
...Praaangg...
"Daaa... David... Nakk! See--sejak kapan kau berdiri disitu, nak!?" Tanya Maura yang terkejut karena kehadiran David yang tiba-tiba saja berada di dekatnya.
"Mommy"
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!?" Kata David dengan wajah terkejutnya dengan bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Huuuuffff"
"Jika mommy mengatakan yang sebenarnya padamu? apa kau akan memberi tahukan kepada Alvaro?" Tanya Maura dengan menatap wajah David serius.
"Itu tergantung..."
"Jadi... Seperti yang kau dengar tadi, nakk! bahwa Queena adalah Angel, kekasih kecilnya Alvaro atau lebih tepatnya cinta masa kecilnya Alvaro!" Jelas Maura dengan menatap lurus pandangan kosong.
"Tapi... Kenapa kau tidak memberitahukan kepada Alvaro yang sebenarnya, Mommy? Kau tau bukan bahwa Alvaro sangatlah menantikan kehadirannya Angel! Cinta masa kecilnya itu!" Tanya kembali David dengan raut wajah kebingungan.
"Biar mommy ceritakan yang sebenarnya padamu, jadi waktu itu" Ujar Maura lalu menceritakan kejadian di mana dirinya dan Queena berjanji untuk merahasiakan identitas asli Queena atau lebih tepatnya jati diri Queena.
...Flashback...
...Cafe,K.......
"Ada apa nakk? Mengapa kau ingin menemui mommy disini dan mengundang mommy secara mendadak?" Tanya Maura kebingungan sambil menatap wajah cantik Queena.
"Mommy, Bisakah kau berjanji kepadaku satu hal?" Tanya balik Queena tanpa mau menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Maura terlebih dahulu.
"Berjanji untuk apa?" Tanya Maura kembali dengan raut wajah penuh kebingungan hingga salah satu alisnya mampu mengangkat satu.
"Berjanjilah terlebih dahulu" Ujar Queena dengan meminta.
"Hmmm, Baiklah... Mommy berjanji" Jawab Maura dengan cepat menyetujui permintaan dari Queena walau dirinya sendiri masih di ambang kebingungan terhadap Queena.
"Berjanjilah untuk tidak mengatakan kepada Varo bahwa aku adalah Angel, Berjanjilah kau tidak akan pernah memberi tahukan kepada Varo tentangku bahwa Angel yang selama ini ia cari adalah aku. Dan Angel yang selama ini Ia cari sebenarnya sudah kembali" Jelas Queena dengan mata berkaca-kaca menatap Maura. Dan Maura yang mendengar perkataan dan ucapan dari Queena'pun seketika terkejut.
"Apa maksudmu nakk? Bukankah ini adalah hal yang bagus? Karena kau sudah kembali sekarang jadi kau bisa kembali bersama dengan Alvaro bukan? Lalu mengapa kau malah ingin menyembunyikan tentang identitas dirimu padanya?" Terkejut Muara dengan bertanya kepada Queena akan perkataan Queena yang meminta kepada dirinya untuk tidak memberitahukan tentang identitas sebenarnya kepada sang putra Alvaro.
"Ini jalan yang terbaik mommy, Karena kau tidak ingin menyakitinya kembali hanya karena diriku. Lebih baik ia tidak mengetahui tentang'ku agar ia bisa baik-baik saja. Ia akan terluka kembali nantinya ketika tau tentang diriku jadi aku mohon berjanjilah untuk tidak memberitahuku tentang'ku kepadanya" Ujar Queena kepada Maura.
"Justru... Jika kau menutupi jati dirimu yang sebenarnya Alvaro akan sangat terluka nakk. Coba kau pikirkan dengan baik kembali, Mommy tau kau pasti bisa mengubah keputusan yang kau buat tadi...." Kata Maura sambil menggenggam tangan Queena dengan erat.
"Aku sudah memikirkannya dengan sangat matang mommy, Bahwa aku tetap tidak akan pernah memberitahukan kepada Varo. Bahwa aku adalah Angel!! Aku tidak ingin menyakitinya kembali mommy... Kumohon padamu mommy, Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak memberitakan tentang diriku kepada putramu Varo bukan? Maka kau harus menepatinya" Terang Queena.
"Huuuffff..., Baiklah mommy akan menepati janji mommy kepada'mu!! Tapi inginlah satu hal nakk, Jika suatu saat nanti Alvaro mengetahui bahwa kau adalah Angel, Maka jangan salahkan Alvaro jika ia berbuat nekat terhadap'mu suatu saat nanti" Ingat Maura kepada Queena.
"Aku akan mengingatnya mommy" Ucap Queena dengan cepat menjawab.
"Kalau begitu mommy pamit pergi dulu nak, Tolong jaga dirimu baik-baik, Semoga kau selalu bahagia nakk!!. Mommy berharap kau bisa mengubah keputusan yang sudah kau buat nanti" Pamit Maura lalu kemudian iapaun pergi begitu saja.
...Flashback off...
"Jadi seperti itu ceritanya, nakk!" Kata Maura dengan menceritakan kebenarannya kepada David mengapa ia bisa menutupi semua kejadian itu.
"Tapi mengapa Ka Queena ingin menutupi jati dirinya? Bukankah seharusnya Ka Queena mengatakan kepada Alvaro bahwa dirinya adalah Angel bukan..? Apakah Ka Queena sudah tidak mencintai Alvaro lagi, Mommy?" Tanya David dengan memberikan pernyataan bertubi-tubi kepada Maura.
"Queena masih sangat mencintai Alvaro... hanya saja ia tidak ingin membuat Alvaro terluka kembali hanya karena dirinya yang sebagai Angel" Jelas Maura yang sebenarnya juga tak mengerti dengan jalan pikirannya Queena.
"Justru... jika Ka Queena menyembunyikan identitas aslinya Alvaro akan sangat terluka bukan? Mommy tau bukan seberapa besar perjuangan Alvaro untuk mencari keberadaan Angel?" Ujar David dengan bertanya.
"Mommy, juga tidak tau dengan jalan pikirannya Queena saat ini nakk. Mommy hanya bisa berdoa agar Queena mau mengakui dirinya pada Alvaro nantinya" Balas Maura dengan menyandarkan kepalanya di sofa.
...*****...
"Haaacimmm" Bersin Queena.
"Kenapa kau tiba-tiba bersin?" Tanya Amanda dengan sewot kepada Queena.
"Kau bertanya padaku?" Tanya balik Queena dengan santainya.
"Tentu saja memangnya dengan siapa lagi?" Ketus Amanda.
"Owh"
"Kau!" Geram Amanda.
"Apa?" Tanya Queena dengan sok polosnya.
"Bisakah kalian berdua diam? Aku pusing mendengar kalian berdua selalu bertengkar! Tidak bisakah kalian tidak bertengkar sekali saja?" Marah Alvaro yang sangat geregetan dengan Queena dan Amanda karena selalu saja bertengkar jika bertemu satu sama lain.
"Dia yang membuat masalah duluan, sayang" Tunjuk Amanda kepada Queena sambil menatap sinis Queena.
"Idihhh... Jijik" Ujar Queena dengan menatap balik Amanda dengan tatapan jijik.
"Apa kau bilang" Tanya Amanda dengan kesal.
"Tidak ada... Aku hanya mengatakan bahwa aku harus sabar jika sedang berbicara pada hewan jika aku marah dengan'nya maka hewan tersebut pasti akan mengamuk" Kata Queena tersenyum sinis lalu pergi begitu saja dengan meninggalkan Amanda dan Alvaro berdua, sedangkan untuk Alvaro ia hanya bisa menyaksikan pertengkaran antara Amanda dan Queena.
"Berani sekali kau mengatakan diriku hewan! Queena... Jangan pergi kau" Teriak Amanda yang sangat marah akibat perkataan Queena.
"Aku tidak mengatakan kau hewan! Kau sendirilah yang mengatakan'nya bukan?" Teriak Queena yang masih setia berjalan tanpa menoleh kebelakang.
"Queenaaaaa!!" Teriak Amanda lalu mengejar Queena karena dirinya sudah amat tersulut emosi akan tingkah Queena yang benar-benar membuatnya kesal setengah mati.
"Aaaaaa! ****** sialan! Lepaskan aku!" Teriak Amanda yang kesakitan karena rambutnya ditarik oleh Queena.
Bagaimana bisa Queena tiba-tiba menarik rambut Amanda? jelas... saja karena tadi Amanda berlari dan berniat ingin menjambak rambut milik Queena, tapi Queena menyadari hal itu dan berhasil Queena'pun berbalik dan menarik duluan rambut Amanda dengan sangat kencang.
"Hehhhh, ingin narik rambutku? Oh tidak bisa!" Ejek Queena dengan geramnya lalu mengencangkan jambakan'nyaa pada rambut Amanda.
"Aaaaaaaaaaaa! Lepaskan sialan. Alvaarooooo" Teriak Amanda yang kesakitan hingga membuat Alvaro buru-buru datang menghampiri mereka berdua.
"Queenaaa, lepaskan!" Titah Alvaro.
"Tidak akan!" Tolak Queena.
"Hikssss... hikssss... Al, tolong aku. Ini menyakitiku hiksss... Sakit Al!" Tangis Amanda yang meminta pertolongan kepada Alvaro tapi itu malah membuat Queena tertawa.
"Hahahaha, kau sangat lucu! Belum juga seberapa kau sudah menangis saja. Ckckck lemah sekali kau ini" Ejek kembali Queena dengan gelak tawanya.
"Queena!"
"Aku perintahkan padamu untuk melepaskan tanganmu dari rambut Amanda, sekarang!" Tegas Alvaro dengan menatap tajam ke arah Queena.
"Aku bilang aku tidak mau! Al" Tolak Queena karena merasa belum puas menarik rambut Amanda hingga membuat Amanda menjerit kesakitan kembali.
"Agrahhhh!! Hikssss... hikssss... Lepaskan aku! Sakittt" Jerit Amanda yang tidak bisa memberontak karena kesakitan.
"Queena Angelina Kusuma! ku katakan lepaskan tanganmu sekarang dari rambut Amanda. SEKARANG QUEENA!!" Bentak Alvaro dengan mencekal pergelangan tangan Queena dan melepas paksa tangan Queena dari rambut Amanda.
"Alvaro lepaskan akuuuu!!" Teriak Queena yang memberontak karena tangannya ditarik paksa oleh Alvaro, tapi durinya tidak bisa karena tenaga Alvaro lebih kuat darinya.