
...Keesokan harinya......
Alvaro, Sesillia, David, Arianna, Alkenzie bahkan Shaka! Mereka semua kini sudah terbangun dari tidur pulas nya. Bahkan mereka semua kini sudah berada didalam ruang tamu entah ingin membahas apa.
...Ruang Tamu...
"Uncle, maafkan aku! Bisakah kau mengizinkanku kembali pulang dan bekerja?" Kata Shaka yang kini tengah memohon kepada Alvaro untuk mencabut hukuman yang telah diberikan kepadanya.
"Tidak! Dan tidak" Jawab Alvaro cepat dengan datar.
"Mommy, bisakah kau ceritakan kepada? Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam" Tanya Alkenzo menatap wajah sang mommy dengan dalam.
"Shaka! Saudaramu ia mulai meminum-minum alkohol dan suka bermain tiap malam di tempat jahanam" Jawab Queena dengan tersenyum kecil.
"Shaka" Panggil Alkenzo datar dan dingin.
...Glekkkk...
'Mengapa hariku sangat suram' Batin Shaka.
"Hukuman apa yang daddy berikan kepadanya?" Tanya Alkenzo dingin.
"Hanya memintanya untuk tinggal disini selama satu bulan penuh! Tanpa fasilitas dan tanpa pergi bekerja" Balas Alvaro.
"Terlalu ringan" Ujar Alkenzo dengan menatap tajam wajah Shaka.
"Tidak! Itu sudah terlalu berat untukku, kau tidak boleh menambahkannya lagi Alzo" Elak Shaka dengan cepat.
"Patuh atau bertambah?" Tanya Alkenzo.
"Oh ****, baiklah!"
"Shaka tidak akan di izinkan pergi keluar dari mansion! Selama masa hukumannya. Ia juga tidak di perbolehkan untuk memegang hendphonenya, karena kontak hendphone terdapat banyak nomor wanita gila" Kata Alkenzo lalu pergi begitu saja.
"Mommy, aku duluan" Pamit Alkenzo terlebih dahulu dengan bersalaman kepada Queena.
"Alzo, tidak nak! Kau masih sakit. Kali ini saja jangan pergi ke kantormu" Larang Queena dengan cepat menggelangkan kepalanya kecil.
"Aku sudah sembuh mommy! Bila memang demam ku kembali lagi, maka kau boleh melarang ku dan aku akan menurutimu nanti! Tapi... Bila memang demam ku kembali lagi" Ujar Alkenzo dengan tersenyum kecil.
"Mommy mohon padamu untuk kali ini Alzo" Pinta Queena dengan nada lirih.
...Cuppppp...
"Aku akan baik-baik saja! Maaf mommy... Sampai jumpa" Tutur Alkenzo dengan memberikan sebuah ciuman kecil untuk Queena lalu setelah itu pergi dengan terburu-buru.
"Alkenzo!!" Teriak Queena.
"Haisss... Anak ini, sama seperti daddy nya susah untuk diatur" Gumam Queena kecil.
"Aunty! Bagaimana mungkin Alzo memberikan ku tambahan hukum seperi itu? Ini... Sangat tidak adil bagiku" Gerutu Shaka kepada Queena.
"Aunty tidak bisa berbuat apa-apa! Jalankan saja hukuman mu Shaka, mungkin saja dengan kau menurut saudara mu dan uncle mu bisa mengurangi masa hukuman mu" Ujar Queena terkekeh.
"Huuuffff! Kali ini mamah juga tidak akan membantumu, mamah berfikir sudah cukup mamah memanjakan mu" Sahut Sesillia dengan tersenyum kecil.
"Jangan meminta bantuan kepada papah! Kau tau papah tidak akan membantumu, jalankan saja masa hukuman mu disini. Kau tidak akan pernah bosan karena ada Alan kecil mu disini" Celetuk David dengan cepat karena melihat pandangan wajah putranya yang tengah menunjukkan belas kasih.
"Suamiku! Maafkan aku, mari kita pulang" Ajak Sesillia dengan menarik lembut pergelangan tangan David suaminya itu.
"Hmmmm, mari! Kita tinggalkan anak nakal itu disini" Jawab David dengan mengangguk kecil sambil tersenyum meledek sang putra.
"Ck! Bilang saja kalian berdua ingin bermesraan" Gerutu Shaka pelan dengan menatap malas David dan Sesillia kedua orang tuannya itu.
"Kakak, kakak ipar aku pamit! Aku titip putra kesayangan ku disini. Tolong rawat dan jaga dia dengan baik" Pamit Sesillia kepada Queena dan Alvaro.
"Aku tidak akan menjaganya" Jawab Alvaro cepat.
"Suamiku"
"Sesillia, kau tenanglah! Kakak akan menjaganya dengan baik. Sama seperti kakak menjaga dan merawat Alan kakak juga akan merawat Shaka seperti itu" Jawab Queena.
"Terimakasih, kakak! Kalau begitu aku pamit" Balas Sesillia dengan berhamburan memeluk tubuh Queena dan itupun dibalas oleh Queena.
"Hmmmm, berhati-hatilah"
"Baik"
"Kakak ipar aku juga pamit, Al aku pamit" Pamit David juga.
"Hmmmm, pergilah" Dehem Alvaro.
"Berhati-hatilah" Ucap Queena kembali dengan tersenyum manis menatap kepergian David dan Sesillia.
...*****...
...Dirgantara Company...
...Ruangan Alkenzo...
"Kepalaku mulai sakit kembali" Ucap Alkenzo pelan dengan mengelus pelan keningnya yang mulai terasa sakit kembali.
"Jangan pernah memikirkan ku terus menerus, jangan pernah menangis hanya karena aku! Tetapi tersenyum dan bahagia lah agar aku bisa senang ketika melihatmu kembali tersenyum seperti dulu, dalam dunia kau aku sudah tidak ada Kenzo. Tapi dalam dunia kita berdua aku masih ada, aku tau kau pasti mengerti apa yang aku katakan tadi"
"Kata-kata itu... Mengapa kau melontarkannya kepadaku? Apakah kau sudah tidak menginginkan cintaku" Tanya Alkenzo pelan dengan menutup kedua matanya secara perlahan sambil menyandarkan kepalanya ke kursi kebesarannya.
"Tugasku disini sudah selesai"
"Ap-apa... Apa maksudmu?"
"Tugasku sekarang disini sudah berakhir! Tolong biarkan aku pergi, katakan bahwa aku telah melakukan yang terbaik" Kata Anitha lirih yang kini perlahan-lahan mulai memudar.
"Kau sudah sangat melakukan yang terbaik selama disini! Tapi didalam hatiku tidak. Kau mengecewakan ku dengan kepergian nya dirimu"
"Temukan aku! Bila cintamu besar kepadaku, kau pasti akan menemukan aku... Di dunia"
"Temukan mu di dunia? Apa sebenarnya maksud dari perkataan terakhir mu saat itu? Mungkinkah kau masih hidup Anitha?" Lirih Alkenzo pelan dengan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Bila memang kau masih hidup! Aku pasti akan berjuang mencarimu dan menemukan mu setelah itu aku akan membawamu pulang kembali bersama ku. Tunggu aku Anitha"
...Tokkkkk tokkkkk tokkkkk...
"Masuk" Titah Alkenzo.
"Tuan! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" Ucap Dion.
"Siapa?" Tanya Alkenzo dengan mengerutkan keningnya.
"Seseorang yang tidak ingin diberi tahu namanya tuan! Saya juga tidak mengerti, mohon anda sendiri yang tanyakan kepada orang itu" Balas Dion dengan menunduk hormat.
"Persilakan masuk saja" Ujar Alkenzo.
"Baik tuan"
'Wajah datarnya masih tidak bisa dibandingkan dengan wajah datar tuan ku, tuan Alkenzo' Batin Dion.
"Ada perlu apa kau kemari?" Tanya Alkenzo datar dengan menghampiri kedua orang tersebut.
"Hanya ingin bertemu denganmu saja" Jawab orang tersebut.
"Aku pikir kau kemari ada maksud tertentu, karena tidak bisanya kau kemari tanpa memberitahukan kedatangan mu Arkanza Gevano Smith" Tutur Alkenzo.
"Tidak! Aku tidak ada maksud lain, aku benar-benar hanya ingin menemui sahabatku saja yaitu dirimu" Balas orang tersebut yang bernama Arkanza Gevano Smith.
"Hmmmm"
"Alzo, aku ingin bertanya kepadamu! Dan aku harus menjawab ku dengan jujur" Kata Arkanza.
"Pernahkah ketika kau bertanya kepadaku aku akan menjawabnya dengan bohong?" Tanya Alkenzo balik dengan menatap dingin wajah Arkanza.
"Tidak"
"Dengarkan aku, aku ingin bertanya kepadamu! Benarkah salah satu adik perempuan mu itu ada didalam dunia Entertainment? Dan yang satunya berada di dunia kedokteran?" Tanya Arkanza dengan serius.
"Hmmmm, benar! Kau mencari tau tentang adikku?" Jawab Alkenzo dengan berbalik bertanya.
"Hmmmm, aku masih merasa penasaran dengan kedua adik kembar mu itu, bagaimana rupa wajahnya dan bagaimana sikap nya! Apa itu semua sama denganmu?"
"Wajah kami memang kembar, tapi sifat kami berbeda! Sama hal nya seperti aku dan Alzie! Seperti itulah sifat kami berempat"
"Bagaimana cara membedakan wajah kedua adik mu sama seperti aku bisa membedakan wajah kau dan Alzie?" Tanya kembali Arkanza.
"Seperti aku dan Alzie, Alzie memiliki bola mata bewarna biru yang mana warna tersebut keturunan dari mommy ku! Dan aku memiliki bola mata bewarna hitam pekat sama seperti daddyku. Adik perempuanku juga memiliki bola mata bewarna biru dan hitam, kau bahkan juga bisa membedakan mereka dari tinggi tubuh saja"
"Aku bahkan tidak pernah tau nama adikmu" Ketus Arkanza kepada Alkenzo.
"Kau akan bisa membedakannya nanti ketika mereka sudah ingin menampilkan wajah mere--" Ucap Alkenzo tapi terpotong oleh kedatangan seseorang.
...Ceklekkkk...
"Kakak! Kau pergi begitu saja tanpa membawa obatmu, mommy mengatakan bahwa kau pasti akan--" Kata seseorang dengan terhenti setelah melihat Arkanza dan Alkenzo tengah berbincang-bincang.
"Diaa"
"Arianna Angelina Putri Dirgantara" Ujar Alkenzo dengan memanggil nama Arianna sambil menyebutkan nama panjang Arianna di depan Arkanza.
"Maafkan aku kakak"
"Dia adikmu? Salah satu kembaran mu yang keberadaan tidak ingin diketuai oleh publik? Dia... Bukankah model terkenal itu?" Tanya Arkanza dengan mematung menatap wajah cantik Arianna yang berada dihadapannya itu.
"Hmmmm, dia adalah salah satu adik perempuan yang mana identitasnya tidak ingin diketahui oleh publik. Tapi kenyataan dia bermain di depan publik" Jawab Alkenzo lagi dan lagi menjawab pertanyaan dari Arkanza.
"Kakak"
"Kau sendiri yang datang, jangan salahkan aku" Potong Alkenzo cepat.
"Kau sudah mengenal salah satu adik perempuan ku dan kau juga sudah mengetahui namanya! Aku harap kau bisa mengingat wajahnya dan tidak salah menebak ketika bertemu kembarannya" Tutur Alkenzo.
"Namanya Arianna, memilik identitas diluar sebagai model papan atas yang terkenal di dunia. Dan memiliki bola mata berwarna biru laut" Kata Arkanza dengan mengingat betul wajah Arianna dalam.
"Senang berkenalan denganmu... Hmmmm?" Ujar Arianna dengan mengulurkan tangannya.
"Arkanza Gevano Smith, panggil saja Arkanza" Salam Arkanza dengan membalas uluran tangan dari Arianna.
'Tuanku? Bukankah ia memiliki myshopbia? Mengapa tiba-tiba ia mau membalas uluran tangan dari nona muda Arianna' Batin sekretaris Arkanza.
"Baik"
"Sudah salam-salaman nya?" Tanya Alkenzo datar.
"Sudah kakak"
"Ada apa kau kemari?"
"Aku baru saja selesai pemotretan produk baru kau kakak, dan aku kemari hanya untuk memberikan obat mu yang mommy titipkan kepadaku! ini... Ambilah ka, Aku masih ada urusan" Jawab Arianna.
"Mommy ini hmmmm... Terimakasih pergilah"
"Sama-sama ka, kalau begitu aku pamit! Dah ka dah tuan kanza" Pamit Arianna lalu pergi begitu saja dengan melambaikan tangannya kepada Alkenzo dan Arkanza.
"Panggilan yang bagus" Puji Arkanza dengan tersenyum manis.
"Myshopbia kau sudah sembuh?"
"Belum, dan sampai kapanpun tidak akan pernah sembuh"
"Lalu?"
"Aku juga tidak tau, mengapa ketika adik mu mengulurkan tangannya aku malah ingin membalasnya. Dan anehnya aku tidak merasa jijik terhadapnya justru malah sebaliknya" Jelas Arkanza dengan santainya.
"Kau menyukai adikku"
...*****...
...Arkanza Gevano Smith...
Arkanza Gevano Smith adalah putra tunggal dari keluarga Smith! Arkanza sendiri biasa dipanggil Kanza atau Arka memiliki sifat, datar, dingin dan arogan sama seperti Alzo hanya saja Alzo tetaplah pemenangnya. Arkanza sendiri bahkan memiliki myshopbia yang tidak diketahui oleh siapapun tapi sekertaris dan sahabatnya (Alkenzo dan Alkenzie serta Shaka) tau tentang penyakitnya itu.
...Visual Arkanza...
...*****...
Hai readers:)
Author disini juga bawa cerita baru, semoga minat mampir dan baca😁.
...New Novel 🔥...
...Lucifer My Little Son...
Bagaimana jadinya ketika bocah laki-laki lemah dan tak berdaya yang dibuang oleh orang tua kandungnya ketika masih bayi. Kini justru malah menjadi berbanding balik menjadi bocah yang kuat dan sadis? Semenjak ia diangkat oleh seorang wanita cantik yang biasa dan tidak memilik apa-apa karakternya-pun mulai berubah sangat drastis.
..."Aku bersumpah akan membalas setiap rasa sakit yang pernah aku rasakan didunia ini! Dengan cara yang sadis dan kejam. Membunuh? Menyiksa? Itu semua akan aku lakukan untuk melindungi bundaku! Apapun rintangannya aku akan melewatinya"...
..._Ersya Melviano Ravindra...
Ingin tau ceritanya? Yuk, Baca di cerita tentang "Lucifer My Little Soon"
Spoiler dikit:
..."Membunuh adalah caraku! Memanipulasi adalah karyaku! Penghianat adalah musuhku! Pemberontak adalah musuh keduaku. Membalas dendam adalah kebiasaanku... Terutama untuk musuhku, I will kill everyone who hates me in return for hating me"...
..."Saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan kedunia apa lagi bila hanya untuk dibuang bagai sebuah sampah yang tak berguna begitu saja!! Bila tidak menginginkan saya lantas mengapa melahirkan saya? Mengapa tidak membunuh atau mengugurkan saya ketika saya masih berada didalam kandungan? Bila seperti ini, Anda sendiri juga yang akan menanggung konsekuensinya dari saya. BALAS DENDAM. Hehhh, Tidak ada yang peduli siapa yang telah melahirkan saya dan membuang saya begitu saja. Karena saya pasti akan tetap memberikan sebuah konsekuensi begitu berat kepada anda!! Terimakasih, Terimakasih telah melahirkan saya bahkan membuang saya, Saya pasti akan membalas KEBAIKAN anda"...