
Semua orang yang mendengar ucapan pendeta tersebut-pun bertepuk tangan dengan meriah, dan Sesillia kini tengah merasa sangat-sangat bahagia atas apa yang telah terjadi hari ini... Dimana hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu dalam kehidupannya. Sekali seumur hidupnya.
"Sesillia" Panggil Queena dengan tersenyum manis.
"Kakak"
"Kau datang juga akhirnya" Lirih Sesillia dengan memeluk erat tubuh Queena.
'Mengapa perasanku menjadi tidak enak, bukankah seharusnya aku sangat bahagia atas kedatangan kakak?' Batin Sesillia.
"Tentu saja kakak akan datang... Bukankah hari ini adalah hari yang kau tunggu-tunggu dalam hidupmu? bagaimana bisa kakak mu ini tidak datang" Kata Queena dengan tersenyum manis.
"Sesillia, selamat untuk pernikahanmu dan David" Ucap Alvaro dengan tersenyum kecil.
"Terimakasih, kakak ipar" Jawab Sesillia dengan tersenyum manis.
"Terimakasih, Al" Balas David juga.
"Selamat untukmu nakk. Semoga kau selalu bahagia atas pernikahan-mu ini" Ujar Maura dengan mencium serta memeluk tubuh Sesillia dan David secara bergantian.
"Terimakasih, mommy" Jawab Sesillia dan David secara bersamaan.
"Sama-sama sayang" Balas Maura.
"Aunty, selamat untuk pernikahanmu. Dan juga selamat untukmu uncle" Ujar Aldo dengan memeluk tubuh Sesillia lalu memberikan satu ciuman manis tepat di pipi Sesillia. Untuk pertama kalinya Aldo meminta Sesillia untuk berjongkok dan menciumnya, Karena selama ini Aldo memang tidak seperti ini.
...Cuppppp...
"Aldo kau?" Kata Sesillia dengan terbengong dengan tingkah Aldo yang untuk pertama kalinya ia lihat.
"Hadiah kecil untukmu dariku" Tutur Aldo.
"Terimakasih, Al" Balas Sesillia secara bersamaan dengan David.
Queena-pun dibuat gemas terhadap Aldo, karena melihat tingkah laku Aldo barusan yang mencium pipi Sesillia untuk pertama kalinya. Karena selama ini mereka tidak seperti itu bukan, kalian tau jelas bagaimana mereka jika bertemu satu sama lain.
"Al, aunty juga mau dicium olehmu" Pinta Queena dengan berjongkok menyeimbangi tinggi tubuh Aldo, agar Aldo lebih mudah nanti ketika ingin menciumnya.
"Baiklah" Jawab Aldo dengan mencium pipi Queena hingga membuat Queena bahagia.
...Cuppppp...
"Hahahaha"
"kalian ini... Ada-ada saja" Tawa semua orang yang berada disitu.
"Selamat untukmu nakk! Semoga pernikahanmu selalu dilindungi oleh tuhan" Kata Zian dan Kiana secara bersamaan.
"Terimakasih, Grendpa! Grendma!" Balas Sesillia dan David kembali.
"Hmmmm" Dehem keduanya sambil mengangguk kecil tidak lupa dengan wajah tersenyum.
"Sesillia, selamat untukmum Semoga kau selalu dilindungi oleh tuhan dan semoga kau selalu bahagia dengan pernikahan-mu ini, doa terbaik dari kami semua untukmu" Kata Zayyann dengan mengelus pelan kepala Sesillia.
"Terimakasih uncle" Jawab Davsel (David dan Sesillia) secara bersamaan.
"Ohh, keponakanku yang satu ini... Selamat sayang, semoga rumah tangga kalian selalu diliputi rasa kebahagian. Dan dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat terhadap kalian" Celetuk Alea dengan memeluk tubuh Sesillia dengan erat.
"Terimakasih aunty" Balas kembali Davsel secara bersamaan.
"Papah mengucapkan selamat kepada kalian berdua nak. Semoga kalian selalu bahagia... Dan nakk David! Jika suatu hari nanti kau sudah tidak menginginkan putriku kau boleh mengembalikannya kepada kami. Karen kami akan selalu menerima kehadiran Sesillia disisi kami" Tutur Gani dengan menciumi keduanya dan memeluknya juga secara bergantian.
"Terimakasih papah, aku akan mengingat itu" Jawab David dengan tersenyum manis.
"Terimakasih juga, pah" Balas Sesillia.
"Putriku... Selamat atas pernikahanmu sayang! Mamah sangat bahagia bisa melihatmu seperti ini, mamah akan berdoa agar rumah tangga kalian selalu diliputi rasa kebahagian" Ujar Silsilah dengan memeluk keduanya pula secara bergantian.
"Terimakasih mamah" Jawab Davsel.
"Hadiah apa yang kau inginkan dari kakak, Sesillia? ayo... Katakan" Tanya Queena dengan menaik turunkan alisnya.
"Tidak ada, semua yang aku inginkan sudah terpenuhi olehmu ka! Jadi... Aku tidak akan meminta apapun di hari ini sebagai hadiah pernikahanku! Karena... Hadiah yang aku inginkan sudah kau penuhi semuanya" Terang Sesillia dengan menggelangkan kepalanya kecil.
"Kakak tidak pernah memberikanmu hadiahh... Lalu, mengapa kau mengatakan bahwa kakak sudah memenuhi semua yang kau inginkan?" Tanya Queena dengan mengerutkan keningnya.
"Kakak masih ingat? Ketika dihari kau menikah aku meminta kepadamu sebuah hadiah bukan? yang dimana hadiah tersebut sangat sulit untuk kau kabulkan pada saat itu. Dan kau mengatakan bahwa kau akan memberikan hadiah tersebut ketika aku sudah menikah bukan? Dan kau sudah mengabulkannya bahkan sebelum aku menikah, hanya saja hadiah yang aku inginkan masih berada didalam sini" Jelas Sesillia dengan mengelus perut Queena sambil tersenyum.
"Lalu... hadiah kedua yang aku inginkan adalah dirimu yang datang dan menyaksikan diriku ketika mengucap janji suci dihadapan semua. Saat itu... Aku mengatakan padamu bukan ka? Aku yakin kau masih mengingatnya" Kata Sesillia dengan menatap wajah Queena yang tengah tersenyum manis menatapnya.
"Apa tidak ada yang lain? Selain hadiah itu" Tanya kembali Queena dengan mengangkat satu alisnya.
"Duduklah ka" Ujar Sesillia yang menyuruh Queena untuk duduk, karena ia yakin mungkin saat ini Queena tengah lelah untuk berdiri terus-menerus apa lagi dengan adanya baby four di dalamnya.
"Hmmmm" Dehem Queena.
"Aku tidak ingin meminta apapun darimu" Balas Sesillia kembali.
"Ambilah" Kata Queena dengan memberikan sebuah kotak panjang berwarna merah kepada Sesillia.
"Ka aku tidak ingin ini" Tolak Sesillia dengan menggelangkan kepalanya.
"Ambilah, ini pemberian kakak... Apa kau tidak ingin mengambil pemberian kakak ini?" Tutur Queena.
"Tapi ka... sudah cukup banyak pemberianmu yang aku ambil, apakah kali ini kau akan memberikannya lagi kepadaku?"
"Tentu saja, ambilah"
"Ambilah, dan buka-lah... Kakak yakin kau pasti akan menyukainya" Titah Queena yang diangguki oleh Sesillia.
"Ini..."
Ketika membuka isi dari kotak panjang tersebut yang diberikan oleh Queena. Sesillia-pun terkejut hingga ingin menangis dibuatnya.
"Jangan menangis... Dasar cengeng, kakak mau kau memakainya setiap saat" Ledek Queena dengan menghapus air mata Sesillia yang sempat akan turun.
"Hahahaha, terimakasih ka! Ini adalah hadiah yang terindah... Yang aku inginkan saat itu" Tawa kecil Sesillia dengan ikut menghapus air matanya secara perlahan.
...Isi kado dari Queena:...
...Flashback...
...Australia...
...Toko perhiasan...
"Kakak lihatlah" Kata wanita cantik tersebut yang ber-umur lima belas tahun dengan menunjuk kearah salah satu kaca pajang yang terdapat perhiasan sebuah kalung didalamnya yang begitu cantik, wanita tersebut yang tak lain adalah Sesillia Arsyila Putri Williams.
"Ada apa Sesillia?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Queena.
"Lihatlah ka! Kalung ini sangat cantik bukan?" Tanya Sesillia dengan antusiasnya.
"Sangat cantik" Puji Queena juga.
"Kalung Ini seharga satu miliyar nona" Jawab Karyawan toko perhiasan tersebut.
"Kalung ini, sangat langkah nona! Kalung ini dibuat oleh berlian yang sangat-sangat langkah... makanya kalung ini hanya bisa dibuat satu set saja, bisa dikatakan kalung ini hanya ada satu di dunia dan tidak ada yang lain! Jika-pun ada mungkin itu hanya sebuah kalung palsu yang dibuat sesama persis seperti ini" Jelas karyawan tersebut.
"Kau menginginkan'nya Sesillia?" Tanya Queena.
"Tidak Ka! Aku hanya mengagumi saja" Kata Sesillia tersenyum kecil.
"Hmmm baiklah... Mari kita pulang, mungkin Grendma sudah menunggu kita pulang" Ajak Queena yang di angguki oleh Sesillia.
"Baiklah, Ka" Jawab Sesillia dengan berjalan pulang tapi sebelum pulang ia terlebih dulu menatap Kalung tersebut dengan dalam setelah itu pergi.
...Flashback off...
"Kapan kau membelinya ka?" Tanya Sesillia.
"Ketika aku berpura-pura untuk menuju toilet saat itu, saat dimana kau sudah berada didalam mobil" Jawab Queena.
"Terimakasih ka! Kau adalah segalanya bagiku, jangan tinggalkan aku..." Lirih Sesillia.
"Tapi... Bagaimana kau tau bahwa aku sangat menginginkan kalung ini?" Tanya kembali Sesillia.
"Tatapan matamu tidak bisa berbohong bahwa kau tidak menginginkannya! Maka saat itu kakak membelinya dan menyimpannya terlebih dulu karena kakak akan memberikan kalung ini kepadaku saat kau menikah, dan... Inilah waktunya" Ujar Queena.
"Aku sangat bahagia karena bisa bertemu denganmu" Tutur Sesillia dengan memeluk erat tubuh Queena.
"Hmmmm, kakak juga" Balas Queena yang membalas pelukan hangat dari Sesillia.
"Bagaimana bisa kau membawa kakak ipar kesini ka? Bukankah kalian..." Bisik Sesillia.
"Kakak akan menceritakannya nanti saja" Kata Queena dengan berbisik pula.
...Flashback...
...Beberapa hari yang lalu.......
...Kamar Alqueen...
Setelah Sesillia mengatakan kepadanya untuk melihat isi dari flashdisk tersebut, Queena pun langsung saja mengambil laptopnya dan memasang flashdisk tersebut di dalam laptopnya, lalu... Setelah itu Queena-pun langsung melihat isi dari flashdisk tersebut dimana flashdisk tersebut sudah berisi rekaman CCTV yang Alvaro minta kepada David saat itu... Dan tak lupa Alvaro menambahkan hasil pemeriksaan kondisi Amanda kedalam flashdisk tersebut.
Hingga membuat Queena akhirnya tersadar dengan apa yang ia lakukan! Lalu... Dengan terburu-buru Queena-pun pergi menuju ruang kerja Alvaro karena ingin segera menemui Alvaro yang memang tengah berada didalam ruang kerjanya. Sesampainya, Queena langsung saja memanggil suaminya itu.
"Suamiku" Panggil Queena.
Alvaro yang baru saja selesai dengan aktifitas pekerjaan nya pun seketika melihat ke arah suara yang memanggilnya. Lalu Alvaro-pun langsung saja mendekatkan dirinya ke arah Queena, apakah benar ia tidak salah dengar bahwa Queena tadi memanggilnya atau hanya halusinasinya saja. Oleh sebab itu iapun perlahan mendekatkan dirinya ke arah Queena sang istri agar ia yakin bahwa yang berada di depannya dan memanggilnya barusan adalah istirnya sungguhan dan bukan halusinasinya.
"Anna" Ucap pelan Alvaro.
...Grepppp...
"Maafkan aku" Lirih Queena pelan dengan berhamburan memeluk tubuh Alvaro.
"Aku sudah memaafkan-mu" Kata Alvaro dengan membalas pelukan dari Queena tersebut.
"Maafkan aku karena aku sudah--" Ucap Queena tapi terpotong karena jari telunjuk Alvaro lebih dulu menutup mulutnya.
"Suutttt... Jangan dibahas lagi, yang terpenting sekarang adalah kau sudah mau berbicara denganku dan mau berada di dekatku lagi" Lirih Alvaro.
"Hmmmm" Dehem Queena dengan terus memeluk tubuh Alvaro.
"Pernikahan Sesillia dan David akan dilangsungkan beberapa hari lagi, apa kau ingin pergi kesana?" Tanya Alvaro kepada Queena.
"Aku akan pergi... jika kau ingin pergi mendampingiku" Kata Queena.
"Aku akan terus mendampingi-mu. Walaupun kau tidak memintanya kepadaku" Tutur Alvaro dengan mengecup pelan puncak kepala Queena.
"Terimakasih, aku mencintaimu. Maafkan aku atas kesalah pahaman yang aku tidak sengaja lakukan" Kata Queena pelan.
"Aku lebih mencintaimu" Balas Alvaro dengan memberikan sebuah ciuman lembut dibibir Queena dan itupun dibalas oleh Queena hingga keduanya membalas kembali di atas ranjang.
...Author: Pasti Taulah_-!...
...Flashback off....
Jadi Seperti itulah mengapa Queena dan Alvaro bisa kembali bersama apalagi dengan dirinya yang hadir didalam acara pernikahan Sesillia dan David saat ini. Alvaro bahkan tidak tanggung-tanggung dengan hadir membawa begitu banyak pengawal dan penjaga untuk Queena, dan bahkan Vanessa pun ia bawa untuk berjaga-jaga ketika ia membutuhkannya.
"Ini untukmu David" Ucap Alvaro dengan memberikan sebuah kunci kepada David, entah itu kunci apa.
"Kunci apa ini Al?" Tanya David dengan menatap wajah tampan Alvaro.
"Mansion yntukmu dan Sesillia, dari diriku dan Anna" Jawab Alvaro dengan tersenyum kecil.
"Tapi ini terlalu berlebihan Al" Kata David yang merasa tidak enak terhadap Alvaro.
"Tidak untukku! ini hanya hadiah kecil saja... Kau sudah tidak perlu tinggal di apartemen-mu, tinggal-lah di mansion barumu ini. Di sana sudah aku tempatkan beberapa maid untuk kalian dan beberapa penjaga juga" Tutur Alvaro yang duangguki oleh David.
"Baik, terimakasih Al" Jawab David dengan tersenyum Manis.
"Terimakasih, kakak ipar" Balas Sesillia juga.
"Sama-sama"
"Dan ini untukmu nakk. Ambilah" Tutur Maura dengan memberikan kotak kecil berwarna merah kepada Sesillia juga.
"Ini apa mommy?" Tanya Sesillia.
"Bukalah" Ujar Maura dengan Tersenyum manis.
"Ini?"
"Anting keluarga dirgantara! Anting ini adalah sebuah tanda bahwa kau adalah salah satu menantu keluarga dirgantara... sama seperti Anna, ia juga mendapatkannya sama sepertimu" Ujar Maura.
"Simpanlah baik-baik anting ini keluarga ini. Ini hanya satu Anting saja... karena satu lagi ada di Anna" Kata Maura.
"Terimakasih mommy! aku akan menjaganya dengan sangat baik. Ini sangat cantik" Jawab Sesillia.
"Baguslah bila kau menyukainya..." Tutur Maura.
"Dan ini untukmu dari kami semuan nakk" Kata Zian dengan memberikan sebuah kunci kepada David dari keluarga Atmadja.
"Kunci apa ini Grendpa?" Tanya David.
"Hanya sebuah kunci mobil kecil yang kami berikan untukmu! Mobil itu sudah berada di mansion baru kalian" Kata Zian yang diangguki seluruh keluarga Atmadja yang lainnya.
"Terimakasih, untuk kalian semua atas hadiah yang kalian berikan kepada kami" Kata Davsel bersamaan.
"Sama-sama"
"Hehhhh, bersenang-senanglah kalian!! Karena aku akan menghancurkan kalian semua hari ini" Teriak seseorang yang datang dengan membawa senjata tajam yaitu sebuah pistol di tangannya.