My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kembalinya Mira



"Apa sekarang kau sudah mencintai Queena makanya kau membatalkan rencana yang sudah kita buat? Katakan padaku" Tanya Amanda lagi-lagi.


"Jika aku menjawab iyaa, apa yang ingin kau lakukan?" Jawab Alvaro dengan bertanya juga pada Amanda.


"Tentu saja aku akan membuat Queena pergi menjauh darimu! Tunggu... Jangan bilang kau memang sudah mulai mencintai Queena? Jawab akuuu" Kata Amanda dengan menatap manik mata Alvaro karena ia ingin mencari kebohongan yanga ada disana.


"Yaa, kau benar aku sudah mencintai Queena. Apa kau sudah puas? Jika sudah kau boleh pergi dari sini, Manda" Usir Alvaro.


"Tii-tidak, ka--kau ka-u pasti sedang berbohong padaku kan? Ka-kau tidak mungkin mencintai Queena'kan, katakan padaku kau sedang bercanda kan, Al hikssss...." Lirih Amanda yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Alvaro tentang kenyataan itu.


"Maaf Manda, Tapi inilah kenyataan'nya bahwa aku memang sudah jatuh cinta terhadap istriku sendiri. Aku juga tidak tau kapan dan dimana aku mulai mencintai Queena istriku! Aku tidak pernah berbohong dengan kata-kata yang aku ucapkan, dan aku tidak sadar dengan hatiku selama ini ternyata" Tutur Alvaro dengan menatap wajah Amanda yang tengah menahan air matanya.


Amanda tentu saja menangis ketika mendengar bahwa Alvaro pria yang sangat ia cintai mulai kembali mencintai seorang wanita, lain lebih tepatnya istrinya sendri! padahal selama ini Amanda selalu menunggu cintanya Alvaro untuk dirinya, tapi lagi-lagi ia gagal! Ia pikir jika ia selalu berada disamping Alvaro dan selalu bersama Alvaro maka Alvaro lama-kelamaan akan bisa menerimanya dan mencintai dirinya tapi nyatanya dirinya salah besar.


Selama ini... ia selalu berdoa agar Angel cinta masa kecilnya Alvaro itu, tidak akan pernah datang kembali kedalam kehidupan'nya Alvaro tapi... Tapi justru Alvaro malah mencintai wanita lain, wanita yang belum lama ia kenal sedangkan dirinya? Sedangkan dirinya yang selama beberapa tahun ini berada dekat dengan Alvaro. Jusstru Alvaro masih tetap tidak bisa mencintainya walau hanya sedikit saja! Ini tidak adil baginya bagaimana mungkin Alvaro lebih memilih wanita lain dari pada dirinya.


"Kenapa Al? Mengapa kau tega denganku hikssss... kau tau bukan selama ini aku mencintaimu? Tapi kenapa kau malah mencintai wanita lain? Hikssss... Selama ini aku selalu menunggu'mu agar kau bisa mencintaiku tapi... Tapi hikssss... hikssss..." Tangis Amanda pecah dengan menatap wajah Alvaro dengan tatapan kecewa.


"Maaf Manda, bukankah dari dulu aku selalu mengatakan padamu untuk tidak berharap lebih denganku agar aku bisa mencintaimu" Ucap Alvaro yang sedikit merasa bersalah terhadap Amanda.


"Hikssss... hikssss... Dulu kau mengatakan padaku bahwa kau tidak akan pernah mencintai wanita manapun tanpa terkecuali Angel bukan? hikssss... Lalu... mengapa sekarang kau malah mencintai Queena? Hikssss... apa perkataan'mu saat itu hanya kebohongan belaka saja Al? hikssss..." Tanya Amanda.


"Aku juga tidak tau kenapa aku bisa jatuh cinta kembali, Manda. Entah kapan rasa cinta ini bisa ada di dalam hatiku aku juga tidak tau" Kata Alvaro dengan menatap bingkai foto pernikahan'nya yang kini mulai berada diatas meja kerjanya.


"Ka-u... ka! Kau sudah melakukan itu dengan Queena Al?" Tanya Amanda yang tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Kau sudah melihatnya jadi aku tidak bisa berbohong bukan?" Jawab Alvaro dengan enteng'nya karena ia tau apa yang dilihat Amanda yaitu tanda cinta yang berada di lehernya saat ini.


"Sejak kapan kau sudah bercinta dengan Queena Al?" Tanya Amanda dengan lirih.


"Tidak tau" Balas Alvaro.


"Hehhh... aku akan pergi Al. Selamat tinggal" Pamit Amanda yang pergi dengan membendung air matanya, lalu berjalan pergi keluar tapi sebelum ia benar-benar keluar Alvaro mengatakan sesuatu.


"Carilah kebahagiaan'mu, Manda! Aku yakin masih banyak diluar sana yang masih mengantri untuk bisa mendapatkan'mu" Kata Alvaro.


"Terimakasih, Al" Jawab Amanda dengan tersenyum sendu.


"Hmmm" Dehem Alvaro.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja Alvaro! Karena hanya kaulah yang boleh menjadi suamiku... tidak dengan pria lain! Apapun caranya aku pasti akan mendapatkanmu walau aku harus membunuh Queena sekali'pun" Gumam Amanda dengan menghapus sisa air matanya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau hidup bahagia diatas penderitaanku Queena! Tunggu dan lihat saja, aku pastikan aku akan menyingkirkan'mu dari hidupku dan Alvaro" Tegas Amanda lalu pergi kearah parkiran tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.


"Bisakah aku membantumu?" Sahut seseorang yang membuat langkah Amanda terhenti lalu berbalik menatap orang tersebut.


"Siapa kau?" Tanya Amanda dengan raut wajah kebingungan.


"Namaku Mira, aku adalah anak angkat dari keluarga Kusuma yang sudah di buang begitu saja! Lebih tepatnya aku adalah kakak tirinya Queena" Jawab Orang tersebut yang tak lain adalah Mira Kusuma upssss salah, Mira si pembunuh.


"Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Amanda dengan menatap Mira dari atas hingga bawah.


"Tentu saja" Jawab Mira dengan tersenyum Devil.


"Kenapa kau ingin membantuku?" Tanya kembali Amanda.


"Aku akan menjawab pertanyaan'mu tapi bisakah kita tidak disini untuk membahas kerjasama antara kita berdua?" Kata Mira.


"Baik, kalau begitu masuklah kedalam mobilku"


"Terimakasih"


...Cafe,K...


"Sekarang kita sudah berada di Cafe, jadi cepat jawab pertanyaan'ku tadi" Kata Amanda yang penasaran dengan jawaban Mira.


"Aku ingin membantu'mu karena aku juga dendam dengan Queena! Aku ingin membalaskan rasa sakit yang dia berikan padaku, karena dia aku menjadi seorang narapidana. Hehhhh... dulu aku selalu gagal untuk mencelakainya, maka sekarang akan aku pastikan tidak akan pernah gagal kembali" Jawab Mira dengan raut wajah yang penuh kebencian terhadap Queena.


"Maksudmu mencelakai'nya?" Tanya Amanda.


"Empat belas tahun yang lalu... aku berniat ingin membunuh Queena tapi gagal! Karena bunda Zia melindungi'nya atau lebih tepatnya Zia Kusuma ibu dari Queena Angelina Kusuma. Zia Kusuma pada saat itu justru malah melindungi'nya dan berakibat ialah yang mati karena melindungi Queena putri kesayangan'nya itu. Lalu kedua kalinya... aku juga gagal membunuh'nya lagi, karena Ayah Albert atau lebih tepatnya Albert Kusuma... Ayah dari Queena juga ikut melindunginya! Yang berakibat ia juga mati karena melindungi Queena putri kesayangan'nya itu" Geram Mira dengan menceritakan kejadian empat tahun yang lalu dan empat belas tahun yang lalu.


"Sekarang tidak ada lagi yang akan melindungi Queena, jadi kemungkinan besar rencana'ku untuk membunuh'nya tidak akan gagal bukan? Dendam yang sudah lama kusimpan akan aku balaskan sekarang... Tunggu tanggal permainan yang tepat baru aku akan membunuh'nya" Kata Mira dengan tersenyum devil dan membuat Amanda semakin percaya untuk bekerjasama dengan Mira.


"Aku kembali Angel" Lirih pelan Mira dengan tersenyum Devil dan tak lupa kedua tangan yang mengelap dengan eratnya.