingungan.


...Dretttt... Dretttt......


"Jika Alvaro sudah sadar, kemungkinan ia... Tidak-tidak aku harus mengganti kembali nomor teleponku! Atau Alvaro pasti akan melacak keberadaanku saat ini" Kata Queena dengan terburu-buru mencabut nomor hendphonenya dan membuangnya kembali sama seperti nomor lamanya.


Saat ketika sampai di paris, Queena memang sudah mengganti nomor hendphonenya dengan yang baru. Agar tidak ada satupun yang bisa menghubunginya ataupun melacaknya dengan nomor hendphonenya dan... Saat ini Queena juga akan mengganti nomor hendphonenya kembali karena ia sangat yakin bahwa Alvaro suaminya itu pasti akan melacaknya nanti.


Setelah melepaskan nomor baru hendphonenya... Queena-pun langsung saja membuang nomor nya tersebut ke dalam tempat sampah tapi sebelum membuangnya ia terlebih dahulu mematahkan kartu nya itu.


"Syukurlah kau sudah sadar"


"Maafkan aku. Hanya ini yang aku bisa lakukan agar kau tidak bisa menemukanku... Karena jika aku kembali... Maka... Nyawamu dan seluruh keluargaku akan--" Ucap Queena dengan tiba-tiba berhenti diakhir ucapannya.


"Maafkan aku suamiku" Lirih Queena pelan.


"Cepatlah sembuh"


...*****...


...Los Angeles...


"Apa kalian sudah menemukan cucuku? Atau petunjuk keberadaan cucuku?" Tanya Zian dengan sedikit datar kepada anak buahnya yang telah ia utus untuk mencari keberadaan Queena.


"Maaf tuan... Kami masih belum menemukan nona muda. Ataupun petunjuk mengenai keberadaan nona muda" Jawab salah satu anak buah At-dja tersebut.


"Aku ingin kalian berpencar keseluruhan negara untuk mencari keberadaan cucuku! Aku tidak mau tau kalian harus mencari keberadaan cucuku sampai dapat! Dimana-pun ia.... Bahkan jika perlu carilah cucuku di lubang semut jika perlu" Titah Zian yang di angguki oleh anak Buah At-dja secara kompak.


"Baik tuan" Jawab seluruh anak buah At-dja Grup.


...Mansion Dirgantara...



"Apa Anna pergi itu karena diriku?" Gumam Maura dengan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


"Apakah Anna marah kepadaku... Karena aku tidak ingin berbicara seperti biasa padanya, dan apa karena aku juga yang selalu menjauhinya... Apa itu semua karenaku" Tanya Maura dengan pelan.


"Bagaimana jika ia?"


"Mommy mohon padamu nakk"


"Pulanglah nakk"


"Apa kau tidak merindukan suamimu? Dan apa kau tidak merindukan kami semua... Bagaimana bisa kau pergi tanpa suamimu disisi-mu. Pulanglah nakk! Mommy mohon padamu. Maafkan mommy atas perilaku mommy terhadap'mu saat itu" Lirih Maura dengan memeluk foto Queena dan Alvaro yang tengah tertawa bahagia.


...Mansion Davsil...



"Kakak pulanglah..." Lirih pelan Sesillia dengan memeluk foto Queena.


"Jangan bersedih..."


"Aku pasti akan mencari kakak ipar dengan sekuat tenagaku... Aku pasti bisa membawanya kembali" Celetuk seseorang dengan memeluk tubuh Sesillia dari belakang, siapa lagi jika bukan David suaminya itu.


"Mengapa tiba-tiba ka Queena pergi? Apa alasannya, Mengapa ia pergi?" Tanya Sesillia kepada David dengan lirih.


"Aku sudah melihat isi rekaman CCTV itu, itu semua karena Mira! Wanita yang saat ini sedang menjadi incaran anak buah dirga grup dan tara grup... Bahkan At-dja grup dan Wi'ams grup juga ikut berpencar untuk mencari keberadaan wanita gila itu. Wanita gila itu mengancam kakak ipar, Jika kakak ipar tidak pergi maka Ia akan mencelakai Alvaro dan seluruh keluarganya serta yang lain... Maka dari itu kakak ipar Queena pergi karena tidak ada pilihan lain selain itu agar Alvaro selamat dari wanita gila itu" Jelas David panjang kali lebar.


Memang benar, David sudah melihat rekaman CCTV yang terdapat di Ruangan VVIP No 2 milik Queena tersebut... Dimana ketika Mira baru datang dengan menyamar menjadi seorang suster hingga Mira pergi kembali. David tidak sendiri melihat Isi Rekaman CCTV Tersebut. Tapi ia ditemani oleh Ray dan Rey bahkan Alvaro juga sudah melihatnya dari awal hingga awal.


Alvaro sendiri bahkan tidak abis pikir dengan semua ini... Bagaimana bisa Queena istrinya itu menerima sebuah permintaan dari seorang wanita yang jelas-jelas sudah tidak waras. Ia tau memang tujuan Queena pergi karena untuk melindunginya tapi... Tidak bisakah Queena istrinya itu berfikir dua kali terlebih dahulu?.


Alvaro adalah orang terkaya di dunia... Dan orang yang sangat-sangat berpengaruh terhadap dunia, Bagaimana mungkin dirinya akan celaka hanya dengan satu wanita saja sedangkan dirinya bisa saja menghadapi wanita gila seperti Mira itu dengan hanya memerintahkan beberapa anak buahnya saja. Bahkan jika ingin menghadapi Mira tidak perlu harus memerintahkan seluruh anak buahnya juga bukan? Dengan total anak buahnya yang begitu sangat fantastis..


Mira hanyalah wanita biasa yang tidak memiliki apa-apa, jadi seharusnya Queena tidak perlu takut dengan ancaman kecil seperti Mira itu bukan? Bukan dirinya sombong hanya saja itu faktanya bukan?.


Dirga grup dan tara grup adalah orang-orang terlatih yang dipimpin oleh keluarga Dirgantara. Sedangkan At-dja grup, mereka adalah orang-orang terlatih yang dipimpin oleh keluarga Atmadja dan untuk Wi'ams grup mereka adalah orang-orang yang terlatih juga yang dipimpin oleh keluarga Williams. Setiap keluarga terpandang pasti memiliki orang-orang terlatih mereka tersendiri.


Dirga grup dan tara grup dibedakan menjadi dua grup. Jika dirga grup khusus untuk laki-laki yang telah terlatih atau sudah terlatih maka tara grup adalah grup khusus untuk para perempuan yang sudah sangat-sangat terlatih pula. Berbeda dengan At-dja Grup dan Wi-ams Grup. Jika seluruh anak buah dirgantara dibedakan menjadi dua bagian maka mereka berbeda yang hanya memiliki satu grup saja. At-dja Grup dan Wi-ams Grup hanya berisi laki-laki saja dan tidak untuk perempuan.


Dirga grup dan tara grup jauh lebih banyak jumlahnya dari pada At-dja Grup dan Wi-ams Grup. Dari seluruh negara yang ada... Anak buah dirgantara adalah yang paling terbanyak dan yang paling menakutkan di seluruh negara, bukan karena wajah mereka tapi karena kemampuan mereka dari laki-laki hingga wanita. Bahkan seluruh dunia telah memberikan nama kepada seluruh anak buah dirga grup dan tara grup yaitu dengan julukan 'Mafia Dunia'.