
"Ini mimpi, tidak mungkin status ku sudah berubah hanya dalam satu hari" Gumam Liora dengan menatap tak percaya apa yang ada ditangannya saat ini.
Dokumen pernikahan? Benar, jadi... Setelah sampai di bandara tadi. Alkenzie pun langsung saja membawa Liora ke kantor catatan sipil. Karena mereka berdua akan menikah dan sepertinya bukan akan menikah tapi kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri tanpa adanya sebuah pesta pernikahan.
Tidak seperti Alkenzo, yang mana setelah menikah langsung dibuatkan resepsi pernikahannya sendiri oleh keluarga besar dirgantara dan atmadja. Tapi... Alkenzie tetap bahagia atas pernikahan nya itu karena bagaimana pun juga ia telah menikahi gadis yang ia cintai selama ini secara diam-diam dan tanpa diketahui oleh semua orang terutama Liora sendiri, kejadian satu malam itu telah membuatnya bahagia walaupun kenyataan nya Liora sendiri masih belum menerima tapi dirinya berbeda.
"Kita akan pulang" Ujar Alkenzie kepada Liora dengan menggenggam erat tangan Liora.
"Tapi... Mereka semua masih belum tau mengenai diriku, haruskah aku pulang bersamamu?" Tanya Liora dengan menatap lirih wajah sang suami yaitu Alkenzie.
"Percayalah padaku!! Jangan khawatir mengenai yang lainnya, aku percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Khususnya keluarga ku, mereka semua pasti akan menerima mu sebagai menantu kedua mereka" Ujar Alkenzie dengan memberikan semangat untuk sang istri yang baru saja ia nikahi.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian, mari kita pulang sekarang. Kalaupun mereka tidak menerima mu disisi ku maka aku akan menentang mereka" Kata Alkenzie dengan tersenyum manis.
"Mengapa kau memilihku dan tidak keluarga mu? Keluargamu adalah segalanya bagimu bukan" Tanya Liora.
"Memang benar, tapi... Sekarang kaulah yang lebih penting dari mereka. Karena kau adalah istriku" Jawab Alkenzie.
"Aku mencintaimu sudah lama, Ketahuilah itu" Lirih Alkenzie pelan.
...Deggggg...
"Kau..."
"Benar"
Jantung Liora berdetak sangat kencang ketika mendengar pengakuan dari Alkenzie barusan, hingga membuat dadanya seperti terbakar akibat pengakuan dari Alkenzie tadi.
...*****...
...Mansion dirgantara...
...Ruang tamu...
"Uncle, apakah Alkenzie benar-benar menyuruhmu untuk datang dan berkumpul disini?" Tanya Queena kepada Zayyann.
Zayyann, Alea, Aldo serta keluarga Pradipta yaitu Sesillia, David dan Shaka kini tengah berkumpul diruang tamu mansion dirgantara. Dan tak lupa juga Karan serta Lauren juga ikut serta disana, mereka semua masing-masing diberikan pesan oleh Alkenzie untuk datang ke mansion utama dirgantara dan berkumpul di dalam ruang tamu.
Alkenzie mengatakan pada mereka semua bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting amat sangat penting dan itu menyangkut berita panas tadi yang sudah trending topik. Tapi... Karena Liora sudah ia temukan jadi berita panas tersebut ia turunkan ranting trending nya dan berita tersebut secara cepat menghilang.
"Benar, kami semua mendapatkan pesan satu persatu dari Alkenzie. Jadi... Kami dengan cepat pun terbang kemari" Celetuk Alea untuk Queena.
"Yang dikatakan oleh aunty benar kakak, Alzie memang mengirim pesan kepada kita semua untuk datang kemari! Dan berkumpul disini. Karena ia mengatakan bahwa ia ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting" Sahut Sesillia.
"Hmmmm, mungkinkah adik ipar kedua ingin membicarakan tentang mengenai berita tadi?" Ucap Zanitha.
"Bisa jadi, rapi... Yang jelas saat ini kita harus menunggu dirinya saja. Karena ia mengatakan bahwa saat ini ia sudah berada di jalan menuju ke mansion" Kata Alkenzo datar.
"Suamiku... Aku harap kau tidak..." Lirih Queena tapi terpotong oleh ucapan sang suami lebih dulu siapa lagi jika bukan Alvaro.
"Aku tau apa yang kau khawatirkan, aku berjanji bahwa aku akan mendengarkan penjelasannya lebih dulu dan tidak terburu-buru mengambil tindakan untuknya" Potong Alvaro dengan cepat yang mana memang tau apa yang sang istri akan katakan kepadanya.
"Terimakasih"
"Hmmmm"
...Tiinnnnn.... Tiiinnnn.......
"Hmmmm, qkhirnya ia datang! Cepat kau buka kan pintu mansion" Titah Alvaro kepada sang istri.
"Pintunya tidak tertutup, mommy tidak perlu membuka kan pintunya untuk ku" Celetuk Alkenzie yang mana sudah sampai lebih dulu ke dalam mansion bersama Liora disampinya dengan setia menundukkan wajahnya kebawah.
Liora menundukkan pandangannya kebawah karena merasa malu telah hadir didalam keluarga besar dirgantara saat ini, ia bukan siapa-siapa tapi ia bisa hadir didalamnya saat ini.
"Duduklah" Tutur Alvaro pelan.
"Terimakasih, Daddy"
"Nakk! Sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi? Mengenai berita tadi..." Titah Zayyann dengan langsung membuka suaranya untuk meminta penjelasan dari Alkenzie sang keponakan.
"Baik, tapi pertama-tama aku ingin memperkenalkan wanita yang ada disampingku ini. Namanya "Liora Fouzia Alison" Liora ini adalah istriku" Balas Alkenzie dengan tersenyum manis kepada semuanya.
"Istri?"
"Istri?"
"Istri?"
"Istrimu?"
"Istrimu?"
"Apaa?"
Terkejut semua orang ketika mendengar ucapan dari Alkenzie yang mengatakan bahwa Liora adalah istrinya. Sedangkan Liora yang mendengar ucapan dari Alkenzie untuk semua orang saat ini justru semakin dibuat tidak tenang oleh Alkenzie hingga membuat Liora menggenggam erat tangan Alkenzie.
"Jangan takut, aku disini bersamamu" Bisik pelan Alkenzie.
"Alzie, jangan bercanda! Bagaimana mungkin kau tiba-tiba sudah memiliki seorang istri" Tanya Queena dengan kebingungan.
"Jelaskan" Titah Alvaro datar.
"Baik, jadi.... Kemarin malam..." Cerita Alkenzie kepada seluruh keluarga dari awal hingga akhirnya menceritakan tentang kejadian yang telah menimpa dirinya dan Liora sang istri.
Mendengar penjelasan dari Alkenzie, semua orang kini justru malah tersenyum bangga akan tindakan yang Alkenzie lakukan. Baik Queena maupun Alvaro keduanya kini tengah tersenyum manis dan bahagia kepada sang putra hingga membuat sang putra membalas senyuman manis dari mereka.
"Daddy, bangga padamu! Ini baru laki-laki sejati dan putra yang daddy inginkan. Walaupun itu semua berawal dari kesalahan yang tidak sengaja tapi kau tetap mau bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi" Bangga Alvaro kepada sang putra dengan di iringi senyuman manis yang melekat di bibir sexy nya itu.
"Terimakasih daddy, ini semua adalah ajaran mu jika bukan karena ajaran mu mungkin aku tidak akan pernah mau bertanggung jawab seperti laki-laki yang diluar sana" Balas Alkenzie dengan tersenyum manis pula membalas senyuman sang daddy.
"Kami bahkan juga ikut bangga terhadapmu nakk! Semoga kedepannya kau tidak mengecewakan kami" Ujar Zayyann dengan tersenyum bangga pula kepada Alkenzie begitu pun dengan yang lainnya juga.
"Terimakasih uncle"
"Nak, kemarilah. Mendekatlah kearah mommy" Pinta Queena dengan lembut kepada Liora yang masih setia menundukkan kepalanya kebawah.
"Pergilah" Bisik Alkenzie kembali kepada sang istri.
"Tap--"
"Pergilah" Tutur Alkenzie lagi dengan lembut.
"Emmm"
Kini... Liora pun perlahan mendekat kearah Queena tapi dengan pandangan yang setia menunduk kebawah, Queena yang melihat itupun dengan cepat berdiri dari duduknya dan setelah itu menarik pergelangan tangan Liora dengan cepat untuk duduk disebelahnya.
"Jangan takut sayang, mommy tidak akan memarahi ataupun yang lainnya" Ucap Queena lembut.