My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Pembatalan rencana



...Mansion Alqueen...



Setelah kejadian tadi Queena akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke mansion saja. Dan tidak melanjutkan lagi pekerjaan6nya yang masih menumpuk di kantor, Queena bahkan masih saja terus mengingat percakapan antara dirinya tadi dengan David dan juga Sesillia, entahlah sekarang dirinya ini benar-benar sudah dibuat pusing dengan kenyataan.


"Jika aku memberitahukan kepada Varo yang sebenarnya... Aku takut ia tidak akan pernah percaya, bagaimana-pun juga ini semua salah'ku yang sedari awal tidak memberitahukan'nya tentang sebuah kebenaran ini" Gumam Queena dengan menatap wajahnya di cermin meja rias miliknya.


"Sekarang aku hanya berharap bahwa ingatan Alvaro akan segera kembali dengan cepat... Setelah itu aku tidak akan mempermasalahkan apa yang nantinya ia akan katakan padaku" Kata Queena.


"Maafkan aku yang benar-benar tidak bisa memberitahukan kepadamu tentang semua kebenaran ini, Varo. Aku tidak ingin kau mengetahui tentang kebenaran ini jika belum saatnya dan aku juga--" Lirih Queena terhenti kerena mendengar suara seseorang menyahuti lirihnya itu.


"Kebenaran apa yang tidak aku ketahui? Apa yang kau sembunyikan dariku?" Celetuk seseorang yang baru saja datang dan tidak sengaja mendengar ucapan Queena tadi siapa lagi jika bukan sang pemilik nama yaitu Alvaro.


"Al--Alvaro... Se-sejak kapan kau berdiri di pintu?" Tanya Queena dengan gugup karena terkejut dengan kedatangan Alvaro yang begitu tiba-tiba.


"Apa yang sedang kau sembunyikan dariku? kenyataan apa yang tidak aku ketahui... Katakan padaku?" Tanya Alvaro tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan Queena.


"Kenapa kau diam Queena? Katakan padaku apa yang sedang kau sembunyikan darikuuu" Tanya kembali Alvaro yang semakin dibuat penasaran dengan Queena karena Queena tidak mau menjawab Pertanyaannya.


"I-itu..."


"It-tu..." kata Queena yang terbata.


"Itu apa? Katakan dengan jelas" Ujar Alvaro.


"Hikssss.... hikssss... Anvaa, Al" Isak Queena dengan tiba-tiba lalu berhamburan memeluk tubuh Alvaro.


"Kenapa kau tiba-tiba menangis? Memang'nya kenapa dengan Anvaa?" Tanya Alvaro lagi-lagi.


"Mommy... hikssss... Mommy ingin membawa Anvaa pergi dariku, Al hikssss... Anvaa akan di bawa pulang ke mansion utama" Tangis Queena dengan berbohong.


"Hanya itu?" Tanya Alvaro memastikan.


"Hmmmm" Dehem Queena.


"Aku ku kira ada apa? Lalu... Mengapa kau ingin menyembunyikan'nya dariku?" Ucap Alvaro yang bertanya kembali karena masih curiga terhadap Queena.


"Ke-rena aku hikssss... Karena kau pasti akan setuju bukan? bahwa Anvaa akan dibawa oleh Mommy ke mansion utama? Makanya aku menyembunyikan'nya darimu agar kau tidak mendukung Mommy untuk membawa Anvaa pergi" Jawab Queena dengan cemberut lalu menghapus sisa air matanya.


"Aku akan pastikan Anvaa tidak akan dibawa ke Mansion utama oleh Mommy" Balas Alvaro dengan mengacak-acak rambut Queena lalu pergi menuju ruang kerja miliknya.


"Terimakasih, Al" Balas Queena dengan tersenyum kecil.


"Hmmmm" Dehem Alvaro.


'Maafkan aku Al, karena aku harus kembali berbohong denganmu. Sepertinya ini memang bukan waktu yang tepat untukmu mengetahui kebenaran'nya' Batin Queena dengan menatap punggung Alvaro yang mulai menjauh.


...*****...


...Mansion Williams...



...Kamar Sesillia...


"Aku tidak percaya, ka Queena adalah Angel kecilnya kakak ipar Alvaro... Kenapa Ka Queena tidak pernah bercerita tentang semua ini kepadaku? Apa iblis kecil (Aldo) itu juga sebenarnya tau bahwa Ka Queena adalah Angel?" Gumam Sesillia dengan menatap langit-langit kamarnya.


"Ckk, sepertinya aku mulai merindukan iblis kecil itu" Kesal Sesillia lalu mengambil hendphone genggam miliknya.


...Callon...


'Halo, Sesillia' Sapa seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Alea.


'Halo, Aunty' Balas Sesillia.


'Ada apa?'


'Aunty... Apa Aunty sedang bersama Aldo?'


'Iyaa, Aldo sedang berada di samping Aunty! Apa kau ingin berbicara dengan Aldo?'


'Iyaa, tolong berikan hendphone'nya pada Aldo'


'Baiklah'


'Ada apa?' Tanya Aldo yang mengambil alih hendphone milik Alea.


'tidak ada'


'Ckk, apa kau hanya ingin mengganggu'ku saja?? Atau kau sedang merindukan'ku? Makanya kau menelpon diriku'


'Aku akui aku memang sedang merindukan'mu, tapi aku juga ingin berbicara penting denganmu'


'Katakan saja'


'Kau ini sangatlah ribet, baiklah tunggu sebentar...'


'Yaa, terimakasih Aldo'ku yang tampan'


"....."


'Katakanlah, aku sudah berada didalam kamarku'


'aku ingin bertanya padamu apa kau tau nama panggilan kecil Ka Queena?'


'Kenapa kau ingi tau?'


'Katakan saja Al'


'Angel'


'Memangnya ada apa?'


'Apa kau yakin Angel?'


'Tentu saja, jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada Grendpa atau Grendma karena seluruh keluarga Atmadja juga tau. Dan aku tau karena Aunty-ku sendirilah yang memberitahu'ku'


'Owhhhh, baiklah terimakasih Al'


'Hmmm, apa ada lagi yang kau ingin tanyakan padaku?'


'Tidak ada, kalau begitu dah'


'Hmmm, merepotkan saja'


'Hahahahah'


Tut.


"Jadi benar, Ka Queena memang Angel"


"Apa aku harus menutupinya juga sama seperti David dan Mommy Maura yang tau tentang kebenaran ini? Agrahhhh... Sudahlah aku yakin Ka Queena pasti akan mengubah keputusan'nya" Tutur Sesillia.


"Hari itu, pasti akan terjadi dan akan terjadi" Ujar Sesillia.


...*****...


"Hacimmm"


"Haaacimmm"


"Ha... Hacimmm" Bersin Alvaro yang tak henti-hentinya.


"Sebenarnya siapa yang sedang membicarakanku! Jika aku tau orang yang sedang membicarakan'ku itu maka aku pastikan wajahnya tidak akan berbentuk lagi! berani-beraninya dia membicarakankuuu" Kesal Alvaro karena dirinya lelah yang terus saja bersin dan tak kunjung berhenti.


"Hacimmm"


"Sial!"


"Akan kubunuh kalian karena telah membicarakanku" Marah Alvaro.


...Tokkk tokkk tokkk...


"Masuk" Titah Alvaro.


"Al" Panggil seseorang.


"Ada apa? Manda" Tanya Alvaro dengan memasang wajah datar karena kedatangan Amanda yang secara tiba-tiba.


"Al, kau tidak melupakan rencana yang sudah kita buat kan? Kau tidak boleh mencintai Queena! Ataupun menyukainya... Ingat itu Al" Kata Amanda yang kembali mengingatkan tentang rencana yang dibuat Amanda saat itu pada Alvaro.


"Lupakan saja tentang rencana itu Amanda! Karena aku sudah tidak ingin melakukannya, biarkan tuhan saja yang mengatur hidupku" Ujar Alvaro dengan menatap malas Amanda.


"Tapi kenapa Al? Bukankah waktu itu kau setuju dengan rencana yang aku buat? Lalu... mengapa sekarang kau membatalkan'nya secara tiba-tiba? Apa sekarang kau sudah mulai menyukai Queena wanita itu?" Tanya Amanda yang kesal terhadap Alvaro karena Alvaro tiba-tiba saja membatalkan rencana yang sudah dibuatnya dengan susah payah.


"Bukankah tadi aku sudah menjawabnya?" Tanya balik Alvaro lalu kembali fokus pada pekerjaan'nya dan membiarkan Amanda begitu saja.


"Tapi Al... Al, dengarkan akuuu! Alvaro, Ishhhh... Alvaro dengarkan aku dulu" Kesal Amanda dengan menutup laptop milik Alvaro dan itupun membuat Alvaro menjadi sangat kesal terhadap Amanda.


"Pergilahhh" Kata Alvaro yang mengusir Kehadiran Amanda.


"Al!"


"Kau tidak bisa seperti ini... Alvaro dengarkan aku, haishhh... Alvaro" Kata Amanda.


"Apaaaaaaa!!"