My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Sindrom Peter Pan



...Apartemen Amanda...


"Amandaaa!!"


"Apa kau sudah gilaaaaa, HAH!! Dengan kau seperti itu... Rencana kita sudah gagal. Gagal untuk memperebutkan hati Alvaro untukmu, Kau tau bukan rencana yang sudah kita buat?! Kau masih ingat bukan Amandaaa!!" Teriak Mira yang marah kepada Amanda sambil mengguncang-guncangk kan tubuh Amanda dengan sangat kencang.


Bagaimana tidak marah? Amanda kini telah menghancurkan setengah rencananya yang ia sudah buat matang-matang! Dengan otak kecilnya... Tapi justru malah berantakan dibuat Amanda dalam hitungan menit saja...


Rencana Mira dan Amanda yaitu... Pertama-tama mendapatkan hati Alvaro. Lalu... setelah itu dengan perlahan-lahan mereka akan menghancurkan rumah tangga Queena! Dan setelah hancur, kemungkinan besar Queena akan depresi (Menurut prediksi mereka) dan dari situlah Mira akan memulai aksinya yaitu dengan membunuh Queena dengan mengatas namakan Queena yang depresi karena rumah tangganya hancur! Tapi... Tapi sepertinya Rencana mereka yang telah di susun secara matang-matang telah hancur dalam waktu hitungan menit saja! Dan itu disebabkan oleh Amanda.


"AMANDA" Teriak Mira dengan emosi terhadap Amanda yang sedari tadi hanya diam sambil melamun, dan yang kini tengah berposisi duduk dilantai.


"HAHAHAHA"


"HAHAHAHA, Yehhhhhhh!! Rencana kita gagal.... Hahahaha... Rencana kita gagal hikssss... hikssss.. Rencana kita gagal hiksss..." Teriak Amanda dengan diiringi tawa dan tangis yang menakutkan hingga membuat Mira menatap Amanda seperti orang gila.


...Plaaakkkk...


"Sadar bodoh!"


"Kau manusia terbodoh yang pernah aku temukan kedua kalinya setelah keluarga kusuma! Kau dengar Amanda. Kau wanita terbodoh kedua yang pernah aku temui" Marah Mira dengan memberikan satu tamparan yang begitu keras di pipi mulus Amanda. Agar Amanda tersadar dengan apa yang telah terjadi.


"Kau menamparku? Hikssss... hikssss... Kau jahat! HUWAAAAAAA... hikssss... Aku akan memberi tahu ibuku kalau kau sudah menampar pipi chubbyku ini hikssss..." Tangis Amanda yang seperti anak kecil yang berusia lima tahun, dengan memegangi pipinya yang tadi ditampar oleh Mira.


Amanda yang ditampar oleh Mira bukannya tersadar justru malah semakin parah! Dengan menangis seperti anak kecil dan merengek memanggil nama ibu-nya. sambil terus memegangi pipi-nya yang ia katakan 'Chubby'.


"Sialan!"


"Aku menamparnya karena agar buat ia sadar. Tapi ternyata tamparan-ku justru malah membuat otaknya terbalik" Kesal Mira kepada Amanda.


"Hikssss... hikssss... Kau jahat! Aku akan meminta ibu-ku untuk menghukummu hikssss... hikssss... Biarkan nanti ibu-ku mengikatmu dipohon durian. Hikssss... Karena kau sudah jatah kepadaku" Isak Amanda dengan mundur untuk menjauh dari Mira.


"Sialan! Otaknya sudah benar-benar terbalik" Geram Mira dengan menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi dengan tingkah Amanda ini.


"Tenangkan dirimu saat ini Mira... Huuuffff" Gumam pelan Mira dengan menarik nafasnya begitu dalam.


"Mira sayang, kemari mendekat ke kakak" Kata Mira dengan nada lembut karena ingin membujuk Amanda agar tidak takut dengannya.


"Tidak! Kau orang jahat... Hikssss... kau tadi sudah memukul pipiku hikssss... Aku tidak mau dekat-dekat denganmu hiksss..." Tolak Amanda dengan ketakutan.


"Kakak tidak sengaja memukulmu! Kakak minta maaf yaa... Manda mau memaafkan kakak tidak? Hmmm... kalau Manda mau Memaafkan kakak! Kakak janji sama Manda kalau kakak nanti akan membelikan Manda permen yang banyak. Manda mau tidak?" Ujar Mira dengan tersenyum paksa.


"Hikssss... Nda-nda tidak suka permen hiksss... Ibu bilang permen tidak baik untuk gigi hikssss... Nanti kalau Nda-nda makan permen Nda-nda dibawa pergi ke dokter bedah sama ibu hiksss..." Tutur Amanda dengan terisak.


"Ckk! Nda-nda siapa lagi? Yang akan sakit giginya karena memakan permen lalu mengapa malah ia ingin pergi ke dokter bedah. Sialan dia sudah beneran menjadi gila" Lirih pelan Mira.


"Yaudah kalo Nda-nda gak mau kakak belikan permen. Nda-nda bisa minta yang lain sama kakak... Tapi... Nda-nda harus mau maafin kakak bagaimana? Nda-nda mau?" Tanya Mira dengan tersenyum manis, padahal didalam hanya ia ingin sekali mencekik leher Amanda saat ini.


"Nda-nda mau es krim. Nanti Nda-nda baru Maafin kakak, biar Kakak tidak dihukum sama ibu-ku" Kata Amanda sambil menghapus air matanya yang benar-benar bertingkah seperti anak kecil.


"Yasudah kalau begitu, mari Nda-nda ikut kakak! Kita beli es krim" Ajak Mira dengan mengulurkan tangannya.


"Hmmmm" Dehem Amanda dengan mengangguk kecil lalu setelah itu Amanda-pun mulai menerima uluran tangan Mira.


"Anak pintar" Puji Mira.


'Aku harus membawa Amanda ke rumah sakit untuk memastikan otaknya yang benar-benar sudah terbalik! Untuk menyembuhkannya maka aku harus mengajaknya ke rumah sakit' Batin Mira.


...*****...


...Hospital Dirgantara...



"Bagaimana dokter?" Tanya Mira kepada salah satu dokter yang telah memeriksa kondisi keadaan Amanda.


"Setelah saya memeriksa kondisi keadaan nona Amanda, saya telah menemukan bahwa Nona Amanda telah terkena gangguan mental yang bernama Sindrom Peter Pan" Jelas Dokter tersebut yang ber-name tag Arlan salah satu dokter yang terkenal di rumah sakit Dirgantara.


"Gangguan mental Sindrom Peter Pan? Bisa tolong jelaskan dokter. Penyakit apaa itu?" Tanya Mira yang kebingungan.


"Saya akan menjelaskannya" Ujar Dokter Arlan tersebut.


Penjelasan:


Sindrom Peter Pan adalah kondisi yang terjadi saat orang dewasa tidak menunjukkan kematangan secara psikologis, sosial, maupun seksual. Orang dengan sindrom Peter Pan umumnya menghindari tanggung jawab dan bergantung pada orang lain.


Sebenarnya, Sindrom ini bukanlah sebuah gangguan mental yang mudah dikenali. Namun, sindrom Peter Pan akan berdampak pada hubungan dengan lingkungan sekitar.


Sindrom Peter Pan juga adalah metafora, berdasarkan konsep tidak tumbuh dewasa, dan terjebak di masa kanak-kanak. Ini bukan penyakit kesehatan mental yang diakui. Ungkapan ini juga telah digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang menghindari teknologi progresif dan tetap kecil.


Ciri-ciri yang mengakibatkan Sindrom Peter Pen:


1. Kesulitan dalam rencana jangka panjang


-Seorang dengan sindrom Peter Pan cenderung sulit menjalin komitmen jangka panjang. Mereka tidak benar-benar berkomitmen secara emosional


2. Bergantung pada orang lain


-Ini mungkin bisa dilihat sebagai karakter alami orang dengan sindrom Peter Pan. Mereka akan bergantung pada orang tua atau kerabat.


3. Tidak tertarik pada pengembangan diri


-Secara umum, seiring pertambahan usia, orang juga akan bertumbuh. Pertumbuhan atau perkembangan bisa saja minimal tapi proses ini terus berjalan.


4. Sulit membuat keputusan


-Saat jadi dewasa, keputusan ada di tangan diri sendiri bukan lagi orang tua atau pihak lain


5. Menghindari konflik dan konfrontasi


Konflik dan konfrontasi lekat dengan proses tumbuh dan jadi dewasa. Saat sudah dewasa, Anda tidak bisa begitu saja menghindari masalah dan menganggap itu tidak ada.


...*****...


"Jadi seperti itulah Sindrom Peter pan nona" Jelas dokter Arlan panjang kali lebar.


"Apakah penyakit Sindrom Peter pan bisa sembuh dokter?" Tanya kembali Mira.


"Sayangnya, sindrom Peter Pan ini sulit sangat sulit untuk sembuhkan sepenuhnya. Namun, tersedia sejumlah terapi untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan kesejahteraan emosionalnya. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar amat penting bagi pengidap sindrom Peter Pan. Keluarga diharapkan selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah pengidap tapi tidak memberikan intervensi yang berlebihan. Keluarga juga harus selalu berikan motivasi agar mereka lebih berani untuk menunjukkan perubahan yang positif" Jelas dokter Arlan kembali.


"Hmmm, baiklah dokter! Kalau begitu saya permisi" Ucap Mira lalu pergi begitu saja dan langsung membawa Amanda ikut dengannya pulang.


"Kesian sekali, bukankah nona Amanda itu yang kini tengah dirumorkan? Mungkin faktor nona Amanda bisa terkena Sindrom Peter Pan karena hal ini" Gumam dokter Arlan kecil.


...*****...


"Sialan!"


"Amanda sekarang sudah menjadi gila. Tidak ada yang bisa membantu rencanaku ini nantinya" Kesal Mira.


"Ck! Mengapa sekarang kau malah jadi menyusahkan Manda! Haishhh... jika bukan karena tingkah konyol-mu mungkin sekarang kau tidak akan seperti ini. Apalagi sampai kau terkena gangguan mental Sindrom Peter Pan itu" Kata Mira dengan mengemudikan mobilnya untuk menuju Apartemen Milik Amanda tapi sebelum itu Ia akan membawa Amanda pergi membeli es krim terlebih dahulu sesuai ucapannya tadi kepada Amanda.


"Kakak" Panggil Amanda yang tengah duduk di kursi belakang.


"Hmmmm, ada apa?" Tanya Mira dengan nada sedikit ketus.


"Kakak, kata ibu-ku tidak baik terus-terusan marah. atau nanti wajah kakak akan bertambah jelek" Kata Amanda dengan tertawa kecil.


"Diamlah" Marah Mira kepada Amanda hingga membuat Amanda terdiam.