My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kejahilan Queena



...1 Bulan kemudian......


Setelah kejadian dimana Queena dan Mira bertengkar! Queena semakin waspada terhadap sekitarnya, terutama untuk orang-orang terdekatnya agar tidak celaka hanya karena dirinya! Dan untuk hubungan antara Alvaro dan Queena kini mereka menjadi pasangan yang sangat romantis dan tak segan-segan mereka mengumbar ke romantis mereka didepan semua orang, entahlah mungkin saja Queena sudah melupakan ucapan'nya saat itu.


...Kamar Alqueen...



"Al, apa kau tidak pergi berangkat kekantor?" Tanya Queena dengan menatap wajah tampan Alvaro yang sedang bermain game di ponselnya dari kaca rias ia melihat wajah tampan tersebut.


"Tidaakkk. Hari ini aku ingin libur" Jawab Alvaro tanpa mengalihkan pandangan'nya ke arah Queena.


"Ohh, baiklah"


"Ada apa?"


"Tidak ada"


"Jika kau ingin sesuatu katakan saja" Kata Alvaro yang berhenti memainkan gamenya dan berjalan menuju meja rias yang terdapat Queena disana.


"Hmmm, aku ingin meminta izin padamu! Aku ingin pergi menemui sahabatku" Ucap Queena.


...Grepppp...


"Siapa sahabatmu? Laki-laki atau perempuan?" Tanya Alvaro dengan memeluk tubuh Queena dari belakang dan mulai menciumi leher jenjang Queena dengan perlahan hingga meninggalkan tanpa merah kebiruan disana.


"Ahhhhh, Al"


"Jawab pertanyaan'ku, Sayang" Ujar Alvaro dengan memanggil Queena dengan panggilan sayang.


"Laki-laki"


Alvaro yang mendengar jawaban Queena yang menyebut laki-laki yang akan ia temui seketika melepas pelukannya dan menatap tajam kearah Queena melalui kaca rias milik Queena tersebut.


"Aku tidak mengizinkanmu" Tegas Alvaro menatap tajam wajah cantik Queena.


"Hanya sebentar Al, aku sudah berjanji akan menemuinya sekarang. Jika aku tidak datang maka Karan pasti akan khawatir padaku karena aku tidak datang" Jelas Queena dengan membalikkan tubuh'nya kebelakang yang mana terdapat Alvaro.


"Siapa tadi yang kau sebut?"


"Karan? Si monyet jantan itu? aku tidak mengizinkan'mu untuk bertemu dengan'nya" Tegas kembali Alvaro dengan nada kesal.


"Al, jangan memanggil dia dengan panggilan monyet jantan. Dia mempunyai nama dan namanya Karan, bukan monyet jantan" Tutur Queena.


"Aku tidak peduli"


"Al"


"Jika aku sudah mengatakan tidak ya tidak, jika kau bersikeras melanggar ucapan'ku maka bersiap saja" Ancam Alvaro.


"Bersiap untuk apa?"


"Bersiap untuk perang disana... hingga kau tidak bisa berjalan kembali" Bisik Alvaro dengan tersenyum manis lalu kembali berjalan menuju tempat tidurnya.


...Glekkkk...


'Kenapa otak Varo semakin hari semakin mesum saja?' Batin Queena yang terdiam karena mendengar bisikan maut dari Alvaro tadi.


"Hmmm, baiklah aku akan mengatakan pada Karan jika aku tidak bisa menemuinya hari ini" Pasrah Queena lalu mengambil Hhendphone'nya yang berada diatas nakas tempat tidurnya dekat dengan Alvaro, karena dirinya ingin mengirimkan sebuah pesan pada Karan bahwa dirinya tidak bisa menemuinya dan akan membatalkan janjinya saat ini.


Tapi hendphone milik Queena, lebih dulu diambil oleh Alvaro agar ia tidak bisa mengirim pesan kepada Karan.


"Al mengapa kau mengambil ponsel'ku? Cepat kembalikan" Pinta Queena pada Alvaro.


"Tidak akan"


"Al kembalikan! Aku hanya ingin mengirim pesan pada Karan dan mengatakan padanya bahwa aku tidak bisa menemuinya hari ini"


"Ku bilang tidak ya tidak"


"Al"


"Seberapa keras'pun kau meminta padaku! aku tetap tidak akan mengembalikan ponselmu"


"Al, kumohon"


"Tidak"


"Alvaro"


"....."


"Al, ayolah berikan ponselku padaku"


"....."


"Suamiku yang tampan tolong berikan ponsel'nya pada istri cantikmu ini"


"....."


"Sayang, ku mohon berikan"


"....."


"Tidak ada cara lain" Lirih pelan Queena yang mana masih bisa di dengar oleh Alvaro tentunya.


...Cuuupppp...


Karena tidak ada cara lain yang ia pikirkan Queena langsung saja mencium bibir Alvaro agar Alvaro mau mengembalikan ponsel'nya, tapi sayangnya Alvaro tetap tidak memberikan'nya dan justru Alvaro malah menarik teguk lehernya dan membalas ciuman yang diberikan oleh Queena untuknya.


...Tingggg... Tongggg......


"Ck, mengganggu saja" Gerutu Alvaro yang melepaskan ciuman'nya karena melihat Queena sudah tidak kuat lagi untuk bernafas.


"Biar aku lihat" Ujar Alvaro.


"Tidak perlu! biarkan bi Lin saja yang membukakan'nya! Sebaiknya kau diam disini saja" Titah Alvaro dengan di angguki oleh Queena.


"Baiklah" Jawab Queena lalu berjalan menuju meja riasnya kembali untuk mengambil foundation, karena untuk menutupi tanda kiss mark yang diberikan oleh Alvaro tadi dilehernya itu.


"Jangan ditutupin sayang, bukankah itu terlihat bagus jika tidak ditutupi oleh foundation sialan ini?" Pinta Alvaro yang terus memandangi Queena.


"Itu menurutmu Al, tapi tidak denganku"


"Jika kau menutupinya dengan foundation maka aku akan menambahkan'nya" Ancam Alvaro kembali dengan tersenyum kecil.


"Tidak untuk sekarang Al, apa kau tadi tidak dengar jika ada yang datang?" Tanya Queena.


"Dengar"


"Yasudah jika kau dengar, jadi jangan berbuat macam-macam terlebih dahulu" Balas Queena.


"Aku tidak janji"


...Tokkkkk tokkkkk tokkkkk...


...Ceklekkkk...


"Iya bi, ada apa?"


"Maaf nyonya muda telah mengganggu anda, saya cuma ingin menyampaikan bahwa dibawah ada nyonya besar, tuan David dan nona Sesillia di bawah" Jawab Bi Lin dengan hormat.


"Bibi bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak memanggilku nyonya? Lalu mengapa kau malah memanggilku nyonya muda?" Kata Queena.


"Maaf Nyonya tapi bibi hanya menjalankan perintah dari tuan besar"


"Hmmm, baiklah"


"Katakan pada mereka aku akan segera turun kebawah" Titah Queena.


"Baik nyonya muda, kalau begitu bibi pamit untuk kebawah"


"Ya bi, silahkan"


...Ceklekkkk...


"Siapa yang datang?" Tanya Alvaro yang membuat Queena terkejut setengah mati karena tiba-tiba saja Alvaro berdiri di belakang'nya.


"Al kau mengagetkan'ku"


"Benarkah"


"Hmmm"


"Al cepatlah pakai pakaian'mu, karena aku akan turun kebawah" Titah Queena pada Alvaro yang memang hanya memakai celana panjang sana dan tidak memakai baju sama sekali.



"Tidaakkkk"


"Al, jangan keras kepala! Ayok pakai pakaian'mu"


"....."


"Yasudah jika aku tidak ingin memakai pakaian'mu, aku akan turun kebawah"


"....."


'Semakin hari semakin membuatku kesal dan semakin itu juga ia semakin mesum' Batin Queena yang kesal dengan Alvaro.


'Aku ada ide, agar Alvaro mau memakai pakaian'nya dan ikut turun dengan'ku kebawah bersama' Batin Queena dengan tersenyum senang lalu mulai menjalankan rencananya.


"Al, aku akan turun kebawah sebaiknya kau cepatlah berpakaian apa kau tidak ingin tau siapa yang datang?"


"Siapa?"


"Karan! Dah Al" Jawab Queena tersenyum manis lalu berlari keluar dengan membanting pintu kamar'nya dengan sangat kencang karena jika ia tidak berlari mungkin pada saat itu juga Queena tidak akan pernah bisa keluar dan mengajak Alvaro untuk turun.


...Brraaakkkk...


"Monyet jantan sialan, beraninya datang" Kesal Alvaro lalu terburu-buru memakai pakaian'nya untuk segera turun kebawah dan dengan menghampiri Queena, sedangkan Queena ia tidak henti-hentinya tertawa karena mengerjai Alvaro sang suami.