
...Hospital Pratama...
"Bagaimana?" Tanya Alvaro kepada Dr. Yanto mengenai kondisi Amanda.
"Huuuffff, kondisi nona Amanda kian semakin memburuk tuan! Umur nona Amanda tidak akan lama lagi, kami memprediksi bahwa nona Amanda hanya bisa bertahan sampai 1 tahun saja" Jawab Dr. Yanto.
"Apa tidak ada cara lain? Untuk membuat Amanda sembuh? Seperti operasi atau sebagainya?" Tanya Alvaro kembali.
"Maaf tuan, Kami tidak bisa mengoprasi nona Amanda. Karena fisik nona Amanda semakin hari semakin memburuk dan jika kami melakukan operasi terhadapnya maka kemungkinan besar Nona Amanda tidak akan selamat" Ujar Dr. Yanto.
"Hmmm"
"Al" Panggil Amanda dengan berjalan pelan memasuki ruangan Dr. Yanto.
"Kenapa?"
"Apa ada perkembangan terhadap diriku?" Tanya Amanda dengan lemah.
"Bicaralah dengan jujur? Aku akan menerimanya! Kau tenang saja" Kata Amanda dengan raut wajah yang memastikan.
"Kondisimu semakin hari semakin melemah, dan Jangka waktu hidupmu tersisa hanya 1 tahun saja" Ucap Alvaro dengan menatap wajah Amanda yang tengah berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa, aku sudah tau bakal jadi seperti ini! Waktu sisa hidupku hanya sebentar dan kau Al... Maukah kau menemaniku disisa hidupku saat ini?" Tanya Amanda dengan tersenyum sendu.
"Hmmm" Dehem Alvaro dengan menggangukan kepalanya.
"Kita pulang sekarang" Tutur Alvaro diangguki Amanda dengan lemah.
"Baik"
...Taman...
"Mengapa kau mengajakku kemari?" Tanya Alvaro dengan datar.
"Maaf Al, Tapi aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama denganmu sebentar... Jadi aku mengajakmu kemari" Balas Amanda dengan menatap pemandangan yang ada didepannya.
"Kau mau tau tidak Al?"
"Apa?"
"Aku menginginkan satu hal yang ada didunia ini... Di kehidupan ini kau menikah dengan wanita yang baik dan csntik seperti Queena dan dikehidupan ini juga aku tidak bisa memilikimu sebagai pendamping hidupku! Tapi... Jika ada kehidupan selanjutnya bolehkah aku menjadi pendamping hidupmu? Hanya itu yang aku inginkan. Jadi bisakah kau mengizinkanku untuk menjadi pasangan hidupmu di kehidupan selanjutnya?" Kata Amanda dengan memandang wajah Alvaro dengan tatapan memohon.
"Berusahalah, jika kau ingin mendapatkanku dikehidupan selanjutnya dengan cara yang baik" Jawab Alvaro dengan membalas tatapan memohon dari Amanda.
'Jika memang benar-benar ada kehidupan selanjutnya! Aku tetap hanya ingin Queena menjadi istriku. Angel? Aku tidak tau tapi jika dikehidupan selanjutnya Angel datang kembali maka aku akan tetap memutuskan untuk bersama dengan Queena, apapun rintangan aku akan menghadapinya karena aku sudah benar-benar mencintai Queena tapi aku juga mencintai Angel! Aku egois yaa itulah adalah aku' Batin Alvaro.
...Grepppp...
"Terimakasih Al" Ucap Amanda lalu memeluk tubuh Alvaro secara tiba-tiba hingga membuat Alvaro terkejut hingga diam.
Alvaro tidak sadar bahwa ada empat mata pasang yang sedang melihatnya dari jarak jauh, irang yang melihat Alvaro dan Amanda tengah berpelukanpun langsung saja pergi tanpa menghampiri Alvaro dan Amanda.
...*****...
"Kau ingin mengajakku pergi kemana ka?" Tanya Seseorang yang tak lain adalah Sesillia yang tengah menemani Queena untuk pergi keluar entah kemana.
"Kau akan tau nanti Sesillia, jadi jangan banyak bertanya karena aku sedang fokus menyetir" Balas Queena.
"Yaa, Baiklah" Ucap Sesillia dengan pasrah.
Dan tak lama kemudian Queena dan Sesilliapun akhirnya sampai ditempat yang mereka ingin datangi yaitu taman, Yaa... Jadi Queena pergi mengajak Sesillia ke taman untuk menemaninya.
"Kita sudah sampai" Tutur Queena dengan tersenyum manis.
"Taman?"
"Iyaa, ayok turun"
"Ka, mengapa kau mengajakku ketaman?" Tanya Sesillia dengan penasaran.
"Karena kakak ingin makan es krim dan permen kapas yang ada disini" Jawab Queena dengan tersenyum manis lalu pergi meninggalkan Sesillia sendiri menuju ketempat es Krim.
"Kau aneh ka" Kata Sesillia lalu berlari mengejar Queena.
...Beberapa menit kemudian.......
Queena'pun sudah kembali ketempat dimana mobilnya diparkiran dengan memegang es krim dan permen kapas yang berada ditangannya. Begitupun Sesillia yang ikut membeli es Krim dan permen kapas seperti Queena.
"Ini sangat manis, aku sangat suka" Ujar Queena dengan bahagia.
"Ka, cobalah es krim punyaku ini sangatlah manis aku yakin kau akan suka nanti" Tutur Sesillia dengan menyodorkan cup es krim miliknya kepada Queena.
"Benarkah?" Tanya Queena dengan antusias lalu langsung mencoba es krim milik Sesillia.
"Bagaimana?"
"Ini sangat manis. Berikan pada kakak"
"Tidak"
"Berikan padaku maka aku akan menggantikannya dua kali lipat nanti"
"Tidak"
"Sesillia ayolahhh"
"Hmmm, Baiklah" Jawab Queena dengan pasrah lalu tanpa sengaja pandangannya menangkap seseorang dari jauh.
"Alvaro?" Gumam Queena yang didengar oleh Sesillia dan seketika Sesillia'pun langsung mengikuti arah pandang Queena.
Yupsss, jadi empat pasang mata itu adalah Queena dan Sesillia yang tidak sengaja melihat Alvaro dan Amanda dari jarak jauh.
"Kakak ipar? Dengan siapa" Tanya Sesillia dengan kebingungan.
"Amanda?" Lirih pelan Queena.
"Amanda? Model papan atas itu? Mantan kakak ipar bukan?" Tanya Sesillia tapi tidak dihiraukan oleh Queena, karena Queena sibuk mengamati Alvaro dan Amanda.
"Kakak" Panggil Sesillia.
"Mereka? Berpelukan" Lirih Queena yang melihat Alvaro tengah berpelukan dengan Amanda.
"Kakak, kau... baik-baik saja bukan?"
"Aku baik-baik saja" Balas Queena dengan tersenyum untuk menutupi perasaannya yang tengah cemburu.
'Kau pasti sedang berbohong kakak' Batin Sesillia.
"Kita pulang" Tutur Queena lalu pergi begitu saja dan masuk kedalam Mobil miliknya.
"Kakak, ka Queenaaaa" Panggil Sesillia lalu menyusul Queena dan masuk kedalam mobil.
...Mansion Alqueen...
"Kakak"
"Ka Queena"
"Pergilah Sesillia! Bukankah kau masih mempunyai urusan kantormu?" Usir Queena dengan menyuruh Sesillia untuk pergi.
"Kakak"
"Pergilahhh"
"Hmmm, Baiklah kakak" Jawab Sesillia dengan pasrah lalu pergi begitu saja.
...Kamar Alqueen...
"....."
"Hikssss..."
"Kau tega Al, kau berpelukan dengan wanita lain di luar sana tanpa memikirkan perasaanku. Apa kau berfikir bahwa aku tidak akan tau?" Gumam Queena dengan terduduk dibawah lantai dan menyandarkan tubuhnya ditempat tidur.
"Apa kau benar-benar sudah melupakan diriku? Hikssss... Bukankah kau mengatakan bahwa kau tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Amanda? Lalu mengapa---, hikssss..." Isak Queena dengan memeluk kedua lututnya.
"Aku cemburu jika melihatmu bersama dengan orang lain selain diriku... Jika kau mengatakan bahwa aku ini egois maka aku akan menjawab bahwa aku memang egois, hiks... Karena bagiman juga kau adalah suamiku"
"Hikssss... Aku hanya ingin kau bersamaku!! Hikssss.. aku egois bukan? Hikssss..."
"Aku cemburu"
...*****...
"Kita pulang" Kata Alvaro dengan mengajak Amanda pulang.
"Hmmm, baik Al!"
...Skippppp......
...Apartemen Amanda...
"Al" Panggil Amanda.
"Ada apa?"
"Apa kau tidak ingin mampir terlebih dahulu?" Tanya Amanda kepada Alvaro yang masih setia duduk didalam mobil.
"Tidak! Hari ini aku ada metting jadi kapan-kapan saja" Tolak halus Alvaro kepada Amanda dan Amandapun menyetujui itu.
"Ohh, baiklah"
"Hmmm"
"Dah Al"
Alvaro'pun tidak menjawab dan langsung saja menancapkan gas mobilnya untuk menuju kantornya karena sebentar lagi ia akan mengadakan metting bersama dengan klien miliknya.
...*****...
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaaaaaaaa......
...Love you All❤️...