My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Fakta yang terungkap



"Lindungi nyonya muda dan nyonya besar" Teriak Ray dan Rey secara bersamaan dengan memberi perintah kepada anak buah DG dan TG yang memang ikut serta didalam acara pernikahan Sesillia dan David.


Lalu... Semua anak buah dirga grup dan tara grup yang mendapat perintah dari Ray dan Rey-pun langsung saja berbaris mengelilingi semua keluarga Atmadja, Dirgantara, Maupun Williams membentuk lingkaran.


"Siapa wanita itu? Mengapa ia ingin menyerang kita" Tanya Alea yang kini tengah melindungi putranya Aldo.


"Miraaaa!!" Kata Queena dengan membulatkan kedua matanya karena terkejut akan kedatangan Mira yang tengah menodongkan pistol kearahnya.


Semua para tamu yang hadir dalam acara pernikahan Sesillia dan David-pun, kini tetburu-buru lari dan pergi untuk menyelamatkan nyawa mereka karena takut dengan senjata yang tengah dipegang oleh Mira.


"Mira? Maksudmu Mira yang sudah membunuh kedua orang tuamu Anna" Tanya Zayyann dengan menatap wajah Mira dan Queena secara bergantian.


"Benar uncle, dia lah wanita yang sudah membunuh bunda dan ayahku! Membunuh kembaranmu, adik kesayangnmu uncle" Jawab Queena dengan mengepalkan kedua tangannya sambil menatap Mira dengan tatapan penuh kebencian diiringi mata yang berkaca-kaca karena dirinya kini mengingat kembali momen 14 tahun yang silam itu.


"Dan wanita yang selama ini berniat untuk membunuhmu Anna?" Tanya Alvaro.


"Benar, dialah orangnya suamiku. Orang yang ingin diriku mati dan tidak bisa melahirkan penerus mu" Balas Queena kembali dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang... Bagaimana ini" Bisik Sesillia yang ketakutan setengah mati karena kedatangan Mira.


"Badebah sialan!"


"Jadi kau yang telah membunuh putriku dan menantuku! Bocah ingusan seperti mu tidak akan pernah bisa kembali menyentuh keluarga ku" Marah Zian dengan berniat untuk mendekati Mira tapi justru tertahan oleh Alvaro.


"Tidak sekarang untuk membalasnya grendpa! Lihatlah Situasinya saat ini" Bisik Alvaro dengan menghentikan langkah kaki Zian.


"Kau yang telah membunuh adikku rupanya! Ck... Dasar wanita sialan, kaparat! hanya seorang wanita idiot" Marah Zayyann dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Ck! Ada apa dengan kalian semua? Sepertinya kalian menyukaiku hingga kalian memuji-muji diriku" Tanya Mira dengan tersenyum sinis.


"Apa mau-mu?" Tanya Queena kepada Mira.


"Kau bertanya apa mauku? Tentu saja aku menginginkan kematian-mu dan anakmu tentunya memangnya apa lagi" Jawab Mira dengan entengnya.


"KAU!!" Marah Alvaro.


"Kau tidak boleh pergi jauh dariku suamiku!" Lirih Queena dengan memegangi lengan Alvaro.


"Pergi" Kata Alvaro dengan memerintahkan kepada Mira untuk pergi dari acara pernikahan ini.


"Bila aku tidak mau?" Tanya Mira dengan menaikkan satu alisnya.


"Kau akan mati!" Balas Alvaro.


"Aku tidak akan pergi jika aku tidak bisa membawa Angel beserta calon anaknya ikut bersamaku ke neraka" Ujar Mira dengan tersenyum sinis, sambil menyebutkan nama 'Angel' di hadapan semua keluarga dan semua orang.


Maura, David, Sesillia dan Queena-pun menjadi terkejut dengan ucapan Mira yang memanggil Queena dengan nama kecilnya yaitu 'Angel' di depan Alvaro!Karena saat ini Alvaro memang masih belum mengetahui fakta tentang kebenarannya yaitu kebenaran tentang jati diri Queena yang sebenarnya.


"Angel?" Tanya Alvaro dengan kebingungan.


"Miraaaa!!" Teriak Queena dengan menatap tajam wajah Mira yang kini tengah tertawa kecil melihat ekspresinya.


"Hehhhh, kenapa adikku Angel? Kau terkejut karena aku memanggil nama kecilmu? Bukankah aku tidak salah dengan nama yang aku sebutkan. Empat belas tahun yang lalu bukankah panggilanmu adalah Angel? Lalu... Mengapa ketika kau sudah dewasa nama-mu berubah menjadi Queena? Hmmm" Tanya Mira dengan berpura-pura tidak tau sambil tertawa kecil.


"Empat belas tahun yang lalu? Angel? Queena? Apa maksud dari semua ini!" Kata Alvaro dengan nada sedikit tinggi sambil menatap wajah Queena dan Maura serta David dan Sesillia secara bergantian.


"Ohh, apa kau Alvaro suaminya Angel? Apa kau benar-benar tidak tau bahwa Queena adalah Angel. Ohh, tidak! Tidak! Maksudku... Apa kau tidak mengetahui nama panggilan kecil Queena? Kalau begitu aku akan memberi tahumu! Kalau nama panggilan kecil Queena adalah Angel, seharusnya kau tau bukan bahwa Angel adalah kekasih kecilmu. Bukankah kau yang telah menolongnya saat itu, mengapa kau bisa melupakannya tuan Alvaro yang terhormat?" Ujar Mira dengan bangganya menjelaskan kepada Alvaro.


"Diam kau Miraaaa!!" Bentak Queena kepada Mira.


"Jelaskan semua ini kepadaku 'Angel'!" Kata Alvaro sambil menatap wajah Queena dengan memanggil nama 'Angel'.


"Ak-aku... Aku bisa menjelaskannya suamiku" Tutur Queena dengan nada gugup.


'Apakah ini sudah waktunya?' Batin Queena.


'Pantas saja perasanku mengatakan akan terjadi sesuatu' Batin Sesillia.


'Apakah Alvaro akan bisa menerima kenyataan ini?' Batin David.


'Tuhan! Aku mohon kepadamu... Lindungilah keluarga kami. Jangan hancurkan kebahagian kami saat ini' Batin Maura.


"Apakah yang dikatakan Mira itu benar? Bahwa kau adalah Angel" Tanya Alvaro dengan menatap wajah Queena dengan dalam.


"Ada apa nakk? Yang dikatakan wanita pembunuh itu memang benar! Bahwa Queena adalah Angel, cinta pertamamu. Kau lupa?" Celetuk Zian yang tidak tau dengan yang telah ia katakan barusan.


Bak disambar petir disiang bolong, Alvaro yang mendengar perkataan dari Zian-pun menjadi terkejut hingga membuatnya terdiam!.


"Su-suamiku! aku bisa--" Lirih Queena yang terpotong dengan ucapan Alvaro.


"Jawab aku!"


"Apa kau memang Angel? Cinta pertamaku katakan" Ucap Alvaro dengan bertanya kepada Queena sambil menatap wajah Queena dengan tatapan yang tidak bisa diartikan kembali.


"Ini sudah waktunya Angel! Berapa lama lagi kau akan menyembunyikannya dari Alvaro-mu?" Sahut Maura. Hingga membuat Alvaro menatapnya dengan tatapan kebingungan.


Bagaimana tidak, Maura mengetahui semua fakta tentang Queena tapi Maura tidak pernah menceritakannya kepada Alvaro? Hingga membuat Alvaro menjadi bingung saat ini.


"Varo" Panggil Queena dengan lirih.


...Deggggg...


Jantung Alvaro memompa dengan sangat cepat ketika Queena memanggil namanya 'Varo' yang tak lain adalah nama kecilnya itu, nama dimana hanya satu orang yang selalu memanggilnya seperti itu! Siapa lagi jika bukan Angel!.


"Aku Angel" Lirih Queena pelan dengan mata berkaca-kaca.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Zayyann yang ikut kebingungan.


"Kau Angel? Apa kau benar-benar Angel?! Katakan padaku!! Mengapa kau menyembunyikan ini semua darikuuu" Marah Alvaro dengan memegang kedua bahu Queena.


"Aku benar-benar Angel! Angel kecilmu... Angel kecilmu yang selama ini kau cari-cari! Aku adalah Angel" Kata Queena dengan menundukkan kepalanya.


"Mengapa"


"MENGAPA!!"


"Mengapa kau menyembunyikannya darikuuu! Katakan padaku Angel" Teriak Alvaro yang marah akan fakta yang sebenarnya.


"Hikssss... Maaf" Tangis Queena dengan terduduk lemas karena dirinya yang tidak sanggup untuk berdiri lagi.


"Sebenarnya ada apa ini" Bingung Alea, Zian dan Zayyann.


"Mengapa kau menyembunyikan semua ini dariku Angel! MENGAPA?! Taukah kau bahwa selama ini diriku selalu mencarimu... Bahkan hingga aku hampir putus asa saat itu untuk mencarimu" Bentak Alvaro tanpa sadar karena dirinya yang memang benar-benar marah dengan semua kebohongan Queena ini. Jadi kebohongan inilah yang Queena tutup-tutupi darinya selama ini, kebenaran yang seharusnya ia tau tapi ia tidak ketahui.


"Hiksss... hikssss... Aku hanya tidak ingin Angel menyakitimu kembali! Angel hanyalah membawa masalah bagi semua hikssss... Makanya aku tidak pernah mau mengatakan apapun tentang fakta diriku yang sebenarnya kepadamu hikssss..." Isak Queena menangis sejadi-jadinya karena dirinya memang sudah sadar akan jalan pikirannya yang salah selama bertahun-tahun ini.


"Taukah kau bahwa kau lebih menyakitiku ketika kau menutupi Ini semua Angel, apa kau tau kau sangat melukai hatiku! Dengan apa yang kau lakukan selama ini. Apa kau tau bahwa selama ini aku selalu menyesali diriku sendiri karena tidak bisa menepati janjiku terhadapmu saat itu, aku setiap saat selalu menyesali perbuatanku yang tidak bisa mencarimu! Tidak bisa menikahimu... Bahkan tidak bisa menepati ucapanku untuk tidak berbagi cintaku kepada wanita lain! Tapi yang kau lakukan" Marah Alvaro dengan melepaskan tangannya dari kedua bahu milik Queena.


"Hikssss... Aku salah! Aku tau aku salah dengan menyembunyikan ini semua darimu hikssss... Maafkan aku" Tangis Queena.


"Jika Angel hanya bisa menyebabkan aebuah masalah, Lalu... Mengapa kau malah mendekatkan dirimu kembali kepadaku sebagai Anna?! KENAPA? Jawab aku Angel! KENAPA" Teriak Alvaro dengan menatap wajah Queena yang sudah sangat basah dengan air mata.


"Selama ini... Aku memang tidak berniat untuk dekat denganmu lagi Varo hiksss... Tapi Mommy... Mommy mengancam-ku saat itu agar aku mau menerima lamaran pernikahan darimu! hikssss... Mommy mengancamku jika aku tidak menerima lamaran pernikahan darimu maka mommy akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu tentang fakta diriku! Hikssss... hiksss... Aku tidak ada pilihan lain selain menerimanya saat itu" Jawab Queena dengan perlahan bangkit kembali lalu menghapus air matanya.


"Aku kecewa denganmu mommy"


"Aku sangat-sangat kecewa denganmu! Kau mengetahui semua ini tapi... Tapi kau tidak ingin memberitahukannya kepadaku" Lirih Alvaro dengan menatap wajah Maura yang tengah berkaca-kaca juga.


"Maafkan mommy Al, mommy bukan tidak ingin mengatakannya kepadamu! Tapi... Tapi Angel menaruh janji kepada mommy untuk tidak mengatakan kebenaran jati dirinya yang sebenarnya terhadap-mu... Saat itu... Yang mommy pikirkan hanyalah pernikahan-mu! Agar suatu saat Angel mau mengakui dirinya kepadamu. Mommy tidak pernah berfikir akan jadi seperti ini... Maafkan mommy nak" Ujar Maura dengan merasa bersalah pula telah menyembunyikan fakta besar mengenai Queena.


"Apa kalian berdua juga tau fakta ini?" Tanya Alvaro kepada Davsel dengan menatap keduanya secara bergantian.


"Maaf Al" Ucap David.


"Maaf kakak ipar" Ujar Sesillia.


"Apakah drama kalian ini sudah selesai? Aku lelah... Aku ingin mengakhiri semuanya sekarang" Kata Mira dengan kembali menodongkan pistol miliknya kearah Queena.


...Dooorrr...


...Dooorrr...


...Dooorrr...


...Dooorrr...


"Bajingan! Sialan!" Marah Mira.