
...Malam harinya......
...Kamar Alqueen...
Kini Queena tengah asik terbenung dalam pikirannya sendiri karena mengingat kejadian yang telah menimpanya tadi, yang mana kini membuatnya harus terus berhati-hati kembali.
...Dreetttt... Dreetttt......
...Callon...
'Halo'
'Halo adikku sayang, bagaimana keadaanmu?' Tanya Seseorang yang tak lain adalah Mira dalang dibalik semua kejadian tadi pagi.
'Kau! Itu semua rencana'mu bukan Mira. Kau yang telah menyuruh orang buat menculik:ku bukan? Katakan'
'Hahahah, adikku bagaimana mungkin kakak'mu ini merencanakan hal yang semacam itu'
'Sudah berulang kali aku katakan padamu! Aku bukanlah adikmu, pembunuh!! Jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan menjijikan'mu itu'
'Jangan marah Angel! Baiklah kakak tidak akan memanggilmu dengan sebutan 'Adikku' kembali tapi kakak akan memanggil'mu dengan nama'mu saja yaitu Angel! Bagaimana?'
'Queena! Namaku Queena dan bukan Angel'
'Ckck, Queena? Bukankah saat kecil kau dipanggil dengan nama Angel? Mengapa saat dewasa kau malah justru dipanggil Queena?'
'Hehh, bukan urusanmu'
'Tentu saja itu--:
'Diam!! Sudah cukup. Aku peringatkan padamu untuk berhenti menggangu kehidupanku atau kau akan tau akibatnya Mira'
'Queena kau menakuti kakak'
'Cihh'
'Queena sayang kau tau, ini baru awalnya saja. Sebentar lagi akan ada yang lebih mengejutkan, kau tunggu saja nanti kejutan dari kakak'mu ini. Kakak yakin kau akan menyukainya'
'Apa yang akan kau lakukan? Jangan coba-coba untuk menyakiti orang-orang sekitarku atau aku akan membunuhmu Mira'
'Kita lihat saja nanti, siapa yang akan aku sakiti dengan permainanku kali ini, dahh Queena'ku tersayang. Kakak mencintai'mu'
'Kau--'
Tut.
"Sialan!" Geram Queena karena telponnya dimatikan oleh Mira secara sepihak.
'Apa yang sedang direncanakan oleh Mira kali ini! Aku hanya takut ia akan bekerja sama dengan Amanda' Batin Queena yang khawatir dengan orang-orang terdekatnya terutama untuk Alvaro.
Oh ya ngomong-ngomong Amanda sudah tidak lagi tinggal bersama Queena dan Alvaro atas kejadian dimana Amanda menangis karena mendengar perkataan Alvaro yang mengatakan bahwa ia mencintai Queena, dan dari situ Amanda langsung saja memutuskan untuk kembali ke Apartemen miliknya tanpa berpamitan dengan Alvaro dan Queena.
"Apa yang harus aku lakukan" Kata Queena dengan gelisah.
"Memangnya apa yang kau ingin lakukan?" Tanya seseorang hingga membuat Queena tersentak kaget akan kehadirannya, siapa lagi kalau bukan Alvaro yang datang dengan membawa laptop miliknya.
"Al, kau mengagetkanku" Ucap Queena yang memang terkejut akan kehadiran Alvaro yang secara tiba-tiba berada didekatnya.
"Katakan"
"Katakan apa?" Tanya Queena.
"Apa yang ingin kau lakukan tadi" Jawab Alvaro kembali lalu duduk disofa yang berada didalam kamarnya dengan laptop yang berada ditangannya.
"Aku tidak tau"
"Aneh"
"Benar... Aku menang aneh" Balas Queena tanpa sadar menyebut dirinya sendiri aneh.
"Puuutff"
"Tunggu... Tidak-tidak aku salah bicara tadi" Ucap Queena yang baru tersadar dari lamunan'nya.
"Kau memang aneh, dan kau tidak salah bicara" Ujar Alvaro dengan terkekeh lalu kembali menatap layar laptopnya.
"Menyebalkan" Gumam Queena lalu duduk disamping Alvaro.
"Mengapa kau tidak tidur Anna?" Tanya Alvaro dengan memanggil Queena dengan nama Anna.
"Kau memanggilku apa?" Tanya balik Queena dengan menatap wajah tampan Alvaro.
"Anna, Kenapa?"
"Bukankah kau tidak suka memanggilku dengan sebutan Anna?"
"Saat Karan--"
"Jika kau berani menyebut nama pria lain dihadapan'ku maka aku akan--"
"Maka kau akan menghukum'ku disana hingga aku tidak bisa berdiri kembali ataupun berjalan, bukan begitu?" Potong Queena dengan menunjukan senyuman manisnya dan tak lupa mengedipkan-ngedipkan kedua matanya.
"Bagus, kau mengingat kata-kataku rupanya" Puji Alvaro.
"Ho'hoo"
"Tidurlah"
"Tidak!"
"Mengapa?"
"Aku ingin menemanimu"
"Tidurlah, aku tau kau sudah mengantuk jadi cepatlah tidur! Tidak perlu menungguku" Ujar Alvaro yang mendapatkan gelengan kepala oleh Queena yang menandakan bahwa ia menolak untuk tidur tanpa Alvaro.
"Baiklah, terserah kau"
"Al" Panggil Queena.
"Hmmmm"
"Al, aku ingin bertanya padamu?" Kata Queena.
"Katakan apa yang kau ingin katakan" Terang Alvaro yang masih setia menatap layar laptopnya tanpa memalingkan pandangan'nya ke arah Queena.
"Jika suatu saat nanti aku pergi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Queena pada Alvaro dan membuat Alvaro yang mendapatkan pertanyaan seperti itupun seketika langsung saja menatap tajam kearah Queena.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau ingin pergi meninggalkanku?" Tanya balik Alvaro dengan menatap tajam kearahnya.
"Jawab pertanyaan'ku dulu Al"
"Maka, aku akan memerintahkan kepada seluruh Dirga Grup untuk pergi mencarimu hingga ke ujung dunia sekalipun, bahkan jika perlu lubang semut'pun aku akan cari dirimu. Hingga aku bisa menemukan'mu kembali dan pergi mengurung'mu kedalam duniaku" Ucap Alvaro.
"Dirga Grup?"
"Sudahlah, sebaiknya kita pergi tidur aku tidak ingin membahas tentang tadi" Ujar Alvaro.
"Al"
"Tidurlah"
'Aku tidak akan membiarkan'mu pergi meninggalkan diriku! Sama seperti Angel yang pergi meninggalkan aku. Aku tidak akan membiarkan hal tersebut terulang kembali, sudah cukup Angel meninggalkan diriku, tidak dengan kau anna' Batin Alvaro.
...*****...
...Keesokan harinya......
...Kusuma Grup...
"Apakah, Alvaro masih marah denganku atas kejadian semalam? Bagaimana cara aku membujuknya?" Gumam Queena yang terbengong karena memikirkan cara untuk membujuk Alvaro yang kian tengah marah pada dirinya, hingga membuat dirinya tidak sadar bahwa ada seseorang yang datang berkunjung ke dalam ruangan'nya itu.
"Apa ka Queena tidak menyadari keberadaanku?" Gumam seseorang yang melihat Queena sedang melamun sedari tadi.
"Sepertinya begitu"
"Kakak"
"Ka Queena"
"Ka Queenaaaa!!" Teriak orang tersebut yang tak lain adalah Sesillia Arsyila Putri Williams.
"Aaaaaa! Ada apa?" Teriak Queena yang terkejut hingga membuatnya terjatuh dari kursi kebesaran'nya hingga refleks berteriak.
"Sesilliaaa!!" Kesal Queena pada adiknya itu.
"Ka, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Sesillia yang khawatir lalu pergi membantu Queena berdiri.
"Menurutmu?"
"Kau baik-baik saja"
"Ada apa?"
...*****...
Jangan lupa untuk like karena itu gratis dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak:)
See you again.