
"Apa yang kalian inginkan?!" Tanya Gani pada sekelompok preman pembunuh itu yang sudah dibayar untuk menargetkan dirinya beserta istri dan anaknya.
"Serahkan istri dan anak'mu pada kami" Jawab ketua pembunuh itu dengan wajah meremehkan Gani.
"Bagaimana jika aku menolak?" Tanya Gani kembali dengan menatap wajah satu'per-satu melompok preman itu.
"Maka jangan salahkan kami jika kami akan berbuat kekerasan terhadap kalian!." Kata Ketua Pembunuhan itu.
"Jangan harap kalian bisa menyentuh istriku maupun putriku, Cuihhh!!" Geram Gani dengan meludah tepat di wajah ketua preman itu karena jarak antara Gani dan ketua preman itu memanglah sedikit agak dekat.
"Kurang ajarrr!! Kaliannn... Tangkap diaaaa!!" Marah ketua preman itu lalu memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menyerang Gani.
...Buuuuggggg...
...Buuuuugggg...
...Buuuuugggg...
"Cepat kau ambil istri dan bayi itu sekarang!!" Bisik ketua preman itu kepada dua anak buahnya yang berada di dekatnya.
"Baik bosss" Jawab kedua'nya lalu setelah itu keduanya'pun pergi menuju mobil milik Gani yang terdapat Silsila dan Sesillia di dalamnya.
"Ikut kami!" Kata preman pembunuh itu dengan menarik paksa lengan Silsila yang sedang menggendong Sesillia begitu eratnya.
"Tidaaakkkkk!! Lepaskan akuuuu... Sayanggg..." Teriak Silsila dengan sekencang-kencang'nya karena satu lengannya terus ditarik paksa oleh preman pembunuh itu, dan Gani yang tadinya sedang fokus kepada pembunuh yang lainnya sekarang menjadi tidak fokus karena Silsila berteriak.
"Lepaskan istri dan anakku!!" Teriak Gani yang melihat Silsila ditarik paksa lengannya dengan dua preman pembunuh tadi, tapi tanpa sadar Gani pingsan karena dipukul tepat di belakang lehernya dengan keras dan mengakibatkan dirinya pingsan dengan darah yang terus keluar dari sana.
"Tidaakkkk.... Suamikuuu!! Hikssss... Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Histeris Silsila dengan memberontak karena melihat suaminya Gani terluka parah saat ini hingga mengakibatkan Gani pingsan ditempat.
"Diammm... Cepat masuk!!" Bentak ketua preman tersebut.
"Hikssss... Suamiku... Bertahanlah" Gumam Silsila yang melihat Gani tergeletak begitu saja ditengah jalan.
...*****...
"Lepaskan aku... Apa mau kalian sebenarnyaaa!" Bentak Silsila yang terus saja memberontak, Silsila tidak tau dimana ia sekarang tapi yang jelas tempatnya saat ini jauh dari permukiman warga dan sepertinya ini ditengah hutan.
"Diammm... Apa kau tidak bisa diammm!" Bentak Ketua pembunuh tersebut lalu mengurung Silsila dan mengikatnya sedangkan untuk si kecil Sesillia ia dibawa paksa oleh ketua pembunuh itu entah kemana.
"Jangan bawa putriku... Kembalikan putrikuuu..." Teriak histeris Silsila dengan terus memberontak.
...Braaaaakkk...
Ketua preman tersebut'pun tidak menghiraukan teriakkan Silsila, ia langsung saja pergi dengan membawa Sesillia di tangannya setelah itu iapun menutup pintu ruangan dimana Silsila dikurung dengan membanting pintunya dengan begitu keras.
...Callon...
'Bos, Kami sudah mendapatkan apa yang anda inginkan! Cepatlah datang kemari bosss...' Lapor ketua preman tersebut yang memanggil bosnya atau bisa dikatakan dalang dibalik penculikan Silsila dan Sesillia saat ini.
'Kerja bagusss... Tunggulah saya, karena saya akan kesana ,dan jangan berani-berani kalian menyakiti mereka berdua. Karena hanya sayalah yang boleh menyakiti mereka, kalian mengerti?' Jawab orang tersebut.
'Baik bosss..."
Tut.
...*****...
"Tuan Gani Sudah tidak apa-apa hanya perlu Istirahat saja, kalau begitu saya pamit undur diri." Kata Dokter yang habis menangani Gani.
"Hmmmm."
"Tuan." Panggil Nathan dengan menundukkan kepalanya karena kesalahannya yang tidak bisa menjaga Tuannya mengakibatkan Tuan dan Nyonya Mudanya Terluka.
"Tuan, Maafkan saya yang tidak bisa menjaga anda dan Nyonya Muda begitu juga Nona Muda, Tuan boleh menghukum saya." Ucap Nathan yang masih enggan menatap Wajah Gani.
"Sudahlah Nath, sebaiknya Sekarang kau lacak dimana Nyonya Muda berada Sekarang!." Kata Gani yang sangat Khawatir terhadap Silsila dan Putri Kecilnya Sesillia saat ini.
"Kami sudah menemukan tempat dimana Nyonya Muda ditahan Tuan!." Jawab Nathan dengan menatap wajah Gani yang terlihat sangat Khawatir.
"Kalau begitu Cepatlah bersiap kita akan kesana! Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Istriku dan Putriku!!." Titah Gani yang diangguki oleh Nathan.
"Baik, Tuan." Jawab Nathan.
...*****...
"Dimana dia?" Tanya seseorang.
"Di dalam bos" Jawab ketua pembunuh itu dengan hormat.
"Hmmm" Dehem Wanita itu.
...Ceklekkk...
"Ternyata kau Farah... Kauuu!! Cepat lepaskan Aku dan putrikuuu..." Teriak Silsila yang melihat siapa orang yang sudah memerintahkan preman pembunuh itu untuk menangkapnya dan juga putrinya bahkan sampai melukai Gani suaminya.
"Ckckck. Kasihan... Kau berkata apa tadi? Melepaskan'mu? Jangan mimpii! Kau tau karena kau Gani jadi membenciku dan tidak mencintaiku lagi... Andai jika kau tidak masuk kedalam kehidupan kami berdua mungkin sekarang aku yang sudah mempunyai seorang anak bersama Gani dan bukan dirimu" Kata wanita tersebut dengan nada geram berkata pada Silsila dan wanita tersebut bernama Farah yang tak lain adalah mantan kekasih Gani yang sangat terobsesi kepada Gani hingga sampai saat ini.
"Hehhhh... Karena kau sudah membuat aku dan Gani berpisah maka sekarang giliran'ku untuk memisahkan'mu dengan putrimu yang baru lahir itu! Hahahaha...." Ucap Sarah dengan nada yang sangat senang karena bisa melihat Silsila menderita karena ulahnya itu.
"Bukan aku yang merebut Gani dari'mu tapi suamiku Gani'lah yang mengejar-ngejar diriku! Dan jangan Salahkan aku atas kesalahan yang kau perbuat sendiri Farahhh!!. Kau sendiri yang telah membuang Gani waktu itu, bukan aku yang mengambilnya darimuuu..." Elak Silsila yang sangat tersulut emosi dengan Farah saat ini, karena Farah adalah orang dibalik atas semua yang telah terjadi hari ini.
"Kembalikan putriku sekarangggg!! Putriku tidak tau apa-apa tentang masalah itu Farah!! Kembalikan putriku..." Teriak Silsila yang terus berusaha memberontak.
...Plaaakkkk...
"Diammm... Kau ingin putrimu'kan? Tapi sayang'nya putrimu telah aku buang... Kau dengarrr!! Putrimu telah aku buang Silsila, Hahahaha... Putrimu telah aku buang... Hahahaha..." Jawab Sarah dengan tertawa seperti orang gila.
"Tidaakkkk!! Aku tidak percaya padamu, cepat kembalikan putrikuuu!! Kau sudah gila Farah cepat kembalikan putrikuuu..." Kata Silsila dengan berteriak kembali meminta putrinya Sesillia.
...Plaaakkkk...
"Ku bilang putrimu sudah'ku buang... Apa kau tidak dengarrr!! Putrimu sudah ku buang...HAHAHAHA" Kesal Sarah dengan menampar pipi Silsila sekali lagi.
"Tidakk mungkin... Putrikuuu!!" gumam Silsila dengan menggelengkan kepalanya lalu iapun pingsan karena syok dengan apa yang ia dengar tentang putrinya. Putri yang ia baru lahirkan ke-dunia.
"Hahahaha" Tawa Farah dengan bahagianya.
"Kau lihat Gani sayang... Keluargamu sekarang sudah hancur!! karena putrimu yang selama ini kau tunggu-tunggu di dunia sudah aku buanggg!! Hahahaha... Aku membuang putrimu karena kau juga harus merasakan apa yang aku rasakan dulu!! dimana aku kehilangan'mu dan kehilangan semua yang ada pada diriku!! inilah balasan yang tepat untukmu... yaitu dengan hilangnya putrimu.." Ucap Farah dengan menatap wajah Silsila yang tengah pingsan dan penuh dengan luka memar disetiap intens wajahnya.