
"Anna, sayang... Makanlah setelah itu kau harus minum vitamin-mu" Ucap Alea dengan menyuapi Queena.
"Aku tidak ingin makan apapun saat ini aunty... Bagaimana aku bisa makan dengan tenang? Jika suamiku saat ini tengah menderita oleh alat-alat medis?" Lirih Queena dengan memalingkan wajahnya sebagai tanda bawa dirinya menolak untuk makan.
"Pikirkan anak-anakmu! Mereka membutuhkan asupan nutrisi, jangan keras kepala untuk saat seperti ini! Apa kau ingin membuat suami-mu khawatir mengenai kondisi kau dan anak-anaknya?" Kata Zayyann.
"Hmmmm, aunty berikan makanannya padaku" Pinta Queena pada Alea.
"Makanlah, aunty akan menyuapi-mu" Ujar Alea lalu mulai menyuapi makanan untuk Queena.
Beberapa menit jemudian, Queena-pun selesai dengan makannya bahkan dirinya juga sudah meminum vitaminnya. Setelah itu Queena-pun mulai membaringkan kembali tubuhnya dan mulai memejamkan kedua matanya untuk beristirahat sebentar.
Sedangkan Zian, Zayyann dan Alea mereka bertiga kini sudah pamit untuk pulang... Karena mereka masih ada kegiatan yang lainnya yang belum mereka selesaikan.
Sedangkan Maura, Kiana, David, Sesillia beserta Ray dan Rey kini tengah berada diluar tepat di luar ruangan Queena dan Alvaro.
Ketika dirinya baru saja memejamkan matanya, tiba-tiba saja ada seorang suster yang masuk kedalam ruangannya! Hingga membuat dirinya kembali membuka kedua matanya.
"Suster? Mengapa kau kembali lagi? Bukankah tadi kau sudah kembali untuk mengganti cairan infusku barusan?" Tanya Queena yang kebingungan dengan suster tersebut, mengapa ketika dirinya bertanya suster tersebut malah diam dan hanya memandangnya saja.
"Bagaimana?" Tanya suster tersebut.
"Maksudmu?" Tanya balik Queena dengan mengerutkaMn keningnya.
"Bagiamana dengan pertunjukan barusan? Apa seru... Hmmmm" Tanya kembali suster tersebut dengan membuka maskernya, lalu tersenyum manis melihat Queena.
"Miraaaa!!"
"Apa lagi yang kau inginkan" Geram Queena dengan menatap marah Mira dengan tatapan yang sangat amat benci.
"Ck! Ck! Ck! Bukankah tadi aku sudah mengatakan padamu saat pertunjukan tadi... Aku menginginkan kematian-mu dan anak-mu, apa itu kurang jelas" Jawab Mira dengan mendekatkan dirinya kepada Queena.
"Apa keuntungan mu jika aku mati?" Tanya Queena dengan menatap tajam kearah Mira yang tengah tersenyum kepadanya.
"Tentu saja itu sangat menguntungkan ku! Karena jika kau mati dan anak mu juga mati, maka aku bisa bahagia... Karena rasa sakit yang aku pernah rasakan akan terbayarkan dengan kebahagiaan! Kebahagiaan jika kau mati!" Jawab Mira.
"Aku tidak akan mati semudah itu di tanganmu. Aku lebih baik mati ditangan suamiku... Dari pada tanganmu yang jelas-jelas sangat najis" Tutur Queena dengan tersenyum sinis.
"Benarkah? Jika begitu tunggulah kematian suamimu juga, Ohhh... Aku dengar suamimu saat ini tengah koma bukan? Itu pasti akan menguntungkan-ku! Hahahaha..." Tawa Mira.
"Jangan macam-macam dengan suamiku. Kau boleh melukaiku tapi tidak dengan suamiku" Tegas Queena.
"Jika kau tidak ingin aku membunuh suami-mu.. Maka kau harus menuruti permintaanku! Jika tidak... Maka aku akan membunuh suamimu nanti. Ingatlah, saat ini kau sedang tidak berdaya Angel" Ujar Mira dengan menaikkan satu alisnya.
"Baik!"
"Katakan... Apa permintaanmu?" Tanya Queena.
"Biar aku membisikan saja" Tutur Mira dengan mendekat kearah Queena.
"Jangan coba-coba untuk mendekat! Atau aku akan--" Tegas Queena yang terpotong oleh ucapan Mira lebih dulu.
"Baiklah... Baiklah... Saat ini aku tidak akan mendekat kearahmu! Tapi... Kau harus dengar baik-baik ucapanku" Ucap Mira yang diangguki oleh Queena kecil.
"....."
Mira-pun mulai mengatakan permintaannya kepada Queena, dan Queena yang mendengar permintaan Mira-pun menjadi kesal dan marah terhadap Mira. Karena bisa-bisanya Mira meminta permintaan yang menurutnya sangat tidak wajar.
"Apa kau setuju dengan permintaanku? Jika kau tidak setuju, aku tidak masalah! Tapi... Aku pasti akan selalu mengejar untuk mengambil nyawamu serta anak-mu, dan bahkan nyawa suamimu jika aku menginginkan nya" Ujar Mira.
"Aku akan memikirkannya" Kata Queena.
"Pikirkan baik-baik Angel sayang, kau ingat satu hal... Kau adalah pembawa sial untuk semua orang!Hehhhh..." Tutur Mira lalu pergi begitu saja dengan kembali memakai maskernya agar penjaga yang berada didepan ruangannya tidak bisa mengenalinya.
"Apa yang harus aku lakukan? Perkataan Mira tidak pernah bermain-main! Bahkan yang barusan Mira katakan itu semua benar... Aku memang pembawa sial bagi semua orang" Gumam Queena dengan mengelus pelan perutnya.
"Apakah aku harus menuruti permintaannya? Tapi... Jika aku tidak menuruti permintaannya, maka nyawa suamiku akan dalam bahaya... Mengapa aku menjadi takut dengan ancaman Mira kali ini... Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku sedang tidak berdaya melawan Mira si bajingan itu" Lirih pelan Queena.
...*****...
...Satu minggu kemudian......
Satu minggu audah berlalu, kini kondisi tubuh Queena semakin hari semakin membaik berkat dari dukungan keluarganya dan Maura, hanya saja sampai saat ini Maura masih tidak ingin berbicara banyak kepada Queena.
...Ruang VVIP No 1...
"Kau masih tidak ingin bangun suamiku? Sudah satu minggu lebih kau tidak membuka matamu! Apa kau tidak lelah terus berbaring seperti ini... Apa kau tidak merasa sakit dengan alat-alat medis ini? Hmmmm" Lirih Queena dengan perlahan mencium telapak tangan Alvaro yang kini masih dalam koma.
"Apa kau tidak merindukanku? Apa kau tidak merindukan anak-anak-mu... Mengapa kau sangat betah tertidur seperti ini" Kata Queena pelan dengan menatap sendu wajah suaminya itu yang kian sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir ditubuhnya.
"Suamiku... Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Ujar Queena dengan meletakkan kembali tangan Alvaro diatas dadanya.
"Kau pasti bertanya-tanya kepadaku, apa yang ingin aku katakan bukan?"
"Aku ingin mengatakan bahwa, aku akan pergi... Pergi meninggalkanmu... Pergi meninggalkan semuanya. Kau tau kenapa? Aku ingin pergi sejauh-jauhnya agar ketika kau bangun kau tidak bisa mencariku, dan menemuiku! Karena... Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin-kemarin terulang lagi hanya karena diriku. Kau tau suamiku? Aku telah membuat kesepakatan kepada Mira. Jika aku pergi darimu dan meningkatkan semua orang... Maka kalian semua akan hidup dengan tenang tanpa adanya gangguan dari Mira, tapi... Jika aku tidak pergi. Maka Mira akan mengincar nyawamu, nyawaku dan nyawa anak-anak kita"
"Aku lemah, aku tidak memiliki tenaga untuk melawannya, dan kau juga tidak dapat melawannya"
"Maafkan aku karena harus mengambil keputusan ini secara sepihak! Tapi... Inilah keputusan yang tepat untuk keselamatan mu saat ini. Mira mengincarku... Jika aku terus berada didekat kalian pasti Mira akan terus berusaha menyakiti kalian... Oleh sebab itu, aku sudah mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan kalian semua"
"Aku tau kau pasti tidak akan setuju dengan keputusanku! Tapi tidak ada cara lain selain kepergianku... Maaf jika aku membuatmu kembali kecewa denganku untuk kesekian kalinya. Aku berharap kau bisa menemukan pengganti wanita lain yang lebih mencintaimu, menyayangimu, merawatmu dengan baik, serta menjagamu dengan lebih baik. Kau tenang saja suamiku... Aku pasti akan selalu mencintaimu... Aku tidak akan pernah menikah lagi! Karena di hatiku, hanya ada dirimu. Dan untuk anak-anak, aku yakin kau pasti bisa membuatnya lagi bersama wanita-mu nanti"
"Dan... Ini adalah kedatanganku yang terakhir melihatmu! Maafkan aku... Hikssss... Jangan sedih suamiku. Atau aku tidak akan bisa kuat untuk meninggalkanmu" Lirih Queena dengan menghapus air mata Alvaro yang tiba-tiba saja keluar dari pelupuk matanya.
...Cuppppp...
"Aku izin pergi darimu suamiku! Aku mencintaimu" Bisik Queena ditelinga Alvaro setelah itu iapaun mengecup pelan kening Alvaro dengan dalam, dan setelah itu iapun mulai pergi tapi sebelum pergi ia melihat kembali wajah tampan Alvaro milik suaminya itu.
"Aku pergi" Pamit Queena pelan dengan tersenyum menatap wajah Alvaro lalu setelah itu iapun benar-benar pergi.
...Flashback...
"Biar aku membisikan saja" Kata Mira dengan mendekat kearah Queena.
"Jangan coba-coba untuk mendekat! Atau aku akan--" Tegas Queena yang terpotong oleh ucapan Mira lebih dulu.
"Baiklah... Baiklah... Saat ini aku tidak akan mendekat kearahmu! Tapi... Kau harus dengar baik-baik ucapanku" Ucap Mira yang diangguki oleh Queena kecil.
"Jika kau ingin nyawa suamimu tidak pergi... Maka kau harus menuruti permintaanku, yaitu... Kau pergi dari negara ini! Dengan begitu... Aku akan tenang tanpa adanya dirimu. Dan aku tidak akan mengganggu kembali suamimu itu... Bagaimana? Apa kau setuju dengan permintaanku?" Jelas Mira dengan bertanya kepada Queena tentang pendapatnya.
"Bagaimana aku bisa melakukan itu! Apa kau sudah gila?" Kesal Queena.
"Angel... Angel... Apa kau lupa? Bahwa kau memang sudah gila dari dulu, dan itu karena kau" Kata Mira dengan tertawa kecil.
"Apa kau setuju dengan permintaanku?? Jika kau tidak setuju, aku tidak masalah! Tapi... Aku pasti akan selalu mengejar untuk mengambil nyawamu, anak-mu, dan bahkan nyawa suamimu jika aku menginginkannya" Ujar Mira.
"Aku akan memikirkannya" Kata Queena.
...Flashback Off...
...Alam bawah sadar Alvaro.......
"TIDAKKKK!"
"Kau tidak boleh pergi Anna" Kata Alvaro yang berteriak sekencang mungkin didalam alam bawah sadarnya.
Walau dirinya kini tengah berbaring koma dan tidak bisa melakukan apapun, tapi telinganya masih tetap bisa mendengar dengan jelas apa yang Queena katakan padanya barusan.
"Hikssss... Kau tidak boleh meninggalkan diriku kembali Anna. Sudah cukup kau pergi saat itu... Kau tidak boleh meninggalkan diriku kembali hikssss... Jangan memisahkan aku dengan anak-anakku" Lirih Alvaro dengan meneteskan air matanya.