
...Ruang Tamu...
"Hahahaha, ini sangat lucu! Aku yakin sekarang Alvaro tengah menyusul'ku" Tawa Queena tanpa melihat sekitarnya bahwa Maura, David dan Sesillia tengah menatapnya dengan tatapan aneh.
"Ekhemmm"
"Ohh, maaf karena telah membuat kalian menunggu lama" Ucap Queena lalu menghentikan tawanya.
"Tidak apa-apa nakk"
"Ada apa mommy?" Tanya Queena dengan menatap wajah Maura.
"Mommy kesini hanya untuk mengajakmu pergi berjalan-jalan bersama dengan Sesillia dan juga David, apa kau mau ikut?" Jawab Maura dengan mengajak menantunya itu yang ia sudah anggap sebagai putrinya sendiri.
"Memangnya mommy ingin mengajak'ku pergi kemana?" Tanya kembali Queena.
"Ke villa bagaimana? sudahlah bukan kita tidak pernah ke sana" Balas Maura.
"Ide yang bagus mommy" Celetuk Sesillia dengan mengangguk'kan kepala'nya kecil sebagai tanda bahwa ia setuju.
"Yang dikatakan Sesillia benar, Itu ide yang sangat bagus mommy" Sahut Queena juga.
"Baiklah, jadi kita akan pergi ke Villa dan-- dimana Alvaro?" Tanya Maura dengan mencari keberadaan sang putra yang tak nampak batang hidungnya sedikitpun.
"Alvaro bilang ia tidak ingin turun mommy, tapi aku yakin sebentar lagi ia akan turun" Kata Queena dengan tertawa kecil kembali.
"David, menghadaplah kearah'ku" Titah Queena yang lagi-lagi membuat David dan yang lainnya kebingungan dengan tingkah'nya Queena.
"Untuk apa kakak ipar?" Tanya David kebingungan.
"Sudah menghadap saja" Ujar Queena.
"Baiklah"
...Dan tak lama kemudian......
"Berengsek" Geram Alvaro lalu menarik lengan Queena secara tiba-tiba dan bahkan Alvaro memberikan satu pukulan keras kepada wajah David.
...Buuugghhh...
"Al!!"
"Davidddd!!" Teriak Maura dan Sesillia bersamaan.
"Al berhenti!"
"Lihatlah kau salah orang dia David bukan Karan" Teriak Queena lalu memeluk tubuh Alvaro dari belakang agar Alvaro tersadar.
"David?"
"Shitttt, Al mengapa kau memukul'ku?" Kata David dengan berdiri dibantu oleh Sesillia.
"Maaf David, ku kira kau adalah si brengsek monyet jantan itu" Ucap Alvaro lalu menatap kearah belakang'nya yang terdapat Queena dengan tatapan tajamnya ia menatap wajah cantik istrinya tersebut.
"Kau mengatakan siapa tadi yang datang?." Tanya Alvaro dengan menatap tajam Queena lalu perlahan mendekati Queena.
"Ee-hhh, Aa-al... Al kau pasti salah dengar aku tadi mengatakan yang datang adalah mommy, Sesillia dan David ak-aku tidak mengatakan bahwa Karan akan datang" Elak Queena dengan gugup lalu perlahan berlari mendekati Maura dan mengumpat dibelakang tubuh Maura.
"Queena kemari"
"Tidakk"
"Monyet jantan? Siapa yang dimaksud Alvaro nak" Tanya Maura pada Queena yang berada di belakang'nya.
"Karan Alexander Mommy, dia adalah sahabat'ku saat aku masih berada di australia. Tapi Alvaro memanggilnya monyet jantan" Jelas Queena.
"Apa dia tampan?" Tanya Maura pada Queena karena ingin memanas-manasi keadaan saat ini.
"Sangat tampan" Jawab Queena dan Sesillia bersamaan.
"Queenaaaaa!!" Teriak Alvaro yang tidak suka Queena memuji Karan didepan matanya sendiri.
"Sesilliaaa!!"
Teriak David dan Alvaro bersamaan dan membuat Maura, Sesillia dan Queena menjadi terkejut karena tingkah keduanya.
"?"
"?"
...Grepppp...
"Jika kau berani menyebut nama pria lain di hadapanku maka aku akan--" Bisik Alvaro tapi terpotong oleh ucapan Maura.
"Sudah-sudah, sebaiknya kalian berdua bersiap-siap saja! Mommy pusing mendengar kalian berdua selalu ribut" Celetuk Maura.
"Alvaro duluan mommy" Ucap Queena menunjuk Alvaro lalu tersenyum manis setelah itu iapun pergi berlari menuju kamarnya.
"Queenaaaaa" Teriak Alvaro yang mengejar Queena.
"Haishhh, Mereka berdua itu" Pusing Maura dengan menggelengkan kepalanya.
"Mommy bagaimana dengan wajah'ku? Ishhhhh, jika aku tau kakak ipar Queena ingin aku menjadi Karan aku pasti akan langsung menolak tadi" Kata David dengan menunjukan wajahnya yang terkena pukulan tadi oleh Alvaro.
"Biar mommy obati"
"Aku akan mengambil kotak obatnya terlebih dahulu" Sahut Sesillia lalu pergi mencari kotak obat untuk mengobati David. Sedangkan orang yang tadi habis menjadikannya kambing hitam dan yang memukul nya sudah pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab sedikitpun.
...Kamar Alqueen...
"Mau lari kemana lagi kau? Hmmm" Tanya Alvaro kepada Queena dengan memeluk tubuh Queena dari belakang.
"Hahahaha, Al lepaskan kita harus bersiap bukan?" Pinta Queena.
"Sayang tolong lepaskan istri kecilmu ini" Mohon Queena dengan wajah imut.
"Tidak"
"Oh ayolah suamiku, kita sudah ditunggu oleh yang lainnya dibawah jika kita berlama-lama seperti ini pasti mereka akan sangat kesal karena menunggu kita"
"Hmmm"
"Baiklah, cepat ganti pakaian'mu"
"Baik" Jawab Queena tersenyum manis lalu masuk kedalam ruang ganti, sedangkan Alvaro ia justru malah duduk diatas ranjang'nya dengan menunggu Queena keluar.
...15 Menit kemudian......
...Penampilan Queena:...
"Sudah, Al sekarang giliranmu" Kata Queena tapi tidak dihiraukan oleh Alvaro, Alvaro justru malah menatapnya dengan tatapan tajam dari atas hingga bawah.
"Ganti" Titah Alvaro.
"Tidak Al! Kita sudah ditunggu lama oleh yang lainnya jadi kau cepatlah bersiap" Tolak Queena.
"Ku bilang ganti"
"Al, ayolah kali ini saja"
"Mau kau yang mengganti pakaian'mu atau aku yang akan menggantikan'nya" Tegas Alvaro dengan nada mengancam.
"Baiklah"
...Beberapa menit kemudian......
...Penampilan Queena:...
"Sudah"
"Ganti kembali pakaian'mu"
"Tapi Al--"
"Apakah aku harus mengulangi ucapanku tadi Queena?" Ujar Alvaro.
"Tunggu, sepertinya mommy memanggil kita" Kata Queena lalu pergi berlari keluar menuju ruangan tamu begitu saja. Karena dirinya tidak ingin terus menerus berganti baju.
"Istriku yang nakal" Geram Alvaro lalu berlari menyusul sang istri yang kabur begitu saja.
...Ruang Tamu...
"Mommy, sebaiknya kita cepat berangkat biarkan saja Alvaro disini, nanti juga dia akan menyusul" Ujar Queena dengan nafas yang tak beraturan karena berlarian dari kamarnya menuju ruang tamu.
"Hmm, baiklah" Jawab Maura yang sebenarnya kebingungan.
...Haaappppp...
"Mau lari kemana lagi? Hmmm, ingin kabur? Tidak akan bisa. Sebelum kau mengganti kembali pakaian'mu" Kata Alvaro dengan menarik Queena dan menggendong'nya seperti membawa karung beras.
"Al, turunkan aku" Berontak Queena.
"Al, turunkan Queena nakk" Titah Maura.
"Tidak Mommy! Sebelum Queena mengganti pakaian'nya" Jawab Alvaro lalu pergi membawa Queena menuju kamarnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya David kebingungan.
"Tidak tau"
...Kamar Alqueen...
"Ganti"
"Tapi Al"
"Tidak mau menuruti perintah'ku? Hmmm, baiklah"
"Aaaaaaa!! Al tidak mau. Ya-ya Baiklah biar aku saja yang mengganti pakaianku"
"Tidak bisa"
...15 Menit kemudian......
...Penampilan Queena:...
...Penampilan Alvaro:...
"Mari kita turun" Ajak Alvaro dengan tersenyum puas karena pada akhirnya ia yang mengganti pakaian'nya Queena.
"....."
"Jangan cemberut seperti itu sayang, jika kau cemberut seperti itu maka aku akan mengatakan pada Mommy kalau kita tidak jadi ikut bersamanya" Tutur Alvaro.
"Haishhh"