
"Tuan, bisakah anda memberikan kami dua botol air?" Tanya Alkenzie kepada salah satu pedagang disekitar taman yang mana menjual air dan juga makanan-makanan ringan.
"Tentu saja nakk! Ini... Ambilah" Jawab pedagang tersebut dengan tersenyum manis sambil memberikan dua botol air minum yang Alkenzie minta tadi.
"Terimakasih, ini uang nya tuan" Balas Alkenzie dengan memberikan satu uang kertas yang berwarna merah kepada pedagang tersebut.
"Dan ini nakk, kembalian nya" Ucap pedangan tersebut dengan memberikan uang kembalian dari belanjaan Alkenzie, Kepada Alkenzie.
"Tidak perlu tuan, ambil saja untuk anda! Kalau begitu kami permisi" Tutur Alkenzie dengan tersenyum kecil lalu pergi begitu saja menuju tempat yang tadi ia duduki bersama dengan Alan.
"Terimakasih, nakk" Teriak pedagang tersebut kepada Alkenzie, Alkenzie yang mendengar teriakkan dari pedagang tersebut pun hanya membalikkan badannya dan mengangguk kecil saja sambil tersenyum manis.
"Apa kau menginginkan sesuatu lagi, Alan?" Tanya Alkenzie kepada Alan.
"Tidak ada kakak, kakak bisakah kita masuk kedalam mobil? Sepertinya aku mulai kepanasan" Jawab Alan.
"Baiklah, sebaiknya kita pergi dari sini saja yaa" Ajak Alkenzie yang mendapat anggukan kecil dari Alan.
"Baik"
...*****...
...Bandara los Angeles internasional air port...
Seorang laki-laki tampan yang memiliki postur tubuh sangat ideal dan memiliki aura yang sangat berwibawa pun kini tengah menjadi pusat perhatian sekitar, dengan memiliki wajah yang sangat amat tampan! Bak malaikat turun dari surga ke bumi. Hanya saja wajah tampan tersebut terlihat sangatlah datar dan dingin seperti sebuah balok yang terbuat dari es. Orang tersebut siapa lagi jika bukan Alkenzo Keano Putra Dirgantara? Putra pertama dari Alvaro Kenan Dirgantara dan Queena Angelina Dirgantara.
Yups, Alkenzo kini akhirnya telah kembali ke negara los angeles setelah melakukan perjalanan bisnis di singapura begitu lama bersama dengan saudaranya yaitu Shaka. Putra pertama dari Sesillia dan David.
..."Tampan sekali"...
..."Wajahnya sangat tidak asing bukan?"...
..."Bicara apa kau ini, tentu saja tida asing"...
..."Maksutmu?"...
..."Pria itu adalah tuan muda dari keluarga dirgantara, dia adalah pewaris tunggal dari keluarga dirgantara apa kau tidak tau?"...
..."Benarkah? Sepertinya aku ketinggalan akan sebuah informasi yang penting ini"...
..."Bukan kau yang tertinggal informasi, tapi memang pada dasarnya tuan muda dirgantara sangatlah tertutup akan jati dirinya"...
..."Siapa namanya?"...
..."Tuan muda Alkenzo Keano Putra Dirgantara, jika kau melihatnya kau pasti akan langsung mengenali wajahnya karena memiliki wajah yang sangat amat tampan! Tapi jika kau melihat ada sedikit perbedaan dari wajah atau tinggi tubuhnya itu berarti bukan tuan muda Alkenzo melainkan kembarannya"...
..."Ohh, astagaaa... Pria tampan ini mempunyai kembaran? Apakah kembarannya juga sangat tampan?"...
..."Sangat-sangat tampan"...
"Alzo, Bria sudah mengatakan padaku bahwa ia tidak bisa menjemput kita hari ini! Karena ia saat ini sedang melakukan sebuah operasi kepada salah satu pasien nya" Ucap seseorang kepada Alkenzo dengan nada serius dan orang tersebut yang tak lain adalah Shaka.
"Lalu?" Tanya Alkenzo datar.
"Kembaran mu yang akan menggantikannya" Jawab Shaka dengan cepat.
"Siapa? Kembaranku ada tiga?" Tanya Alkenzo dingin karena merasa jawaban dari Shaka tidak-lah jelas.
"Ohh shitt! Maafkan aku... Aku lupa. Hehehehe... Tentu saja Alkenzie" Kata Shaka dengan cengengesan.
"Hmmmm, berapa lama lagi ia akan sampai?" Tanya kembali Alkenzo yang mulai tidak sabar untuk segera pulang karena dibandara saat ini ia tengah menjadi pusat perhatian dan itu telah membuatnya tidak nyaman karena pada dasarnya ia memang tidak menyukai tempat ramai maupun keramaian.
"Aku disini, kakak" Celetuk seseorang yang tak lain adalah Alkenzie. Yang baru saja sampai di bandara bersama dengan si kecil Alan.
..."Aaaaaa! Lihat-lihat ternyata mereka benar-benar kembar"...
..."Jarang sekali bisa melihat keluarga terpandang yang kembar ini"...
..."Aku sudah mengatakannya padamu"...
..."Mereka memang kembar"...
..."Siapa anak laki-laki yang tengah digendong oleh tuan muda Alkenzie itu?"...
..."Itu tuan muda Alan, adik bungsu dari mereka"...
..."Aaaaa! Imutnya"...
..."Bisakah aku menikahi salah satu dari mereka?"...
..."Dalam mimpimu mungkin"...
"Kakak" Panggil Alan dengan meronta-ronta dari gendongan Alkenzie karena ia meminta untuk diturunkan oleh Alkenzie.
"Jangan nakal Alan! Lihatlah sekitarmu... Kemari" Ujar Alkenzo kepada Alan, Lalu... Alkenzo pun kini mulai mengambil alih Alan kedalam dekapannya.
"Biarkan aku membawa koper mu, kakak" Tawar Alkenzie yang berniat untuk mengambil alih koper milik Alkenzo tapi tertahan oleh perkataan Alkenzo.
"Tidak! Biarkan mereka saja yang melakukan tugasnya... Jangan biarkan mereka hanya memakan gaji buta saja" Tolak Alkenzo dengan cepat menghalangi Alkenzie.
"Huuuffff, tidak pernah berubah! Yasudah" Jawab Alkenzie pasrah dengan sifat kakak kembaran nya itu.
"Kakak, aku sangat merindukanmu" Ucap Alan dengan merangkulkan tangannya ke leher jenjang milik Alkenzo.
"Benarkah?" Tanya Alkenzo dengan menatap wajah sang adik sedikit datar.
"Tentu saja! Jika aku berbohong kakak Alzie akan terjatuh nanti" Jawab Alan dengan imutnya sambil membawa-bawa nama Alkenzie untuk menjadi domba hitamnya.
"Jangan membawa bawa kakak" Kesal Alkenzie kepada sang adik.
"Hehehehe, I'm sorry kakak"
"Sudah, lebih baik kita segera pulang" Relai Alkenzo yang diangguki oleh semuanya. Karena dirinya kini benar-benar sudah tidak sabar untuk pergi dari bandara.
...Mansion Dirgantara...
"Alaannnn" Panggil Alkenzie dan Alkenzo secara bersamaan dengan menekan nama Alan.
"I'm sorry, kakak" Ucap Alan dengan imutnya sambil menunjukkan lesung pipinya.
"Don't do it again" Tutur Alkenzo dengan nada sedikit dingin dan itu pun mampu membuat Alan terdiam sambil memanyunkan bibirnya kedepan.
...(Jangan mengulanginya kembali)...
"Okay" Jawab Alan.
Queena dan Alvaro yang melihat putra pertamanya sudah kembali langsung saja mendekat kearah Alkenzo! Terutama Queena bahkan ketika dirinya baru saja mendengar suara Alkenzo ia sudah berlari terlebih dahulu dan meninggalkan Alvaro sendiri diruang tamu.
"Alzooo!!" Teriak Queena dengan berlari dan memeluk tubuh sang putra pertama yang amat sangat ia rindukan saat ini.
...Grepppp...
"Mommy, missing you" Kata Queena dengan memeluk erat tubuh Alkenzo hingga membuat Alan yang berada didalam pelukan Alkenzo pun terjepit.
"Mommy, kau menjepit tubuhku" Ujar Alan dengan berusaha meronta agar Queena mau melepaskan pelukannya.
"Mommy, kau menjepit tubuh mungil Alan" Tutur Alkenzo dengan tertawa kecil.
"Ohh, maafkan mommy boy! Mommy terlalu bersemangat dan senang dengan kepulangan kakak-mu. Hingga membuat mommy lupa dan hilaf bahwa kau masih berada didalam gendongan kakakmu" Ucap Queena dengan tersenyum manis.
"How are you boy? Are you okay while in singapore's?" Tanya Queena kepada Alkenzo putra pertamanya itu.
...(Bagaimana kabarmu nak? Apakah kamu baik-baik saja selama di singapura?)...
"I'm good mommy" Jawab Alkenzo dengan perlahan menurunkan Alan dari gendongannya.
...(Aku baik mommy)...
"Baguslah, mommy sangat senang mendengarnya" Kata Queena dengan tersenyum bahagia dan bernafas lega karena mendengar bahwa selama dua tahun terakhir ini keadaan putranya baik-baik saja. Lalu... Queena terkejut dibuat oleh sang putra yaitu Alkenzo yang mana Alkenzo tiba-tiba saja membalas pelukannya dengan sangat erat.
...Grepppp...
"Lalu... Bagaimana kabarmu mommy?" Tanya balik Alkenzo dengan perlahan melepaskan pelukannya.
"Mommy baik, sangat-sangat baik" Jawab Queena dengan nada sedikit gugup ketika menjawab pertanyaan dari putranya itu.
"Mommy is lying" Celetuk Alvaro, Alkenzie dan Alan secara bersamaan hingga membuat Queena tersentak kaget dibuat mereka bertiga.
...(Mommy berbohong)...
"Kau berbohong?" Tanya Alkenzo kembali dengan menatap intens wajah Queena dalam.
"Yes, mommy is lying" Jawab Queena dengan pelan.
...(Ya, mommy berbohong)...
"Mengapa? Katakan padaku. Selama aku tidak ada apa kau baik-baik saja atau tidak" Ujar Alkenzo dengan datar sambil kembali bertanya.
"Biar daddy yang menjawab, selama kau tidak ada mommy mu selalu menangis karena merindukanmu. Bahkan mommy mu saat itu sempat demam tinggi karena terus saja memikirkan mu. Jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan langsung kepada aunty mu Lauren dan adikmu Brianna" Jelas Alvaro.
"Mommy" Panggil Alkenzo dengan lembut.
"Maafkan mommy, mommy hanya---" Lirih Queena tapi terpotong oleh Alkenzo.
"Maafkan aku" Potong Alkenzo dengan meminta maaf kepada Queena, hingga membuat semua yang ada disitu tercengang karena mendengar perkataan dari Alkenzo si pria arogan yang memiliki sifat dingin dan datar itu.
"Mengapa kau meminta maaf nakk?" Tanya Queena dengan mengerutkan keningnya.
"Saat itu kau sakit karena ku, jika aku menyelesaikan pekerjaanku dengan lebih cepat! Mungkin saja kau tidak akan pernah sakit hingga demam tinggi" Jelas Alkenzo dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak! Itu bukan kesalahan mu. Tapi itu semua memang kesalahan mommy... Karena mommy terlalu merindukan-mu, itu bukan kesalahan kau nakk" Elak Queena dengan menggelangkan kepalanya sambil mengangkat wajah Alkenzo dengan perlahan.
"Sudah-sudah, Alzo pergilah untuk beristirahat. Kau pasti lelah" Relai Alvaro dengan memerintahkan Alkenzo putranya itu untuk pergi ke-kamarnya dan segera beristirahat.
"Baik, daddy" Jawab Alkenzo pelan lalu mulai pergi menuju kamarnya.
...*****...
...Di sisi lain......
Seorang wanita yang berparas cantik kini tengah asik temerung di depan umum, lebih tepatnya seorang wanita yang berparas cantik kini tengah asik melamun disebuah bangku taman umum! Entah sedang memikirkan apa.
"Huuuuffff! Bagaimana aku bisa mengumpulkan uang sebanyak tiga ratus miliyar dalam waktu satu bulan? Bagaimana aku bisa... Huuuffff. Apa yang harus aku lakukan?" Gumam wanita tersebut yang bernama Zanitha Zayna Alzea. Dengan nada sedih sambil menarik nafasnya dengan sangat berat.
"Bagaimana aku... Hikssss... Apa yang harus aku lakukan? Hikssss... Bagaimana aku bisa mengumpulkan uang sebanyak tiga ratus miliyar dalam waktu yang begitu singkat? Satu bulan? Bukankah itu terlalu singkat? Hikssss... Bagaimana aku bisa mengumpulkan nya" Tangis wanita tersebut dengan menatap langit-langit yang tengah gelap karena sebentar lagi akan segera turun hujan.
Mungkinkah langit juga bisa merasakan perasaan wanita itu saat ini? Yang mana kini tengah merasa sedih? Yaa! Sepertinya begitu... Buktinya kini langit sudah mulai gelap dan akan bersiap untuk menurunkan air hujan-nya! Dan kemungkinan langit akan menurunkan hujan yang sangat deras, seperti perasaan wanita itu saat ini yang mana tengah merasa amat sangat-sangat sedih.
...Tik tik tik...
Suara rintikan hujan kini mulai terdengar bersamaan dengan suara petir yang menggelengar begitu kencangnya hingga mampu, membuat semua orang yang tengah berlalu-lalang pergi berlarian karena takut dengan suara petir dan air hujan hingga membuat mereka harus pergi berlarian untuk mencari tempat berteduh, karena mereka tidak ingin tubuh nya akan basah karena air hujan! Tapi... Wanita cantik itu justru berbeda.
Wanita cantik itu justru malah menutup kedua matanya untuk merasakan sebuah sentuhan dari air hujan yang sudah lama ia tidak rasakan, dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk matanya. Bahkan kini sampai membuat wanita cantik itu sendiri tidak bisa membedakan yang mana air mata nya dan yang mana air hujan, karena keduanya benar-benar menyatu dengan sempurna tanpa membuat perbedaan sedikit pun hingga wanita itu tidak bisa membedakannya.
Tanpa wanita cantik itu sadari, kini dirinya tengah diberikan tempat untuk berteduh dari seseorang yang tengah memayungi nya, seseorang tersebut pun bahkan tidak bersuara sedikit pun ketika menghampiri nya hingga membuat Zea tidak bisa merasakan sebuah kehadiran nya. Tapi... Wanita cantik itu tiba-tiba tersadar karena dirinya yang kini sudah mulai tidak merasakan air hujan. Hingga membuat wanita cantik itu perlahan membuka kedua matanya.
...Deggggg...
...*****...
...Zanitha Zayna Alzea...
Zanitha Zayna Alzea adalah seorang wanita cantik yang biasa dipanggil Zanitha atau Zea! Zanitha atau lebih dikenal Zea adalah wanita yang memiliki paras cantik bak dewi langit. Zea sendiri bahkan memiliki sifat ceria, periang, baik, pintar dan murah senyum kepada semua orang dan tidak lupa Zea pun memiliki hati yang sangat amat baik bak memang seperti dewi hingga membuatnya banyak disukai oleh semua orang.
...Visual Zanitha...