
"Kau boleh marah denganku Al, kau boleh tidak ingin memaafkan aku Al hikssss... hikssss... Tapi tidak bisakah kau tidak melakukan hal yang seperti ini? Hikssss... Kau tau Al. ini Adalah hal yang memalukan bagiku" Lirih Queena dengan mengapa manik mata Alvaro dengan berkaca-kaca.
"Memalukan!"
"Aku sudah katakan padamu... Aku bisa menjelaskan semuanya" Ucap Alvaro kembali.
"Apa yang harus dijelaskan Al? Apaa!! Jika kau tidak menginginkan aku kau bisa mengatakannya secara langsung Al hikssss... Mungkin aku bisa saja mengerti. Tapi hikssss... hiksss... Mengapa kau malah melakukan hal yang bejad seperti ini Al" Isak Queena.
"Alvaro adalah kekasihku!! Hehhhh, wajar jika aku dan Alvaro melakukan hubungan intim bukan" Celetuk Amanda dengan tersenyum sinis.
"Benar... Kau benar Manda, hubungan intim dengan kekasih adalah hal yang biasa bukan... Hahahaha... sepertinya aku-lah yang terlalu--" Kata Queena yang terpotong oleh bentakan keras dari Alvaro.
"Cukuuuppp!!" Bentak Alvaro.
"Sudah cukup! Aku bersusah payah mengatakan kepadamu Anna... Bahwa aku dan Amanda tidak melakukan hubungan sama sekali! Apa yang kau lihat tidak seperti apa yang terjadi" Ujar Alvaro.
"Mengapa kau tega melakukannya dengan Amanda? Hikssss... Aku sudah mengatakannya kepadamu! Kau boleh marah kepadaku! Kau boleh tidak ingin bersamaku. Tapi aku mohon Al... Jangan pernah melakukan hal yang seperti ini hikssss... Kau menyakiti hatiku" Isak Queena.
"Dan kau Manda... Mengapa kau tidak sadar-sadar dengan apa yang kau lakukan hikssss... Bukankah kau seorang wanita sama sepertiku? Kau adalah model papan atas yang sangat terkenal, kau adalah wanita yang mempunyai reputasi yang baik didepan publik!Tapi mengapa kau malah menjadi wanita penghibur suamiku hikssss... Mengapa Manda?" Tanya Queena yang masih setia menatap keduanya.
"Aku bukan wanita penghibur. Aku adalah kekasih dari Alvaro Kenan Dirgantara!!" Geram Amanda lalu perlahan mendekat kearah Queena.
"Hikssss... Aku tidak pernah percaya dengan apa yang kau lakukan saat ini bersama dengan suamiku hikssss... Tapi setelah aku melihatnya sendiri aku sadar bahwa Alvaro memang tidak menginginkanku" Kata Queena dengan membuka jaket miliknya lalu memasangkan jaket tersebut ke tubuh Amanda yang hanya menggunakan baju dalamnya saja.
"Apa yang kau katakan Queena" Kata Alvaro dengan menatap wajah Queena.
"Aku akan melepaskanmu sesuai apa yang kau inginkan selama ini Al! Hikssss... Setelah kau terlepas denganku kau bisa menikahi Amanda dan bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan dengan Amanda hari ini. Hikssss..." Kata Queena dengan tersenyum pahit.
"Apa yang kau katakan! Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku dan Amanda tidak melakukan apa-apa. Berapa kali aku harus mengatakan padamu bahwa aku tidak pernah melakukan hal yang diluar batas terhadap Amanda" Marah Alvaro dengan memegang kedua pundak Queena yang kini tengah menangis dengan kerasnya.
"Jika aku menginginkan hal yang seperti tadi, mengapa aku tidak melakukannya saja denganmu... Mengapa dengan wanita gila seperti Amanda?! Untuk apa aku menyalurkan hasrat-ku kepada wanita lain, jika aku memilik seorang istri!" Ujar Alvaro.
"Dengar Anna... Jika aku tidak bisa menahan hasrat-ku lebih baik aku mengeluarkan hasrat-ku dengan air dingin. Karena itu lebih baik, dari pada harus menyalurkannya kepada wanita gila Seperti Amanda! Lebih baik aku mati menahan hasrat-ku dari pada harus menyalurkan-nya" Tutur Alvaro dengan memeluk tubuh Queena dengan eratnya.
"Hikssss... hikssss... hikssss...." Isak Queena didalam pelukan Alvaro hingga air matanya mampu membasahi dada kekar milik suaminya itu, yaitu Alvaro.
'Tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua... Tapi, aku percaya denganmu Varo' Batin Queena.
"Al" Panggil Amanda dengan nada kesal.
...Callon...
'Halo' Ucap Alvaro yang entah nenelpon siapa, sambil memeluk tubuh Queena agar Queena tidak mengamuk nantinya.
'Halo tuan' Jawab disebrang sana.
'Masuk kedalam ruangan-ku. Dan seret wanita gila yang berada di dalam ruangan-ku keluar! sekarang!!'
'Siap tuan'
Tut.
"Alvaro, apa yang kau lakukan! Mengapa kau menyuruh seseorang untuk menyeret-ku keluar? Kau tidak boleh seperti ini denganku Al!" Bentak Amanda yang tak terima dengan perintah Alvaro kepada anak buahnya itu.
"Cepat pakai pakaianmu atau aku akan melemparkannya keluar! Dan kau pasti akan keluar dari perusahaan-ku dengan telanjang seperti ini" Tutur Alvaro dengan menatap sinis terhadap Amanda lalu Alvaro-pun tidak memperdulikan Amanda kembali.
Karena ke fokusannya kini tertuju kepada Queena yang masih setia menangis didalam dekapannya, dengan isak-kan yang tak bisa berhenti.
"Anna, maafkan aku"
"Aku akan membuktikannya kepadamu bahwa apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau pikirkan" Bisik Alvaro dengan menciumi puncak kepala Queena.
"Aku akan percaya padamu" Lirih Queena dengan pelan dan itu masih bisa didengar oleh Alvaro tentunya.
...Tokkk tokkk tokkk...
"Masuk" Ucap Alvaro.
"Tuan" Panggil seseorang yang tak lain adalah Ray, Rey serta David.
"Kalian bertiga, seret wanita gila itu keluar sekarang... Saya sudah muak dengan wajahnya yang menjijikan itu" Titah Alvaro kepada Ray, Rey dan David tentunya.
"Baik tuan" Jawab ketiganya secara bersamaan.
"Nona mari ikut kami keluar" Kata Ray dengan memegang satu tangan Amanda agar Amanda tidak memberontak kepada Alvaro dan Queena nantinya secara tiba-tiba.
"Patuhlah nona" Ucap Rey yang memegang satu tangan Amanda juga.
Sedangkan David, ia hanya diam sambil membantu Ray dan Rey menjaga di belakang takut ketika Amanda memberontak ia bisa saja langsung memukul leher Amanda dari belakang agar Amanda pingsan nantinya.
'Mengapa Amanda hanya memakai pakaian dalamnya saja? Melukai mataku saja' Batin David.
"Tidak!!"
"Lepaskan akuuuu!!"
"Hari ini aku adalah milik Alvaroooo! Kalian tidak bisa menyeret-ku keluar begitu saja" Teriak Amanda yang berusaha melepaskan diri dari Ray dan Rey.
"Bawa keluar wanita Gila ini cepat!!" Bentak Alvaro hingga membuat semua orang terkejut mendengarnya.
Lalu Ray dan Rey-pun langsung saja membawa paksa Amanda keluar dari ruangan Alvaro. Hingga membuat seluruh karyawan yang melihatnya menjadi membicarakan Amanda bagaimana tidak membicarakan Amanda, Amanda menjadi pusat perhatian seluruh karyawan dirgantara company karena dirinya yang hanya memakai pakaian dalam dan ****** ******** saja yang terekpos, walaupun sudah Queena tutupi sebisa mungkin tadi dengan jaketnya. Tapi karena dirinya yang tengah memberontak sambil berteriak-teriak memanggil nama Alvaro membuat jaket yang diberikan Queena terlepas.
...-Hai, Lihat-lihat bukankah itu nona Amanda?...
...-Iyaa, benar! Itu adalah nona Amanda model papan atas nomor 1 itu....
...-Lihat, dia hanya memakai pakaian seperti itu... Apakah dia tidak malu....
...-Sepertinya nona Amanda tengah berusaha untuk naik keatas ranjang tuan Alvaro....
...-Benar, sepertinya begitu....
...-Dasar wanita murahan....
...-Model terkenal kini hanya memakai pakaian dalamnya saja, bukankah ini berita yang luar biasa?...
...-Cepat-cepat vidio-kan...
...-Momen langkah, Hahahah...
Begitulah bisik-bisik seluruh karyawan dirgantara company yang tengah melihat adegan dimana Amanda tengah diseret paksa oleh Ray dan Rey. Bahkan beberapa diantaranya ada yang tengah mem vidio-kan Amanda secara terang-terangan.
Bahkan kini Amanda merasa malu seketika dengan tatapan semua orang, kini reputasinya didepan publik menjadi hancur seketika... Reputasinya hancur seketika karena Queena, ia menyalakan Queena atas apa yang terjadi hari ini... Impiannya untuk bisa menaiki ranjang Alvaro menjadi hancur dalam hitungan detik.
'Semua ini karena Queena... Reputasi-ku hancur begitu saja dalam hitungan detik, ini semua karena Queena!Aku membenci kau Queena... Aku membenci kau!! Aku akan membalas semua yang telah terjadi hari ini kepadamu. Aku akan berbuat perhitungan denganmu Queena! Aku membencimu' Batin Amanda.
...*****...
...Dan Author-pun Akhirnya menepati janji buat Up malam ini, Yaa... walau hanya satu😅🙏🏻....
...Next Buat Besok......
...See You All♡♡♡....