My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Terlalu lelap tertidur



...Apartemen Amanda...


"Beristirahatlah" Tutur Alvaro.


"Terimakasih, Al! Bisakah kau menemaniku? Hanya sebentar" Kata Amanda dengan menahan lengan Alvaro yang sudah ingin pergi.


"Besok saja Manda. Hari ini aku masih banyak urusan" Kata Alvaro dengan menolak permintaan Amanda saat ini.


"Hmmm, Baiklah"


"Hmmmm"


"Aku akan menemanimu besok saja, karena sekarang aku ada urusan penting yang belum aku selesaikan" Ujar Alvaro yang diangguki Amanda dengan lemah.


"Baik"


"Aku pergi"


"Berhati-hatilah Al!"


...*****...


...Mansion Kusuma...



"Non Queena, bangunlah" Ucap Bi Ijah pelan yang mana tengah membangunkan Queena yang masih tertidur dengan lelapnya.


"Emmm, jangan menggangguku bibi" Kata Queena dengan nada seraknya.


"Non, tapi ini sudah sangat siang! Non Queena bahkan belum sarapan... Apa non Queena tidak merasa lapar?" Tanya Bi Ijah dengan mengguncang pelan tubuh Queena yang masih terlilit dengan selimut tebalnya itu.


"Tidak bibi"


"Non"


"Bibi pergilah, jangan menggangguku aku ini masih mengantuk" Ujar Queena yang masih setia menutup kedua matanya.


"Hufff, Baiklah non" Balas pasrah Bi Ijah lalu keluar begitu saja dari kamar Queena.


...Ceklekkkk...


"Kenapa bi?" Tanya Seseorang yang mengejutkan Bi Ijah yang tak lain adalah Sesillia.


"Non Sesillia, mengagetkan bibi saja" Terkejut Bi Ijah dengan memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang karena saking kagetnya ia akan kehadiran Sesillia yang mendadak.


"Maaf bibi, hehehe"


"Huttfff, itu non Queena belum mau bangun sedari pagi, bibi dari tadi membangunkan non Queena tapi non Queena malah menyuruh bibi untuk pergi dan non Queena malah berlanjut tidur. Bibi hanya takut jika non Queena sakit nantinya" Jawab Bi Ijah dengan menghela nafasnya.


"Ka Queena belum bangun?" Tanya Sesillia.


"Iyaa, non"


"Tidak biasanya, ka Queena belum bangun! Ini sudah jam 14:30 mengapa ka Queena belum bangun? Aneh" Gumam Sesillia dengan melihat jam di pergelangan tangannya.


"Yasudah non, kalau begitu bibi pamit kedapur lagi ya" Kata Bi Ijah yang berpamitan pada Sesillia untuk menjalankan kembali aktifitas kekerjaaan yang masih tertunda.


"Iyaa, bi silahkan"


"Terimakasih, no"


"Ada apa dengan Ka Queena?" Gumam kembali Sesillia lalu masuk kedalam kamar Queena.


Sebenarnya tadi Sesillia sempat datang ke mansion Alqueen untuk menemui Queena tapi kata Bi Lin Queena dan Alvaro tengah menginap di Mansion Kusuma, maka dari itu Sesillia bisa tau bahwa Queena sedang berada di Mansion Kusuma dan Sesilliapun langsung saja pergi ke mansion Kusuma setelah mengetahuinya dari BI Lin.


...Ceklekkk...


"Jadi benar yang dikatakan bibi, bahwa ka Queena belum bangun" Gumam Sesillia lalu perlahan-lahan mendekatkan dirinya menuju ke arah Queena yang masih tertidur dengan pulasnya tanpa merasakan kehadiran Sesillia.


"Kakak" Panggil Sesillia dengan pelan dan tak lupa dirinya yang mengguncang-guncangkan tubuh Queena secara pelan.


"Ka Queena"


"Ini sangat aneh" Bingung Sesillia dengan menatap aneh Queena.


"Ka Queena, bangunlah ka"


"....."


"Dasar kebo" Kesal Sesillia lalu berjalan menuju keluar kamar Queena, pada saat Sesillia ingin memegang gagang pintu tiba-tiba saja pintunya sudah ada yang buka hingga Sesilliapun refleks mundur agar dirinya tidak tertabrak pintu.


...Ceklekkkk...


"Sesillia?"


"Kakak ipar"


Panggil Sesillia bersamaan dengan Alvaro, Yups jadi yang membuka pintu kamar Queena adalah Alvaro.


"Apa kau ingin pergi membangunkan ka Queena, kakak ipar?" Tanya Sesillia.


"Queena masih belum bangun?" Tanya balik Alvaro yang mendapatkan gelengan kepala oleh Sesillia.


"Aku baru saja membangunnya, tapi ka Queena tetap tidak ingin bangun. Bagaimana jika kakak ipar saja yang membangun ka Queena siapa tau ka Queena nanti bangun" Tutur Sesillia pada Alvaro.


"Hmmmm"


"Kalau begitu aku kebawah dulu ka" Pamit Sesillia pada Alvaro dan Alvaro hanya membalas dengan deheman saja.


"Hmmm" Dehem Alvaro lalu berjalan menuju Tempat tidur yang terdapat Queena diatasnya.


"Sayang"


"Heyyy, mengapa kau sekarang masih tidur? Bangunlah" Bisik Alvaro pada telinga Queena dan itupun mampu mengusik tidur Queena.


"Emmmm"


"Sayang bangunlah"


"Sayang, jika kau tidak ingin bangun maka jangan salahkan aku jika aku berbuat sesuatu padamu nantinya" Bisik kembali Alvaro tapi tetap tidak dihiraukan oleh Queena.


"Baiklah, jangan salahkan aku" Kata Alvaro lalu menggendong tubuh Queena ala bridal style dan membawanya masuk kedalam kamar mandi, lalu setelah sampai Alvaropun langsung saja meletakkan tubuh Queena di dalam bathtub secara perlahan, dan setelah itu iapun langsung saja menyalahkan shower dan mulai menyiramkan Queena dengan air dingin hingga membuat Queena yang masih tertidurpun terbangun hingga berteriak.


"Aaaaaa dingin, dingin" Teriak Queena dengan membuka kedua mata cantiknya.


"Akhirnya kau bangun" Ucap Alvaro dengan tersenyum manis tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Alvaro!!" Teriak Queena.


"Jangan berteriak, aku tidak tuli" Kata Alvaro dengan menasehati Queena tapi sepertinya Alvaro bukan menasehati Queena melainkan bernada ketus pada Queena.


"Al, mengapa kau menyiramku dengan air dingin!?" Tanya Queena pada Alvaro dengan wajah memelas.


"Aku hanya ingin membangunkan mu" Jawab Alvaro dengan santai.


"Tidak bisakah kau membangunkanku dengan cara seperti lain? Kau membuatku kesal Al" Geram Queena dengan wajah kesalnya menatap wajah Alvaro.


"Apa kau tidak sadar? Bi Ijah dan Sesillia sudah membangunkanmu berulang kali. Kau bahkan tidak mau bangun juga, bahkan tadi pagi aku juga sudah membangunkanmu tapi kau tidak ingin bangun juga lalu apa salahnya jika aku membangunkanmu dengan cara aku menceburkanmu kedalam bathub?" Ujar Alvaro dengan wajah datarnya.


"Benarkah? Tapi... Mengapa aku merasa tidak ada yang membangunkan aku? Apakah mimpiku terlalu indah tadi hingga membuatku tidak sadar?" Terang Queena dengan berkata jujur.


"Mimpi Apa?"


"Aku bermimpi bahwa aku sedang bermain dengan seorang anak kecil yang lucu, imut dan juga tampan, tapi wajahnya sangatlah mirip denganmu Al!" Jelas Queena dengan nada bahagia.


"Mirip denganku?"


"Hmmm"


"Kakak Iparrrr!!"


"Apa ka Queena sudah bangun?" Teriak Sesillia yang berada didepan pintu kamar Queena. Ya walaupun kamar Queena itu kedap suara tapi tetap saja jika seseorang berteriak dari luar kamarnya maka akan terdengar tapi berbeda jika sudah berada didalam mau sekencang apapun berteriak pasti tidak akan pernah terdengar.


"Ada Sesillia?" Tanya Queena.


"Bukankah tadi aku sudah mengatakan bahwa Sesillia tadi membangunkanmu? Itu berarti Sesillia memang ada bukan?" Ketus Alvaro.


"Aku lupa"


"Sudah sebaiknya kau mandilah, jangan sampai aku yang memandikanmu! Kau dengar jangan tidur kembali. Lihatlah jam berapa saat ini"


"Ya, aku dengar! Jadi sekarang.... Keluarlah"


"Aku bisa sendiri tanpa bantuan darimu yang mendorong tubuhku" Ketus Alvaro.


"Baiklah, baiklah"