
...Mansion dirgantara...
"Mommy, daddy! Kalian dari mana saja?" Tanya Brianna dengan langsung menghampiri kedua orangtuanya diikuti oleh Alan.
Yaapss!! Karena perjalanan menuju mansion utama sangatlah macet tadi, membuat Queena dan Alvaro tidak bisa menyambut kepulangan dari putra kecilnya itu. Jadi... Memang benar bahwa Alan benar-benar tengah berdiri dihadapan kedua orang tuanya dengan disamping kanan nya terdapat sang kakak yaitu Brianna.
"Kami tidak dari mana-mana, hanya pergi mencari angin segar saja sebentar" Jawab Queena dengan tersenyum kecil.
"Mommy, mengapa kakak Aria tidak terlihat? Sedari tadi aku mencari keberadaan nya karena aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kakak Aria" Tanya Alan kepada sang mommy.
"Kakak mu Aria sudah pergi ke luar negeri, karena tadi kakak mu mendapatkan sebuah telpon dari manager nya bahwa kakak mu harus melakukan pemotretan di luar negeri. Jadi... Jangan heran jika kau tidak mampu menemukan kakak mu" Jelas Queena dengan lembut sambil bernada meyakinkan kepada putra kecilnya itu agar putra kecilnya itu percaya akan kebohongan nya.
"Benarkah? Pantas saja aku tidak dapat menemukan nya ternyata kakak sedang ada pemotretan di luar negeri. Mommy, kira-kira kapan kakak Aria akan kembali?" Gumam Alan dengan menganggukkan kepalanya kecil sambil bertanya kembali kepada sang mommy.
"Mommy tidak tau sayang, mungkin saja jika pekerjaan kakak mu sudah selesai ia baru akan kembali pulang ke mansion" Balas Queena kembali.
"Owhh, seperti itu kah?"
"Iya sayang"
"Mommy, mengapa aku merasa kau sedang berbohong?" Bisik Brianna dengan mendekatkan dirinya kepada Queena dan setelah itu mulai berbisik kepada sang mommy dengan sangat pelan nya.
"Apa maksudmu sayang? Kau sudah tidak pempercayai mommy... Mengapa" Tanya Queena dengan mengangkat kedua alisnya sambil menatap wajah sang putri.
"Yaa! Kali ini, Aku tidak mempercayai perkatana mu karena raut wajah mu saat mengatkan tentang kakak Aria berbeda dari biasanya" Jawab Brianna dengan cepat.
"Mommy mu tidak berbohong, kau bisa bertanya kepada daddy jika kau masih menginginkan apa yang kau inginkan, jawaban mengenai kakak mu Arianna" Celetuk Alvaro yang mana kini tengah membantu sang istri.
"Baiklah"
"Sudah sebaiknya kita semua masuk dan beristirahat saja, lagi pula mommy lelah hari ini" Ujar Queena kepada keluarga kecilnya itu.
"Baiklah"
"Baiklah mommy"
"Hmmmm"
Ketika ke empatnya ingin melangkahkan kakinya menuju kamar masing-masing tiba-tiba saja pergerakan langkah kaki ke empatnya terhenti. Karena kedatangan seseorang atau lebih tepatnya kehadirannya seseorang yang mana mampu menghentikan pergerakan langkah kaki ke empatnya.
"Mommy" Panggil seseorang.
"Alzo?" Jawab Queena dengan tersenyum manis dan dengan menghampiri putra dan putrinya itu siapa lagi jika bukan Zanitha dan Alkenzo.
"Kakak Alzo?"
"Kakak Alzo?"
"Alkenzo?"
"Bagaimana kabarmu sayang? Apa kalian berdua baik-baik saja hmmmm... Katakan pada mommy bila perlu ceritakan tentang kalian sekarang kepada mommy" Tanya Queena dengan langsung menarik pergelangan tangan menantunya itu menuju sofa yang berada diruang tamu.
...Ruang tamu...
"Mommy, bagaimana kabarmu?" Tanya Zanitha dengan tersenyum manis kepada Queena sang mertua nya itu.
"Mommy sangat baik sayang, lalu... Bagaimana denganmu? Apa kau juga baik-baik saja? Suami mu tidak melakukan sesuatu kepadamu bukan? Bagaimana suami mu memperlakukan dirimu?" Tanya Queena balik secara bertubi-tubi kepada Zanitha hingga membuat Zanitha tersenyum bahagia akan Queena sang mertua.
"Mommy, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku secara berlebihan seperti itu, aku baik-baik saja! Dan suamiku juga memperlakukan diriku dengan sangat baik. Bahkan sangat-sangat baik jadi kau tidak perlu mencemaskan ataupun mengkhawatirkan diriku secara berlebihan seperti tadi" Jawab Zanitha dengan terkekeh.
"Baguslah jika kau tidak apa-apa, mommy sangat bahagia mendengar nya! Karena mommy hanya takut jika kau terluka saja dengan sifat yang dimiliki suamimu. Mommy pasti akan selalu mengkhawatirkan ataupun mencemaskan dirimu" Balas Queena.
"Apa maksudmu mommy? Aku tidak seperti daddy jadi kau tidak perlu khawatir akan tempramen yang aku miliki. Memang semua yang ada pada diri daddy menurun kepadaku tapi tetap saja aku tidak seperti daddy" Celetuk Alkenzo dengan nada datar kepada sang mommy.
"Jangan membawa-bawa daddy. Daddy tidak ada urusannya dengan semua ini. Karena pada dasarnya daddy hanya membuatmu saja dan daddy tidak tahu menahu mengenai sifat daddy yang menurun padamu" Ketus Alvaro kepada sang putra.
"Sudah diduga akan jadi seperti ini, yang satu daddy yang satu putra. Keduanya mempunyai sifat yang sama, sama-sama tidak ingin mengalah dan sama-sama suka mencari masalah" Gumam Brianna pelan.
"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Alvaro kepada Brianna karena telinganya samar-samar mendengar sesuatu yang keluar dari mulut Brianna.
"Tidak ada, aku tidak mengatakan sesuatu sedari tadi. Mungkin kau berhalusinasi daddy" Elak Brianna dengan berbohong kepada sang daddy agar ia tidak mendapatkan sebuah celotehan kesal dari sang daddy.
"Aku mendengarnya daddy" Sahut Alan yang mampu membuat Brianna seketika membulatkan kedua matanya karena merasa bahwa ia akan mendapatkan sesuatu yang istimewa.
"Katakan sayang, apa yang kau dengar?" Pinta Alvaro dengan lembutnya.
"Kakak Bria hanya berkata bahwa ia sangat mengantuk dan lelah, karena seharian ia sudah merawat para pasien nya. Hanya itu yang kakak Bria katakan tadi dan Alan dengar barusan" Bohong Alan dengan tersenyum jahil kepada sang kakak.
'Sejak kapan bocah ini bisa seperti paman Aldo? Biasanya ia hanya akan diam saja jika aku sedang bergumam mengenai daddy maupun kakak' Batin Brianna.
'Ini pasti ulah paman Aldo, maka dari itu akau akan membuat paman Aldo dalam masalah nanti. Sama seperti diriku yang hampir saja terkena masalah' Batin Brianna lagi.
"Hanya itu?" Tanya Alvaro dengan memastikan ucapan dari sang putra kecilnya itu.
"Tentu saja, bukan begitu kakak Bria?" Jawab Alan dengan bertanya balik kepada Brianna.
"Ten--tentu saja" Balas Brianna dengan terbata sambil tersenyum paksa.
'Bocah ini sedang menargetkan aku, aku pasti akan membalasnya. Entah masalah apa yang aku buat kepadanya hingga membuat dirinya sampai-sampai menargetkan diriku' Batin Brianna.
"Sudahlah! Hari ini putraku pulang bersama putriku, Jadi... Aku tidak ingin mendengar sebuah masalah. Baik masalah kecil maupun besar, Brianna jika kau lelah pergilah saja ke kamarmu nak. Lalu beristirahat" Relai Queena kepada semuanya.
"Tidak jadi mommy, karena kakak ipar datang rasa lelahku sudah hilang. Bahkan hanya melihat senyuman nya saja rasa lelahku benar-benar terlepas" Jawab Brianna.
"Mana ada? Kau lelah, naka istirahatlah! Jangan takut karena untuk beberapa hari kedepan kakak ipar mu akan berada disini" Sahut Alkenzo.
"Tidak apa kakak"
"Pergilah Bria, Kakak tidak apa jika kau tidak ada. Itu tidak jadi masalah bagi kakak" Celetuk Zanitha dengan tersenyum lembut.