My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Pengakuan Sesillia (Williams)



...Brraaakkkk...


Setelah sampai di depan pintu kamar tamu, Sesillia'pun langsung saja mendobrak pintunya dengan nafas yang terengah-engah karena berlari dari kamar'nya yang dilantai atas, lalu turun kebawah tepat di ruang tamu yang berada di lantai bawah. Lalu lari kembali menuju kamar tamu.


"Putrikuuu..." Panggil Silsila dan Gani bersamaan lalu mereka berdua'pun seketika saling pandang satu sama lain. Setelah melihat putri kecil mereka datang dengan nafas yang tak beraturan.


"Hikssss... hikssss... Kaliannn... Hikssss..." Kata Sesillia dengan tangisnya yang tak bisa berhenti.


...Grepppp...


"Hikssss... hikssss... Mama hikssss... Kau mamakuuu, hikssss.. Kau mama kandung'kuuu! hikssss...." Tangis Sesillia yang tiba-tiba memeluk tubuh Silsila dengan erat bahkan pelukan Sesillia kini dibalas oleh Silsila dengan begitu eratnya juga.


"Putriku, hikssss..." Lirih Silsila dengan mempererat pelukan'nya yang mana telah diberikan oleh putrinya setelah beberapa tahun ini ia tidak rasakan.


"Hikssss... Mengapa kalian baru datang menemui'ku setelah sekian lama, Hikssss... apa kalian tidak tau hikssss... bahwa selama ini aku selalu menunggu kehadiran kalian untuk menjemput'ku? Hikssss..." Tanya Sesillia dengan isakan'nya yang tidak bisa berhenti, begitu juga dengan air matanya yang terus saja keluar dari pelupuk matanya.


"Hikssss... Maafkan kami naakkk. Karena kami baru bisa datang menemukan'mu setelah bertahun-tahun hikssss..." Tangis Silsila dengan melepaskan pelukan'nya lalu kemudian disambut Gani yang langsung saja mengambil alih tubuh Sesillia, karena ia juga merindukan putri kecilnya itu.


"Putrikuuu... hikssss... hikssss... Kau sudah sangat besar hikssss... Maafkan papa yang baru bisa menemukan'mu hikssss..." Tangis Gani yang ikut memeluk Sesillia begitu'pun Sesillia, yang mana ikut membalas sebuah pelukan hangat dari keduanya.


"Hikssss... Selama ini, hikssss... Aku selalu menunggu kalian untuk menjemput'ku hikssss... Tapi nyatanya dulu kalian hikssss..." Histeris Sesillia yang belum menyelesaikan ucapannya karena lebih dulu dipeluk dengan erat oleh Gani begitu'pun Silsila secara bersamaan.


"Cucu grendma... Sebaiknya sekarang kita tinggalkan mereka terlebih dahulu ya nakkk, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama sementara..." Tutur Kiana yang tidak sengaja melihat Queena diam-diam ikut menintikan air matanya karena ia juga ikut serta merindukan sosok kehadiran kedua orang tuanya.


"Ahhhhh, kau benar grendma... Sebaiknya kita pergi terlebih dahulu... kalau begitu mari!!" Ajak Queena dengan buru-buru menghapus air matanya.


...*****...


...Kamar Queena...



"Hikssss.. aku juga merindukan kaliannn..." Gumam Queena sambil menatap bingkai foto keluarga'nya yang sedang tersenyum bahagia terdapat di dalamnya.


"Bundaaa.... Hikssss... Ayahhh..." Tangis Queena.


...Grepppp...


"Ohh, cucuku yang cantik... Mengapa kau bersedih hmmmm... Coba ceritakan kepada grendma dan grendpa mengapa kau bersedih" Tutur seseorang yang baru saja datang, dan langsung memeluk Queena yang mana mereka yang tak lain adalah Kiana dan juga Zian.


"Ahh, grendma... grendpa... kalian mengagetkan aku" Kata Queena dengan menghapus air matanya karena ia tidak ingin grendpa dan grendma'nya melihatnya dirinya ketika tengah menangis.


"Cucukuuu.... Mengapa kau menangis hmmmm?" Tanya Zian yang sebenarnya sudah tau menapa Queena menangis, tapi ia tetap mempertanyakan'nya karena ia ingin tau apa jawaban yang akan diberikan dari mulut Queena secara langsung.


"Tidaakkkk, grendma... aku tidak menangis lihat aku tidak sedang menangis bukan?" Elak Queena dengan cepat tersenyum manis.


"Anak nakal! Kemari, jangan kau pikir grendpa dan grendma tidak tau bahwa kau tadi sedang menangis... kemari dan duduk dengarkan grendpa..." Ujar Zian terkekeh begitu juga dengan Kiana mendengar jawaban dari cucunya itu.


"Kau tau naakkk? Grendpa juga sama sepertimu saat grendpa masih kecil... Grendpa kesepian juga sama sepertimu saat ini. Tapi grendpa tidak berlarut-larut dalam kesedihan itu, Kenapa? Karena grendpa yakin kakek buyut dan nenek buyut'mu itu selalu berada di dekat grendpa, selalu melindungi grendpa! Begitu juga dengan kau. Yakinlah dengan perasaanmu nakkk, bahwa bunda dan ayah'mu selalu berada di dekatmu. dimana'pun kau berada, di sini tempatnya di hati kecilmuuu..." Jelas Zian sambil memeluk tubuh cucunya Queena sambil mengelus rambut panjang Queena.


"Ini baru cucu grendpa dan grendma, cucu perempuan dari keluarga atmadja. Hahahah...." Tawa Zian dan Kiana secara bersamaan.


...*****...


...Dirgantara Company...



"Al, apa kau benar-benar akan menikah dengan nona Queena? pemilik perusahaan kusuma grup itu?" Tanya David penasaran.


"Hmmm" Balas Alvaro dengan hanya berdehem saja


"Apa kau sudah tidak mencintai Angel?" Tanya David kembali.


"Aku menerima pernikahan ini karena terpaksaaa! Jika aku sudah menemukan Angel aku pasti akan menceraikan Queena saat itu juga" Jawab Alvaro dengan kesal.


"Tap--"


"Al" Panggil Seseorang yang tak lain adalah Amanda.


"Ada apa, Mandaaa" Tanya Alvaro datar.


"Al, menapa kau ingin menikahi perempuan lain? Kau tau bukan selama ini aku mencintaimu, dan bukankah kau masih menjadi kekasihku? Lalu... mengapa kau berniat ingin menikahi gadis lain, Al? Jawab aku" Tanya Amanda dengan menatap wajah Alvaro dengan tatapan berkaca-kaca.


"Aku terpaksa menerima pernikahan ini karena mommy, Mandaaa!! Jika aku menolak maka mommy akan berbuat nekat entah itu apa aku sendiri tidak tau!" Jawab Alvaro jujur terhadap Amanda dan itu membuat David melongo seketika. Kerena bisa-bisanya Alvaro menceritakan yang sebenarnya perihal mengapa ia mau menerima pernikahan itu terhadap Amanda.


"Alvaro kauuu..." Kata David yang terpotong.


"Apa benar seperti itu Al? Kau tidak sedang membohongiku'kan?" Tanya Amanda kembali.


"Tidaakkkk, untuk apa aku membohongimu tidak ada untungnya juga bagiku?" Balas Alvaro kembali mengecek dokumen miliknya yang berharga itu.


"Al, aku punya rencana agar wanita yang kau ingin nikahi itu tidak betah berada di sampingmu? Bagaimana kau mau mendengarkan rencana'ku tidak?" Tutur Amanda tersenyum sinis.


"Rencana? Hmmm, Menarik... Coba katakan padaku apa rencana kau manda?" Kata Alvaro yang berhenti sejenak mengecek dokumen miliknya karena perkataan Amanda tadi yang mengucapkan bahwa dirinya mempunyai sebuah rencana.


"Jadi....." Bisik Amanda dengan membisikkan sebuah rencana jahat yang akan mereka jalankan.


"Bagaimana? Apa kau setuju?" Tanya Amanda dengan tersenyum manis.


"Aku setuju jika itu tidak benar-benar menyakitinyaaa!" Kata Alvaro.


"Al kau!? Kau bukan Alvaro yang'ku kenal!" Ujar David yang terkejut dengan jawaban yang diberikan, lalu David'pun langsung saja pergi entah kemana setelah mendengar jawaban yang Alvaro berikan perihal rencana yang dibisikkan oleh Amanda tadi.


'Aku tidak akan pernah membiarkan kau dan manda menyakiti Queena ataupun Sesillia, Al... Walau kau sahabatku sendiri... tapi kini caramu salah Kau bukanlah Alvaro yang ku kenal saat ini... Kau berbeda Al! Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan dari mulutmu... Kau menjadi sekejam ini hanya karena sebuah pernikahan yang tidak kau inginkannn... Kau bukanlah Alvaro yang sebenarnyaaaa' Batin David yang tidak terima dengan rencana yang dibuat oleh amanda hingga mendapat di persetujuan dari Alvaro.


'Aku tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi kedepannya... yang aku pedulikan saat ini hanyalah... bagaimana cara agar aku bisa terlepas dari pernikahan yang tidak aku inginkannn... Pernikahan yang hanya diatas kertas saja, jangan salahkan aku atas apa yang aku lakukan nanti terhadapnya. Karena sedari awal aku sudah mengatakan bahwa aku tidak ingin menikahinya, aku hanya menginginkan wanita pertamaku yang menjadi istriku bukan orang lain... termasuk amanda sekali'pun. Angel, aku hanya menginginkannya... jika ditanya aku egois? yaa tentu saja, benar aku memanglah laki-laki yang egois, egois karena cintaaa...' Batin Alvaro.