
"Apa kau lupa kakak? Sebentar lagi kita akan rapat" Kata Sesillia yang berjalan menuju sofa yang berada di dalam ruangan Queena.
"Dengan siapa?" Tanya Queena yang melupakan metting'nya dengan klien.
"Dengan perusahan'ku, memangnya siapa lagi?" Jawab ketus Sesillia karena kesal dengan pertanyaan Queena.
"Ohh, bukankah itu satu jam lagi? Mengapa kau sudah berada disini?"
"Apa aku tidak boleh datang kemari?"
"Tentu saja boleh"
"Hmmm"
"Hmmm, Sesillia" Panggil Queena.
"Ada apa ka?"
"Apa kau tau, Dirga Grup?" Tanya Queena yang memang tidak tau tentang Dirga Grup karena selama ini berada di Australia dan selama berada di Australia ia tidak pernah melihat ataupun membaca tentang berita maupun artikel yang terdapat di negaranya.
"Dirga Grup? Ohh, Dirga Grup adalah tempat dimana seluruh orang-orang terlatih atau lebih tepatnya pengawal yang sangat terlatih, yang bertugas untuk melindungi keluarga Dirgantara hingga penerus keluarga Dirgantara, jika ada keadaan darurat maka orang-orang Dirga Grup akan langsung diberi perintah untuk bergegas melindungi setiap anggota keluarga Dirgantara" Jelas Sesillia panjang kali lebar.
"Kenapa aku tidak pernah melihatnya? Atau mengetahuinya?" Gumam Queena yang masih bisa didengar oleh telinga Sesillia.
"Kau bisa mengenali orang-orang Dirga Grup hanya dari pakaian'nya saja ka, karena dipakainya terdapat lambang Dirgantara! Dan pakaian mereka bewarna hitam merah" Tutur Sesillia kembali.
"Hitam Merah?"
"Iyaa, benar! Hitam untuk jasnya dan merah untuk kemeja'nya dan apa kau tau ka? saat itu aku juga tidak sengaja bertemu dengan mereka ketika mereka sedang mendapatkan tugas dari tuan'nya yaitu kakak ipar Alvaro. Dan parahnya mereka semua sangatlah Tampan! Aaaaaaa, rasanya aku ingin bertemu dengan salah satu dari mereka kembali" Ucap Sesillia dengan antusiasnya.
"Dan satu lagi!"
"Masih ada?"
"Ya"
"Apa?"
"Orang-orang Dirga Grup bukan hanya laki-laki saja tapi juga ada perempuan'nya, hanya saja mereka berbeda Grup, Dirga Grup untuk para pengawal laki-laki yang sangat terlatih maka Tara Grup untuk adalah perempuan-perempuan yang juga sangat terlatih. Dan orang-orang Dirga Grup bukan hanya memakai jas bewarna hitam merah saja, tetapi juga hitam putih sama seperti pengawal pada umumnya dan untuk pakaian Tara Grup juga sama seperti pakaian Dirga Grup" Terang kembali Sesillia.
"Dirga Grup? Tara Grup?"
"Sepertinya aku melewatkan banyak hal! Tentang negara'ku ini" Kata Queena dengan menghela nafasnya.
"Mengapa kau bertanya tentang mereka ka?"
"Tidak apa-apa. Kakak hanya penasaran saja"
"Owhh"
"Kapan kau ingin memberitahukan kenyataan yang sebenarnya tentang dirimu pada kakak ipar Alvaro Ka?" Tanya Sesillia yang memecah keheningan.
"Jangan membahas tentang itu dulu Sesillia, kakak sedang tidak ingin membahas itu" Tutur Queena yang tidak ingin membahas soal kenyataan dirinya karena sekarang ia tengah pusing memikirkan bagaimana cara untuk menghentikan Mira yang terus menargetkan dirinya.
"Ka-"
"Kenyataan apa? Apa yang kalian tutupi dariku?"
"Katakan padaku apa yang kalian sembunyikan dariku?" Celetuk seseorang yang tak lain adalah Alvaro yang datang ke perusahaan Kusuma Grup bersama dengan David.
"Al?/Kakak Ipar?" Panggil Queena dan Sesillia bersamaan yang melihat Alvaro datang bersama dengan David, dan seketika Queena dan Sesillia'pun langsung berdiri dari duduknya setelah melihat kedatangan keduanya yang secara tiba-tiba.
"Katakan"
"Aku tidak ingin mendengar kalian kebohong lagi padaku, jika kalian tidak ingin mengatakannya padaku maka aku akan mencari tahu sendiri dan jika itu menyangkut hal yang sangat penting maka aku akan menyalahkan kalian jika nantinya terjadi sesuatu" Marah Alvaro dengan menatap tajam kearah Queena dan bahkan Sesillia.
"Ak--u... Aku"
"Katakannn!!" Habis sudah kesabaran Alvaro hingga membantak keduanya tanpa sadar dan mampu membuat keduanya tersentak kaget.
"Aku akan mengatakannya padamu! Tapi kumohon tenanglah" Ujar Queena yang membuat Sesillia dan David seketika memandang'nya.
'Apa ka Queena ingin mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya pada kakak iparpar Alvaro?' Batin Sesillia.
'Apa kakak ipar Queena ingin memberitahukan pada Alvaro kenyataan tentang dirinya sekarang?' Batin David bersamaan dengan batin Sesillia.
"Baik" Balas Alvaro lalu duduk disofa dengan memandangi wajah cantik Queena dengan tatapan tajam'nya dan di ikuti David serta Sesillia yang ikut duduk.
"Apa setelah aku mengatakannya padamu! Kau akan percaya padaku Al??" Tanya Queena pada Alvaro sebelum menjelaskan tentang dirinya.
"Tergantung"
"Sebenarnya...."
"Sebenarnya, ada seseorang yang tengah mengancam'ku dan dirimu Al" Jelas Queena yang malah menceritakan tentang Mira.
"Mengancamku dan dirimu?"
"Benar"
"....."
"....."
"Mengapa kau ingin menyembunyikan'nya dariku? Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu jika kau tidak memberitahukan padaku? Apa yang kau pikirkan sebenarnya?" Tanya Alvaro yang kesal dengan jalan pikiran'nya istrinya Queena.
"Maaf! Aku hanya tidak ingin merepotkan dirimu Al" Lirih Queena.
'Maafkan aku Al! Lagi-lagi aku harus berbohong padamu, aku belum siap untuk mengatakan semua hal tentang'ku padamu' Batin Queena.
"Kau menganggap diriku sebagai apa sebenarnya Queena?" Tanya Alvaro datar.
"Tentu saja aku menganggap dirimu adalah suamiku Al"
"Suami?"
"Hehh, kau mengatakan bahwa aku adalah suami'mu? Lalu mengapa kau selalu menyembunyikan semua hal yang menyangkut tentang dirimu padaku? Kau selalu menyembunyikan sesuatu dariku dan tidak pernah berkata maupun bercerita dengan jujur terhadapku" Tutur Alvaro.
"Al"
"Bukankah sebagai suami aku harus menjagamu serta harus melindungi'mu, tapi... Tapi sepertinya kau tidak membutuhkan itu Queena. Kau lebih memilih untuk menahan semuanya sendiri dari pada berbagi denganku" Terang Alvaro.
"Al, bukan itu maksudku! Aku hanya tidak ingin selalu bergantung padamu"
"Benarkah?... Jadi masih pantas kah aku dipanggil seorang suami jika istriku sendiri tidak ingin bergantung padaku? Katakan padaku apa aku benar?"
"Al, maafkan aku"
"....."
"Al"
Karena rasa kecewa serta rasa kesal bercampur aduk, Alvaro'pun bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Queena. Tapi dengan cepat Queena menghentikan langkah kaki Alvaro.
"Al"
"Alvaro... Al kumohon jangan pergi" Pinta Queena dengan memeluk erat tubuh kekar Alvaro dari belakang.
"Lepaskan aku Queena!"
"Tidak... tidak sebelum kau mau memaafkan aku dan tidak marah kepadaku lagi, Al" Tegas Queena dengan mempererat pelukannya.
"Queena kubilang lepaskan" Pinta Alvaro.
"Tidak!!"
"Queenaaaa"
"Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan!! Ku bilang lepaskan aku" Bentak Alvaro pada Queena hingga membuat Queena seketika melepaskan pelukannya.
"Kau membantak'ku Al?" Lirih pelan Queena dengan mata berkaca-kaca menatap wajah Alvaro, Queena'pun seketika pergi berlari keluar dari ruangan'nya dan meninggalkan Alvaro, David serta Sesillia didalam ruangan'nya.
"Ck"
"Queenaaaa!!" Teriak Alvaro dengan mengejar Queena dari belakang.
"Ka Queena" Panggil Sesillia yang berniat untuk mengejar Queena tapi lengannya dicekal oleh David.
"Sebaiknya kita tidak ikut campur Sesillia" Ujar David dengan mencekal pergelangan tangan Sesillia.
"Tapi--"
"Sudahlah"