
"Sudah tujuh jam lamanya, mengapa dari mereka semua tidak ada yang keluar. Bagaimana sebenarnya keadaan didalam" Cemas Alkenzo dengan mundar mandir tidak jelas didepan pintu ruang operasi.
Queena pun yang melihat sang putra terus saja mundar mandir tidak jelas yang mengganggu pemandangan nya pun seketika langsung saja menegur sang putra untuk segera diam dan duduk dengan tenang.
"Alzo diam dan duduklah. Mommy tau kau mengkhawatirkan kondisi keadaan Anitha, tapi bisa kah kau diam dan duduk dengan tenang? Disini bukan hanya kau yang merasa cemas dan khawatir terhadap Anitha tapi kami semua nak" Tegur Queena kepada sang putra yang keras kepala itu.
"Bagaimana bisa kau tenang? Sedangkan ia masih berada didalam sana dengan kondisi yang aku sendiri tidak tau. Aku tidak akan bisa diam dan duduk dengan tenang jika aku masih belum mengetahui tentang kondisi Anitha" Jawab Alkenzo dengan cepat sambil menunjukkan raut frustasi kepada sang mommy.
"Daddy lelah melihat mu tidak bisa diam sedari tadi! Turuti ucapan mommy mu dan duduklah dengan tenang" Celetuk Alvaro dengan menatap malas wajah sang putra yang mirip dengan nya itu.
"Huuuffff! Aku masih belum tenang" Lirih Alkenzo pelan dengan perlahan berniat ingin mendaratkan pantat nya ke kursi tapi sedetik kemudian ia tidak jadi karena pintu ruangan operasi tiba-tiba mulai terbuka.
...Ceklekkkk...
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Alkenzo dengan cepat kepada sang aunty dan sang adik perempuan nya itu yang mana kini terlihat sangat letih dengan wajah yang bercucuran keringat dimana-mana begitu pun dengan para suster dan dokter yang lainnya.
"How's his condition?" Tanya Alkenzo kepada dokter yang lainnya.
...(Bagaimana kondisi nya?")...
"His condition is much better sir than before" Jawab salah satu dokter tersebut dengan wajah lelah-nya.
...(Kondisi nya sudah jauh lebih baik tuan dari pada sebelumnya)...
"What do you mean by "Before"?" Tanya Alkenzo kembali dengan nada sedikit khawatir.
...(Apa maksudmu dari "Sebelumnya")...
"Biar aunty yang menjelaskan, operasi pengangkatan gumpalan darah di kepala Anitha telah berhasil. Dan kini ia sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Maksud dari sebelumnya adalah karena sebelum ia sudah membaik, ia terlebih dahulu drop setiap menit dan detik nya pada saat itu, hingga membuat kami semua memprediksi bahwa ia tidak akan selamat" Celetuk Lauren dengan menjelaskan apa maksud dari kata "Sebelumnya" kepada sang ponakan.
"Tapi kenyataan nya ia mampu bertahan, hanya saja saat ini... Ia masih belum mau kembali kedunia nya karena ia masih menginginkan untuk berada dibawah alam sadarnya. Atau dengan kata lain saat ini Anitha tengah koma. Saat ini kami semua masih tidak bisa memprediksi kapan Anitha mu akan terbangun dari tidur nya" Ujar Lauren kembali.
"Karena pada dasarnya, hanya kakak Anitha sendiri yang mampu mengetahui kapan ia ingin terbangun dari tidur panjang nya. Entah itu seminggu, sebulan, setahun atau selamanya kami semua tidak tau kapan ia ingin membuka matanya! Hanya kemauan nya lah yang mampu membuat ia bisa tersadar" Sahut Brianna yang ikut menjelaskan kepada sang kakak.
"Koma?" Gumam Alkenzo pelan.
"Koma? Anitha mu?" Lirih Zaza, Liora dan Tania pelan.
'Aku memang sudah tau mengenai semua kehidupan Zea sebelumnya, tapi menyangkut koma... Bagaimana mungkin! Ini pasti hanya sebuah lelucon belaka saja' Batin Tania.
'Mengapa Zea bisa koma? Mengapa... Mengapa ia bisa seperti ini! Apa yang sebenarnya telah terjadi dengan nya' Batin Liora.
'Walau kami baru dan belum lama kenal dengan-mu, Tapi... Aku merasa sakit jika melihat mu seperti ini Zea! Zea aku berharap kau cepat sadar agar kita bisa kembali kumpul bersama dan tertawa bersama seperti sebelum nya' Batin Zaza.
"Bolehkan kakak pergi menemui Anitha?" Tanya Alkenzo dengan nada lirih tanpa mau menatap lawan bicara-nya.
"Hmmmm"
"Sir, our job is done! Then the five of us said goodbye to return to our country immediately" Ucap salah satu dokter yang dipanggil oleh Alvaro tersebut.
...(Tuan, tugas kami sudah selesai! Kalau begitu kami berlima pamit untuk segera kembali ke negara kami)...
"Hmmmm, Come back my men will take you to the airport now" Balas Alvaro dengan nada datar sambil menganggukkan kepala kecil sebagai tanda setuju dengan permintaan dari kelima dokter tersebut yang mana telah ia panggil dari berbagai negara.
...(Hmmmm, kembali lah anak buah saya akan mengantar kalian ke bandara sekarang)...
"Alright sir, thank you. We are happy to be able to help you again" Balas dokter yang lainnya dengan tersenyum manis kepada Alvaro.
...(Baik tuan, terimakasih. Kami senang bisa kembali membantu anda)...
"Return"
...(Kembali)...
"Sir then the five of us say goodbye" Pamit kelimanya secara bersamaan dengan hormat kepada Alvaro
...(Tuan kalau begitu kami berlima pamit)...
"Alright"
(Baiklah)
...*****...
"Antarkan aku ke rumah sakit Dirgantara hospital sekarang" Pinta seseorang kepada anak buah nya.
"Baik tuan" Jawab anak buat orang tersebut dengan patuh.
"Apakah jadwal operasi nya sudah selesai? Huuuffff.... Aku harap iya, karena ini sudah malam" Gumam Austin pelan dengan menyandarkan kepalanya di kursi mobil nya itu.
Yaapss dia adalah Austin, yang mana kini tengah berniat untuk pergi ke rumah sakit Dirgantara hospital, karena ia ingin menemui sang kekasih kecil nya itu. Siapa lagi jika bukan Brianna, walaupun kenyataan nya mereka berdua sudah tidak memiliki hubungan yang spesial apapun. Tapi Austin tetap ingin pergi menemui Brianna karena dirinya sendiri kini tengah kembali mengejar cinta nya Brianna.
Wanita yang ia benci sebelumnya dan kekasih dirinya beberapa tahun yang lalu. Jika bukan karena sebuah kesalah pahaman! Mungkin hubungan diantara keduanya masih tetap berjalan dan belum kandas seperti saat ini.
Austin sudah bertekad kembali bahwa ia benar-benar akan mengambil hati Brianna kembali, Dan kembali berniat menjadikan Brianna sebagai ratu dihatinya! Walau nantinya akan ada sebuah pertentangan antara dirinya dan keluarga besar dirgantara. Tapi Austin tetap akan melewatinya dengan sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan kembali kekasih hati-nya itu.
"Jika kau masih menginginkan adikku Brianna, maka berusahalah... Sebelum ia dijodohkan oleh pria pilihan daddy kami" Ucap Alkenzo yang memecahkan keheningan.
"Aku pasti akan berusaha dan bisa kembali mendapatkan hati mu dan hati para keluarga mu. Khusus nya daddy mu Bria, itu pasti dan akau akan melakukan apapun untuk hal ini" Tekat Austin dengan berucap pelan kepada dirinya sendiri ia berbicara dan meyakinkan hati-nya.