My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Bermain di pantai (David and Sesillia)



"Mengapa kau tidak memberitahukan padaku? Bahwa kau mencintaiku dalam diam? Jika kau mengatakannya mungkin saja sudah lama kita ini menjadi sepasang kekasih atau... Sepasang suami dan istri?" Jelas David dengan bertanya pada Sesillia dan perlahan tangannya mulai bergerak menghapus air mata Sesillia yang terus keluar dari pelupuk matanya.


"Saat itu, aku masih tidak berani mengatakannya padamu ataupun mengungkapkannya! Karena saat itu aku sadar bahwa aku hanyalah seorang gadis kecil yang tidak mempunyai apa-apa" Balas Sesillia dengan tersenyum sendu.


"Sesillia dengarkan aku"


"Aku mencintaimu bukan karena fisik ataupun harta, tapi aku mencintai ragamu dan jiwamu dengan tulus dari lubuk hatiku yang terdalam! Kini kau bukan lagi gadis kecil yang dulu. Di matamu kau adalah wanita yang terhebat yang pernah aku temui setelah ibuku dan mommy, bahkan sekarang akulah yang tidak mempunyai apa-apa. Aku hanyalah seorang pria biasa yang sudah berani mencintaimu, maafkan aku atas kelancaran ku yang sudah berani melamarmu untuk menjadi kekasihku" Ujar David dengan mata berkaca-kaca, jadi bisa dikatakan mereka bergantian manangis.


"Aku tidak butuh harta ataupun yang lainnya, aku hanya butuh cinta dan kasih sayang darimu untukku yang tulus! Tentang harta? Kita bisa mencarinya bersama-sama dengan berusaha, tidak peduli apapun pekerjaanmu dan apapun tentang masalalumu nantinya yang aku inginkan hanyalah dirimu yang selalu ada buatku nantinya" Jelas Sesillia.


"Terimakasih, karena kau sudah mau menerima cintaku dan diriku" Ucap David dengan tersenyum manis lalu secara Davidpun memeluk erat tubuh Sesillia hingga membuat Sesillia terkejut hingga menjadi diam membisu.


"Terimakasih juga, karena kau sudah mau memilihku untuk jadi kekasihmu" Balas Sesillia dengan membalas pelukan hangat dari David.


"Jadi...."


"Jadi apa?" Tanya Sesillia.


"Panggil aku sayang" Pinta David yang membuat Sesillia merona karenanya.


"Sayang"


"Itu lebih bagus"


"Sekarang makanlah, aku sudah memesan ini khusus untukmu dan diriku"


"Benarkah?"


"Iyaa"


"Makanlah yang banyak agar kau tumbuh lebih besar! Sayang" Turur David dengan menggoda Sesillia dengan panggilan sayang.


"Aku sudah besar, hanya kurang lemak saja" Balas Sesillia dengan cemberut.


"Hahahaha, maka sekarang perbanyaklah makan lemak agar kau tumbuh besar seperti..."


"Babi?"


"Babi? Kenapa harus babi?"


"Yaa, karena babi kan gemuk"


"Aku tidak bicara seperti itu, Tapi kau yang bicara"


"Ya-ya baiklah, kau ingin aku menjadi gendut?"


"Walaupun kau gendut, aku tetap cinta"


"Kau mulai nakal, Sayang"


"Ohh, benarkah?"


"Aku akan memberitahumu yang mana yang nakal" Tutur David lalu berdiri dan menghampiri Sesillia lalu.


...Cuuupppp...


Sesilliapun dibuat diam membeku oleh tingkah David barusan yang tiba-tiba saja mencium bibir mungil dirinya, bagaimana tidak terkejut hingga membuatnya menjadi diam membeku karena David adalah orang pertama yang menciumnya tepat dibibir mungilnya. Bisa dikatakan bahwa itu adalah ciuman pertama Sesillia begitu juga dengan David.


"Ka-kau"


"Ada apa? Bukankah aku nakal?"


"Ka-kau... Kau sangat nakal" Teriak Sesillia dengan menutup mulutnya karena malu dengan apa yang dilakukan David. Padahal jelas-jelas David yang memulai lalu mengapa Sesillia yang malu? Aneh bukan? Yaa, itulah Sesillia.


"Suttttt, jika kau berteriak maka aku akan menciummu lagi" Bisik David di telinga Sesillia hingga membuat Sesillia menjadi merinding dibuatnya.


'Mengapa aku bisa menerima laki-laki mesum ini? Huwaaaa, mamah bantulah anakmu ini dari pria mesum yang ada di depanku, tapi... Tapi aku sayang' Batin Sesillia.


"Jangan mesum"


"Hanya untukmu saja. Secepatnya aku akan menikahimu" Kata David yang duduk kembali ketempatnya berasal upss salah-salah ketempatnya yang tadi.


"Ha?"


"Ada apa?"


"Bukankah kau baru saja meresmikan hubunganmu denganku? Lalu... Mengapa secepat itu kau mau menikahiku?" Tanya Sesillia yang dibuat melongo dengan ucapan David tadi.


"Karena kau tidak ingin berlama-lama berpacaran! Karena bagiku pacaran itu seperti mainan, aku lebih suka serius dalam menjalani hubungan karena itu aku akan menikahimu secepatnya" Ujar David dengan terkekeh geli melihat ekspresi wajah Sesillia yang melongo karenanya.


"Benarkah? Karena aku akan menunggumu, untuk datang ke kediamanku dan melamar ku dihadapan semua orang"


"Pasti"


"Kita lihat saja nanti, apa yang dikatakan olehku benar atau tidak? Kau akan tau nantinya"


"Ahh, meruntungnya aku mempunyai kekasih sepertimu"


"Aku lebih beruntung"


"Kau salah sayang, akulah yang lebih-lebih dan lebih beruntung bisa memilikimu"


"Aku--"


"Suttttt, Makanlah jangan berbicara lagi" Tutur David dengan menutup mulut Sesillia dengan jarinya agar Sesillia berhenti berbicara.


"Kau juga"


"Hmmmm"


...30 Menit kemudian......


"Apa kau sudah selesai sayang?" Tanya David yang diangguki Sesillia.


"Sudah" Jawab Singkat Sesillia dengan tersenyum.


"Mari ikut denganku" Ajak David dengan menggandeng menarik pelan pergelangan tangan Sesillia, Yaaa bisa dikatakan David tengah menggandeng tangan Sesillia.


"Kemana?" Tanya Sesillia dengan penasaran.


"Kau akan tau nanti"


"Baiklah"


...*****...


...Pantai...




"Kita sudah sampai" Tutur David lalu turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat dimana Sesillia duduk setelah sampai Davidpun langsung saja membukakan pintu mobilnya dan mengulurkan tangannya agar Sesillia menggenggamnya.


"Ini..?"


"Kau suka?" Tanya David.


"Aku sangat Suka! Dari mana kau tau bahwa aku menyukai pantai?" Jawab Sesillia dengan tersenyum bahagia lalu seketika iapun menatap wajah David.


"Apa yang aku tidak tau darimu? Aku sudah mengetahui apa yang kau suka dan yang kau tidak suka, semua" Balas David lalu menarik lengan Sesillia menuju ke arah air pantai.


"Tunggu... Aku tidak membawa pakaian ganti! Bagaimana jika aku ingin main air?" Kata Sesillia yang memberhentikan langkahnya agar tidak terkena air pantai.


"Kau tenang saja, aku sudah menyuruh seseorang untuk membawakan baju ganti untuk kita berdua" Ujar David lalu tiba-tiba saja ia pergi berlari menuju ketengah pantai.


"Sayanggg, jangan tinggalkan aku! Tunggu aku" Teriak Sesillia lalu pergi menyusul David yang sudah sangat basah kuyup.


...Byurrrrr...


"Aaaaa sayanggg" Teriak Sesillia dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena David terus saja menyirami air Pantai ke wajah Sesillia.


"Bukankah kau ingin bermain air?"


"Tentu saja tapi..."


...Byurrrrr...


"Kena kau, hahaha" Tawa Sesillia dengan membalas menyirami wajah David tidak henti-hentinya.


"Heyy, kau curang"


"Hahahaha, kau tidak akan bisa menghentikan aku! Ini balasanku untukmu, hahaha" Tawa Sesillia dengan bahagianya.


"Aku akan menangkapmu nanti" Kata David lalu mendekat kearah Sesillia, tapi Sesillia lebih dulu berlari ketepian dan merekapun akhirnya saling kejar-kejaran di pinggir pantai tanpa memakai sendal.


"Hahahaha, Ayok tangkap aku! Jika kau bisa menangkapku maka aku akan menciummu" Teriak Sesillia dengan terus berlari secepat mungkin agar David tidak bisa menangkapnya.


"Baiklah, jika aku bisa meangkapmu maka kau harus menepati ucapanmu?" Balas David dengan berteriak lalu iapun mempercepat langkah kakinya agar bisa menangkap Sesillia.


"Hahahaha"


"Hahahaha"


...Happp...


"Kau dapat!!" Tutur David dengan memeluk erat tubuh Sesillia dari belakang.


"Hahahaha, geli-geli.... Hahaha, sayang berhenti" Kata Sesillia dengan tertawa begitu lepasnya karena David menangkapnya bahkan menggelitiknya.


"Bilang maaf padaku"


"Tidaakkk, Hahahaha"


"Yasudah"


"Hahahaha"