My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Goodbye forever los angeles



"Heyy" Panggil seorang anak laki-laki tampan dengan membawa sebuah payung berwarna hitam ditangannya.


Dengan perlahan dan mengumpulkan keberanian, Angel-pun mulai menatap wajah seseorang yang tadi memanggilnya itu, dengan isakan kecil Angel-pun sekuat tenaga bertanya siapa anak laki-laki tampan tersebut.


"Hikssss... Kau siapa?" Tanya Angel dengan menodongkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang memanggilnya ditengah hujan yang deras seperti ini.


"Ikutlah denganku, Aku akan membawamu pulang bersamaku ke mansion milikku. Jika kau masih diam disini kau akan sakit" Ajak anak laki-laki tersebut dengan mengulurkan tangannya kepada Angel untuk ikut pergi bersama dengannya.


"Hiksss... hiksss... Kau tidak berencana akan menyakitiku-kan? Hiksss..." Tanya Angel yang masih enggan untuk ikut pergi bersama anak laki-laki tersebut yang siapa, Ia tidak tau! Karena ia tidak mengenalnya sama sekali.


"Untuk apa aku Menyakitimu...? Tidak ada untungnya juga untukku buat menyakitimu?" Tanya balik anak laki-laki tampan tersebut dengan ketus.


"Ikutlah denganku atau aku akan segera pergi" Ancam anak laki-laki tersebut dengan berpura-pura bersiap-siap untuk pergi. Tapi dirinya tidak jadi karena Angel tiba-tiba saja berteriak dan menjerit ketakutan akibat suara petir yang kembali bergemuruh dengan begitu kerasnya.


"Tap--"


~


"Arghhhhhh! Ingatan ini" Teriak Alvaro dengan histeris sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Apakah ingatanku akan kembali?" Tanya Alvaro kepada dirinya sendiri.


...*****...


"Tenanglah Gadis kecil... Jangan takut! Karena aku akan melindungimu" Tutur anak laki-laki tampan itu dengan memeluk tubuh mungil Angel yang sudah basah kuyup akibat kehujanan sama seperti dirinya yang kini mulai kebasahan.


"Tolong aku" Lirih Angel lalu tiba-tiba saja pingsan.


~


"Aunty, Siapaaa?" Tanya Angel kebingungan.


"Perkenalkan nama aunty Maura, Mommy dari Al. Jangan panggil aunty sayang.. Panggil saja mommy sama seperti Al" Jawab Maura dengan tersenyum manis sambil mengelus pelan pucuk kepala Angel.


"Al?"


"Al adalah anak mommy yang sudah menolong-mu dan membawamu kemari sayang, Jika mommy boleh tau siapa namamu?" Ujar Maura dengan menjelaskan sekaligus bertanya kepada Angel kembali.


"Angel, Mom-my" Balas Angel dengan terbata karena merasa gugup.


"Angel? Nama yang cantik" Puji Maura.


"Angel sayang... Apa mommy boleh tau siapa nama panjangmu? Atau nama margamu? Dan apa mommy boleh tau juga mengapa kau bisa berada di pemakaman seorang diri sambil menangis?" Tanya Maura kembali pada Angel yang kini mulai menangis kembali.


"Queena Angelina Kusuma, Itu namaku sekaligus margaku! Hikssss.. Aku disana karena menghadiri acara pemakaman bundaku yang baru saja pergi Hikssss... hiksss..." Tangis Angel pecah kembali karena kembali teringat akan Zia bundanya itu.


...*****...


"Aku sudah mengingatnya! Semua" Lirih Alvaro pelan yang kini tengah pulih dari amnesianya.


"Seluruh kenangan itu... Aku telah mengingatnya" Kata Alvaro.


"Daddy" Panggil Seorang anak kecil.


"Siapa lagi kau?" Tanya Alvaro kepada anak laki-laki tersebut yang datang secara tiba-tiba sama seperti anak perempuan waktu itu.


"Putramu" Jawab anak laki-laki tersebut.


"Saat itu putriku yang datang, lalu sekarang putraku... Sebenarnya kalian benar-benar anakku atau bukan? Tapi... Bukankah anakku seharusnya masih belum berbentuk?" Tanya Alvaro dengan kebingungan.


"Tidak untuk sekarang bertanya daddy!"


"Saat ini... Kau harus kembali ke alam dunia... Sudah saatnya kau pulang, mari! Ikut denganku..." Ajak anak laki-laki tersebut dengan menggandeng lengan Alvaro dan menariknya secara pelan.


"Kau ingin membawaku kemana?" Tanya Alvaro kembali.


"Masuklah kedalam cahaya ini daddy" Titah anak laki-laki tersebut dengan tersenyum manis.


"Tapi..."


"Apa kau tidak ingin mengejar mommy... Pergilah... Atau kau akan menyesal nanti" Tutur anak laki-laki tersebut, lalu dengan cepat Alvaro-pun masuk kedalam sebuah cahaya tersebut setelah mendengar nama Queena di panggil dengan sebutan 'Mommy'.


"Selamat tinggal daddy"


"Secepat mungkin aku akan lahir, bukan begitu adikku?" Gumam anak laki-laki tersebut dengan tersenyum manis.


"Iya kakak" Jawab anak perempuan saat itu.


...Kembali ke alam dunia......


Setelah menutup pintu ruangan Alvaro, tiba-tiba saja tangan Alvaro mulai bergerak secara perlahan... Dan kedua matanya mulai berusaha membuka dengan perlahan pula. Saat kedua matanya mulai membuka secara keseluruhan tiba-tiba sebuah cahaya masuk kedalam matanya hingga membuatnya menutup kembali matanya karena cahaya tersebut, dan setelah beberapa menit kemudian... Akhirnya kedua matanya-pun mulai membuka kembali secara keseluruhan.


"Anna" Panggil Alvaro dengan pelan.


...Ceklekkkk...


"Al? Al kau sudah sadar" Tanya seseorang yang datang dan tak sengaja melihat Alvaro yang kian sudah membuka matanya.


Dengan bahagianya David pergi keluar kembali dan memberikan kabar tentang Alvaro yang kini sudah sadarkan diri kepada semua orang... Dan semua orang yang mendengar itupun langsung saja berhamburan masuk kedalam ruangan Alvaro untuk melihat Alvaro yang sudah sadarkan diri tanpa memperdulikan aturan yang ada.


"Al!"


"Kau sudah sadar nakk! Mommy bahagia karena akhirnya kau sudah sadarkan diri" Kata Maura dengan tersenyum manis sambil mengecup pelan kening Alvaro. Karena saking bahagianya dirinya atas kesadaran putranya itu.


"Anna" Panggil Alvaro dengan lirih.


"Akhirnya kau sadar nakk" Ucap Zian dengan bahagia sama seperti yang lainnya.


"Dimana Anna?" Tanya Alvaro dengan pelan karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.


"Anna?" Tanya Maura.


"Sepertinya Anna, masih berada di ruangannya" Ujar Zayyann kepada Alvaro.


"David" Panggil Alvaro.


"Ada apa Al?" Tanya David.


"Titah kan kepada seluruh dirga grup dan tara grup untuk mencari Anna! Temukan Anna, jangan biarkan ia pergi kembali" Titah Alvaro kepada David pelan, tapi David masih bisa mendengarnya begitu juga dengan yang lainnya.


"Mencari kakak ipar? Mengapa harus menyuruh anak buah dirga grup dan tara grup untuk mencarinya? Kakak ipar ada disebelah ruangan mu" Tanya David dengan mengerutkan keningnya.


"Bukankah Anna berada didalam ruangannya?" Kata Zian dengan bertanya-tanya.


"Tidak"


"Anna baru saja pergi, beberapa menit yang lalu. Ia berpamitan denganku" Lirih Alvaro.


"Maksudmu nakk?" Tanya Maura yang ikut kebingungan.


Alvaro-pun mulai menceritakan kepada semua orang tentang apa yang telah terjadi dengan dirinya, dari ketika dirinya berada didalam alam bawah sadar hingga dirinya tersadar itu semua dia ceritakan kepada semua orang yang berada disana.


"Anna!"


"Anna pergi?" Tanya Kiana dengan nada yang sedikit tidak percaya.


"Aku akan mengecek CCTV yang berada di ruangan-mu sebentar" Kata David lalu pergi menuju ruangan CCTV.


"Zayyann! Perintahkan kepada seluruh anak buah At-dja (Anak buah Atmadja yang terlatih, sepeti DG dan TG) untuk mencari cucuku" Titah Zian kepada Zayyann putranya itu.


"Baik" Jawab Zayyann lalu pergi keluar untuk menelpon anak buahnya.


...*****...


...Bandara Los Angeles Internasional Airport...



"Akhirnya kau mengambil keputusan yang benar Angel sayang" Kata Mira dengan tersenyum bahagia.


"Apa kau sudah menyiapkan paspor palsu untukku?" Tanya Queena dengan menatap datar Mira.


"Tentu saja sudah... Ambilah, beberapa menit lagi pesawat-mu akan segera take off" Ujar Mira dengan memberikan paspor palsu kepada Queena.


"Hmmmm, baik" Jawab Queena lalu bergegas masuk kedalam pesawat.


"Berhati-hatilah adikku! Jangan kembali lagi" Ucap Mira dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum manis kepada Queena.


Kini Queena sudah masuk kedalam pesawat dan duduk! Lalu... Beberapa menit kemudian benar saja akhirnya pesawat yang ia tumpangi lepas landas menuju negara asing.


"Goodbye forever los angeles! Goodbye suamiku... Grendpa! Grendma! Uncle! Sesillia! David! Aldo! Mama! Dan Papa!" Ucap Queena lalu menyandarkan kepalanya dan menutup kedua matanya.


...Bandara Charles de Gaulle....




...Kota cahaya (Paris/ Perancis)...




Setelah menempuh waktu selama sembilan jam akhirnya Queena-pun sampai di negara prancis atau lebih tepatnya paris.


"Welcome to the country of paris" Gumam Queena dengan tersenyum kecil.


"Aku sudah memesan sebuah apartemen disini... Tapi... Sekarang aku harus mencari taksi disini" Kata Queena lalu berjalan keluar dari Bandara untuk mencari sebuah taksi.


Dan benar saja, entah kebetulan atau apa! Queena akhirnya menemukan sebuah taksi.


"Excusez-moi Pouvez-vous me prendre?." Tanya Queena kepada tukang taksi tersebut dengan memakai bahasa prancis.


...(Permisi bisakah anda mengantarkan saya?)...


"Bien sûr Mademoiselle, où voulez-vous que je vous emmène?" Tanya supir taksi tersebut dengan sopan kepada Queena.


...(Tentu aaja nona, anda ingin saya antarkan kemana?)...


"Pouvez-vous me conduire à cette adresse?." Kata Queena dengan memberikan alamat unit apartemen miliknya.


...(Bisakah anda mengantar saya ke alamat ini?)...


"Bien sûr, vous pouvez manquer, puis entrez." Jawab Supir Taksi tersebut.


...(Tentu saja bisa nona, kalau begitu masuklah )...


"Merci" Kata Queena.


...(Terimakasih)...


'Disini sini sudah jam 18:00 berarti di los angeles kini sudah jam 03:00, seharian aku berada didalam pesawat akhirnya aku bisa merasakan udara segar kembali' Batin Queena.


Jadi... perbedaan jam antara prancis dan los angeles adalah sembilan jam. Jam paris lebih cepat 9 jam dari los angeles.


...****"...


...Los Angeles...


"Apa kau sudah menemukan Anna?" Tanya Alvaro dengan pelan kepada David, Ray dan Rey.


Posisi Alvaro saat ini tengah duduk diatas ranjang tidurnya sambil bersandar.


"Kami sudah mencari keberadaan kakak ipar... Hanya saja... Kami tidak bisa menemukan kakak ipar, kami bahkan sudah mengecek keseluruh kota los angeles tentang kebenaran kakak ipar! Dan kami masih tidak bisa menemukannya" Jawab David dengan menundukkan kepalanya.


"Apa kalian sudah mengecek Bandara? Stasiun kereta? Pelabuhan? Dan yang lainnya" Tanya Alvaro dengan nada khawatir.


"Sudah tuan! Kami bahkan sudah mengecek setiap nama yang ada di setiap bandara, Stasiun Kereta, maupun Pelabuhan saat ini! Tapi... Tetap saja kami tidak bisa menemukan nama nyonya muda didalamnya..." Jawab Ray yang ikut menundukkan kepalanya.


"Apakah kakak ipar memakai data-data palsu untuk keluar dari negara ini?" Tanya David yang tiba-tiba berfikir seperti itu.


"Aku sudah menduga itu... Sekarang perintahkan kepada seluruh anak buah TG dan DG untuk berpencar ke setiap sudut negara! Aku ingin kalian menemukan nyonya muda sampai dapat" Titah Alvaro yang diangguki oleh Ray, Rey dan David secara bersamaan.


"Baik tuan" Jawab ketiganya secara bersamaan.