My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Sebuah kebenaran



..."Aku... Aku tidak sengaja bermalam dengan seorang wanita dan... Dan sekarang ia tengah mengandung anak ku! Tapi... Aku bersumpah saat itu aku tidak sadarkan diri dan ketika aku terbangun keesokan harinya aku masih mengenakan pakaian ku. Aku bersumpah bahwa se ingatku aku tidak---" Jelas laki-laki tersebut tapi terpotong oleh pertanyaan dari Arianna....


..."Siapa wanita itu?" Tanya Arianna dengan lirih sambil menatap Arkanza dengan tatapan berkaca-kaca....


..."Eli, musuh mu" Jawab Arkanza dengan pelan sambil menundukkan pandangannya ke bawah....


..."Aku kembalikan cincin pertunangan ini, dan mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tolong jadilah pria sejati! Nikahi dan bertanggung jawablah atas apa yang kau telah perbuat, jangan jadi pria pengecut... Aku mohon" Lirih Arianna dengan melepaskan sebuah cincin pertunangan dari Arkanza untuk nya itu dan mulai mengembalikannya kembali kepada pemilik yang memberinya itu yang tak lain adalah Arkanza....


..."Kau... Tidak! Tolong jangan seperti ini, aku mohon" Pinta Arkanza dengan cepat menggelangkan kepalanya....


"Hikssss... hikssss.... Mengapa? Mengapa kisah cintaku bisa seperti ini? hikssss...." Tangis Arianna dengan terduduk lemas tak berdaya di balkon kamarnya itu dengan menyandarkan tubuhnya itu ke kursi yang ada disana.


"Aku tau bahwa setiap orang menjalin hubungan pasti akan ada yang namanya bahagia, sedih dan sakit hati. Hikssss... hikssss.... Tapi.... hikssss..." Isak Arianna kecil.


"Kisah cintaku kenapa berakhir seperti ini? Hikssss... hikssss.... Ini bukan kisah cinta yang aku inginkan! hahhh... hahhh... hikssss... Mommy dan daddy? Kisah cinta mereka bagaikan sebuah novel, dan... hikssss... Kakak Alzo? Kisah cinta dirinya dan kakak ipar bagaikan sebuah drama sedangkan Bria? hikssss... Kisah cinta nya dan Austin seperti sebuah cerita sinetron! Lalu.... hikssss... hikssss... Bagaimana dengan diriku" Lirih Arianna.


"Hikssss... hikssss.... Mengapa seperti ini, hiksss..." Tangis Arianna dengan histeris.


...*****...


"Ariaaa"


"Dimana sebenarnya kau?" Lirih Arkanza pelan dengan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri dimana Arianna kini berada karena sudah seharian penuh ia mencari keberadaan Arianna dengan hasil yang mengecewakan.


Sudah ribuan pesan ia kirimkan kepada Arianna tapi sama sekali belum dilihat atau pun belum di balas bahkan belum di baca sama sekali karena nomor Arianna kini tidak aktif sama sekali semenjak kepergiannya Arianna pada saat bersamanya itu. Mungkin saja Arianna membuang kartu lamanya dan mengganti ke kartu yang baru, Tapi... Entahlah!.


...10.00...


^^^Arkanza: Aria^^^


^^^Arkanza: Aria, aku mohon tolong angkat telpon ku. Aku ingin bicara denganmu, aku akan menjelaskan semua tentang kejadian itu padamu, tapi aku mohon angkatlah telpon'ku^^^


^^^Arkanza : Aku tau aku salah dan aku sadar, aku mohon. Angkatlah telpon'ku jika kau tidak ingin menemui'ku^^^


...11.00...


^^^Arkanza : Sayang aku mohon^^^


^^^Arkanza : Arianna Angelina Dirgantara, aku mohon setidaknya lihatlah pesanku^^^


^^^Arkanza : Aria, aku mohon maafkan aku! Aku salah tidak jujur lebih awal kepadamu. Aku akan menjelaskan semuanya sekarang dan aku akan membuktikan kepadamu bukti kebenaran'nya.^^^


...12.00...


^^^Arkanza : Arianna^^^


^^^Arkanza : Tolong balas dan baca pesanku sekali saja! Aku mohon. Jangan seperti ini^^^


...13.00...


^^^Arkanza : Sayang^^^


...14.00...


^^^Arkanza : Aku tau kau sangat kecewa denganku tapi tolong!! Balas pesanku walau hanya sekali saja.^^^


...15.00...


^^^Arkanza : Aku lelah seharian menunggu jawabanmu, jika seperti ini terus aku hanya bisa mencari keberadaan dirimu. Sekuat apapun keluarga mu aku pasti akan bisa melewati pondasi mereka, aku tau pasti mereka telah menyembunyikan dirimu^^^


^^^Arkanza : Dan aku sangat yakin bahwa itu adalah keinginanmu untuk meminta mereka menyembunyikan dirimu, tapi... Aku pasti akan bisa menemukan dirimu dimana pun kau berada aku pasti akan bisa menemukan dirimu dan membawa'^^^


...16.00...


^^^Arkanza: Maafkan aku^^^


^^^Arkanza: Aku mohon kembalilah kepadaku, tolong jangan menyiksaku seperti ini. Kau tau jelas bahwa kau tidak bisa ditinggalkan oleh'mu^^^


...17.00...


^^^Arkanza: Berapa lama lagi aku harus menunggu jawabanmu? Setiap satu jam aku mengirimkan dirimu pesan tapi satu'pun tidak ada yang kau balas dari seluruh isi pesanku^^^


^^^Arkanza: Se'kecewa itu kah dirimu padaku sayang? Maaf! Maaf! Dan maaf^^^


...18.00...


^^^Arkanza: Baik aku lelah dan aku menyerah terus menerus menunggu balasan darimu, kau menang dan aku kalah^^^


^^^Arkanza ✉️: Jadi.... Bisakah kah kau memaafkan aku?^^^


"Sudah seharian aku selalu menunggu pesan balasan darimu tapi hasilnya mengecewakan, Se'marah dan se'kecewa itukah dirimu kepadaku sayang?" Gumam Arkanza dengan mata berkaca-kaca menatap layar ponselnya itu.


"Cara apa yang harus aku gunakan agar kau mau memaafkan diriku? Hmmmm... hikssss..." Lirih Arkanza pelan dengan terisak kecil.


...Dreetttt... Dreetttt.......


"Apakah ini kau?"


"Ck! Bukan"


Arkanza mengira bahwa hendphone miliknya itu berdering karena mendapat panggilan telpon dari Arianna tapi ternyata dirinya salah, Ia justru mendapat telpon dari kaki tangan'nya itu dan bukan Arianna.


...Callon...


^^^Arkanza: Ada apa?^^^


Unknown 📞: Tuan, saya sudah mendapatkan sebuah bukti mengenai nona Eli dan anda


^^^Arkanza: Katakan apa itu, dan kirimkan file-file mengenai bukti tersebut kepadaku secepatnya^^^


Unknown 📞: Tuan, pada malam pesta pernikahan tuan muda Alkenzo. Anda memang tidak sadarkan diri karena nona Eli telah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman anda tanpa sepengetahuan siapapun, dan itu berupa obat tidur dosis tinggi


^^^Arkanza: Lalu... Katakan kembali^^^


Unknown 📞: Pada malam itu anda tidak sadarkan diri diparkiran mobil ketika anda ingin pulang, dan saat itu juga nona Eli menyuruh beberapa orang untuk membawa anda pergi ke salah satu kamar hotel yang ia sudah pesan untuk anda dan untuk dirinya.


Unknown 📞: Hanya saja malam itu nona Eli tidak berbuat apa-apa dengan anda, ia hanya melepaskan baju anda saja dan memfoto anda dan dirinya ketika tidak menggenakan pakaian berdua. Foto-foto yang nona Eli ambil dari ketidak sadaran anda telah dicetak dan diberikan kepada nona muda Arianna secara langsung.


Unknown 📞: Dan kini untuk mengenai berita kehamilannya, itu semua palsu tuan. Nona Eli tidak benar-benar hamil penerus mu. Ia berbohong dan membayar para suster dan dokter yang ada di rumah sakit saat itu tempat anda mengantar nona Eli pergi cek, dan mengenai sebuah layar usg itu semua bukan miliknya melainkan milik orang lain yang dia bayar juga untuk menipu anda


^^^Arkanza: Brengsek!! Dasar wanita murahan, beraninya telah menipuku dan membuat hubunganku hancur^^^


^^^Arkanza: Sebisa mungkin bawa wanita ja**ng itu kehadapan'ku, dan aku akan membawanya untuk bersaksi didepan seluruh keluarga besar dirgantara. Bawa ia hari ini juga! Cari ia sampai dapat jangan biarkan ia pergi begitu saja^^^


Unknown 📞: Baik tuan, kalau begitu saya akan tutup telpon'nya karena saya akan menjalankan tugas dari anda kembali


^^^Arkanza: Hmmmm^^^


Tut.