My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Wedding day (Sesillia and David)



...Ruang Tamu...



"Sesillia" Panggil Alea.


"Iyaa aunty" Jawab Sesillia dengan berjalan mendekat kearah ruang tamu, lalu setelah itu iapun mulai duduk.


"Apa kau sudah berbicara dengan Anna baik-baik? Hmmm" Tanya Alea dengan menaikkan satu alisnya.


"Sudah aunty, tapi... aku tidak tau... Apakah ka Queena mau melihat isi dari flashdisk tersebut atau tidak! Tapi, aku berharap ka Queena mau melihatnya nanti" Kata Sesillia dengan melamun.


"Ada apa? Mengapa kau melamun... Apa yang sedang kau pikirkan" Celetuk Kiana dengan bertanya kepada Sesillia karena melihat Sesillia melamun.


"Aku hanya berfikir, apakah ka Queena akan datang dihari pernikah-ku atau tidak... Karena kondisi tubuhnya saat ini... Bukankah itu tidak memungkinkan untuk hadir di acara pernikahan-ku? Hanya itu yang sedang aku pikirkan" Jawab Sesillia.


"Berdoa saja agar Anna kakak-mu bisa hadir didalam acara pernikahan-mu nanti. Kau tau bukan nakk? Acara pernikahan-mu adalah acara yang selama ini ia nanti-nanti. Jadi... Berdoa saja agar dirinya bisa datang dan hadir didalam acara pernikahan-mu nantinya bersama kakak ipar-mu" Ujar Kiana dengan tersenyum lembut kepada Sesillia..


"Aku berharap begitu Grendma" Balas Sesillia.


...*****...


...Beberapa hari kemudian......


Kini adalah waktu yang telah di nanti-nanti oleh semua orang, waktu yang sangat berarti bagi kedua pasangan. Siapa lagi jika bukan Sesillia dan David! Yuups... ini adalah hari dimana Sesillia dan David akan menikah dan melepas status single and lajang mereka, hari dimana adalah hari kebahagiaan mereka.


...Ruangan Sesillia......


"Mama" Panggil Sesillia.


"Putriku akan menikah hikssss... Mama sangat bahagia nakk! Karena mama bisa melihatmu naik diatas pelaminan pernikahanmu" Ucap Silsila dengan terharu lalu buru-buru menghapus air matanya. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.


"Jangan menangis mah" Kata Sesillia dengan cemberut.


"Tidak, tidak! Mamah tidak menangis..." Kata Silsilah dengan menampakkan wajah tersenyum di depan putrinya itu.


"Mama, apa ka Queena tidak akan datang?" Tanya Sesillia dengan pelan.


"Jangan bersedih, kakak-mu tidak bisa datang dan melihatmu menikah karena kondisinya yang tidak memungkinkan..." Ujar Silsilah dengan memeluk tubuh Sesillia.


"Doa-ku tidak terkabul mah" Lirih Sesillia.


"Putriku... Kau tidak boleh bersedih dihari pernikahanmu atau make-up mu akan luntur karena air matamu ini" Tutur Silsila.


"Aku tidak bersedih" Jawab Sesillia.


"Apa kalian sudah siap? Sebentar lagi acara-nya akan segera dimulai" Tanya Maura yang datang dengan tersenyum melihat Sesillia.


"Mommy" Panggil Sesillia.


"Aku akan mempunyai menantu lagi. Hahahaha... Berbahagialah nakk" Ujar Maura dengan memeluk tubuh Sesillia dengan erat.


"Pasti mommy, terimakasih" Balas Sesillia.


"Sudah-sudah, mari sebaiknya kita keluar" Ajak Silsilah yang diangguki oleh keduanya.


...Sedangkan ditempat David......


"Apa kau gugup David?" Tanya Zayyann dengan nada meledek David yang kini memang tengah gugup.


"Ohh ayolah. Jangan membuatku bertambah gugup uncle" Jawab David yang mendapat gelak tawa dari semua orang.


Sama seperti pernikahan Alvaro dan Queena saat itu... Kini pernikahan David dan Sesillia juga mengundang seluruh wartawan yang ada dan rekan-rekan bisnis dari yang lainnya. Karena bagaimana pun juga yang Sesillia dan David adalah keluarga terpandang.


Walaupun David bukan anak kandung dari Maura tapi Maura telah mengangkat David menjadi putranya sama seperti Alvaro. Tapi.... Hanya saja David tidak ingin menggunakan marga Dirgantara ia tidak ingin menggunakan marga dirgantara karena dirinya hanya tetap mau menggunakan marga asli keluarganya walau sudah tiada. Dan Maura tidak mempermasalahkan hal itu.


...Aula Pernikahan:...






...Visual penampilan Sesillia:...




...Visual penampilan David:...



...Visual penampilan Silsila, Maura, Kiana, Alea, (.....):...



...Visual penampilan Gani, Zian, Zayyann, Aldo, (.....):...



...Tak...


...Tak...


...Tak...


Suara hentakan hils yang menggema keseluruh aula pernikahan, hingga membuat semua tamu yang hadir bahkan wartawan yang hadir menatap kearah pintu masuk, bahkan kini para wartawan-pun mulai menyoroti kamera mereka masing-masing. Siapa lagi jika bukan Sesillia, Silsilah dan Maura yang datang untuk memasuki Aula.


"Cantik" Puji David tanpa sadar.


"Bagaimana? Cantik bukan David" Ledek Zayyann dengan berbisik pelan.


"Ohh uncle" Ucap David yang gemas terhadap Zayyann.


Kini Sesillia sudah berdampingan disebelah David untuk mengucapkan ijab kabul dan janji suci berdua.


"Apa kalian sudah siap?" Tanya pendeta tersebut kepada kedua mempelai pasangan yaitu David dan Sesillia.


"Kami sudah siap" Jawab keduanya secara bersamaan.


"Baiklah, mari kita mulai--" Ujar pendeta tersebut tapi terpotong oleh kehadiran dan ucapan seseorang.


"Kalian tidak menunggu kami?" Celetuk seseorang yang baru saja datang dengan bergandengan tangan, serta sekelilingnya di lindungi pengawal dan penjaga disekitarnya.


"Ka Queena"


"Kakak ipar Alvaro" Lirih pelan Sesillia.


"Alvaro! Kakak ipar Queena" Ucap pelan David dengan tersenyum karena melihat kedua sepasang tersebut akhirnya datang ke acara bahagia dirinya ini. Ini adalah momen yang David dan Sesillia tunggu-tunggu, dimana


"Mereka memang benar-benar datang" Lirih pelan Maura dengan tersenyum melihat keduanya, tanpa sadar Alea mendengar ucapan pelan dari Maura.


"Kau sudah tau bahwa mereka akan datang mommy?" Bisik Alea dengan bertanya kepada Maura.


"Benar" Jawab Maura.


"Kakak" Panggil Sesillia yang berniat untuk turun dari atas pelaminan tapi justru tertahan oleh perkataan Queena.


"Jangan mendekat kearah ku, adikku Sesillia. Diamlah disana... Bukankah kau akan mengucapkan janji suci bersama dengan David?" Tutur Queena yang menghentikan pergerakan Sesillia.


"Mulailah acaranya" Titah Alvaro kepada David dan Sesillia itu di angguki oleh Queena kecil.


"Hmmmm" Dehem Keduanya.


"Pendeta... Bisakah kita mulai acara janjinya sekarang?" Tanya David.


"Tentu tuan" Jawab pendeta tersebut.


"Aku akan bertanya kembali kepada kalian... apa kalian sudah siap?" Tanya kembali pendeta tersebut.


"Kami sudah siap" Jawab keduanya secara bersamaan kembali.


Lalu pendeta itu pun langsung saja mulai menyuruh David dan Sesillia untuk berdiri dan berpegang tangan setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara membangkitkan.


"Sesillia Arsyila Putri Williams, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap David dengan lantangnya tanpa ada rasa gugup lagi sedikitpun mengucapkan janji sucinya.


"David Pradita, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Balas Sesillia yang tak kalah lantangnya dari David.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu cincin ini menyatukan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih kristus dalam kehidupan rumah tangga; Dan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir" Kata pendeta tersebut kembali.


"Sesillia Arsyila Putri Williams, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan-ku" Tutur David lalu memasangkan sebuah cincin di jari manis Sesillia dan itupun dilanjutkan kembali oleh Sesillia tentunya.


"David Pradipta, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan-ku" Balas Sesillia kembali yang juga memasangkan cincin di jari manis David.


...Visual cincinnya:...



"Kini mulai sekarang kalian berdua sudah SAH menjadi pasangan suami istri" Tutur pendeta tersebut dengan tersenyum bahagia melihat keduanya.


...*****...


..."Lelah itu biasa, kecewa itu wajar. Namun, percayalah dalam pernikahan bukan tentang seberapa kali engkau lelah dan kecewa, melainkan tentang seberapa lama dan kuat engkau bertahan"...


..._Queena Angelina Dirgantara 🥀....


..."Menjalani pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi juga tidak sesulit yang pujangga katakan"...


..._Alvaro Kenan Dirgantara 🥀....


..."Cinta tidak menciptakan pernikahan. Pernikahan yang sadar, terencana, menciptakan cinta. Hal yang sama terjadi dalam semua hubungan"...


..._Sesillia Arsyila Putri Williams 🥀....


..."Pernikahan adalah hak untuk menemukan kesempatan buat saling menggoda dan bertengkar sesering mungkin"...


..._David Pradipta 🥀....