
"Hmmmm, mommy... Dimana adik ipar ketiga?" Tanya Zanitha dengan mencari-cari keberadaan Arianna saat ini.
Setelah melihat Brianna pergi, dan setelah memberikan kue dan mainan untuk Queena serta Alan kini Zanitha bertanya kepada Queena mengenai Arianna. Karena sedari tadi ia tidak melihat Arianna, biasanya jika ia tengah berkunjung ke mansion utama ia pasti akan lebih dulu disambut oleh Arianna tapi kali ini berbeda dan tidak ada.
"Arianna baru saja pergi keluar negeri, mommy dan daddy baru saja pulang dari bandara karena mengantar Aria Karena ia sedang ada pemotretan diluar negeri jadi ia tidak ada disini sekarang" Jawab Queena dengan cepat.
"Bukankah jet pribadi kita sedang digunakan oleh Alzie? Bagaimana bisa Aria pergi ke luar negeri" Celetuk Alkenzie dengan bertanya.
"Bukankah pesawat umum masih ada? Apa kau lupa Alzo?" Sahut Alvaro dengan membantu sang istri lagi-lagi mengenai Arianna putrinya itu.
'Mengapa aku merasa mommy dan daddy tengah menyembunyikan sesuatu dariku? Apa yang sebenarnya sedang terjadi' Batin Alkenzo.
"Aku tidak lupa, hanya bertanya saja. Mengenai kepergian nya adikku, Arianna" Balas Alkenzo datar.
'Filing putra dan putriku memang kuat sama sepertiku, jika mereka semua terus bertanya mengenai Arianna. Mungkin saja aku tidak dapat berkata lagi' Batin Alvaro.
"Owhh, ternyata begitu. Pantas saja aku tidak melihatnya sedari tadi ternyata ia sedang berada diluar negeri" Ucap Zanitha dengan mengangguk kecil.
"Hmmm"
"Yasudah nak. Sebaiknya kau beristirahat saja mommy yakin kau lelah bukan? Karena perjalanan menuju manison utama dan mansion kalian berjarak sangat jauh" Tutur Queena kepada Zanitha menantunya itu dan sang putra yaitu Alkenzo.
"Baiklah"
"Kalau begitu kami pamit keatas untuk beristirahat" Pamit Alkenzo.
"Yaa, beristirahat-lah dengan baik"
"Baik, Daddy"
...*****...
"Liora, ak-aku... Maafkan aku" Ucap seseorang dengan terbata karena merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan kemarin malam kepada seorang wanita yang mana wanita tersebut adalah "Liora Fouzia Alison".
"Tidak apa, ini bukan salah kau. Seharusnya aku yang lebih berhati-hati dalam memilih minuman. Kau tidak salah tapi kau justru membantuku" Lirih Liora dengan menghapus pelan air matanya yang menetes keluar dari pelupuk matanya.
"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kemarin malam, kau tidak perlu khawatir" Ujar pria tersebut dengan menarik tubuh Liora kedalam pelukannya.
"Tidak perlu hiksss... Aku tidak apa-apa, tolong jangan dibicarakan lagi soal kemarin malam. Atau aku tidak akan bisa menahan tangisku, Kenzie" Tutur Liora dengan terisak kecil.
Kenzie? Alkenzie? Yaapss Alkenzie.
Benar jadi pria yang bernama dengan Liora didalam salah satu kamar hotel bintang lima adalah Alkenzie Keano Putra Dirgantara, suatu kecelakaan menimpa mereka berdua hingga membuat mereka berdua bisa bersama dalam satu ruangan dan satu malam.
"Maafkan aku, aku akan bertanggung jawab dan menikahimu hari ini juga. Jangan khawatir mengenai keluarga ku, mereka pasti akan mengerti nanti" Terang Alkenzie kembali.
"Jika malam itu aku tidak mengambil minum an yang ada dimeja perjamuan, mungkin aku dan kau tidak akan seperti ini... Kenzie maafkan aku! Ini semua salahku kau tidak perlu bertanggung jawab atas semua ini" Jelas Liora pelan dengan perlahan melepaskan pelukannya.
"Itu... Itu tidak akan mungkin, karena kita hanya melakukannya sekali dan itupun karena kecelakaan" Jawab Liora.
"Aku akan tetap bertanggung jawab, bagaimana pun juga kita sudah melakukan nya. Jadi tidak jadi benih ku aku tetap harus bertanggung jawab" Tegas Alkenzie.
'Aku tau kau tidak ingin seperti ini, tapi... Bagaimana pun juga ini sudah terjadi' Batin Liora.
...Flashback...
...Kemarin malam.......
Malam hari, tepatnya jam delapan malam. Alkenzie dan Liora tengah meghadiri perjamuan malam perusahaan secara bersama-sama, namun ketika jam sembilan malam tiba-tiba Liora merasa haus karena sedari tadi terus saja mengobrol bersama rekan kerja yang lainnya tanpa meminum apapun disitu. Ketika Liora mengambil salah satu minuman yang ada disana ia tidak sadar bahwa minuman yang ia ambil adalah alkohol yang berdosis pera**sang yang mana dosis tersebut adalah dosis tertinggi.
Saat ketika Liora meminum itu, Alkenzie tanpa sengaja melihat minuman yang sedang diminum oleh Liora dari jarak jauh. Ingin mencegah tapi Liora lebih dulu menghabiskan minuman tersebut dengan terburu-buru Alkenzie pun berhamburan pergi mendekat kearah Liora.
Mengapa Liora dan Alkenzie bisa bersama dinegeri orang? Jawaban nya adalah, karena mereka berdua adalah perwakilan dari Kusuma Grup yang dipilih oleh Queena. Alkenzie mau tidak mau memang harus pergi ke luar negeri karena Kusuma Grup telah resmi menjadi miliknya dan lagipula ia juga yang memimpin perusahan nya sendiri.
Karena peraturan perjamuan di negri orang tersebut harus membawa sekertaris ataupun pendamping yang lainnya. Jadi... Alkenzo pun mengajak Liora untuk ikut bersamanya karena pangkat Liora sendiri sudah naik menjadi sekertaris milik Alkenzie secara pribadi maka dari itu mereka berdua bisa bersama saat ini juga.
"Minuman ini... Mengapa rasanya sangat aneh?" Gumam Liora dengan kasar menaruh gelas yang ia pegang itu saat ini. Yang mana gelas tersebut berisi minuman alkohol berdosis obat pera**sang.
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Alkenzie pelan kepada Liora.
"Tuan Kenzie?" Ucap Liora.
"Bodoh!! Jika kau haus seharusnya meminum minuman yang berada dimeja lain, tau kah kau bahwa minuman yang barusan kau minum adalah alkohol berdosis obat kuat!" Bisik Alkenzie.
"Ap--apa? Jadi... Pantas saja rasanya sangat berbeda! Lalu... Bagaimana ini aku takut aku aka--" Terkejut Liora dengan panik ketika mengetahui minuman apa yang ia minum saat ini.
"Ikut denganku, aku akan mengobati dirimu. Jangan sampai alkohol itu beraksi ditengah-tengah perjamuan malam ini" Ajak Alkenzie dengan menarik pergelangan tangan Liora kedalam hotel.
"Tuan! Apa kau merasa panas?" Tanya Liora yang sudah mulai merasa panas karena alkohol yang berdosis obat kuat ini perlahan-lahan pembuluh darahnya hingga membuatnya kini mulai tera**sang.
"Tidak! Ck. Obatnya sangat cepat beraksi, kau ini. Kau seharusnya tidak--" Jawab Alkenzie tapi terpotong karena Liora yang secara tiba-tiba terjatuh.
...Bruukkkkk...
"Ini... Panas, sangat panas. Tuan tolong bantu aku ini sangat panas aku sangat tidak nyaman" Pinta Liora dengan berniat membuka gaun malamnya padahal jelas-jelas mereka belum sampai kedalam salah satu kamar hotel.
"Diamlah! Jangan membuatku panik, Jangan bodoh. Kau tidak boleh membuka gaun mu secara sembarangan" Tegas Alkenzie.
Karena melihat Liora tidak mau bangun dari duduknya, Alkenzie pun dengan cepat langsung saja menggendong tubuh Liora kedalam dekapan nya. Lalu... Dengan cepat iapun membawa Liora masuk kedalam salah satu kamar hotel.
'Ck, berusahalah menahan gariah mu jika kau terus seperti ini, aku takut kita akan terjebak dalam satu malam' Batin Alkenzie.