
...Malam harinya......
...Mansion Alqueen...
Kini semua orang tengah mengumpul di dalam ruang tamu entah sedang membahas apa, tapi yang jelas raut wajah mereka semua tengah menunjukkan kegelisahan yang sangat amat dalam.
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan mereka nakk" Tanya Kiana dengan cemas.
"Belum mah! Aku sudah mengerahkan seluruh bodyguard untuk mencari mereka berdua tapi! Masih belum ada berita tentang mereka berdua" Jawab Zayyann dengan raut wajah yang tak kalah cemas dari Kiana saat ini.
"Hikssss.. hikssss... Bagaimana ini mah! Aldo dan Queena belum juga pulang, aku takut mereka kenapa-napa diluar sana" Isak Alea karena cemas dengan putranya dan keponakannya itu yang belum pulang sedari siang, entah mereka berdua pergi kemana sampai-sampai semua orang khawatir terhadap keduanya, karena keduanya tidak memberitahu kepada semua perihal mereka pergi.
"Dimana kamu Anna" Gumam Alvaro dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa anak buahmu sudah menemukan mereka Al?" Tanya Zayyann kepada Alvaro yang sedari tadi cemas karena istrinya dan calon anaknya belum kelihatan sedari tadi bahkan keponakannya Aldo juga.
...Callon...
'Halo tuan' Jawab disebrang sana.
'Perintahkan seluruh anak buah dirga grup dan tara grup untuk mencari keberadaan nyonya muda dan tuan muda kecil Aldo sekarang'
'Baik tuan, saya akan memerintahkan mereka semua untuk mencari keberadaan nyonya muda dan tuan muda kecil Aldo sekarang'
Tut.
"Aku akan pergi mencari Anna dan Aldo sekarang! Jika aku hanya mengandalkan anak buahku itu tidak akan ada hasilnya" Ujar Alvaro yang di angguki oleh semuanya.
"Uncle akan ikut bersamamu Al!" Tutur Zayyann.
"Baik uncle"
"Berhati-hatilah nakk" Ujar Zian.
"Pasti Grendpa/ Pah"
...Skippppp......
...Dalam mobil......
"David apa sudah ada kabar tentang Anna dan Aldo?" Tanya Alvaro dengan datar karena ia terus saja memikirkan istrinya itu yang tengah hamil muda itu, ia tidak mau terjadi apa-apa dengan calon bayinya.
"Belum Al"
"Al, tenanglah kita pasti bisa menemukan Anna dan Aldo nanti" Tutur Zayyann dengan menenangkan Alvaro yang terus saja gelisah akan istrinya itu.
"Bagaimana aku bisa tenang uncle! Anna belum pulang bersama Aldo, ini sudah larut malam, kau tau bukan uncle kalau Anna kini tengah membawa empat nyawa kecil?" Ucap Alvaro.
"Uncle tau Al! Uncle juga sangat khawatir dengan mereka berdua tapi kau tenanglah kita pasti bisa menemukan mereka" Ujar Zayyann.
"Semoga Anna baik-baik saja Uncle begitu juga Aldo" Kata Alvaro.
"Hmmmm"
...*****...
"Aunty!!" Panggil Aldo dengan mengguncang-guncangkan tubuh Queena yang tengah berbaring di jalan.
Dimana jalan tersebut sangatlah sepi dan tidak ada satupun pengendara yang lewat maupun orang yang lewat, kini Queena tengah pingsan entah karena apa hingga membuat dirinya dan Aldo tidak bisa pulang untuk saat ini.
"Aunty, bangun" Panggil kembali Aldo dengan nada takut.
...Flashback...
...Danau...
"Aunty, ini sudah sore bagaimana jika kita pulang? Aku takut semua orang akan mencari kita nanti" Kata Aldo dengan menatap wajah cantik Queena.
"Baiklah, lagi pula Aunty memang sudah ingin pulang" Balas Queena dengan menganggukkan kepalanya kecil.
"Mati kita pulang Aunty" Ajak Aldo.
"Baiklah"
Setelah itu Queena dan Aldopun pergi dan masuk kedalam mobil, dan saat di pertengahan jalan Queena tiba-tiba saja memberhentikan mobilnya entah kenapa hingga membuat si kecil Aldo kebingungan.
"Aunty, mengapa kita berhenti?" Tanya Aldo tapi tidak mendapat jawaban dari Queena karena Queena terburu-buru keluar begitu saja.
Karena merasa kebingungan Aldopun langsung saja ikut turun dari mobil untuk pergi menghampiri Queena yang tengah berdiri tak jauh dari mobilnya, sambil memegangi perutnya Queena pun tiba-tiba memuntahkan isi perutnya keluar.
"Auntyyyy!!" Teriak Aldo dengan berlari.
"Huwekkk!"
"Huwekkk!!"
"Aunty are you okay?" Tanya Aldo dengan khawatir kepada Auntynya itu.
"Tidak apa Al! Aunty hanya mual saja secara tiba-tiba... Mungkin Aunty hanya kecapekan" Balas Queena dengan lirih.
"Aunty wajahmu sangat pucat! Bagaimana jika kita pergi menelpon uncle Al saja? Biar uncle Al menjemput kita disini" Ujar Aldo dengan menatap kasihan terhadap Queena.
"Huwekkk!!"
"Tidak perlu Al! Lagi pula Aunty tidak membawa hendphone dan Aunty masih kuat" Balas Queena dengan tersenyum kecil.
'Sayangnya mlmmy, apa kalian baik-baik saja nakk? Mommy mohon kalian yang kuat ya nakk didalam sini' Batin Queena.
"Aunty"
Kini mata Queena mulai tidak jelas, pandangannya mulai kabur dan tubuhnya serasa ingin jatuh, tangannya terus saja memegangi kepalanya dan yang satunya terus memegangi perutnya. Hingga beberapa detik kemudian Queenapun terjatuh dan pingsan di tengah jalan karena ia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit diperutnya dan juga kepalanya hingga
membuat dirinya jatuh pingsan.
...Bruuukkkk...
"Auntyyyy!!"
"Auntyyyy... Bangun auntyyyy, aunty kau tidak boleh menakutiku. Aunty kumohon buka matamu aunty" Teriak Aldo dengan cemas.
"Aunty bangun" Panggil Aldo.
...Flashback Off...
"Aunty!!"
"Bangunlah jangan menakutiku" Lirih Aldo dengan melihat kearah sekitarnya untuk meminta pertolongan.
Tapi justru yang ia lihat hanyalah sebuah jalanan yang sepi dan pepohonan yang begitu tinggi hingga membuat dirinya menjadi merinding seketika.
"Aku tidak membawa hendphoneku bagaimana aku bisa menelpon daddy atau yang lainnya... Bahkan aunty juga tidak membawa hendphonenya jadi bagaimana ini" Gumam Aldo yang sangatlah khawatir terhadap kondisi Queena sekarang.
"Lihat" Ucap Seseorang.
"Bukankah itu nyonya muda dan tuan muda kecil Aldo" Tunjuk seseorang kepada rekan temannya.
"Benar! Itu nyonya muda... Sebaiknya kita pergi kesana" Ucap temannya itu.
"Baik"
...Sesampainya......
"Nyonya mudaaa"
"Ray cepat kau ambil mobil" Titah seseorang tersebut yang tak lain adalah Rey salah satu pemimpin dari anak buah dirga grup.
"Baik"
"Uncle siapa?" Tanya Aldo dengan waspada.
"Maaf tuan muda jika kedatangan kami membuat anda tidak nyaman, Tapi.... Kami adalah orang-orang dari dirga grup yang tengah diperintahkan oleh tuan besar untuk mencari keberadaan nyonya muda dan anda tuan muda kecil" Jelas Rey dengan sopan.
"Kalian dari dirga grup? Orang-orang uncle Alvaro" Tanya Aldo kembali.
"Benar tuan muda"
"Ahh, maaf tuan muda saya lupa memperkenalkan diri... Nama saya Rey salah satu pemimpin di dirga grup sekaligus orang kepercayaan tuan besar" Ucap Rey.
"Hmmm"
"Reyy, masuklah" Teriak Ray dari dalam mobil.
"Mari tuan muda ikut daya" Ajak Rey dengan memapah tubuh Queena yang sudah tidak berdaya dan masih setiap dalam tidurnya (Pingsan).
"Ray, bukakan pintunya" Titah Rey kepada Ray yang tengah membukakan pintu mobil untuk Aldo.
"Tunggu"
...Skippppp......
Setelah selesai menaruh Queena didalam mobil bersamaan dengan Aldo, akhirnya Ray dan Rey pun pergi menuju mansion Alqueen untuk membawa pulang Queena dan Aldo, sedangkan untuk mobil milik Queena sudah di bawa pulang oleh anak buah dirga grup yang lainnya sesuai perintah Ray.
...Callon...
'Halo tuan' Ucap Ray dengan menelpon Alvaro karena jika Rey ia tengah mengemudikan mobil.
'Ada kabar apa?' Jawab disebrang sana.
'Tuan, kami berdua sudah menemukan nyonya muda dan tuan muda kecil'
'Lalu... Bagaimana keadaan mereka? Apa nyonya muda baik-baik saja, katakan!!'
'Tuan muda kecil baik-baik saja tuan! Tapi...'
'Tapi apa... Katakan dengan jelas'
'Tapi... Tapi nyonya muda pingsan... Tuan! Kami sendiri tidak tau mengapa nyonya muda bisa pingsan, karena saat kami menemukan nyonya muda dan tuan muda, nyonya muda sudah tergeletak dijalan'
'Apaa! Nyonya muda pingsan'
'I-iyaa tuan, nyonya muda pingsan'
'Cepat bawa nyonya muda pulang. Dalam waktu lima belas menit saya mau nyonya muda sudah berada di mansion'
'Ba-baik tuan...'
Tut.
"Bagaimana?" Tanya Rey.
"Dalam waktu lima belas menit tuan besar ingin nyonya muda sudah berada di mansion" Jawab Ray dengan menarik nafasnya dengan berat karena berbicara dengan Alvaro yang membuatnya terlalu gugup.
"Baiklah, kita akan mempercepat jalannya" Balas Rey lalu mempercepat mobilnya.