
Setelah menceritakan semua kejadian yang terjadi kepada Maura dan Alvaro, Angel-pun tak kuasa menahan tangisnya kembali. Karena dirinya harus kembali mengingat kejadian yang tidak pernah ia inginkan.
"Hikssss... Dia jahat hiksss... Dia sudah membunuh bundaku, dan bahkan membuat ayahku membenci diriku... Dia sangat jahat hiksss... hiksss... dan aku membencinya sangat-sangat membencinya" Isak Angel dengan memeluk erat tubuh Maura, Sedangkan Alvaro ia hanya bisa menyaksikan adegan didepannya saja walau sebenarnya ia juga merasa sedikit kasihan terhadap Angel saat ini.
"Jangan menangis sayang, Sekarangkan sudah ada mommy. Jadi kau tidak akan merasa kesepian lagi" Ujar Maura dengan memeluk erat tubuh mungil Angel.
"Terimakasih"
"Sama-sama sayang, Yasudah kalau begitu Angel tidurlah nakk!! Karena ini sudah malam. Kau pasti capek karena seharian terus menangis! Tidurlah nakk" Tutur Maura kepada Angel.
"Tapi Angel harus pulang!! Karena ayah pasti sedang menunggu Angel pulang saat ini" Tolak Angel halus.
"Ini sudah larut malam sayang... Menginaplah disini untuk sementara waktu" Ujar Maura dengan meyakinkan Angel agar Angel mau menginap di kediamannya untuk saat ini. Dan pada akhirnya Angel-pun hanya bisa pasrah.
***
...Keesokan harinya......
Angel-pun kini mulai terbangun dari tidurnya dengan langsung melihat kearah sampingnya yang terdapat Alvaro disebelahnya! Yang masih terlelap dalam tidurnya, Yaa Alvaro tidur bersama dengan Angel untuk menemani Angel.
...>Flashback On<...
...00:00...
...Kamar Alvaro...
Sedari tadi Alvaro tidak bisa tertidur entah kenapa, lalu iapun berinisiatif melihat kearah jendela kamarnya dan melihat keluar bahwa ternyata diluar sedang turun hujan kembali dengan begitu sangat deras bersama suara petir yang bergemuruh dengan begitu sangat Kencangnya.
Alvaro-pun mulai teringat dengan Angel, Bukankah gadis kecil itu takut dengan suara petir? Dan tanpa menunggu ataupun buang-buang waktu lagi Alvaro-pun langsung saja pergi berlari menuju kekamar tamu yang terdapat Angel disana. Ketika dirinya sampai didepan pintu kamar tamu, Benar saja Alvaro bisa mendengar dengan jelas suara Angel yang sedang berteriak histeris.
"Aaaaaaaa!!! Bundaaaa!!! Ayahhhh!!!" Teriak histeris Angel dari dalam kamarnya.
"Hiksss... hikssss... Bunda aku takut!!" Isak Angel pelan.
Ceklekkk
Greppp
"Tenanglah Angel, Jangan takut aku ada disini" Bisik Alvaro dengan memeluk Angel untuk menenangkannya.
"Hiksss.... hikssss... aku takut Varo hikssss.. hikssss.." Tangis Angel dengan memeluk Alvaro begitu sangat kencangnya. Hingga membuat Alvaro dapat merasakan betapa kencangnya Angel memeluk dirinya.
"Jangan takut" Lirih Alvaro pelan.
"Ini sudah malam tidurlah... Jangan takut aku ada disini bersamamu..., Aku akan menemanimu tertidur disini. sampai kau benar-benar tertidur Angel" Ujar Alvaro menenangkan Angel.
"Hiksss... hikssss... Jangan tinggalkan aku sendiri aku takut dengan suara petir" Gumam Angel kecil tapi masih bisa didengar oleh telinga Alvaro walau samar.
"Jangan takut Angel, Aku sudah ada disini untuk menemanimu. Aku tidak akan meninggalkanmu! Mulailah tertidur" Balas Alvaro yang dibalas anggukan kecil dari Angel saja. Lalu... tak lama kemudian Alvaro dan Angel-pun akhirnya tertidur bersama dengan memeluk satu sama lain.
...>Flashback off<...
Angel kini tidak henti-hentinya terus saja memandang wajah tampan milik Alvaro yang kian masih terlelap tidur, Hingga akhirnya Alvaro-pun mulai terusik dan mulai terbangun dari tidurnya karena pantulan sinar matahari yang menerpa wajahnya.
"Emmmmmm"
"Ternyata kau sudah bangun lebih awal dari padaku Angel" Ucap Alvaro dengan suara serak khas bangun tidur.
"Hmmm, Terimakasih karena kau sudah mau menjagaku tadi malam" Jawab Angel tersenyum manis hingga menampilkan deretan gigi putihnya.
"Hmmm, Kalau begitu aku akan pergi ke kamarku" Balas Alvaro datar lalu pergi dan diangguki oleh Angel.
...Dikamar Alvaro...
[Kenapa setiap aku berdekatan dengan Angel rasanya, Rasanya ada sesuatu yang berbeda. Bahkan detak jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya! sebenarnya ada apa denganku?]
"Ck, Ada apa denganmu Al"
"Tapi, Mengapa setiap aku memang sedang berada dekat dengan Angel jantungku berdetak lebih kencang? Apa aku menyukai Angel??" Tanya Alvaro Kepada dirinya sendiri dengan kebingungan.
"Agrhhhh!! Entahlah aku pusing dengan diriku perasaanku sendiri" Kesal Alvaro.
...Tokkk tokkk tokkk...
"Al... Apa Mommy boleh masuk?" Tanya Maura yang kini tengah berada di luar pintu kamar Alvaro.
"Masuk saja mommy" Sahut Alvaro.
"Ada apa mommy?" Tanya Alvaro.
"Ada satu hal yang mommy ingin tanyakan padamu, Tapi kau tidak boleh berkata bohong dan kau harus menjawab jujur pertanyaan yang mommy akan tanyakan" Tutur Maura yang hanya di balas deheman kecil oleh Alvaro saja.
"Hmmmm"
"Apa kau menyukai Angel Al?" Tanya Maura dengan menatap lekat wajah tampan putranya itu dengan serius.
"Entahlah mommy, Aku sendiri bahkan juga tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku bingung mommy" Jawab Alvaro menatap kosong sekitarnya.
"Hmmmm, Mommy mengapa kau bertanya seperti itu padaku" Tanya balik Alvaro kepada Maura secara tiba-tiba karena dirinya merasa aneh terhadap Maura yang menanyakan pertanyaan tidak masuk akal baginya.
"Tidak apa-apa Al.. Mommy hanya ingin tau saja karena Mommy tidak sengaja kemarin malam melihatmu tidur bersama dengan Angel kemarin" Jelas Maura dengan tersenyum manis.
"Aku hanya menemaninya saja mommy. Karena semalam hujan dan terdapat suara petir makanya aku menemaninya kemarin malam dengan tidur disampingnya" Balas Alvaro.
***
...Mansion Kusuma...
"Ayah" Panggil Mira.
"Hmmm, Ada apa mira?" Tanya Albert dengan menatap wajah Mira putri angkatnya itu.
"Ayah dimana Angel? Mengapa aku tidak melihatnya sedari kemarin?" Tanya Mira dengan bernada pura-pura khawatir terhadap Angel.
"Buat apa kau menanyakan pembunuh Kecil itu, Biarkan saja dia tidak ada" ketus Albert.
"Tapi Ayah, Angel kan--" Belum sempat menyelesaikan ucapannya Albert lebih dulu memotongnya.
"Cukup!! Ayah tidak ingin mendengar nama seorang pembunuh kecil itu" Sentak Albert lalu pergi begitu saja.
[Hehh, Kasian kamu Angel! Harus dibenci oleh orang tuamu sendiri, Terutama Ayah tercintamu ini. Hahahaha]
[Aku akan pastikan bahwa aku pasti akan bisa mengambil semua kebahagiaanmu dalam hidupmu]
***
...>Mira Kusuma<...
Mira Kusuma, Yang biasa dipanggil Mira adalah putri angkat dari keluarga Kusuma, Mira mempunyai sifat yang sombong, iri dan angkuh
...>Visual Mira<...
Mira sebenarnya adalah putri dari seorang wanita malam yang ada di club. Mira sendiri bahkan sudah diajari oleh sang ibu Bagaimana caranya untuk merayu seorang pria sedari umur delapan tahun. Oleh ibu kandungnya sendiri, Hingga pada akhirnya Mira-pun lelah dan memutuskan untuk pergi! Dan dari situlah Mira tidak sengaja bertemu dengan Albert yang ingin pulang dari kantornya menuju kediaman-nya.
***
[Kenapa... Kenapa kau membunuh bundamu sendiri Angel sayang? Kenapa? Ayah tidak yakin bahwa kau memiliki sifat yang seperti itu, Iri akan semua kasih sayang!]
"Mengapa keluargaku menjadi berantakan seperti ini" lirih Albert dengan memandang foto bingkai putrinya yang tengah tersenyum manis didalamnya.
"Ayah sangat menyayangimu sebenarnya nakk. Tapi mengapa kau malah membunuh bundamu sendiri? Dimana sebenarnya kau sekarang sayang?" Tanya Albert dengan mata berkaca-kaca.
"Apa aku sudah terlalu kejam terhadap putriku sendiri? Hiksss... Tangan ini.... Tangan ini yang sudah membesarkanmu bersama dengan bundamu. Tapi tangan ini juga yang sudah menyakitimu dengan terus menamparmu Hiksss.. Maafkan Ayah sayang" Kata Albert dengan mengepalkan kedua tangannya, Sambil menatap langit yang akan segera kembali turun hujan.
"Cihhh, Masih pantaskah akh disebut seorang Ayah? Setelah apa yang aku lakukan kepada putriku sendiri!! Putri kandungku Sendiri, Darah dagingku!. Sayang apa kau kecewa padaku?" Tanya Albert dengan marah kepada dirinya sendiri.
"Aku yakin kau pasti kecewa kepadaku bukan? Aku memang tidak pantas disebut sebagai seorang Ayah untuk putri kita... Angel!" Lirih Albert dengan menatap langit kembali sambil meneteskan air matanya.
"Kenapa kau tidak menepati janjimu sayang?" Tanya seseorang dengan wajah yang penuh dengan derai air mata.
"Zia" Lirih Albert dengan memanggil nama Zia karena dirinya kini tengah melihat arwah Zia dari Zia yang berada didepannya saat ini. Dan setelah mengucapkan itu Zia-pun mulai menghilang kembali dengan meneteskan air matanya sambil menunjukkan raut wajah kecewanya.
"Hiksss... hiksss... Bahkan kau menangis sayang hikssss..., Maafkan aku sayang! Maafkan aku... Aku tidak becus dalam menjaga Angel putri kita. Maafkan aku!" Tangis Albert.
[Aku akan menepati janjiku sayang, Aku pasti akan mencari putri kita Angel dan aku akan mulai juga mencari barang bukti yang sebenarnya... Maafkan Ayah Angel... Maafkan Ayah! Ayah akan segera mencarimu sampai Ayah bisa menemukanmu dan membawamu kembali kesini!!]
***
Until we meet again at another eak♡.