
...Ruangan medis (Kusuma Grup)...
"Zea" Panggil Liora lirih yang kini tengah terduduk disamping Zanitha yang masih berbaring tidak sadarkan diri.
"Mengapa ia bisa pingsan?" Tanya Alkenzie kepada Liora sambil menatap wajah cantik Liora dalam.
"Saya tidak tau tuan, ketika saya mengajak nya untuk pergi makan siang. Tiba-tiba saya ia jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri seperti ini. Saya juga kaget ketika melihat Zea pingsan seperti ini" Jawab Liora pelan.
"Emmm, sebentar lagi dokter akan datang! Saya akan pergi. Kau tetaplah disini menjaga ia" Tutur Alkenzie dengan nada meminta kepada Liora.
"Tidak perlu anda ingatkan tuan, oarena saya juga pasti akan menjaganya. Bagaimana pun dia adalah sahabatku" Ujar Liora dengan membalas sambil tersenyum manis kepada Alkenzie.
...Deggggg...
'Detak jantungku? Mengapa tiba-tiba bermasalah hanya karena melihat senyum manisnya wanita ini' Batin Alkenzie.
"Emmmm, baguslah. Kalau begitu saya pamit, karena saya harus menghadiri rapat penting saat ini" Kata Alkenzie dengan berpamitan lalu setelah itu iapun pergi dengan wajah tersenyum kepada Liora.
"Mengapa tuan Alkenzie tersenyum kepadaku dengan sangat manis?" Gumam kecil Liora dengan kebingungan menatap wajah tampan Alkenzie.
"Tapi... Senyumnya sangat manis" Lirih pelan Liora dengan tersenyum manis kembali sambil menatap punggung Alkenzie yang sudah sedikit jauh.
...*****...
"Dimana ruang medis? Ohh, bagaimana ini aku lupa dimana letaknya" Kata Tania dengan panik sambil mencari-cari ruangan medis di dalam perusahaan.
"Kau ini terlalu panik. Sampe-sampe ruang medis yang berada didekat lobby saja kau lupakan, mari ikut denganku" Ajak Zaza dengan menarik pergelangan tangan Tania menuju keruangan medis tempat dimana Zea kini tengah berada.
"Ahh! Aku lupa"
...Brraaakkkk...
"Ck! Mobil ini sudah tua, jalan saja sangat lambat aku akan membuangnya nanti. Membuatku harus terlambat menemui dirinya" Kesal seseorang dengan membanting pintu mobil nya sangat keras.
Siapa lagi jika bukan Alkenzo? Yaa, dia adalah Alkenzo yang kini tengah marah-marah dengan mobil miliknya yang belum lama ia beli, jelas-jelas ia tadi mengendari mobil miliknya itu dengan kecepatan diatas rata-rata tapi ia mengatakan bahwa mobilnya tadi berjalan sangat lambat, hahhh. Alkenzo ini memang duplikat nya Alvaro, benar-benar persis dan mirip.
"Ck"
...Dreetttt... Dreetttt.......
...Callon...
Unknown 📞: Iyaa tuan?
^^^Alkenzo: Cepat datang ke perusahaan Kusuma Grup dan bawa mobil sialan milikku pergi, ganti dengan yang baru! Dan langsung kirimkan ku mobil baru kemari^^^
Dion 📞: Tapi tuan... Bukankah anda baru saja mengganti mobil anda belum lama? Mengapa... Mengapa anda anda mau kembali mengganti mobil anda
^^^Alkenzo: Mobil ini sepertinya sudah tua, berjalan saja sangat lambat seperti lintah^^^
Dion 📞: Tuan, tapi baru saja saya mendapat pesan dari pihak kepolisian bahwa anda tadi berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata! Bahkan anda menerobos lampu lalu lintas
^^^Alkenzo: Aku yang mengendara dan aku yang tau, polisi itu? Apa yang ia tau^^^
Dion 📞: Emmm, baik tuan! Kalau begitu saya akan segera mungkin mengirimkan anda mobil baru yang anda inginkan
^^^Alkenzo: Ambil saja mobil yang sedang bersamaku ini, jika kau tidak mau kau boleh menjualnya atau membuang nya^^^
Dion 📞: Baik tuan, terimakasih untuk mobil baru anda yang anda berikan kepada saya! Kalau begitu saya akan langsung menjalankan tugas yang anda minta
^^^Alkenzo: Hmmmm, aku ingin mobil yang aku pinta sudah ada didepan parkiran mobil perushaan Kusuma Grup. Tiga puluh menit sudah harus ada kau mengerti?^^^
Dion 📞: Saya paham dan mengerti tuan
^^^Alkenzo: Baguslah^^^
Tut.
...*****...
"Bukankah tadi ia berada di kamarnya? Lalu.... Mengapa ia tiba-tiba saja tidak berada di kamarnya, kapan ia pergi?" Tanya Queena dengan nada kebingungan seperti tidak percaya.
"Kakak tadi pergi dengan berlarian dan langsung menaiki mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak tau ia pergi kemana. Tapi yang jelas setelah ia mendapat telpon dari kakak Alzie ia tiba-tiba saja seperti itu. Mommy" Celetuk Alan yang menceritakan tentang sang kakak. Yang mana tiba-tiba pergi begitu saja.
Alan memang tadi sempat tidak sengaja melihat sang kakak yang mendapat telpon dari kakak keduanya. Dan ketika telpon itu berakhir ia juga melihat sang kakak yang pergi dengan terburu-buru begitu saja. Sambil mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan yang tinggi karena pada dasarnya gerbang mansion dirgantara langsung menuju jalan raya yang lurus jadi Alkenzo sesuka hati bisa mengebut ketika membawa mobilnya.
Tidak hanya Alkenzo, Alkenzie serta Alvaro bahkan juga sering seperti itu. Tapi jika memang hanya sedang ada urusan penting saja, jika tidak ada urusan yang mendadak atau penting mereka tidak akan seperti itu.
"Kakak Alzie?" Tanya Arianna dan Queena secara bersamaan.
"Mungkinkah kakak ingin pergi menemui Anitha? Tapi... Memangnya apa yang terjadi dengan Anitha?" Gumam Queena pelan dengan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, tapi gumam.nya itu masih bisa didengar oleh Arianna, Brianna, Alan, Sesillia serta Shaka yang memang berada disana.
"Mommy, coba kau telpon kakak Alzie dan tanyakan apa yang saat ini tengah terjadi kepada kakak Anitha" Tutur Brianna yang diangguki oleh semua orang.
"Baiklah" Balas Queena lalu mulai mengeluarkan hendphone genggam miliknya dan setelah itu langsung saja menghubungi sang putra yang mana putra tersebut adalah putra keduanya.
...Dreetttt... Dreetttt.......
...Dreetttt.... Dreetttt.......
"Tidak diangkat? Mungkin saja ia sedang ada urusan" Kata Queena pelan.
"Coba sekali lagi mommy" Kata Alan dengan imutnya.
"Baiklah"
...Dretttt... Dretttt.......
...Callon...
"Tersambung" Lirih pelan Queena.
Si kecil Alkenzie 📞: Yes mommy, ada apa? Maaf membuatmu menunggu panggilanku
^^^Queena: Kau ini, tidak apa. Mommy menelpon mu hanya ingin bertanya saja mengenai kakak mu, Alkenzo^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Bertanya tentang kakak? Tanyakan lah jika aku tau aku akan menjawabnya tapi jika tidak tentu aku akan menjawabnya juga. Hahahaha.
^^^Queena: Jangan bercanda, kau ini mommy kali ini serius^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Ya! Ya! Baiklah, katakan apa yang kau ingin tanyakan padaku? Memangnya ada apa dengan kakak?
^^^Queena: Alan tadi mengatkan pada mommy, bahwa ia melihat kakak mu pergi dengan terburu-buru sampai-sampai mengendari mobil dengan kecepatan di atas rata-rata^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Owhh, mungkin saja kakak ingin menemui kakak Anitha! Yang kini tengah pingsan dan sekarang berada diruang medis perusahaan.
^^^Queena: Ada apa dengan Anitha? Mengapa ia bisa pingsan^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Aku tidak tau yang jelas mommy, tapi sahabatnya mengatkan bahwa kakak Anitha memang pingsan secara tiba-tiba.
^^^Queena: Owhh! Baiklah nak, kalau begitu mommy tutup saluran telepon nya. Kau kembali lah bekerja, maafkan mommy karena telah mengganggu dirimu^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Tidak apa mommy, yasudah kalau begitu aku kembali bekerja. Dah mommy
^^^Queena: Ya baiklah nak, bekerjalah yang benar! Mommy selalu bersama mu^^^
Si kecil Alkenzie 📞: Ya mommy
Tut.